ICCA Technology Sharing “Are You Ready for Remote Working?”

Technology Sharing ICCA bersama Poly

Pada Jum’at 18 September 2020 Indonesia Contact Center Association bekerjasama dengan Poly menyelenggarakan kegiatan Technology Sharing secara online. Kegiatan Technology Sharing kali ini menghadirkan, Erik Gordon selaku Senior Solution Engineer Poly juga Christian Budisusetia selaku Country Manager Indonesia Poly.

Kegiatan Technology Sharing ini dimulai pada pukul 09:30 WIB dan dibuka langsung oleh Bapak Andi Anugrah selaku ketua ICCA. Ada sebanyak 51 peserta yang bergabung dalam kegiatan sharing kali ini. Mengangkat sebuah topik “Are You Ready for Remote Working?” dengan judul Improve the Customer Experience, pembicara Erik Gordon memberikan pemaparan mengenai betapa pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dimanapun para Agent berada.

Peserta Technology Sharing

Bekerja di dunia contact center pada masa pandemik, pastinya mengikuti gaya new normal yang diterapkan oleh pemerintah. Agent yang biasanya bekerja dalam satu ruangan dengan jarak yang berdekatan, kini mereka sudah mulai bekerja secara remote dengan jarak jauh. Sebagian dari mereka bekerja melayani pelanggan dari rumah masing-masing dan harus tetap memberikan pelayanan dengan melakukan panggilan.

Dengan melakukan pekerjaan dari rumah, tentu perusahaan dan juga Agent tidak menginginkan adanya penurunan dalam pelayanan. Bahkan seharusnya kualitas pelayanan terhadap pelanggan dapat ditingkatkan melalui kesempatan dengan gaya yang baru dan adaptasi yang lebih cepat.

Untuk menunjang pelayanan yang lebih baik, Erik Gordon memperkenalkan berbagai keunggulan perangkat headset dari Poly. Seperti yang telah dijelaskan olehnya, “Poly is a call center leader” headset buatan Poly banyak digunakan di contact center karena Poly fokus di banyak hal untuk menunjang kebutuhan akan perangkat headset contact center. Salah satunya dari sisi Engineering, Poly mendesain perangkatnya yang diperuntukkan komunikasi dan sangat berbeda dari Multimedia Headset yang diperuntukkan mendengarkan musik.

Erik Gordon menjelaskan secara detail perbedaan dari Headset Poly dengan Multimedia Headset yang digunakan untuk mendengarkan musik. Dengan keadaan yang serba Work From Home di era New Normal ini banyak sekali kebisingan-kebisingan yang ada di rumah tangga. Agar Agent tetap memberikan pelayanan terbaik atau bahkan melakukan meeting secara profesional tanpa terganggu suara-suara yang ada di sekitar rumah, Poly menyediakan beberapa inovasi terbaru untuk membantu para Agent contact center selama Work From Home.

Dari sisi portfolio, Poly memiliki beberapa kategori yang spesifikasinya diperuntukkan bagi praktisi contact center. Ada Corded Solutions, yaitu headset dengan kabel atau yang biasa disebut dengan Encore Pro Family dengan berbagai tipe. Kemudian ada Wireless Solutions yang diberinama Savi Family. Ada desktop phone yang cukup penting di contact center. Selanjutnya ada Audio Processors. Ada Desktop Video yang sekarang sudah digunakan di banyak contact center dan yang terakhir Cloud Management and Insight.

Erik Gordon bersama dengan satu pembicara lainnya yakni Depi Rahayu mendemokan kepada peserta keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Headset inovasi terbaru dari Poly. Dengan kelebihan fitur noise cancellation pada headset SAVI 8200 Office Series yang digunakan oleh Erik, ia mendemokan fitur noise cancellation pada microphone yang terpasang. Mencoba membuat kebisingan dengan menyalakan youtube, Erik membuktikan bahwa suara yang dihasilkan dari youtube tersebut tidak masuk ke dalam ruang zoom peserta dengan menggunakan headset tersebut.

Tidak hanya itu, Depi Rahayu juga ikut mendemokan cara memelihara dan membersihkan headset dengan baik. Di sesi demo ini ada beberapa peserta yang dengan antusias menanyakan tanda-tanda headset apabila terjadi kerusakan. Depi Rahayu dan Erik Gordon juga mendemokan sebuah speaker video tracker milik Poly yang dapat membantu para profesional di masa pandemik untuk rutinitas meeting.

Banyak kelebihan pada inovasi terbaru yang diberikan oleh Poly. Dengan memperhatikan kebutuhan di dunia contact center, Poly memfokuskan pada warranty yang diberikan selama 2 tahun dan dapat menggantinya apabila ada kerusakan pada perangkat satu persatu. Poly bahkan juga bisa melakukan extend selama 5 tahun, yang mana hanya Poly yang memberikan semua keistimewaan itu.

