Tekad Kuat dan Kegigihan Arif Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Setelah sukses mengadakan kegiatan Winner Sharing secara rutin di tahun 2019, kini dengan semangat baru ICCA mulai mengadakan Winner Sharing kembali di awal tahun 2020. Tepatnya pada tanggal 9 Januari 2020. Ada sedikit perubahan jadwal penyelenggaraan Winner Sharing di tahun ini, yang semula diadakan secara rutin di hari Jumat, kini kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan pada hari Kamis, dan bertempat di gedung Graha Seti lantai 2. 

Pada penyelenggaraan perdana ini, ICCA seperti biasa mengundang 2 pembicara dalam satu sesi pertemuan, yaitu Arifudin dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai pemenang Bronze Best Of The Best Agent dan Fara Rauda dari PT Pertamina (Persero) sebagai pemenang The Best Agent Badan Publik. 

Kegiatan Winner Sharing ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai perusahaan member dan non member ICCA yang tentunya ingin mengetahui bagaimana pengalaman para pembicara yang telah mengikuti dan memenangkan kompetisi The Best Contact Center Indonesia serta pemaparan strategi-strategi yang dilakukan dalam kompetisi ini. 

Sesi sharing pertama disampaikan oleh Arifudin sebagai pemenang Bronze Best Of The Best Agent. Pria kelahiran Kebumen 11 Agustus 1992 ini merupakan lulusan Sastra Jawa Universitas Negri Semarang. Kini Arifudin aktif bekerja di Otoritas Jasa Keuangan sejak tahun 2017. Walaupun tidak ada kaitan antara pekerjaan saat ini dengan backgroundnya sebagai Sastra Jawa, Arif tetap yakin bahwa ia bisa melakukan hal apapun dan tetap gigih untuk meraih keberhasilannya. Sama halnya ketika ia mengikuti kompetisi The Best Contact Center Indonesia, kegigihannya dalam mengikuti kompetisi ini dibuktikan saat ia meraih penghargaan secara 2 kali berturut-turut di tahun 2018 dan 2019 setelah sebelumnya ia harus gagal di tahun 2016 dan 2017. 

Sebenarnya, Arif telah mengikuti kompetisi TBCCI ini sejak tahun 2016 bahkan sebelum ia bergabung di OJK. Sayangnya ditahun pertama dan kedua ia gagal di tahapan yang sama yaitu pada tahap tes tertulis. Awalnya ia sempat merasa pesimis, sampai akhirnya ia melakukan evaluasi pada tahun 2018 dan 2019. Karena tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Arif terus gigih untuk belajar dan mencari dimana letak kelemahan dan kesalahannya. Evaluasi tersebut membuahkan hasil, Arif membuktikan bahwa ia mampu meraih penghargaan, menurutnya, “Jika orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa?”. Dalam mengikuti kompetisi TBCCI ini Arif berprinsip, “Bukan cuma mau ikut perlombaannya, tapi mau menang”. Hal tersebut menjadi dasar bagi Arif untuk terus mencoba mengikuti kompetisi ini. 

Arif juga merasakan banyak manfaat dalam mengikuti kompetisi TBCCI ini, salah satu manfaat yang dirasakan olehnya adalah adanya peningkatan kemampuan dalam dirinya. Manfaat lain yang dicapai oleh Arif adalah pengangkatan jabatan menjadi Team Leader yang semula adalah seorang Agent. Menurutnya tidak mudah untuk sampai ke titik yang saat ini sudah ia raih, butuh kegigihan, kepercayaan diri, dan sifat pantang menyerah. Butuh banyak kesabaran untuk menjalani proses yang cukup panjang. Walau sempat pesimis, Arif tidak ingin terus menyerah begitu saja. Ia selalu berkeyakinan bahwa ia dapat meraih apa yang ia inginkan. 

Pada sesi pertama yang disampaikan Arif sangat memotivasi kita semua, yaitu jika kita ingin meraih suatu hal janganlah mudah menyerah. Pertahankan kegigihan walaupun kegagalan itu nyata, teruslah  mencoba karena kita tidak akan pernah tau kapan keberhasilan itu tiba. Semangat untuk kita semua, khususnya bagi para calon peserta The Best Contact Center Indonesia 2020 semoga kemenangan sejati dapat Anda raih di tahun ini.(TN)

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.