Cara Menangkan Hati Pelanggan Millennials

Generasi millennials tumbuh dan berkembang bersama dengan teknologi. Bagaimana cara memenangkan hati mereka?

  • Generasi millenials memanfaatkan saluran digital mobile untuk berkomunikasi dengan customer care
  • Mobile chat melalui aplikasi menjadi pilihan pelanggan Blibli.com untuk berkomunikasi dengan tim Customer Care, disusul e-mail, telepon, dan media sosial
  • Agen customer care harus mampu menjadi generalis dengan memahami cara komunikasi di setiap saluran pelanggan. Proses menjadi generalis tidak mudah, dimulai saat proses rekruitmen hingga pelatihan terus-menerus.
  • Pelanggan yang bahagia bisa menciptakan customer care yang bahagia pula, begitu pula sebaliknya

Pelanggan, terlepas dari apa pun generasinya, menginginkan bantuan layanan yang cepat dan terpersonalisasi dengan variasi layanan yang mumpuni. Pilihan untuk layanan pelanggan melalui telepon, e-mail, web chat, mobile chat, hingga forum merupakan hal umum yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Layanan melalui telepon menjadi salah satu pilihan paling lumrah bagi pelanggan. Namun, preferensi untuk menggunakan layanan pelanggan pun berubah seiring dengan berkembangnya generasi dan teknologi.

Generasi millennials tumbuh dan berkembang bersama dengan teknologi. Mereka paham bagaimana teknologi mengalami perkembangan sejak awalnya dan membuat mereka paham akan efisiensi yang diberikan.

Generasi ini merasakan peralihan dari masa-masa sulit mengontak pusat layanan bantuan dengan 12-digit nomor telepon, memasukan satu per satu kode untuk dapat berbicara dengan agen, hingga kini mereka dapat mengontak customer service hanya melalui mobile chat di aplikasi.

Melalui peralihan ini, millennials memiliki pemahaman akan urgensi masing-masing dalam penyelesaian masalah melalui pusat bantuan layanan. Millennials dapat memilah masalah apa yang bisa diselesaikan melalui mobile chat dan yang memerlukan tanggapan langsung melalui telepon.

Riset State of Customer Experience Research dari Genesys State of Customer Experience menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari penggunaan mobile chat secara global.

Grafik 1: Perubahan pilihan pelanggan dalam mengontak pusat bantuan layanan

Blibli.com sebagai mal online lokal memiliki lebih dari 18 juta pelanggan, di mana 47% di antaranya adalah millennials yang berusia dari 26-35 tahun, diikuti oleh usia 17-25 tahun sebanyak 24%, usia 36-45 tahun sebanyak 21%, dan usia di atas 45 tahun sebanyak 8%.

Grafik 2: Profil pelanggan Blibli.com

Puluhan juta traffic datang tiap bulannya dari para pelanggan yang mencari berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan sehari-hari, gawai, peralatan elektronik, tiket kereta dan pesawat, beragam kebutuhan lain. Pelanggan tentunya memiliki banyak pertanyaan, mulai dari spesifikasi produk, cara pembayaran, kapan pesanan datang, hingga detail mengenai pengembalian produk.

Riset Genesys State of Customer Experience, kebanyakan millennials menggunakan channel digital untuk berkomunikasi dengan customer care.

Consumers are more knowledgeable and demanding than ever, and that changes their perspective on channel. But these perspectives vary greatly based on geography and age groups. Millenilas are driving the use and preference of digital engagement channels.

Sejalan dengan hasil penelitian di atas, Blibli.com yang memiliki kampanye Customer Satisfaction First atau kepuasan pelanggan adalah yang utama. Blibli.com berusaha mendengar apa yang diperlukan pelanggan, salah satunya adalah dengan terus mengoptimalkan variasi layanan customer care. Pelanggan juga mendapatkan kemudahan dapat mengakses langsung layanan-layanan yang ada melalui aplikasi Blibli.com.

Riset Genesys juga menunjukkan bahwa dengan adanya variasi channel, pelanggan dapat memilih channel yang paling efektif dan memengaruhi kepuasan pelanggan.

Grafik 3: Mobile chat memberikan kepuasan layanan yang hampir menyaingi layanan melalui telepon

Dengan millennials sebagai pelanggan utama Blibli.com, tercatat bahwa mobile chat menjadi pilihan layanan yang paling sering digunakan pelanggan. Sebanyak 55% dari pelanggan memilih mengontak Customer Care Blibli.com melalui mobile chat, 25% menggunakan e-mail, 15% lewat telepon, dan 5% melalui media sosial (Facebook dan Twitter).

