Optimalkan Omni Channel dan Omni Database

Aditya Cakrawidya
Platinum Winner IT Support
PT. Bank Central Asia, Tbk.

Setiap pelanggan pasti menginginkan hal yang mudah, murah, cepat, dan dapat diandalkan. Berjalan bersamaan dengan hal tersebut, teknologi juga terus mengalami perkembangan yang diawali dari single channel, lalu menjadi multi-channel, cross channel, hingga sekarang menjadi omni channel. Lalu kolaborasi yang tepat dapat menghasilkan hasil yang efektif, efisien, dan saling engage. Tiga hal tersebut yang melatarbelakangi Aditya menjalankan programnya untuk mengoptimalkan penggunaan omni channel dan omni database.

Pria kelahiran Surabaya, 26 tahun yang lalu ini merupakan lulusan sarjana Teknik Telekomunikasi IT Telkom. Aditya menjalankan program tersebut untuk periode tahun 2017. Kreativitas pertama untuk menjalankan program tersebut adalah dengan mengikuti omni channel workshop.

Banyaknya channel, pelanggan, site layanan, dan hal-hal lainnya membuat platform yang digunakan juga semakin banyak. Solusinya adalah dengan mengembangkan omni database yang diambil dari berbagai channel tersebut.

Kreativitas kedua adalah Scrum. Sebelumnya, Halo BCA menggunakan Waterfall, namun karena banyaknya requirement yang harus dipenuhi menyebabkan integrasi lebih lama dan tidak efisien. Integrasi lebih cepat menggunakan Scrum karena dilakukan secara paralel, misalnya Twitter dulu, lalu email, dan seterusnya.

Halo BCA memiliki empat site yaitu di Wisma Asia, BSD, Menara BCA, dan Semarang. Tidak hanya site saja, tim juga jadi semakin banyak. Solusi untuk dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan maksimal adalah dengan membuat tim grup chat. Selain itu tim Aditya juga memanfaatkan scrum board untuk single site. Namun untuk keseluruhan site menggunakan Jira (online scrum board). Penggunaan Jira lebih terbuka dan transparan.

Program yang dijalankan oleh Aditya tersebut berdampak pada integrasi keseluruhan media sosial, telepon, dan email pelanggan. Hasil berikutnya adalah CRM integration dan pengalaman pelanggan lebih baik secara berkelanjutan.

Aditya juga terus mengembangkan diri, dalam bidang pekerjaan Aditya mengikuti berbagai macam kelas formal seperti scrum masterclass, scrum certification, train the trainer, dan contact center analysis. Lalu Aditya juga melakukan e-learning, update perkembangan teknologi, dan dalam bidang olahraga mengikuti Asialetics.

Hasil dari berjalannya program Aditya diukur dari pencapaian kinerja yang dihitung dalam KPI. Hardware and Software Readiness, Response Time, Resolution Time, Internal CSAT Survey, memiliki penilaian dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Selain itu dari Omni Roadmap yang berjalan, saat ini sudah mencapai fase keempat, yaitu omni database untuk email setelah sebelumnya selesai untuk Twitter, Webchat, dan Facebook.

Beberapa peserta antusias dengan topik yang dibawakan oleh Aditya. Sesi pertanyaan dan diskusi yang dibuka membawa peserta bertanya beberapa hal antara lain tentang history omni channel, waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data menjadi database besar dan verifikasi data, hambatan yang dihadapi, cara mengumpulkan data, dan kelebihan menggunakan metode scrum. (MZ)

Pengembangan Kompetensi Supervisor

Andi Anugrah hadir dalam sesi sharing hari Selasa (21/11) sebagai pengisi acara yang membawakan materi tentang Pengembangan Kompetensi Supervisor. Andi mengawali sesi sharing dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta tentang peran supervisor dalam contact center sebuah perusahaan. Menurut peserta dari Kereta Api Indonesia, fungsi supervisor adalah sebagai jembatan antara manajemen dengan bawahan. Sedangkan peserta dari Tiki JNE mengatakan bahwa supervisor dapat melakukan fungsi pengawasan khususnya untuk pencapaian target.

