Tips Presentasi yang Baik (1)

Presentasi merupakan satu kegiatan dimana kita dapat berbicara secara langsung dengan audience untuk menkomunikasikan ide-ide kita. Dalam presentasi kita dituntut untuk pandai bicara, aktif dan dapat menguasai diri di depan audience. Presentasi biasanya dilakukan untuk memenuhi tugas akhir yang sifatnya individual yang jika berhasil maka akan timbul kepuasan pribadi. Ataupun dalam dunia bisnis yang dapat menguntungkan perusahaan dan juga kita sebagai orang yang ditunjuk untuk melakukan presentasi tersebut.

Kebanyakan orang melakukan presentasi sambil membaca teks, ada pula yang terlalu banyak menggunakan animasi power point yang tidak perlu, bahkan ada juga yang presentasi tanpa melakukan kontak mata dengan audience-nya. Begitu pun sebaliknya, ada juga presentasi yang disajikan dengan menarik, efektif, mampu berkomunikasi dengan audience, serta diselingi dengan humor sehingga dapat menarik perhatian audience. Ketika kita melakukan presentasi audience akan memperhatikan kita secara detail baik dari tutur kata maupun dari penampilan.

Jika ingin menyampaikan pesan tertentu atau hal baru yang perlu disampaikan agar orang lain paham, atau bahkan perlu untuk meyakinkan mereka bahwa apa yang disampaikan adalah benar adanya, maka materi presentasi yang berisi tulisan atau gambar akan sangat membantu presentasi kita.

Saat seseorang belum terbiasa melakukan presentasi tetapi tiba-tiba diharuskan, seringkali orang tersebut gagal. Kegagalan itu dapat timbul karena terbata-bata, materi yang diberikan ternyata salah atau memang orang tersebut merasa tegang sehingga tidak mampu untuk berkonsentrasi terhadap materi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Memang biasanya diawal presentasi semua orang cenderung merasa tegang, jantung berdetak kencang namun jika sudah memulai presentasi itu dan sudah menguasai ruangan maka biasanya perasaan tegang itu akan teredam sedikit dan menjadi lebih santai.

Perasaan tegang ketika presentasi itu merupakan hal yang wajar, tapi jika presentasi kita seperti itu bagaimana pun bagusnya materi yang disajikan akan membuat audience sulit untuk memahami argumen kita. Oleh karena itu proses pembelajaran sangat diperlukan, setidaknya untuk melatih mental ketika berhadapan di depan audience.

Artikel ini pernah dimuat di Majalah iCallCenter Vol. 6 No. 1

Semoga Tahun Depan…..

AstraWorld (04/08/2016). Hari ini, Kamis 4 Agustus 2016, merupakan hari terakhir kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 kategori individual. Setelah hari ini, lomba akan dilanjutkan untuk kategori Team Work, di Youth Center, Gelanggang Remaja Otista, Jakarta Timur.

Hari ini kali terakhir kita dapat melihat barisan para pelaku contact center dengan raut cemas hingga tegang, demi berusaha untuk menampilkan yang terbaik dalam kompetisi.

Dalam kesempatan ini, penulis sempat mendekati beberapa peserta dan juri untuk dimintai pendapat mengenai kegiatan TBCCI tahun ini, serta harapannya tahun depan. Berikut, beberapa harapan yang telah penulis rangkum mengenai rangkaian kegiatan ini.

Lebih profesional, Lebih  ‘adem’

astraworldAstrini Yuditya Purnomo, peserta dari AstraWorld yang bertanding di kategori Agent English mengungkapkan, TBCCI tahun ini kesannya lebih formal dan perserta-pesertanya terlihat hebat. Memang, tahun ini kompetisi TBCCI tidak diwarnai ragam kostum yang warna-warni seperti tahun lalu, dan kebanyakan peserta hadir dengan mengenakan seragam perusahaan ataupun pakaian resmi seperti jas atau dengan blazer.

Ketika ditanyakan lebih jauh mengenai darimana ia mengetahui kehebatan peserta yang lain, Astrini mengakui bahwa ia memperhatikan beberapa peserta yang sedang latihan presentasi di dekatnya. “Dari persiapan yang mereka lakukan dan latihan sebelum maju presentasi, kelihatannya saingan-saingan tahun ini lebih tangguh” tutur Astrini.