Akses Pelanggan ke Customer Care Blibli.com

Pelanggan bisa mengakses langsung layanan mobile chat di aplikasi Blibli.com, menanyakan status pesanan, detail produk, ketentuan promo, dan berbagai pertanyaan lain sambil melakukan berbagai aktivitas. Menariknya, layanan mobile chat Blibli.com mengutamakan interaksi antarpersona sebagai kunci komunikasi. Dengan kata lain, semua chat yang masuk dibalas langsung oleh tim Customer Care Blibli.com yang selalu ada untuk pelanggan selama 24 jam dalam tujuh hari.

Sedikit berbeda dengan Riset Genesys, jalur berikutnya yang sering digunakan adalah e-mail. Pelanggan Blibli.com yang didominasi oleh millennials memilih jalur ini karena bisa menjelaskan permasalahan dengan lebih lengkap dan jelas secara kronologis.  Pilihan akan mobile chat dan e-mail didukung dengan karakteristik millennials yang mobile first dan efisien. Ditambah penetrasi internet pada generasi ini jauh lebih besar.

Barulah pilihan ketiga pelanggan jatuh pada layanan melalui telepon, karena banyak pelanggan hendak didengar secara langsung. Pelanggan dapat mengutarakan pertanyaan maupun keluh-kesah langsung pada Tim Customer Care yang setia mendengarkan dan memberikan tanggapan secara langsung.

Agen Customer Care = Generalis?

Riset Genesys menyebutkan bahwa penyelesaian masalah pada kontak pertama menjadi faktor penting dalam interaksi dengan pelanggan. Hal ini membuat agen menjadi garda terdepan dalam menjaga loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan perusahaan.

Proses rekruitmen dan pelatihan agen menjadi langkah awal yang menentukan hasil layanan sebuah perusahaan. Selain menguasai berbagai channel layanan yang dimiliki perusahaan, seorang agen juga dituntut untuk dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien serta bertutur sopan namun dekat dengan pelanggan. Hal ini lah yang membuat pemilihan agen dilakukan secara ketat oleh Blibli.com mulai dari proses rekruitmen.

Rekruitmen agen Blibli.com mengharuskan kandidat untuk mengirimkan video yang menjelaskan tentang profil mereka. Video merupakan tahap awal seleksi yang memberikan gambaran bagaimana kandidat berinteraksi melalui media. Proses seleksi diikuti dengan psikotes yang menilai pengetahuan dan kemampuan calon agen untuk mengisi posisi tersebut. Tahap yang ketiga adalah menyeleksi agen berdasarkan empat kualifikasi yaitu controlling (cara kandidat mengontrol situasi), empathy (memberikan layanan yang tulus), excellence (cara pikir yang produktif dan memberikan hasil terbaik), dan exuberant (agen dengan karakter yang menyenangkan). Seleksi akhir ditutup dengan wawancara langsung dan focus group discussion di mana tahap ini memastikan bahwa kandidat cocok untuk mengisi posisi agen.

Proses rekruitmen yang panjang ini memastikan agen Blibli.com dapat memberikan layanan terbaik. Kemampuan mereka pun terus diasah dengan pembekalan hard skills untuk menguasai channel layanan yang tersedia serta soft skills untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi pelanggan.

Melalui proses rekruitmen yang ketat dan pelatihan yang menyeluruh, agen Customer Care Blibli.com dituntut menjadi agen yang generalis. Selama masa pelatihan dan bekerja, akan terus terjadi rotasi agar agen dapat menguasai semua channel layanan walaupun layanan mobile chat menjadi layanan dengan traffic tertinggi.

Tidak hanya mengutamakan kepuasan pelanggan, Blibli.com percaya bahwa agen yang bahagia akan menularkan kebahagiannya pada pelanggan. Blibli.com memiliki cara untuk menciptakan iklim kerja yang menyenangkan. Aktivitas-aktivitas di luar kantor diselenggarakan agar tim Customer Care makin mengenal satu sama lain, bisa bekerja sama dengan lebih baik, dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

Beragam aktivitas yang biasa dilakukan adalah perayaan hari-hari tematik seperti peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, acara kejutan bagi yang berulang tahun, sarapan gratis, cokelat di meja pada hari Valentine, kiriman pizza dari supervisor, dan tentunya sharing session. Sesi ini penting bagi para agenuntuk saling membagikan pengalaman dan mengambil pelajaran terbaik untuk digunakan dalam penanganan kasus yang akan datang.

