Corporate Competitions TBCCI 2019

Lomba Korporat The Best Contact Center Indonesia 2019

Rabu, 4 September 2019 ajang Lomba Korporat The Best Contact Center Indonesia kembali digelar. Bertempat di hotel Shangri-La, Sudirman Jakarta Selatan Dengan total 30 peserta di hari pertama. Kategori yang dilombakan terdiri dari 7 sub-kategori diantaranya adalah The Best Operation, The Best Business Contribution, The Best Technical Innovation, Customer Experience, The Best Digital Media, The Best Employee Engagement, dan The Best People Development.

Pagi hari sebelum meja registrasi dibuka, peserta sudah banyak yang berdatangan dan menunggu di ruang tunggu lantai 3. Lomba yang dimulai pukul 08:00 WIB ini terdiri dari 4 ruangan lomba diantaranya ruang Medan, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. Peserta yang sudah melakukan registrasi dipersilakan duduk di depan ruang lomba untuk menunggu pemberitahuan dari panitia.

Peserta Lomba Korporat dengan nomor urut awal untuk Kategori The Best Operation berasal dari BCA. Dengan wajah yang penuh semangat peserta menghiasi atmosfir ruang lomba. Sebelum memulai perlombaan peserta dipersilakan oleh panitia mempersiapkan segala perlengkapannya yang akan digunakan untuk presentasi.

Saat lomba presentasi dimulai peserta dengan timnya membawakan materi dengan menggunakan bahasa Inggris. Mereka dengan percaya diri membawakan materi yang dilombakan, beberapa diantaranya ada yang membawakan materi dengan suara yang lantang, dan beberapa diantaranya lagi ada yang membawakannya dengan sedikit nada bercanda.

Pada kategori lomb korporat ini peserta dinilai langsung oleh juri Internasional yang berjumlah 11 orang. Mereka adalah Chapman Lam, Fiona Keough, Kenneth Chong, Dave Giblin, Byron Fernandez, Bill Yang, Augustin du Payrat, Jeannie Quek, Siva Subramaniam, dan Joyce Poon. Dalam satu ruangan lomba diisi oleh setidaknya 2 sampai 3 juri.

Untuk peserta yang telah membawakan materi, mereka wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh juri Internsional tersebut terkait dengan materi yang dibawakannya tersebut. Terkadang pada saat melaksanakan tahap diskusi antara peserta dan juri semua terbawa ssuasana dalam perbicangannya.

Di akhir perlombaan dan sesi tanya jawab peserta dan dewan juri, seperti biasa kegiatan diisi dengan berfoto bersama antar panitia dan juri. Lomba Korporat ini berlangsung selama 9 jam. Yaitu dimulai pada jam 08:00 dan berakhir pada jam 17:00 WIB. (WH)

Juri Cantik, Pemecah Fokus Para Supervisor

 

Didalam sebuah perusahaan pasti mempunyai struktur organisasi perusahaan. Didalam struktur organisasi tersebut salah satunya yaitu terdapat supervisor yang berada dibawah manajer dan diatas karyawan.

senyum semangat Dewan Juri Cantik disela rehat lunch time.

Supervisor merupakan jabatan dalam struktur perusahaan yang memiliki kuasa dan wewenang untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya dibawah arahan jabatan atasannya. Bila dilihat dari bahasa inggris supervisor diambil dari kata supervise (mengawasi, mengarahkan) jadi bila dideskripsikan maka supervisor merupakan seseorang yang diberi wewenang atau mempunyai jabatan untuk mnegawasi, mengarahkan suatu tatacara yang mengendalikan suatu pelaksanaan tatacara lainnya.

Supervisor harus bertanggung jawab dalam memastikan semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik sehingga semua proses produksi berjalan lancar seperti monitoring produksi, pengawasah anak buah, melakukan instruksi kerja, bertanggung jawab keamanan, keselamatan atau kesehatan yang terancam. Ia harus dapat menjalin kerja sama dengan atasan perusahaan atau dengan bawahannya supaya tidak terjadi konflik. Supervisor dapat dibagi dalam beberapa tugas sesuai bakat dan pengalamannya sebagai contoh supervisor produksi, marketing, management dan lain sebagainya.

Peran kerja penyelia berada di tingkat madya, yaitu di antara para atasan perancang kebijakan dan di antara para pegawai pelaksana langkah-langkah kebiasaan di lapangan. Dengan kegunaan kerja yang berada di antara itu, maka tugas utama penyelia ialah untuk melakukan penyeliaan terhadap para pegawai pelaksana langkah-langkah kebiasaan kegiatan niaga perusahaan sehari-hari.

