Jangan ada skakmat diantara kita

“Skakmat,…” ujar salah seorang peserta lomba The Best Contact Center Indonesia 2016 berkata dengan semangat. Dia adalah Angga Pranata salah satu kontestan PT Angkasa Pura II (Persero) dan pecatur ulung.

“Harus mengenal bidik catur, sebagai pecatur harus memiliki tiga langkah ke depan dan terus menganalisa permainan” ujar Angga ketika ditanya tips bermain catur. Jangan salah kaprah, Angga bukan salah seorang master catur layaknya Utut Adianto yang mampu mengalahkan lawannya dengan mata tertutup. Dia bermaksud untuk menerapkan strategi permainan catur kedalam dunia kerjanya serta menjadikannya sebagai bahan presentasinya nanti.

“Seperti catur, bekerja itu harus ikhlas dan saling membantu di antara rekan, karena semuanya tidak bisa berjalan jika bekerja sendiri-sendiri, pokoknya jangan ada skakmat diantara kita deh” kata angga yang masih lengkap mengenakan jas dan dasi hitamnya.

Angga Pranata si pecatur ulung berpose usai bertanding di "ruang sidang"
Angga Pranata si pecatur ulung berpose usai bertanding di “ruang sidang”

Yah, mungkin bagi Angga ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memberikan persembahan terbaiknya sebagai perwakilan kantor tempat mereka bekerja. Motivasi untuk dapat jalan-jalan ke Korea, juga menjadikan salah satu alasan Angga untuk mengikuti ajang ini.

“Motivasi saya ikut ini karena mau ke Korea, asik kan jalan-jalan gratis, dibayarin orang,” kelakar Angga Pranata salah satu kontestan PT Angkasa Pura II (Persero). Ini merupakan kali pertama Angga mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh ICCA. Kebanggaan menjadi salah satu perwakilan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini tampak dari “id card” kantor yang tetap dipakainya selama ajang ini berlangsung.

Angga bukan satu-satunya peserta dari AP2, ada dua peserta lain yang ikut meramaikan di hari kedua ini, yakni Robby Saputra dan Auliya Mega Widyanti. Keduanya juga pertama kali mengikuti ajang ini, dan ini sebagai ajang pembelajaran untuk bisa bertukar kemampuan di bidang Contact Center dari masing-masing perusahaan.

 

Robby si penggila basket
Robby si penggila basket

Robby si penggila basket yang mampu menghapalkan seribu nama pemain basket ini terlihat bersemangat sekali. Dia membawa basket ke dalam “area bertanding”. Sesekali dia memantulkan basketnya ke lantai. Ia mencoba menampilkan keahliannya di depan juri. Eiits… tunggu dulu, dia tidak bermaksud untuk mengajak bertanding para juri, Robby bermaksud menuangkan passion-nya ke dalam materi presentasi yang akan dipresentasikan di depan juri.

 

Senada dengan Robby, yang mengangkat tema dari ‘hobi’ yang disukai, Dahlia yang merupakan kontestan dari PT Pertamina, juga melakukan hal sama. Dia memilih tema tentang dunia balap khususnya Formula 1. Pemilihan tema ini, juga didasari oleh kebanggaan akan Petamina yang menjadi sponsor Rio Haryanto di ajang Formula 1. Ajang balap mobil bergengsi di dunia ini, membawa nama Indonesia semakin dikenal. Dari hobi yang berkesinambungan ini, meyakinkan Dahlia hanya dalam waktu tiga hari untuk menyusun bahan presentasi dalam kategori Team Leader.

Meskipun singkat, Dahlia berharap Pertamina akan menjadi salah satu pemenang dalam ajang TBCCI 2016. “Kami sudah ikut ajang ini sejak tahun 2009, dan kami pun pernah menjadi pemenang untuk kategori agent. Dengan pengalaman yang sudah kita miliki saya berharap Pertamina dapat menang kembali, tapi yang utama bagi saya adalah do the best, hasil belakangan,” seloroh Dahlia sambil menunggu giliran presentasi.

Auliya, salah satu kontestan AP2, yang juga bertanding pada TBCCI 2016 ini, mengusung tema pesawat. Dalam presentasinya Auliya begitu yakin untuk memperkenalkan AP2 di depan para juri yang rata-rata berasal dari kalangan akademisi. Sebagai perusahaan pengelola bandar udara, pesawat sudah menjadi hal biasa, suatu yang biasa bagi Aul, yang baru lima hari “mengecap” status sebagai pengantin baru ini yakin akan menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi ini.