AHA Moment

Semua yang dilakukan Customer Care Blibli.com tentunya memiliki satu tujuan: kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan bisa jadi kunci keberlangsungan bisnis: pengulangan pesanan (repeat order), sentimen baik di media sosial, rekomendasi mulut ke mulut pada lingkungan sekitar, dan berbagai hal positif yang bisa membuat bisnis tetap ada dan berkembang.

Tidak hanya bermanfaat bagi pelanggan, sentimen positif yang bisa dilihat di berbagai kanal tentunya akan menambah semangat para agent Customer Care untuk terus memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Salah satu cara Blibli.com untuk terus meningkatkan hal ini adalah melalui AHA Moment.

AHA Moment adalah inisiatif dari tim Customer Care untuk lebih dekat dengan pelanggan. Tim Customer Care memberikan tindakan spesial yang untuk para pelanggan yang disesuaikan dengan hal yang mereka sampaikan kepada agen. Melihat karakteristik pengguna media sosial yang senang berbagi hal-hal positif, AHA Moment menjadi sebuah inisiatif yang tepat bagi para pelanggan, terlepas mereka generasi millennials atau tidak.

Salah satu cerita mengenai AHA Moment yang baru-baru ini dibagikan oleh pelanggan terjadi pada bulan Juni 2019. Tanggal 8 Juni 2019, salah satu pelanggan Blibli.com melakukan pemesanan BabyDoes CH-TN 730 SH Nexus R Kereta Dorong Bayi Grey pukul 8:59 pagi. Di hari yang sama, pelanggan menghubungi customer care sebanyak dua kali untuk menanyakan status pesanan dan apakah produk dapat dikirimkan di hari yang sama menggunakan kurir instant. Pelanggan menginginkan produk kereta dorong tersebut untuk digunakan anaknya yang baru lahir.

Agent Calista yang menangani pelanggan tersebut memiliki inisiatif untuk mengirimkan ucapan atas kehadiran bayi yang melengkapi keluarga pelanggan. Tak hanya itu, di hari yang sama pada 8 Juni 2019 pukul 12:55 siang, produk sudah berhasil diterima oleh Nurlaely Eka (istri pelanggan). Pengiriman kartu ucapan dilakukan tanggal 11 Juni 2019 dan terkirim tanggal 14 Juni 2019.

Pada 15 Juni 2019, pelanggan membagikan kejutan dari Blibli.com melalui akun sosial media miliknya: “Hepi banget dapet surprise dari @bliblidotcom. #bliblihepibanget Thanks blibli makin sukses”

Gambar 1: AHA Moment Pelanggan Blibli.com

Bunga dan kartu ucapan mungkin bisa dilihat sebagai hal yang sederhana. Namun ketika ucapan dilakukan dengan tulus, bisa memberikan efek yang berlipat ganda bagi pelanggan maupun orang-orang yang ada di sekitarnya. Tentu agent Customer Care yang berinisiatif mengirimkan bunga dan kartu ucapan sangat bahagia melihat pesannya bisa diterima dengan baik dan diapresiasi oleh pelanggan.

Kerja Keras yang Membuahkan Hasil

Beragam penghargaan diraih oleh tim Customer Care Blibli.com. Beberapa di antaranya adalah dua medali emas pada ajang National CS Campionship tahun 2017, predikat Diamond untuk Services Quality Online Shopping Category dalam Service Quality Award (SQA) tahun 2018, dan kembali memenangkan predikat yang sama di tahun 2019.

Gambar 2: VP Customer Experience Blibli.com Shanty Cantya Ma’mun saat menerima penghargaan

Agar pelanggan makin mengenal layanan Customer Care yang berkualitas, Blibli.com meluncurkan kalimat kunci Karena Kamu Nomor 1 dengan sosok Customer Care sebagai tokoh utama.

Video 1: TVC Kampanye Customer Satisfaction First

Kampanye ini akan terus disuarakan oleh Blibli.com, bukan hanya sebagai kampanye, namun juga pengingat bagi perusahaan agar selalu mengutamakan pelanggan agar terus berusaha meningkatkan layanan, ketersediaan produk, pengiriman, dan berbagai aspek penting lainnya.