Sebelum sesi dari Technology Sharing ini berakhir, Poly memberikan hadiah berupa 2 buah headset untuk 2 pemenang yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar secara langsung melalui chatroom pada zoom. Dua orang yang beruntung tersebut bernama Oktaviany dan Jamila Sanusi. Antusiasme peserta dalam memperebutkan hadiah menarik ini sangat tinggi. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan yang diselenggarakan oleh ICCA bersama Poly dapat bermanfaat bagi para peserta sharing. (WH)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Poly dapat kunjungi : https://www.poly.com/content/dam/www/products/headsets/blackwire/blackwire-8225/doc/Blackwire_8225_Data_Sheet_15MAY20.pdf

Pelaksanaan Tryout Individual Online TBCCI 2020

Setelah Tryout Teamwork Online dilaksanakan pada 8 – 10 September 2020, rangkaian ajang The Best Contact Center Indonesia 2020 dilanjutkan dengan Tryout Individual Online. Diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut pada 14 – 17 September 2020, Tryout Individual Online ini dipandu langsung oleh Andi Anugrah selaku ketua ICCA didampingi oleh Anita Rizqiana sebagai salah satu pengurus ICCA.

Dalam pelaksanaannya, Tryout Individual Online ini dibedakan durasi waktunya berdasarkan kategori yang diikuti dan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk kategori Leader seperti Team Leader Inbound, Supervisor, Manager, BTB Leader dan BTB Manager peserta diberikan durasi waktu 120 menit. Sama halnya dengan kategori Support dengan sub kategori Quality Assurance, IT Support, Desk Control & Trainer, serta BTB Support yang diberikan durasi waktu selama 120 menit.

Tentu durasi tersebut berbeda dengan kategori Inbound dan Digital serta Customer Service dan Outbound yang diberikan waktu 60 menit. Kegiatan Tryout Individual Online ini dilaksanakan secara Virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting. Peserta dapat menyelesaikan materi Tryout dalam sebuah aplikasi yang telah disediakan oleh panitia. Dengan waktu pengerjaan Tryout yang cukup, peserta menjawab pertanyaan yang terdiri dari 50 soal berdasarkan materi dari kategori yang mereka ikuti.

Selama Tryout berlangsung, peserta diwajibkan untuk membuka tampilan video dari aplikasi zoom masing-masing. Dengan begitu panitia yang bertugas dapat dengan mudah memantau peserta agar tidak ada tindak kecurangan yang dilakukan. Selama kegiatan berlangsung juga banyak peserta yang berusaha menyesuaikan diri dalam mengerjakan soal-soal Tryout dengan menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh panitia.

Ada beberapa kendala yang dihadapi peserta seperti kendala jaringan, cara mengoperasikan aplikasi ujian dan Zoom, hingga materi ujian yang tidak familiar. Kendala materi ujian mendorong peserta untuk belajar dan mempersiapkan dirinya lebih baik. Kendala yang dihadapi peserta juga menjadi perhatian bagi panitia untuk terus berupaya meminimalisir kendala tersebut pada saat ujian Test Individual Online yang akan diselenggarakan pada 23 September mendatang.

Setelah kegiatan Tryout selesai, peserta melakukan pembahasan soal bersama-sama. Hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta dan memaksimalkan pengetahuan mereka untuk hasil yang lebih baik. Dalam kegiatan pembahasan ini peserta diperbolehkan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang mereka anggap sulit kepada Andi Anugrah secara langsung.

Sama seperti sesi Tryout Individual Online, sesi pembahasan ini dilakukan secara Virtual namun disiarkan secara langsung melalui Youtube Channel Andi Anugrah. Pembahasan demi pembahasan terasa semakin menarik, khususnya setelah masuk pada materi berhitung pada kategori Leader dan Support. Melalui Youtube Channel Andi Anugrah, tayangan pembahasan disimpan untuk para peserta. Hal tersebut bertujuan agar peserta masih dapat mengaksesnya berulang kali hingga sebelum ujian demi memudahkan mereka dalam proses belajar.

Banyak hal yang dapat dipelajari oleh peserta juga panitia dalam penyelenggaraan Tryout Individual Online ini. Semoga dengan kegiatan yang telah berjalan ini, peserta akan semakin siap dan matang menghadapi Test Online Individual yang menjadi salah satu indikator penentu dalam meraih medali Platinum di ajang The Best Contact Center Indonesia. #GoForPlatinum #TheBestCCI2020  (WH)

ICCA Online Sharing “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”

Onny Widjanarko, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia

Rutin menyelenggarakan kegiatan Online Sharing di setiap minggunya. Online Sharing kali ini ICCA kembali mengundang seorang narasumber dari Bank Indonesia yakni Bapak Onny Widjanarko, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Kegiatan yang dimulai pada 09:30 WIB ini dipandu langsung oleh Andi Anugrah selaku ketua ICCA.