Kategori Best of The Best

Pada TBCCI 2016, ada perbedaan yang ditampilkan yakni kategori Best of The Best, dimana peserta yang menang pada TBCCI 2015 atau tahun sebelumnya, ikut berlomba dalam kategori Best of The Best. Salah satu pemenang yang turut dalam kategori ini adalah Mariam Constantina Hakim yang merupakan kontestan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Merri, sapaan akrabnya merupakan pemenang keempat pada ajang TBCCI 2015. Meskipun sudah pernah menang di ajang tahun sebelumnya, tidak membuat Merri berbangga hati akan pencapaiannya di tahun lalu. Tapi ini menjadi ‘cambuk’ untuknya agar dapat memberikan penampilan terbaik di TBCCI 2016.

Kali ini, Merri tidak mengambil tema khusus, dia hanya menekankan bahwa bekerja itu sangat menyenangkan dan bekerja itu harus selalu happy, team leader itu bukan suatu jabatan tertinggi melainkan suatu amanah yang harus bisa kita laksanakan dengan baik. Menjadi yang pertama, targetnya tahun ini. Persiapan Merri untuk ajang ini, sekitar 3 bulan, dibarengi dengan kesibukannya bekerja. Dan selalu latihan di luar jam kerja, tetap improvisasi ditekankan asal tidak lari dari konteks.

Tips untuk lomba ini, tetap menjadi diri sendiri kalau menjadi orang lain, tidak bisa mengeksplor yang kita punya, menikmati apa yang kita kerjakan, kalau kita tidak menikmati apa yang kita kerjakan, maka tidak akan tercapai apa yang kita mau.

Selain Merri, Dwi Cahyani dari Infomedia yang merupakan pemenang dalam ajang TBCCI 2015, dalam kategori agent sebagai juara 3. Tahun ini, ia mencoba kembali di kategori team leader. Tema yang ia ambil yakni From Local Go Global. Sebagai pemenang di tahun lalu, tips dan trik Dwi adalah, harus percaya diri dan yakin dengan apa yang dipresentasikan secara benar, jujur. (AP2)

10 Kostum Unik di Hari Ketiga TBCCI 2015

 

Selalu ada yang unik dari setiap peristiwa. Di The Best Contact Center  Indonesia 2015 hal yang cukup menarik perhatian adalah kostum yang digunakan peserta yang unjuk aksi di sesi presentasi. Selama tiga hari sesi presentasi individual tampak beberapa peserta yang mengenakan kostum unik untuk menunjang presentasi mereka.

Di samping terkait dengan materi presentasi, beberapa peserta menuturkan alasan mereka mengenakan kostum – kostum yang tidak biasa. Mulai dari menambah rasa percaya diri, atau menunjang materi presentasi, hingga untuk menunjukkan daerah asal mereka.

Tentunya ada banyak kostum menarik yang terlihat di Balai Kartini hari ini, namun kali ini tim penulis belum berkesempatan untuk meliput semua satu per satu. Dan inilah 10 kostum unik versi AstraWorld, di hari terakhir sesi presentasi individual The Best Contact Center Indonesia 2015.

 

Liputan AstraWorld - Kostum Unik#10 – Nahkoda

Ketika tim penulis pertama kali melihat partisipan dari Bank BCA ini, tim penulis mengira sang partisipan mengenakan kostum pilot. Karena tertarik melihat seorang pilot perempuan, tim penulis pun mendekati dan mengajak berinteraksi Janice Valicia.

“Jadi tema kostumnya ini, kostum apa? Pilot?” tim penulis mengkonfirmasi.
“Ini nahkoda sebetulnya. Karena saya team leader outbound, yang menahkoda kapal tim saya menuju ke sebuah tujuan bersama,” tuturnya menjelaskan.

Untuk melengkapi kostum nahkodanya, Janice pun membawa sebuah kotak kejutan yang dibuatkan oleh tim rekan kerjanya. “Ini dibuat dari gabus,” ujarnya sambil menunjukkan kotak berwarna kuning tersebut. “Isinya ada pertanyaan-pertanyaan mengenai program-program yang akan dijalankan”, terang Janice.

 

#9 – Lady Rocker

Penampilan ala lady rocker dibawakan Riasnita Mardiah. Jaket kulit, sepatu boot, ditambah kostum serba gelap melengkapi penampilan peserta untuk kategori Team Leader Outbond dari AstraWorld.

