ICCA Online Sharing “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”

Onny Widjanarko, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia

Rutin menyelenggarakan kegiatan Online Sharing di setiap minggunya. Online Sharing kali ini ICCA kembali mengundang seorang narasumber dari Bank Indonesia yakni Bapak Onny Widjanarko, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Kegiatan yang dimulai pada 09:30 WIB ini dipandu langsung oleh Andi Anugrah selaku ketua ICCA.

Andi Anugrah, Ketua ICCA

Diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan baik member maupun non member ICCA, Topik yang diangkat pada Online Sharing kali ini mengenai “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”. Online Sharing ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Bapak Onny memaparkan mengenai Sinergi Kebijakan Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Ia juga menyampaikan bahwa krisis Ekonomi sudah beberapa kali terjadi di Indonesia bahkan dunia. Kondisi saat ini jelas berbeda dengan krisis atau keadaan ekonomi beberapa tahun yang lalu.

Dulu krisis ekonomi di dunia dipicu karena krisis keuangan, karena adanya konsentrasi distribusi dan kemakmuran di semua negara. Tetapi untuk saat ini krisis tersebut bermula dari krisis kesehatan karena adanya Pandemik Covid-19 yang sangat serius. Eskalasi penanganan dan penyebaran di setiap negara pun berbeda-beda. Penyebaran yang terus meningkat terutama di Indonesia berdampak luar biasa. Apalagi dengan adanya kegiatan lockdown maka berimbas pada penurukan pendapatan masyarakat, kegiatan dunia usaha dan merambat ke berbagai sektor karena ekonomi erat sekali dengan interaksi sosial. Dengan adanya interaksi sosial berkaitan erat dengan transaksi, hal tersebutlah yang menjadi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya itu saja, dengan naik turunnya angka penyebaran Covid-19 juga berpengaruh pada kepanikan pasar, keuangan global aliran modal masuk maupun nilai tukar. Pengumuman diadakannya PSBB kembali membuat angka pasar modal menjadi merah. Hal tersebut tidak hanya di Indonesia tetapi juga berlaku di negara lain. Ekonominya sentiment dengan penyebaran Covid-19 dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut berimbas pada apabila kesehatan terjaga maka ekonomi yang akan jatuh, dan apabila perekonomian yang terjaga maka ksehatan yang akan jatuh. Membuat semua negara berlomba untuk mencari titik tengah yang paling optimum untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi dari adanya pandemik ini.

Materi Online Sharing

Adanya berbagai hal tersebut, Bapak Onny Widjanarko memberikan pemahaman konsep dan strategi kebijakan Bank Indonesia dan Sinergi Kebijakan Nasional dalam menjaga stabilitas dan pemulihan ekonomi dari pandemik Covid-19. Beliau juga menyampaikan hal apa yang dapat dilakukan terkait adanya pandemik Covid-19 ini seperti pilihan untuk terus bekerja dengan baik di masa Pandemik ini. Peserta juga harus berfokus pada pemulihan kesehatan karena apabila kesehatan sudah dapat tertangani maka ekonomi nantinya akan mengikuti.

Di lain cerita mengenai pembahasan “Perekonomian Terkini di Masa Pandemik”, ada salah satu peserta wanita bernama Rika yang turut menanyakan terkait uang 75 ribu rupiah yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada saat hari kemerdekaan, yakni bagaimana dampak uang yang diluncurkan tersebut dengan kondisi yang ada saat ini. Dalam sesi yang berlanjut selama 2 jam ini, uang 75 ribu rupiah tersebut tidak menambah jumlah uang beredar yang terlalu tinggi dan persentasenya pun masih kecil yakni kurang dari 2% dari jumlah uang yang beredar di Indonesia saat ini. Yang kedua uang tersebut tidak diedarkan seperti uang-uang yang dipegang oleh masyarakat. Uang itu didapat oleh masyarakat dengan cara mereka menukar uang yang lama kemudian dimasukkan ke Bank Indonesia. Sedangkan uang 75 ribu rupiah keluar dari Bank Indonesia.

Jadi jumlah uang beredar di masyarakat tetap sama. Kemudian karena hal tersebut sudah dihitung di dalam perencanaan uang yang beredar di bank Indonesia dan uang itu diberikan kepada masyarakat untuk menghargai dan mengapresiasi ulang tahun Indonesia ke 75 tahun. Jadi seperti yang telah di jelaskan oleh Bank Indonesia bahwa uang tersebut bisa digunakan untuk transaksi atau hanya digunakan oleh masyarakat sebagai koleksi.

Kegiatan Online Sharing ini semakin menarik dengan adanya hadiah yang dibagikan kepada 5 orang pemenang di akhir acara. Semua peserta yang hadir merasa antusias akan hal tersebut. Selain mendapatkan informasi yang mengenai kebijakan perekonomian yang ada di Indonesia saat ini, peserta juga terus menunjukkan antusiasmenya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terbaik kepada pembicara yakni Bapak Onny Widjanarko. Semoga dengan adanya kegiatan Sharing mingguan yang selalu diselenggarakan oleh ICCA bermanfaat bagi peserta yang telah menyimak. Baik melalui aplikasi Zoom Meeting maupun Live Youtube secara langsung. (WH)

ICCA Online Sharing “Safe Travel Campaign”

Bapak Bayuh Iswantoro, VP of Corporate Safety Management PT Angkasa Pura II.

Indonesia Contact Center Association atau yang biasa disebut dengan ICCA secara rutin menyelenggarakan kegiatan Online Sharing setiap minggunya. Kali ini pada Jum’at 14 Agustus 2020, ICCA menghadirkan seorang pembicara yakni Bapak Bayuh Iswantoro selaku VP of Corporate Safety Management PT Angkasa Pura II.

Kegiatan Online Sharing yang dimulai pada pukul 09:30 WIB ini dibuka oleh Andi Anugrah selaku ketua ICCA juga dipandu oleh Anita Rizqiana yang merupakan salah satu pengurus ICCA. Diikuti oleh 37 peserta dari berbagai perusahaan baik member ataupun non member ICCA, Online Sharing kali ini mengangkat topik mengenai “Safe Travel Campaign”.

Dalam Sharing yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini, Bapak Bayuh Iswantoro memaparkan bahwa saat ini Manajemen Angkasa Pura (AP) II menilai kepercayaan masyarakat terhadap moda angkutan udara mulai kembali. Kepercayaann yang mulai meningkat ini didukung dengan adanya Safe Travel Campaign di 19 Bandara yang dikelola oleh AP II.

“Safe Travel Campaign” ini merupakan komitmen untuk menjaga dipatuhinya protokol Kesehatan berstandar global yang sesuai World Travel and Tourism Counci (WTCC) dan juga merujuk ke Airport Council International (ACI). Diharapkan dengan adanya campaign ini dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat di tengah masa adaptasi baru ini untuk menggunakan angkutan udara. Sekaligus menjamin keselamatan, kesehatan kerja bagi bukan hanya karyawan PT Angkasa Pura II tapi juga mitra kerja, penumpang dan aspek lainnya termasuk juga para karyawan yang ada di formasi terdepan dalam pelayanan.

Bapak Bayuh juga menyampaikan, Safe Travel Campaign ini juga upaya untuk peningkatan pelayanan, karena seperti yang diketahui bahwa adanya pandemik meluluhlantahkan sendi-sendi kehidupan secara global. Kemudian jika difokuskan pada lingkup transportasi udara yang masuk ke dalam kebandarudaraan, maka peningkatan pelayanan itu sangat penting dan yang harus diselamatkan dari perspektif pelayanan. Salah satunya adalah mengenai protokol kesehatan.

Di dalam sesi sharing ini, Bapak Bayuh menginformasikan bahwa ada 3 fasilitas protokol kesehatan yang telah disediakan oleh PT Angkasa Pura II, antara lain Sign Physical Distancing, Teknologi Smart Helmet dan Body Scanner Inspection Machine. Untuk monitoring dan evaluasi, mereka juga telah menyediakan 5 evaluasi yang merupakan protokol kesehatan yang berlaku seperti Physical Distancing/ Health Screening, Touchless Processing, Facility Cleanliness & Sanitizing serta People Protection.

Bicara mengenai keselamatan tentunya berhubungan juga dengan masalah pelayanan dan kenyamanan. Jika digabungkan ke dalam perspektif keselamatan maka ada istilah 3S Safety, Security dan Service. Bagi penumpang yang dengan keadaan emergency harus melakukan penerbangan, mereka dapat menghubungi CC 138 sebagai contact center PT Angkasa Pura II.

Dalam hal pelayanan, PT Angkasa Pura II juga bekerjasama dengan Kimia Farma untuk menyediakan layanan rapid test di terminal 3 dan 2. Kini penumpang juga sudah tidak perlu merasakan cemas untuk melakukan penerbangan. Kini mereka sudah dapat menginstall aplikasi Travelation untuk akses informasi terkait kebutuhan registrasi serta tiket penerbangan. Penumpang juga nantinya mendapatkan hasil dari melakukan rapid test beserta surat keterangan sehat yang sudah diunggah secara langsung melalui aplikasi tersebut.

Kegiatan Online Sharing ini sangat banyak memberikan informasi-informasi terbaru mengenai “Safe Travel Campaign”. Semoga dengan adanya kegiatan sharing mingguan yang diselenggaraakan oleh ICCA bermanfaat bagi para peserta baik yang telah menyimak melalui aplikasi Zoom Meeting maupun live Youtube secara langsung. (WH)