Agar Ekspresi Diri Tidak Putus

Sebagai peserta yang dua tahun berturut-turut mengikuti ajang TBCCI, Astrini berharap ajang serupa yang akan diadakan tahun depan akan lebih seru dan semarak. Seperti yang ia rasakan ketika mengikuti TBCCI pertama kalinya di tahun 2015. “Semoga saja TBCCI tahun 2017 nanti, para peserta lomba individu bisa memiliki kesempatan untuk lebih mengekspresikan diri, salah satunya dari sisi kostum. Tidak perlu terlalu heboh kostumnya, yang penting bisa menggambarkan meteri yang dibawakan ” jelasnya.

Harapan yang lebih mengarah masukan kepada panitia pun disampaikan Achie, demikian Astrini akrab disapa. Kendala teknis yang sempat ia hadapi saat membawakan materi dihadapan juri, ia harapkan tidak terjadi lagi di tahun depan. Sarannya, panitia lebih mempersiapkan peralatan yang akan digunakan peserta  sehingga dipastikan beroperasi dengan baik ketika akan digunakan.

Demi Kompetisi yang Lebih Fair

astraworldMasukan untuk pelaksanaan TBCCI 2017 juga diberikan salah satu juri, Arnolt Pakpahan, seorang akademisi yang mewakili Universitas Trisakti. Beliau menyarankan supaya penyelenggaraan acara serupa di tahun depan bisa dibagi-bagi berdasarkan industrinya. “Tahun ini semua peserta dijadikan satu tanpa dibeda-bedakan industrinya. Padahal karakteristisk satu industri dengan yang lain sudah pasti berbeda. Begitu juga dengan pelanggannya. Kalau dibagi-bagi per industri, hasilnya akan lebih fair”, jelas dosen jurusan Manajemen dan Teknik Industri ini.

Beliau melanjutkan dengan menceritakan pengalamannya ketika harus menjurikan salah satu bisnis B2C (Business to Consumer) namun dilanjutkan dengan B2B (Business to Business) yang jelas metode pendekatannya pasti berbeda dan karakteristik customer yang dihadapi juga berbeda.

Meluaskan Kreativitas

Arnolt pun melanjutkan dengan memberi saran tentang presentasi yang dibawakan peserta. Memang tahun ini, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, alur presentasi sudah ditentukan oleh panitia dan tidak diperkenankan untuk diubah-ubah. Dosen yang juga pehobi lari ini menyarankan agar alur presentasi bisa dibebaskan agar tidak kaku dan mudah ditebak hingga membuat juri bosan.

“Kita-kita sebagai juri jadi bisa nebak apa yang akan disampaikan setiap peserta. Pasti dimulai dari perkenalan diri, dilanjutkan kenapa terpilih sebagai wakil, dan seterusnya. Mungkin memang sudah ada aturan dari panitia, tetapi peserta seharusnya dibebaskan untuk berkreasi”, pungkasnya.

Kesempatan Emas Meluaskan Jaringan

astraworldSebuah harapan lain dilontarkan Christina Dewi, Head of Contact Center Support. Beliau mengatakan, pelaksanaan tahun ini cukup bagus dengan peserta yang well-prepared dan tampil percaya diri. Namun, beliau juga mengharapkan agar di tahun depan lebih banyak lagi contact center agent yang mengaktualisasi diri melalui sarana yang disediakan ICCA, dan agar para CCA pun dapat menjalin network komunitas yang lebih baik untuk meluaskan jaringan.

5 Tips Sukses Presentasi ICCA

JAKARTA – Tidak seperti hari-hari sebelumnya, ajang lomba presentasi Individu ICCA hari ke tiga sangat lah meriah. hari tersebut, Rabu (3/8), area TKP dihebohkan dengan salah satu agent Contact Center PT Pertamina (Persero) bernama Yusuf Sudrajad yang mengutarakan cintanya pada rekan kerjanya, Mia. Tak hanya itu, moment tersebut semakin pecah ketika Ketua ICCA Andi Anugrah turut mengambil mic dan berbicara layaknya seorang Master of Ceremony.