Alasan Iyas, panggilan Riasnita, mengenakan kostum dengan gaya lady rocker karena terinspirasi para rocker dunia. “Seperti Bono U2”, kata Iyas. “Saya senang nyanyi, makanya presentasi saya juga tentang penyanyi-penyanyi terkenal yang menginspirasi, tidak hanya karena mereka terkenal tetapi juga karena kegiatan sosial mereka yang menyentuh sisi kemanusiaan,” tambah Iyas.

 

#8 – Pembalap

Yuniar Fella Anggraeni dari PT Holcim yang berkompetisi di kategori  Telesales memakai kostum pembalap motor.  Ketika ditanya mengenai kostum yang ia pilih hari ini, dengan senyum lebar dan semangat positif  Fella, nama panggilan Yuniar Fella menjawab, “Hari ini jadi Rider! Pembalap!”

Sambil menenteng helm, Fella yang berbalut kostum serba kuning ini nampak berbinar dan siap tampil.

Ditemani oleh seorang rekan kerjanya, Fella menjelaskan bahwa kostum ini sendiri sudah dipersiapkan sejak sebulan yang lalu dan ia dapatkan dengan cara menyewa. Tepat pukul 08.18, dengan senyum lebar yang sama, Fella pun dipanggil oleh panitia untuk memasuki ruangan presentasi.

 

#7 – Tentara

Memiliki materi presentasi yang mengangkat perjuangan pahlawan terkenal dari Surabaya, Bung Tomo, Arya Kristina dari PT. Kereta Api Indonesia memilih kostum tentara lengkap dengan sepatu lars.

Ketika ditemui tim penulis usai melakukan presentasi, Arya menyambut dengan terbuka dan menjelaskan lebih lanjut alasannya memilih kostum ini. “Karena saya bertanggung jawab untuk daerah Surabaya dan sampai ujung Jawa Timur, di mana di sana lekat sekali dengan sejarah perjuangan Bung Tomo. Jadi saya angkat tema itu sebagai materi presentasi saya, dan kostum ini dipilih untuk menunjang presentasi saya,” tuturnya.

Lebih lanjut Arya mengutarakan bahwa kostum tentara ini dipinjamkan oleh salah satu direktur PT Kereta Api Indonesia. Suatu hal yang menarik, karena bahkan jajaran tim direksi pun turun tangan meminjamkan wardrobe untuk para partisipan.

 

#6 – Gadis Bali

Anggun dan cantik. Kesan pertama inilah yang muncul saat penulis melihat Wahyuni sedang mempersiapkan presentasinya di salah satu pojok ruang tunggu Grand Ballroom Rafflesia. Kebaya Bali bewarna putih gading yang dikenakan Yuni, demikian dia akrab disapa, memang disesuaikan dengan tema presentasinya mengenai budaya Bali.

“Kita harus menggunakan pendekatan budaya agar terjadi customer engagement. Bali itu kan kental dengan budayanya, karena itu kita harus menggunakan budaya Bali untuk mendekati pelanggan. Inilah sebabnya saya menggunakan baju adat Bali,” jelas Yuni, yang sehari-hari bertugas sebagai Customer Service Walk-in di PT Astra Honda Motor.

 

#5 -Tukang Sate Madura

Peserta bernama Agus tampil bak pedagang sate Madura, lengkap dengan kipas dan satenya. Saat ditanya mengenai kostum yang dikenakan, perwakilan PT Telkom ini menjelaskan, kostum yang dikenakannya ini dimaksudkan untuk menunjang materi presentasinya mengenai orang Madura yang bekerja di contact center.

Kostum ini ternyata merupakan milik Agus pribadi, sementara untuk dandanannya Agus dibantu rekan kerja yang merangkap sebagai make up artist.

“Satenya cari di mana pagi-pagi?” tanya tim penulis yang penasaran dengan sate yang dibawa Agus. Karena hari masih pagi, tim penulis merasa agak sulit menemukan tukang sate berjualan sejak pagi hari. Menanggapi pertanyaan ini, Agus menjawab satenya dipersiapkan oleh rekan sekerjanya. Ternyata di PT Telkom ini kerjasama tim sangat solid, anggota tim saling bantu membantu mempersiapkan kebutuhan wakil-wakil perusahaan.

 

#4 – Fadhil The Explorer

Peta… Peta… Peta…. Ada Dora The Explorer di The Best Contact Center Indonesia 2015? Oh, bukan…yang ini namanya Fadhil, nama lengkapnya Moh. Fadilah Dwi Permana. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, kostum yang dikenakan peserta kategori Team Leader Customer Service dari PT Kereta Api Indonesia, sangat matching, semuanya dalam nuansa khaki.