Sebagian besar sesi diisi dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Hal pertama yang disampaikan oleh Andi adalah seputar fungsi manajemen. Beberapa fungsi manajamen adalah sebagai business development, operasional, pengembangan sumber daya, penyediaan sumber daya, dan pengawasan. Pengawasan maksudnya adalah pengawasan terhadap proses pelayanan sesuai dengan ketentuan atau prosedur operasional, output-nya harus ada.

Improvement hasil pengawasan yang diutarakan oleh peserta dari AXA Services Indonesia adalah menyambungkan informasi dengan menggunakan aplikasi, hasilnya yang biasanya berkisar 12 menit sekarang bisa hanya dalam 4 menit. Sedangkan menurut peserta dari Nestle Indonesia, dengan melakukan penjadwalan yang lebih baik dampak terbesarnya adalah dapat mengurangi abandon call.

Supervisor juga harus dapat melakukan pengambilan keputusan untuk membantu agent dalam mengambil keputusan dan memberikan solusi atas permasalahan pelanggan. Supervisor juga dapat melakukan koordinasi dengan tim dan pihak terkait dalam meningkatkan proses pelayanan. Seringkali terjadi perbedaan penanganan antara supervisor dengan quality assurance karena supervisor berfokus pada efisiensi, sedangkan quality assurance berfokus pada SOP.

Selanjutnya adalah supervisor dapat memberikan bimbingan dan pengembangan agent dalam meningkatkan kemampuan pelayanan. Tidak kalah penting adalah memberikan motivasi bagi semua anggota tim dalam mencapai target kinerja pelayanan.

Pada sesi diskusi selanjutnya, Andi menanyakan kepada peserta tentang tantangan apa saja yang biasa dihadapi oleh supervisor. Berdasarkan hasil diskusi, tantangan yang dihadapi oleh supervisor yang pertama adalah service level yang menurun. Hal ini dikarenakan banyaknya produk baru, promo baru, peraturan baru, jumlah agent kurang (turnover tinggi), talk time lama dikarenakan product knowledge kurang, dan jumlah call yang tinggi.

Tantangan kedua adalah service level tinggi. Hal ini dikarenakan occupancy rendah, yang mengakibatkan biaya menjadi lebih tinggi. Ketiga adalah pengembangan tim kurang karena tidak ada waktu. Untuk mengatasi tantangan ini yang harus dilakukan adalah melakukan delegasi tugas, penugasan dan pengawasan, serta tandem tugas.

Tantangan lain adalah seputar teknologi atau new channel sehingga terlalu banyak dan tidak fokus. Berikutnya adalah repeat call tinggi dan FCR yang rendah. Kemudian yang terakhir adalah permasalahan koordinasi, baik internal maupun eksternal.

Jika terjadi kasus kurangnya call di contact center, dapat dipikirkan dan direncanakan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencari call. Follow up hal tersebut dengan baik, rencanakan campaign apa yang akan dilakukan. Kemudian sampaikan informasi-informasi atau promo terbaru kepada pelanggan. (MZ)

Warriors of Change

Mencapai sukses menciptakan lompatan besar” – Robby Saputra

Winner Sharing hari ini spesial menghadirkan kategori Manager yang diisi oleh Robby Saputra. Robby adalah pemenang Platinum dalam The Best Contact Center Indonesia 2017 dari PT. Angkasa Pura II (Persero). Sharing hari ini juga dihadiri oleh Anita Rizqiana selaku pengurus ICCA sekaligus menjadi moderator acara.

Robby, sapaan akrab pria lulusan Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia ini, membagikan program kerjanya sebagai manajer. Program tersebut adalah Cetak 3 Point yang terdiri dari Change, Commitment, dan Collaboration yang ditujukan untuk para Warriors Social Media AP2.

Pria yang lahir di Jakarta, 22 November 1980 ini menceritakan latar belakang diadakannya program tersebut. Pertama adalah untuk citra perusahaan di 13 bandara. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan penjemput, kebutuhan penumpang, dan kebutuhan tenant. Kedua adalah employee engagement, dari 9.400 karyawan, 76,52% adalah generasi Y dan generasi millennial. Karyawan generasi muda tersebut memerlukan pendekatan yang berbeda jika dibandingkan dengan karyawan yang sebelumnya. Terakhir adalah penggunaan media sosial yang meliputi Facebook Fanpage, Instagram, dan Twitter yang semakin memudahkan proses pelayanan kepada pelanggan.