###

Omega

Berita pagi ini, Timnas Inggris akhirnya harus dikalahkan Kroasia dengan skor 1-2. Padahal ada banyak pihak yang menjagokan The Tree Lions. Mungkin Anda adalah salah satunya. Tidak dapat dipungkiri bahwa negara dengan liga paling panas di dunia ini sangat mendambakan kemenangan. Tercatat dalam sejarah bahwa terakhir kali mereka juara dunia adalah pada tahun 1966. Langkah Inggris berakhir di semifinal piala dunia 2018.

Terkadang ada penyesalan setelah kata “akhir” dari sebuah hal. Peristiwa bisa berjalan sesuai rencana, namun ada kalanya harus berbeda. Anda boleh saja berharap hari ini cuaca akan cerah, namun kenyataan siapa yang tahu. Kalbis Institute hari ini dipenuhi harapan-harapan di hati para pesertanya. Semua orang tentu ingin menang. Seperti aforisme klasik yang banyak dipakai motivator bahwa, “hasil tidak pernah mengkhianati usaha”. Namun, pada kenyataannya semua orang juga berusaha, tapi tidak ada yang menjamin mereka akan menang.

Kita mungkin terlalu sering mendengarkan cerita motivasi yang berakhir happy ending, dan kadang dengan secara sengaja melewati cerita nyata kekalahan yang memilukan. Kita memilih cerita tentang kebahagiaan, dan membuang cerita sedih ke selokan. Memang hal tersebut tidak salah. Tapi kita harus bersiap untuk sebuah kepahitan.

Mental sekuat titanium adalah modal utama Sunaria Herlina untuk terus melaju. Ria, panggilan akrabnya. Hari ini dia menjadi salah satu perwakilan PT AXA Mandiri dalam lomba Teamwork kategori Quality Assurance (QA). Meski baru pertama kali mengikuti ajang The Best Contact Center Indoneisa (TBCCI), namun Ria sangat yakin dirinya bisa menang.

Sunaria Herlina, Peserta lomba teamwork Quality Assurance (QA) perwakilan PT AXA Mandiri,

 

“Baru pertama kali sih ikut acara TBCCI ini. Sempet deg-degan, tapi saya yakin MENANG,” ucap Ria penuh semangat.

Untuk mengikuti lomba teamwork TBCCI, Ria harus rela menyisihkan waktu liburnya untuk berlatih. Kadang sabtu, seringkali hari Minggu. Ria memang sosok perempuan yang kuat dan gigih. Sorot matanya ranum dan teduh. Wajahnya cantik dan tegas. Setegas wajah Ibu Susi Menteri Kelautan dan Perikanan, dan secantik Raline Shah. Berasal dari Kediri yang sering disebut “kampung inggris”, membuat Ria sangat menyukai pecel. Sudah 10 tahun Ria merantau di Jakarta. Sudah banyak pengalaman yang dia dapatkan.

“Pekerjaan itu tanggung jawab sendiri. Kita harus bertanggung jawab dengan tugas yang sudah diberikan perusahaan,” jelas Ria. Menurutnya, meskipun ada acara lomba TBCCI, bukan berarti dirinya terbebas dari tanggung jawab di kantor. Dia tetap harus menjalankan tugas-tugasnya, serta mencapai target-targetnya. Lelah memang, tapi Ria menjalaninya dengan sepenuh hati.

“Persiapan saya sejauh ini adalah mendengarkan recording dan saling memberi masukan bersama rekan setim lainnya,” lanjut Ria dengan asyiknya. Terlihat begitu senangnya dia berbagi. Rekan-rekan setimnya pun mengiyakan kalau Ria adalah teman yang supel dan senang sharing.

Keaktifan dan kesupelan Ria mengantarkan karirnya ke jenjang lebih tinggi. Saat ini Ria menjabat sebagai Supervisor QA di AXA. Sudah 2 tahun lebih dia menjabat sebagai Supervisor QA. TBCCI bukanlah ajang pertama yang dia ikuti. Sebelumnya Ria sudah pernah mengikuti ajang AXA Awards. Namun harus rela pulang tanpa medali. Dia belajar dari kegagalannya dalam ajang yang diikuti sebelumya. Pembelajaran adalah modal utama baginya.