“Kostumnya beli, sewa, atau bikin sendiri?” tanya tim penulis.
“Baju, sama topinya beli. Sepatu dan teleskop aja yang pinjem, soalnya harganya mahal kalo beli,” jelas Fadhil.

Saat ditemui tim penulis AstraWorld di photobooth, Fadhil tengah bergaya dengan peta dan teleskopnya. Ketika diminta bergaya, Fadhil tanpa malu-malu langsung beraksi dengan propertinya. Ia pun menunjukkan peta yang dicetak sendiri. “Presentasi saya temanya tentang film Madagaskar, di peta ini isinya juga tentang Madagaskar,” tambah Fadhil sambil memperlihatkan peta yang ia buat sendiri tersebut.

 

#3 – Baju Adat Minang

Berkompetisi di kategori Agent Customer Service, Ria Agnesti dari PT Sinar Mas Land  terlihat sangat menarik perhatian dengan kostum Minang-nya. Duduk di kursi menunggu giliran, Ria terlihat ramah dan tenang. Menurut pengakuan Ria, persiapan untuk dandan hari ini sudah dimulai sejak pukul 5 pagi meski kompetisinya sendiri baru dimulai pukul 8.

“Memang sejalan dengan presentasi aku. Selain itu aku sendiri memang asalnya orang Padang asli, jadi nyaman menggunakan kostum Padang, menambah kepercayaan diri juga,” jelas Ria ketika dimintai pendapatnya tentang alasan memilih kostum ini. Namun kostum Minang ini bukan milik pribadi. Ria mengaku menyewa kostum Minang-nya demi acara hari ini.

 

#2  –  Wiro Sableng

Satu lagi partisipan dari PT Telkom yang mengenakan kostum luar biasa pada presentasi hari ini, Nurdiana yang lebih memilih dipanggil Dian. Dengan kostum Wiro Sableng lengkap dengan kapaknya, Dian terlihat sibuk berfoto ria usai presentasi. Sikapnya yang ramah dan supel pun mengundang orang lain untuk foto bersama dengannya.

Ketika ditemui tim penulis, Dian dengan terbuka dan senyum lebar pun langsung memperkenalkan diri. Diakui oleh Dian, baju yang dikenakan adalah seragam karate milik pribadi. Namun banyak bagian dari kostumnya yang juga merupakan pinjaman.

“Ini belt, fashion, fashion,” Dian menunjuk ikat pinggangnya yang dari jauh terlihat seperti ban hitam bela diri, namun jika diamati lebih seksama ternyata adalah ikat pinggang wanita berbahan karet dan berkait logam. Ia pun tertawa riuh ketika tim penulis menyadari belt tersebut. “Kalo celana nih bikin sendiri,” ujarnya melanjutkan pembicaraan, masih diselingi tawa renyah, “Dan sandal gunungnya baru.”

Ketika memperhatikan sandal gunung yang dimaksud, tim penulis pun menyadari satu hal. “Itu talinya, pakai tali sepatu?” tanya tim penulis. Tak urung, Dian pun terbahak mengiyakan.

Sambil menunjukkan kapak 212 khas Wiro Sableng, Dian kemudian melanjutkan penjelasan mengenai kostumnya. “Kapaknya bikin sendiri nih. Bikin dari sebulan yang lalu”, lanjut Dian.

 

#1 – Peramal Gipsi

Busana yang dikenakan langsung menarik perhatian penulis. Apalagi ketika perempuan cantik ini menunjukkan kedua tangannya. Penuh aksesoris. Bahkan empat jari tangannya dihiasi batu akik. “Ini koleksi suami saya. Kalo kalung, gelang, dan aksesoris lainnya punya ibu saya dan temen-temen”, jelas Marta Dewi, perwakilan dari PT Telkom.

Partisipan di kategori Work Force Managmenet (WFM) ini memilih kostum peramal sebagai bagian dari materi presentasinya. “Sebagai Work Force Management (WFM), saya harus bertugas meramalkan call maka dari itu saya memakai kostum peramal,” terang Marta.

Menurut pengakuannya, Marta bahkan menggunakan kartu tarot ke ruang presentasi. Saat ditanya apakah bisa meramal menggunakan kartu tarot, dengan lugas Marta menjawab, “Tidak bisa, kartunya punya temen yang bisa main sulap.”