Andi Anugrah, Ketua ICCA

Diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan baik member maupun non member ICCA, Topik yang diangkat pada Online Sharing kali ini mengenai “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”. Online Sharing ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Bapak Onny memaparkan mengenai Sinergi Kebijakan Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Ia juga menyampaikan bahwa krisis Ekonomi sudah beberapa kali terjadi di Indonesia bahkan dunia. Kondisi saat ini jelas berbeda dengan krisis atau keadaan ekonomi beberapa tahun yang lalu.

Dulu krisis ekonomi di dunia dipicu karena krisis keuangan, karena adanya konsentrasi distribusi dan kemakmuran di semua negara. Tetapi untuk saat ini krisis tersebut bermula dari krisis kesehatan karena adanya Pandemik Covid-19 yang sangat serius. Eskalasi penanganan dan penyebaran di setiap negara pun berbeda-beda. Penyebaran yang terus meningkat terutama di Indonesia berdampak luar biasa. Apalagi dengan adanya kegiatan lockdown maka berimbas pada penurukan pendapatan masyarakat, kegiatan dunia usaha dan merambat ke berbagai sektor karena ekonomi erat sekali dengan interaksi sosial. Dengan adanya interaksi sosial berkaitan erat dengan transaksi, hal tersebutlah yang menjadi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya itu saja, dengan naik turunnya angka penyebaran Covid-19 juga berpengaruh pada kepanikan pasar, keuangan global aliran modal masuk maupun nilai tukar. Pengumuman diadakannya PSBB kembali membuat angka pasar modal menjadi merah. Hal tersebut tidak hanya di Indonesia tetapi juga berlaku di negara lain. Ekonominya sentiment dengan penyebaran Covid-19 dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut berimbas pada apabila kesehatan terjaga maka ekonomi yang akan jatuh, dan apabila perekonomian yang terjaga maka ksehatan yang akan jatuh. Membuat semua negara berlomba untuk mencari titik tengah yang paling optimum untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi dari adanya pandemik ini.

Materi Online Sharing

Adanya berbagai hal tersebut, Bapak Onny Widjanarko memberikan pemahaman konsep dan strategi kebijakan Bank Indonesia dan Sinergi Kebijakan Nasional dalam menjaga stabilitas dan pemulihan ekonomi dari pandemik Covid-19. Beliau juga menyampaikan hal apa yang dapat dilakukan terkait adanya pandemik Covid-19 ini seperti pilihan untuk terus bekerja dengan baik di masa Pandemik ini. Peserta juga harus berfokus pada pemulihan kesehatan karena apabila kesehatan sudah dapat tertangani maka ekonomi nantinya akan mengikuti.

Di lain cerita mengenai pembahasan “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”, ada salah satu peserta wanita bernama Rika yang turut menanyakan terkait uang 75 ribu rupiah yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada saat hari kemerdekaan, yakni bagaimana dampak uang yang diluncurkan tersebut dengan kondisi yang ada saat ini. Dalam sesi yang berlanjut selama 2 jam ini, uang 75 ribu rupiah tersebut tidak menambah jumlah uang beredar yang terlalu tinggi dan persentasenya pun masih kecil yakni kurang dari 2% dari jumlah uang yang beredar di Indonesia saat ini. Yang kedua uang tersebut tidak diedarkan seperti uang-uang yang dipegang oleh masyarakat. Uang itu didapat oleh masyarakat dengan cara mereka menukar uang yang lama kemudian dimasukkan ke Bank Indonesia. Sedangkan uang 75 ribu rupiah keluar dari Bank Indonesia.

Jadi jumlah uang beredar di masyarakat tetap sama. Kemudian karena hal tersebut sudah dihitung di dalam perencanaan uang yang beredar di bank Indonesia dan uang itu diberikan kepada masyarakat untuk menghargai dan mengapresiasi ulang tahun Indonesia ke 75 tahun. Jadi seperti yang telah di jelaskan oleh Bank Indonesia bahwa uang tersebut bisa digunakan untuk transaksi atau hanya digunakan oleh masyarakat sebagai koleksi.

Kegiatan Online Sharing ini semakin menarik dengan adanya hadiah yang dibagikan kepada 5 orang pemenang di akhir acara. Semua peserta yang hadir merasa antusias akan hal tersebut. Selain mendapatkan informasi yang mengenai kebijakan perekonomian yang ada di Indonesia saat ini, peserta juga terus menunjukkan antusiasmenya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terbaik kepada pembicara yakni Bapak Onny Widjanarko. Semoga dengan adanya kegiatan Sharing mingguan yang selalu diselenggarakan oleh ICCA bermanfaat bagi peserta yang telah menyimak. Baik melalui aplikasi Zoom Meeting maupun Live Youtube secara langsung. (WH)