Melalui latar belakang tersebut, Robby melakukan sejumlah kreativitas antara lain dengan melakukan sosialisasi dan rekrutmen, social media management, dan sistem rewards. Sosialisasi dan rekrutmen ditujukan kepada agent CC, customer service, service quality inspector, terminal inspection service, duta larangan merokok, service marshall, airport helper, aviation security, bahkan hingga direktur utama.

Social media management dilakukan dengan menggunakan aplikasi Smarp yang mengandalkan easy access, dashboard yang mudah, dan adanya leader board. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui komputer dan juga smartphone. Caranya adalah agent CC atau warrior mem-posting sebuah konten, warrior menerima konten, melakukan posting kembali, mendapatkan poin, lalu ditentukan Top 3 Leader Board dari seluruh warrior di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura II (Persero).

Sedangkan sistem rewards adalah pemberian reward kepada Top 3 Leader Board. Reward yang diberikan berupa uang tunai, sertifikat, souvenir perusahaan, dan yang sangat disukai oleh karyawan generasi Y dan millennial adalah eksis di Top Leaderboard Winner Display yang akan dilihat oleh tidak hanya karyawan CC saja namun seluruh karyawan PT. Angkasa Pura II (Persero).

Hasilnya? Program yang dijalankan oleh Robby antara lain dapat meningkatkan produktivitas agent karena warrior dapat mengetahui informasi korporat lebih dulu, memiliki lebih banyak knowledge, serta dapat menjawab pertanyaan pelanggan dengan lebih cepat. Lalu meningkatkan ketersediaan informasi dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Keberadaan media sosial jika ditangani dengan tepat dapat menimbulkan viral effect yang positif. Terbukti dengan pencapaian engagement user hingga 100%. Tidak kalah penting juga dapat melakukan penghematan biaya iklan yang hingga saat ini mampu menghemat hingga 1,9 miliar rupiah. Hasil utama yang membuat Robby bangga adalah launching Contact Center Airport 138.

Manajemen bawahan yang diterapkan oleh Robby adalah Terbuka, Tenang, dan Teladan. Disibukkan dengan pekerjaannya sebagai manajer tidak membuat Robby melupakan kegiatan lain di luar pekerjaannya. Robby melakukan berbagai macam kegiatan pengembangan kemampuan antara lain dengan menjabat sebagai peserta Contact Center World Asia Pasific 2017, Ketua DPC Serikat Karyawan AP2, Ketua DPP Serikat Karyawan AP2, Panitia Summer Camp 8 yang diikuti oleh 1.250 anak yatim, Ketua Bidang Sosial Kerohanian Islam AP2, dan menjadi anggota Tim Basket AP2.

Pencapaian kinerja tim di bawah manajerial Robby antara lain adalah Service Level dengan target 90%, Follower Twitter dengan target 15.000, Penanganan Keluhan dengan target 95%. Hasilnya adalah dapat terus melampaui target dan terus meningkat.

Motivasi Cetak 3 Point untuk kedepannya adalah untuk Update CRM Technology yang saat ini sedang dalam proses pengembangan, Update Channel, dan Update Achievement.

Peserta yang hadir juga antusias mengikuti sharing yang dibawakan oleh Robby. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta antara lain adalah mengenai retensi, konten yang diunggah di media sosial, cara meyakinkan berbagai pihak agar program dapat berhasil, monitoring dan controlling para warrior yang ada di cabang, response time, pengukuran kepuasan pelanggan, kontrol untuk service quality inspector, dan lainnya.