Hangat dan Semarak, The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld di Tengah Kemeriahan The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center Indonesia 2015

Balai Kartini di Pagi Hari.
Hari kedua, kompetisi sesi presentasi Contact Center Indonesia 2015, Rabu, 6 Mei 2015, makin memanas. Terlihat jelas dari antusiasme peserta yang telah datang dengan persiapan maksimal. Area ballroom Raflesia, Balai Kartini Jakarta kian riuh dengan kehadiran peserta kompetisi beserta supporter-nya masing-masing. Kehadiran para supporter ini selain memberikan dukungan moril bagi peserta, juga menambah semarak suasana kompetisi.

Parade Kostum.
Para peserta berlomba-lomba tampil maksimal. Tak cukup mempersiapkan materi presentasi, beberapa peserta juga mengenakan kostum unik untuk menunjang penampilan saat menyajikan materi. Di hari kedua sesi presentasi individual terlihat peserta yang mengenakan kostum-kostum yang menarik perhatian. Mulai dari kostum ala Tarzan, tokoh di film Maleficent, superhero, wayang orang, dalang, sampai pakaiaan khas beberapa daerah di Indonesia. Ada juga yang tetap berpenampilan formal dengan mengenakan setelan jas. Peserta berkostum unik ada yang terlihat agak kerepotan dengan kostum yang dikenakan, namun tetap menikmati penampilan yang berhasil mereka suguhkan.

Bukan tanpa alasan para peserta mengenakan kostum unik ini. Karena salah satu penilaian pada sesi presentasi kali ini adalah kesesuaian antara kostum yang digunakan dengan materi presentasi yang dibawakan. “Untuk presentasi kali ini, semua peserta memang disarankan menggunakan pakaian tematik sesuai materi presentasinya dan akan menjadi salah satu kriteria penilaian,” jelas Susan Amelia, salah satu perwakilan AstraWorld untuk kategori Back Office. Saat tampil untuk presentasi, Susan mengenakan baju adat Minangkabau, sehingga teman-temannya memanggilnya dengan sapaan Uni Susan.

Rekan Susan dari AstraWorld, Nietzsche Farenny yang akrab dipanggil Renny, mengenakan kostum penjual es krim untuk menunjang presentasinya. “Hari ini kami harus tampil all out supaya bisa menarik perhatian juri. Salah satu caranya dengan dandanan unik seperti ini,” terang Renny yang mewakili AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015AstraWorld di kategori Agent Inbound.

Astrini Yuditya, peserta kategori Agent English berhasil menarik perhatian juri. Ditemui usai melakukan presentasi, Astri panggilan akrab Astrini, menuturkan salah satu juri sempat berkomentar kalo kostumnya lucu.

“You are so cute”, kata Astrini menirukan ucapan salah satu juri. Astri tampil menggemaskan menyerupai tampilan anak kecil dengan rambut dikuncir dua, mengenakan celana overall, dan mengalungkan botol minum plastik yang sering digunakan pelajar taman kanak-kanak.

Riuhnya Para Supporter.
Jika para peserta bertarung di materi presentasi dan keunikan kostum yang digunakan. Supporter dari masing-masing perusahaan pun tak mau kalah. Sejak pagi suasana ruang tunggu di depan Ballroom Rafflesia riuh dengan para supporter. Beragam atribut mereka bawa dan gunakan untuk menyemangati para peserta yang berkompetisi. Balon tepuk aneka warna, bendera warna-warni, turut menyemarakan dan meramaikan suasana kompetisi.

Suasana makin semarak saat tiap suporter yang mendukung juga tidak mau kalah satu sama lain dalam memberikan dukungan. Tepuk tangan, yel-yel, dan sorak sorai seolah terus berkaitan tak ada habisnya. Saat peserta kompetisi akan memasuki atau keluar dari ruang presentasi, yel-yel dan sorak-sorak penyemangat mengiringi langkah para peserta.

It’s Show Time
Hari kedua sesi presentasi, atau hari ketiga seleksi individu, diikuti sekitar 179 peserta yang telah berhasil melalui seleksi awal berupa tes tertulis. Hari ini mereka berkesempatan menunjukkan kepiawaian mereka, meyakinkan para juri bahwa mereka layak menjadi yang terbaik dibidang contact center. Mereka berlomba menjadi yang terbaik untuk kategori Agent Inbound, Agent English, Agent Premium, Agent Social Media, dan Back Office.