Namun, bukan hal tersebut yang akan kita bahas kali ini. Memang ajang ICCA hari ke tiga ini sangat lah meriah, namun dibalik hingar bingar tersebut, banyak sekali didapati para peserta presentasi individu yang bersedih. Entah karena tampil tidak maksimal, maupun tidak dapat menjawab pertanyaan juri. Banyak dari mereka terlihat gugup, gemetaran, dan nervous saat menyampaikan presentasinya. Sungguh sesuatu yang bisa dikatakan merugi apabila presentasi yang sudah disiapkan secara matang, tidak tersampaikan dengan matang pula.

Oleh karenanya, berikut 5 Tips Sukses dalam presentasi yang dirangkum dari wawancara dengan Ketua ICCA Andi Anugrah dan buku karangannya, First Step to Contact Center Service. Semoga dengan adanya tips tersebut, ajang presentasi anda bisa lebih tenang dan sukses.

  1. Lakukan Relaksasi

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum presentasi adalah merilekskan diri. Merilekskan diri, entah dengan berdoa, maupun menarik nafas dalam-dalam adalah hal yang harus dilakukan sebelum tampil berbicara di depan khalayak umum. Seperti diungkapkan oleh Ketua ICCA dan APCCAL Andi Anugerah saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu.

“Presentasi sebagaimana umumnya ya kita harus lebih rileks, kita harus bisa lebih menunjukan jati diri kita, bagaimana kreativitas yang telah kita lakukan” ucap Andi.

  1. Atur Kecepatan dan Kejelasan Berbicara

Dalam berkomunikasi termasuk presentasi, sangat penting untuk memperhatikan kecepatan dan kejelasan dalam berbicara karena kecepatan berbicara akan sangat berpengaruh pada kemampuan lawan bicara untuk memahami makna yang ingin disampaikan.

Berbicara terlalu cepat membuat pendengar kesusahan memaknai apa yang sebenarnya ingin anda disampaikan, karena hal ini membuat kata menumpuk dengan kata yang lain. Di sisi lain, berbicara terlalu lambat juga membuat bosan para pendengar dan dapat pula dianggap lambat berfikir dan bertele-tele.

Oleh sebab itu, seberapa cepat berbicara yang sebenarnya?

dalam buku karanganya, Andi Anugerah juga menjelaskan bahwa dengan kecepatan yang wajar maka seseorang dapat mudah dipahami oleh pendengar, dan cukup untuk mengatur nafasnya sendiri. Adapaun menurut analisis buku tersebut sekiranya ada 130 kata yang dapat diucapkan dalam satu menit berbicara/presentasi.

  1. Sesuaikan Intonasi Berbicara

Salah satu kunci menarik dalam berbicara/presentasi adalah memadukan antara intonasi yang tinggi dengan intonasi yang rendah. Menggunakan intonasi rendah ataupun tinggi secara terus menerus dapat membuat audiens bosan atau menganggap ada sedang emosi atau bahkan memancing perdebatan. Oleh karenanya, memadukan intonasi sedang,, rendah dan tinggi perlu dilakukan untuk memperlancar proses komunikasi.

  1. Gunakan Bahasa yang bisa dimengerti

Hal ini sangatlah penting dalam berkomunikasi. Memperkaya berbendaharaan kata dengan berlatih dan banyak membaca adalah salah satu cara pintar dalam berbahasa dan berbicara. Hal ini dikarenakan, semakinn sering kita membaca, maka kita akan meningkatkan perbendaharaan kata, yang mana membuat kita mahir menggunakan kata yang lebih tepat dan spesifik dalam menunjukan atau menceritakan ataupun menjelasakan sesuatu.

  1. Berlatih, Berlatih, dan Berlatih

Keberhasilan sebenarnya berbanding lurus dengan seberapa banyak kita berusaha. Kemungkinan orang melempar bola basket ke dalam ring dengan latihan sebanyak 1000 kali lemparan tentunya akan berbeda dibanding dengan yang hanya berlatih melempar sebanyak 100 kali lemparan. Begitu pula dengan presentasi yang lancar.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Ketua ICCA Andi Anugrah. “Tentunya hanya bisa dilakukan itu semua kalau kita latihan, latihan, dan latihan,” pungkas Andi.

Demikian, 5 Tips Sukses Presentasi ICCA, semoga dapat menambah wawasan anda semua. – ASF

Foto 1
Semoga Sukses!

1.Fotosatu