“Meski kalah dalam AXA Awards, tapi saya banyak belajar hal-hal baru, seperti presentasi, cara handle nasabah dan lain sebagainya. Saya akan coba lagi nanti,” katanya optimis. “Tahun ini saya coba TBCCI. Kesan pertama seru. Saya banyak kenal orang baru. Menurut saya ajang seperti ini sangat penting ya. Selain sebagai ajang yang mengasah bakat, kita juga jadi bisa saling belajar satu sama lain,” lanjut Ria.

Sunaria Herlina dalam wawancara singkat

“Kalau gagal, saya akan belajar lagi untuk jadi pemenang. Dan kalau menang, saya juga akan belajar supaya bisa ke jenjang selanjutnya. Ke tingkat yang lebih tinggi lagi.” Lagi-lagi semangat yang dia punya terasa begitu meledak-ledak saat mengucapkan kata tersebut.

Optimis sekaligus realistis. Setiap lomba pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Baik menang maupun kalah, Ria memilih untuk terus belajar. Karena dia percaya bahwa menang dan kalah bukanlah akhir dari cerita. Besok pagi dirinya tetap harus bangun dan berangkat ke kantor. Hidup terus berlanjut. Menang ataupun kalah, ada banyak pelajaran yang bisa diambil.

Omega adalah huruf ke-24 atau yang terakhir dalam alfabet Yunani. Namun, omega tidak mengakhiri sebuah kisah. Cerita-cerita dibentuk dari rangkaian huruf dan huruf. Setelah huruf omega ( Ω ), pasti ada huruf-huruf lainnya yang merangkai kata, dari kata kemudian menjadi kalimat, dari kalimat menjadi paragraf, hingga akhirnya membentuk satu kesatuan cerita yang utuh. Gagal itu hanya sebuah peristiwa. Sikap kitalah yang menentukan, apakah ini akhir dari perjalanan, atau cambuk untuk melangkah lebih cepat.

Nyatanya semua yang berakhir belum tentu sudah selesai. Terkadang akhir adalah awal yang baru, untuk langkah yang lebih baik. Mungkin kita hanya perlu untuk menjaga ingatan hari ini, sebagai usaha menjaga keseimbangan di masa depan.

PT. Bank Central Asia, Tbk (HNP & DH)

ALPHA

Sekiranya Anda butuh penjelasan dari judul di atas. Jangan berasumsi alpha adalah kondisi absen atau lalai dalam pengertian Bahasa Indonesia. Meski pengucapannya sama persis, tapi di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) struktur tulisannya berbeda, yaitu tanpa sematan huruf “h” (alpa). Alpha yang dimaksud adalah huruf pertama dalam Bahasa Yunani yang berarti permulaan atau yang pertama, serta dalam sistem bilangan Yunani alpha mempunyai nilai 1.

Akan selalu ada yang pertama. Eniac merupakan sebutan pertama untuk benda yang sekarang kita kenal sebagai komputer. Pasteur adalah penemu vaksin antraks yang pertama. Tepat 4 tahun lalu Brasil dibantai dengan memalukan oleh Jerman dibabak semifinal piala dunia dengan skor 1-7, dan itu adalah kali pertama dalam sejarah sepakbola Brasil, mereka kebobolan lebih dari 6 gol dalam satu pertandingan. Tanggal 4 Juli 2018 merupakan hari pertama dari serangkaian tahap sebuah kompetisi bertajuk TBCCI atau kependekan dari The Best Contact Center Indonesia. Tahun ini ada 41 perusahaan yang ikut andil di dalamnya.

Kalau menilik apa yang penting dari sebuah kompetisi tentu saja bukan untuk menjadi jumawa atau menunjukkan kita lebih baik dari yang lain. Meskipun memang menunjukkan eksistensi itu ada dalam diri manusia secara default. Lebih dari itu sebuah kompetisi seharusnya bisa menjadi cermin untuk mengetahui apa yang kurang dalam diri kita. Sebagai tolak ukur agar lebih baik ke depan, dan sebuah pelajaran di masa yang akan datang tentang bagaimana sebuah proses mesti dijalani, sebelum beberapa hal digilas putaran waktu.

Tahun ini tentulah bukan sebuah pengecualian. sebagai sebuah event kompetitif dalam pekatnya hingar-bingar media sosial sebagai sebuah usaha baru menunjukkan eksistensi. Media sosial bahkan hampir membuat orang lupa untuk berkumpul menyatukan pikiran. Obsesi akan media sosial yang berlebihan seakan membuat banalitas budaya makin punah. Untung masih ada wadah seperti TBCCI sebagai usaha menunjukkan esksistensi yang default itu di dunia nyata bukan hanya dunia maya.

Sumber: dokumen pribadi

 

Jauh-jauh dari Palembang, seorang perempuan enerjik mencoba mengawali eksistensinya. Dia adalah Ayu Indirasari. Perempuan dari kota pempek itu berpenampilan lebih eksentrik dibanding peserta lain, dengan atribut sepatu roda yang melingkupi kakinya, dengan lincah kaki jenjangnya melangkah membuat dirinya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cekatan.

“Hai, saya Indi. Customer Service Angkasa Pura II. Saya datang dari Palembang untuk menang,” sapa Indi, “ya, saya berasal dari Palembang, kota empek-empek,” lanjut Indi memperkenalkan daerah asalnya dengan bangga. Indi mengaku sudah 3 tahun bekerja di Angkasa Pura II. Menurutnya ditempatkan di bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara paling sibuk di Indonesia  tentu saja tidaklah mudah. Apalagi dalam menjalankan pekerjaannya, Indi diharuskan memakai sepatu roda sebagai penunjang kelancaran pekerjaan.

Pekerjaan yang mengharuskannya mobile, untuk bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat demi melayani customer menjadi alasan kenapa sepatu roda digunakan. Moda sepatu roda adalah sebuah pemecahan masalah yang dihadapai seorang customer service yang bekerja di lingkungan berbeda dengan customer service konvensional, yaitu di dalam bandara yang luas. Positifnya dalam bekerja Indi tetap tidak melupakan unsur safety.

Sumber: dokumen pribadi

“Pelindung lutut, pelindung siku, dan helm adalah hal wajib yang harus dikenakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Indi yang mengakhiri penjelasannya dengan tersenyum.

Sebagai orang yang baru pertama kali tampil di ajang TBCCI, Indi sadar bahwa dirinya harus berlatih lebih keras. Berbekal doa dan dukungan keluarga dari Palembang, Indi tidak pernah lelah berlatih. Dia mengakui bahwa dirinya sempat grogi saat tampil di depan para juri, tapi dengan menjadi diri sendiri, dengan sepatu roda yang sudah menemaninya sejak kecil, Indi mampu berpresentasi dengan baik dan percaya diri.

Hidup adalah sebuah pengulangan. Dari pengulangan tersebut muncullah pelajaran, kemudian pada titik tertentu lahirlah tradisi. Identitas sebuah kelompok bisa terbentuk dari pengulangan yang terus menerus tersebut. Dalam tradisi, pemenang adalah mereka yang tidak pernah berhenti mencoba. Hal ini yang juga dimiliki oleh Indi sebagai seorang peserta.

Sumber: dokumen pribadi

Rekan Indi, Dery, yang kebetulan juga sempat kami ajak ngobrol tentang beberapa hal remeh-temeh, mengatakan kepada kami bahwa Indi adalah seorang yang punya motivasi tinggi, ia selalu tak gampang menyerah dalam setiap usahanya untuk mencapai sesuatu.

“Dia orangnya supel dan selalu cerewet dalam banyak hal, cerewet dalam hal yang positif. Dia sering minta pendapat tentang penampilan presentasinya dan meminta masukan untuk dapat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Indi juga seorang pribadi yang menyenangkan dalam lingkaran pertemanan.” Pungkas Dery yang merupakan hal sangat disukainya dari Indi.

Ada hal yang tak tuntas diceritakan sebuah permulaan, ada yang masih kita pahami sebagai sebuah sisi abu-abu dalam sebuah awalan. Tapi hidup terus berputar, dan kita selalu menemui sebuah awal yang baru atas segala hal, dunia masih berkembang dengan caranya sendiri. Kita akan tergilas oleh ganasnya bila tak bergerak mengikuti iramanya.

Indi hanyalah satu nama dari sekian banyak orang yang baru mengawali eksistensinya. Bisa jadi, Anda pembaca sedang mengawali suatu usaha. Langkah pertama memang berat. Langkah pertama memang sulit. Langkah pertama membutuhkan pengorbanan. Tapi dengan langkah pertama, Anda akan semakin dekat dengan tujuan, dengan mimpi-mimpi yang ingin Anda capai.

PT. Bank Central Asia., Tbk (DH & HNP)