Tepat pukul 09.00, kompetisi dimulai. Panitia yang bertugas di Ballroom Raflesia mulai memanggil nama-nama peserta yang harus memasuki ruang presentasi. Suara panggilan dari panitia seakan-akan berlomba-lomba dengan riuhnya suara peserta dan supporter di ruang tunggu Ballroom Rafflesia.

Para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 mulai memasuki arena kompetisi, yang tersebar di tiga tempat. Ballroom Rafflesia, Ruang Cempaka dan Ruang Anggrek. Suasana sedikit berbeda terjadi di ruang Anggrek dan Cempaka yang juga menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Kedua tempat yang berada di lantai 2 dan 3 Balai Kartini memang tak semeriah Ballroom Rafflesia. Peserta dan supporter tidak sebanyak di Ballroom Rafflesia.

Para peserta diberi waktu terbatas untuk menyajikan materi mereka di hadapan para juri. Hanya 15 menit untuk kategori agent. Waktu tersebut sudah mencakup presentasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan undian. Setiap peserta diharuskan menjawab pertanyaan undian yang diambil sendiri oleh setiap peserta dari dalam fishbowl.

Keluar dari ruang presentasi, berbagai ekspresi terpancar. Ada wajah yang masih menyisakan ketegangan, ada pula yang keluar dengan wajah lega dihiasi senyum optimis. Umumnya merasa lega usai presentasi.

“Lega rasanya, dan Alhamdulillah lancar presentasinya. Meskipun ada juri yang tampak dingin dan cuek saat saya presentasi,” ungkap Rani Apriantini, salah satu peserta kategori Agent Inbound Seat > 150.

Peserta yang keluar dari ruang presentasi mendapat sambutan meriah dari para pendukungnya. Suasana makin siang makin meriah Tak hanya peserta yang akan berlomba, para pendukung yang datang menyemangati pun juga ikut merasakan ketegangan yang sama. Raditya, salah satu pendukung tim AstraWorld, mengaku ikut tegang menunggu wakil-wakil AstraWorld keluar ruangan presentasi.

“Sebagai pendukung pastinya kami merasa ikut tegang. Apalagi ini pertama kalinya AstraWorld ikut The Best Contact Center Indonesia dan harus melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah berpengalaman. Namun kami yakin setiap dari mereka yang terpilih adalah yang terbaik. Kami tentunya berharap AstraWorld bisa memperoleh hasil maksimal di ajang The Best Contact Center Indonesia tahun ini,” kata Raditya

Keakraban Panitia dan Peserta.
Menjelang istirahat makan siang, kejadian tak biasa terjadi antara panitia dan peserta The Best Contact Center Indonesia 2015. Andi Anugrah, Direktur Telexindo yang menjadi penanggung jawab acara, tiba-tiba mengajak menyanyi para peserta yang menunggu di depan Ballroom Rafflesia. Berperan sebagai dirigen, Pak Andi begitu beliau biasa dipanggil, memberikan aba-aba kepada peserta untuk menghilangkan kejenuhan dengan menyanyikan lagu-lagu yang saat ini sedang hits.

AstraWorld - The Best Contact Center Indonesia 2015

Tak hanya mengajak menyanyi, menjelang akhir acara di hari kedua sesi presentasi, Andi Anugrah juga berbincang-bincang dengan salah satu supporter yang datang untuk mendukung kekasihnya. Dengan nada bercanda, Andi Anugrah pun menanyakan hubungan antara sang supporter dengan kekasihnya.

“Jadi kapan pacarnya dilamar?” tanya Andi Anugrah
“Sudah dilamar, Pak. Akhir Mei nanti akan dilangsungkan resepsinya,” jawab sang supporter.

Peserta dan supporter yang berada di Ballromm Rafflesia pun tidak dapat menahan tawa. Beberapa diantaranya bahkan bertepuk tangan menyaksikan adegan tersebut.

Tak berapa lama usai percakapan Andi Anugrah dengan sang supporter, kekasih yang ditunggu-tunggu keluar dari ruangan. Senyum tersungging di bibir sang supporter dan kekasihnya. Saksi mata yang berada di ruang tunggu Ballroom Rafflesia kembali bertepuk tangan menyaksikan adegan ini. Kali ini tepuk tangannya lebih meriah.

Balai Kartini Menjelang Senja.
Menjelang pukul 16.00 WIB sesi presentasi hari kedua usai sudah. Masih ada hari esok yang akan menjadi hari ketiga sesi presentasi sekaligus penutup seleksi individual The Best Contact Center Indonesia 2015.

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015

Baca perjalanan kami di hari hari sebelumnya: