TBCCI 2016 Full of Stars

 

Kamis, 4 Agustus 2016. Waah… tidak terasa para pejuang TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) 2016 telah di penghujung ajang kompetisi TBCCI 2016, yaitu hari ke-4 untuk lomba presentasi individu di Gedung Kalbis Institute Jakarta Timur. Walaupun hari terakhir, ternyata hari ini lebih banyak kategori yang dipresentasikan daripada hari sebelumnya. Untuk hari terakhir ini, kategori yang diikuti peserta meliputi kategori : Customer Services, Leader Customer Services, Best of the best Outbound, Team Leader Outbound, Telemarketing, Telesales, dan Agent English. Dikarenakan ini adalah hari terakhir untuk presetasi individu,  maka para panitia bekerja lebih ekstra agar jalannya acara tetap berlangsung secara teratur sampai pada penghujung acara.

Pada hari terakhir presentasi individu ini, semangat para peserta, panitia, juri sampai supporter masih membara. Setelah berjalan selama empat hari, setiap insan yang ikut andil dan menjadi bagian dari kompetisi TBCCI ini pasti memiliki kesan masing-masing. Seperti yang diungkapkan dibawah ini :

Kesan para Peserta

Walaupun hari ini adalah hari terakhir kompetisi TBCCI 2016 presentasi individu, tapi masih terlihat para peserta unik yang tampil hari ini. Salah satunya perwakilan dari PT. Angkasa Pura yaitu Mba Naumi yang memakai kostum “sepatu roda” dan Mba Egi dengan kostum “duta dilarang merokok” yang mengikuti kategori Customer Services mereka menyampaikan, “kami merasa senang bisa mengikuti acara ini dan kami tidak menganggap acara ini sebagai ajang kompetisi, kami sebagai wakil perusahaan yang terpenting sudah memberikan yang terbaik!”

Sama halnya dengan pendapat salah satu peserta perwakilan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. yaitu Mba Nia dan Mba Wiwit kategori Team Leader Outbond mengungkapkan perasaan puas dan bangga telah memberikan penampilan terbaiknya. “Plong rasanya telah selesai presentasi, 10 menit terakhir yang membuat saya sempat tidak konsentrasi karena para juri, mood para juri yang berubah drastis karena waktu mendekati jam istirahat makan siang. Tapi saya puas dengan presentasi yang saya tampilkan tadi, masalah hasilnya saya pasrah karena Allah yang menentukan,” ungkap Mba Wiwit bangga. Selain itu setiap peserta berharap semoga ajang bergengsi ini tetap ada untuk menjalin silahturahmi dengan sesama insan contact center.

Para supporter dan peserta dari PT. Telkom.
Para supporter dan peserta dari PT. Telkom.

Kesan para Supporter

Jika diperhatikan sejak hari pertama sampai hari terakhir kompetisi, di lantai 7 Gedung Kalbis senantiasa diwarnai dukungan dan sorak sorai para supporter dari PT Telekomunikasi Indonesia. Sepertinya mereka tidak pernah kehabisan semangat dalam memberikan dukungan. Menurut salah satu supporter PT. Telekomunikasi Indonesia yang membawa balon tepuk di tangan, yaitu Mba Martha yang tahun lalu mengikuti kompetisi TBCCI sebagai salah satu peserta menyampaikan bahwa kunci dari kekompakan mereka sebagai supporter adalah koordinasi dan kesadaran diri. Mba Martha tahu bagaimana rasanya menjadi peserta dan tahu seberapa dahsyat sebuah dukungan dari supporter. Hal yang sama juga disampaikan oleh Mas Deska yang menjadi peserta kompetisi dalam kategori Back Office hari kemarin.

Satu hal yang sangat menarik adalah seluruh supporter dan peserta yang mereka hadirkan tidak hanya dari Jakarta, melainkan dari kota Semarang, Medan dan kota lainnya. Luar biasa, bukan? Hal yang tak jauh berbeda juga dilakukan oleh PT. Bank Mandiri yang memilki cabang Contact Center di Yogyakarta. Bank yang mendapat predikat The Best Service Excellent selama 9 kali berturut-turut ini mengirimkan wakil peserta berikut supporter-nya dari kota Yogyakarta yang terkenal dengan “Kota Pelajar”. Dukungan adalah satu hal yang ringan, tapi berdampak luar biasa bagi para peserta.

Kesan para Juri

Berbeda lagi dengan kesan dari para juri, salah satu juri perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero) yaitu Ibu Eni R. Amdarini menyampaikan bahwa peserta dari kategori telemarketing tahun ini luar biasa kreatif, full action dan out of the box. Satu hal yang begitu menarik menurut Ibu Eni adalah isi dari materi yang disampaikan oleh para peserta, khususnya tantangan yang mereka hadapi. Antara satu peserta dengan peserta lain memiliki tantangan dalam pekerjaan yang berbeda serta solusi yang berbeda. “Mereka sungguh luar biasa,” ungkap Ibu Eni sebagai juri Telemarketing hari ini. Sedangkan menurut Bunda Pitut juri perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. mengungkapkan hal yang sama, “Cukup melelahkan, tapi senang karena melihat anak-anak muda yang begitu semangat serta kreatif. Mereka memiliki pesona dan daya tarik masing-masing.”

Para Juri dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Para Juri dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Kesan Panitia

Mba Alya sebagai salah satu panitia memberikan kesan-kesan yang didapatkan selama acara TBCCI 2016 berlangsung, menurut Mba Alya tahun ini kompetisi berjalan lebih teratur daripada tahun sebelumnya. Dari segi peserta tahun ini lebih mengutamakan penampilan saat presentasi dengan menunjukkan ciri khas perusahaan mereka masing-masing. Berbeda dengan tahun lalu, dimana para peserta diperbolehkan menggunakan kostum unik sesuai tema yang mereka bawakan saat presentasi serta pendukung yang lebih ramai sehingga sulit dikendalikan. Bapak Andi sendiri sebelumnya pernah mengungkapkan, bahwa memang ketentuan tanpa kostum bagi peserta individu ini juga demi kenyaman peserta dan hal ini berdampak positif karena acara berjalan dengan lebih teratur meski perusahaan yang mengikuti kompetisi jauh lebih banyak dari tahun lalu.

Hari keempat merupakan hari terakhir yang sungguh sangat melelahkan bagi panitia, peserta, supporter, dan pendukung-pendukung lainnya pada ajang bergengsi TBCCI 2016 ini. Dari semua kesan yang diberikan oleh setiap insan yang terlibat dalam ajang kompetisi presentasi individu ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa umumnya mereka merasa puas dan lega atas segala jerih payah yang dilakukan. Panitia yang menyiapkan segala hal sampai dengan hal terkecil sekalipun sejak berbulan-bulan lalu, peserta yang bekerja keras memberikan penampilan terbaik sampai titik darah penghabisan hingga mungkin sulit tidur dalam beberapa pekan terakhir ini, juri yang harus memeras otak dalam menentukan peserta paling baik dari seluruh peserta terbaik yang tampil, dan pendukung yang tak lelah menyuntikkan semangat bagi para jagoannya. Mereka memiliki andil masing-masing dengan porsinya masing-masing, melakukan apa yang harus dilakukan dengan ketulusan dan mereka bahagia melakukan kewajiban mereka dengan cinta dan sepenuh hati. Mereka seperti bintang-bintang yang tersebar dilangit luas, yang memiliki peredarannya sendiri dan sinarnya sendiri. Mereka yang tersebar disetiap sudut ruang lantai 7 Kalbis Institutte adalah bintang, bintang yang bersinar dengan tugas, kewajiban dan ruang lingkup masing-masing. Kami berkarya, kami bersinar dan kami bahagia karena bahagia itu sederhana.