Robby juga memutarkan video-video tentang perkembangan contact center 138 dan layanan yang diberikan. Peserta yang bertanya dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Robby juga mendapatkan bingkisan dari AP2. Kemudian seperti biasa di akhir sesi, peserta berfoto bersama, penyerahan plakat, dan tak lupa Robby juga menyempatkan diri untuk melakukan wefie bersama seluruh peserta. (MZ)

Leader Baik Hasilkan Tim yang Baik

Andresko Giaputra
Platinum Winner Team Leader Inbound
PT. Astra Credit Companies

Siapapun bisa menjadi seorang leader. Namun menjadi leader yang baik itu susah-susah gampang karena harus disiplin namun juga penuh perhatian kepada tim. Seperti yang dikatakan oleh panutan Andes, pembicara Winner Sharing hari ini, “Leader adalah contoh. Leader baik, team akan baik.” Motto tersebut dikatakan oleh ayah Andes dan dijadikan pegangan Andes sebagai seorang leader.

Winner Sharing hari ini (31/10) dibuka oleh Yayu Andarawati Rahayu sebagai moderator acara. Sesi sharing diawali dengan perkenalan oleh masing-masing peserta, dan rupanya ada perwakilan perusahaan pendatang baru di event kali ini. Andresko Giaputra, atau yang lebih akrab disapa Andes, kemudian melanjutkan dengan memperkenalkan dirinya.

Pria kelahiran Jakarta, 26 tahun yang lalu ini mengawali karirnya di dunia contact center sebagai contact center agent pada tahun 2012. Pada tahun 2015 Andes dipromosikan sebagai Quality Assurance, dan satu tahun kemudian menjadi Team Leader Inbound di Kontak ACC 1500599. Tactical Value menjadi program kerja yang dijalankan oleh Andes sebagai seorang Team Leader.

Program kerja ini didukung oleh sejumlah kreativitas yang disusun Andes sedemikian rupa sehingga timnya menjadi tim yang produktif. Kreativitas tersebut disebut Andes dengan istilah Triple Sukses, yaitu sukses disiplin, sukses melayani, dan sukses kontribusi.

Sukses disiplin dilakukan oleh ayah satu anak ini dengan menjadi panutan, melakukan pantauan, menentukan tujuan, dan memberikan teguran. Hal ini dilakukan Andes agar timnya terus berjalan kearah yang benar dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Sukses melayani ini dimaksudkan Andes untuk melayani timnya. Andes membantu timnya untuk mendapatkan pelatihan yang mereka butuhkan, memberikan masukan khususnya seputar tips melayani pelanggan dengan baik, dan memberikan apresiasi atas pencapaian timnya. Pelatihan diadakan untuk pengembangan diri agent, seperti pelatihan basic komunikasi dan pelatihan product knowledge. Pelatihan ini dilakukan Andes secara berkala tiga bulan sekali. Kemudian menurut Andes, besar kecilnya progress atau pencapaian seorang agent perlu diberikan apresiasi untuk menjaga motivasi mereka dalam memberikan pelayanan. Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk pemberian penghargaan untuk Agent of the Month. Selain itu pemberian penghargaan ini juga dapat meningkatkan kebersamaan dengan tim.

Terakhir adalah sukses kontribusi yaitu dengan menerapkan script tambahan dalam pembicaraan dengan pelanggan. Hal ini disebut Andes sebagai service to sales untuk memberikan kontribusi secara revenue kepada perusahaan.

Hasilnya adalah peningkatan dalam beberapa aspek seperti kehadiran, quality score, dan raihan sejumlah penghargaan. Tidak kalah penting adalah pemasukan revenue bagi perusahaan yang pada akhirnya adalah menjaga loyalitas pelanggan.

Pria yang baru pertama kali ikut ajang The Best Contact Center Indonesia dan langsung mendapatkan penghargaan Platinum ini menerapkan manajemen bawahan untuk timnya. Ada lima hal yang diterapkan Andes yaitu ketahui masalah tim, menciptakan suasana kerja yang baik dan nyaman, bersikap netral, memberikan arahan kepada tim, dan memberikan apresiasi.

Selepas sesi sharing, Andes memberikan kesempatan bagi peserta Winner Sharing untuk bertanya dan berdiskusi. Beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta antara lain adalah perihal inspirasi, cara mensiasati kesalahan teknis saat lomba, kesulitan yang berkesan, seputar contact center ACC, persiapan sebelum tes tertulis, dan tentang bobot tes tertulis dan presentasi. Seperti biasa pada akhir sesi dilakukan penyerahan plakat penghargaan dan berfoto bersama seluruh peserta yang hadir. (MZ)