Penyelia adalah tingkat kepemimpinan yang tidak boleh merancang kebijakan yang bersifat laku-baik (strategic), tetapi hanya boleh menerjemahkan dan menyampaikan kebijakan laku-baik atasannya kepada para bawahan untuk dikerjakan dengan berhasilguna (effective) dan mampu menghasilkan (productive). Oleh karena itu, seorang penyelia harus memiliki kemampuan yang bermutu tinggi dan mencakup keterampilan membina hubungan baik di antara atasan dan bawahan; keterampilan terhadap kegunaan dan peran kerja agar mampu bekerja dengan baik, berdayacipta (creative), berhasilguna, bermutu, mampu menghasilkan, berdayaguna (efficient), berturutkerja (synergetic), dan cerdas melakukan penyeliaan terhadap bawahan; keterampilan kecerdasan jiwa batiniah (emotional intelligence) serta pola pikir yang membina watak baik.

Dalam ajang ICCA 2017 hari kedua yang diadakan di Kalbis Institute Jakarta kali ini dihadiri oleh supervisor-supervisor perusahaan besar di Indonesia. Semua bertanding menampilkan presentasi yang sudah mereka siapkan untuk berhadapan dengan juri. Ditengah ketegangan para peserta, ada yang menarik banyak Supervisor di Kalbis Institute. Adalah Via Rahma, wanita muda penuh talenta yang sedang diamanati tim ICCA untuk menjadi salah seorang juri dalam kriteria Supervisor.

Ditemui disela makan siangnya, Via menuturkan bahwa seorang supervisor adalah orang yang tau bagaimana cara dia engange tim, memotivasi tim, dan berbicara selalu tentang timnya. Dari sudut pandang yang lebih luas, Via melihat dari sisi managemen, apakah yang supervisor lakukan berdampak ke manajemen atau hanya individual profit. Dari sisi juri Via melihat supervisor adalah ia yang bisa membawa provit, terobosan, inovasi, menciptakan suatu program kerja baru, dan memberikan benefit terhadap perusahaannya.

Seorang supervisor memang dituntut tidak hanya bisa mengatur timnya, akan tetapi seorang Supervisor pula harus pintar dalam memilih langkah-langkah yang diambil supaya nantinya terus dapat memberikan keuntungan bagi perusahaannya.

Saat ditanya bagaimana kegiatan penjurian hari kedua dalam ICCA 2017 ini Via menjawab dengan nada semangat; “Seru, sejauh ini baru tujuh supervisor yang saya lihat, sudah ada beberapa yang bagus dan memenuhi kualifikasi.”

Didalam kriteria supervisor tahun ini, Via melihat ada banyak sekali program-progam baru yang disajikan presenter. Inovasi-inovasi baru yang dibagikan ini sangat bisa diterapkan diperusahaan lain sebagai salah satu cara untuk meningkatkan profit perusahaan.

Via melihat ajang ini lebih kepada ajang sharing antar korporat. “Yang jelas presentasi supervisor tahun ini lebih banyak menampilkan Program kerja dan inovasi baru yang menarik untuk disimak.” pungkasnya.

Berkah Dadakan di Kantin Bawah

Empat hari pergelaran The Best Contact Center Indonesia 2016 (TBCCI 2016), rupanya memberi pengaruh nyata bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Apa hubungannya ajang kompetisi pekerja contact center dengan UMKM? “Ada Mas. Saya sebagai pengusaha kecil merasakan pengaruh bagus dari ajang TBC apa tadi? TB apaan tadi Mas?” ungkap polos Bang Doel alias Abdullah, 33 tahun, penjual aneka makanan ringan, seperti roti bakar, mi rebus, kopi, teh, hingga jus buah di depan kampus Kalbis.

Kantin Doel
Kantin Doel

AbDoel enggan mengungkap berapa perbandingan omzet awal pekan ini dibanding pekan lalu. “Ngga enak Mas, ngga enak sama yang lain kalau saya buka berapa omzet saya,” tutur Doel yang tengah mempersiapkan dagangannya pagi itu, Kamis (4/8/2016). Namun yang pasti, kenaikannya lebih dari 50 persen. Anggap saja misalnya, pada pekan lalu omzetnya selama lima hari sebesar Rp 3 juta, maka pekan ini yang baru berjalan empat hari, dia sudah meraup hingga Rp 4,2 juta. Ups..

Dari tetangga sebelah Bang Doel, yakni kantin “Saung Iyung” juga mengungkap hal sama. Kang Yus sapaan pemilik kantin, mengaku mendapat berkah cukup baik dari sebelumnya. “Lebih gede sedikit sih dari tetangga. Psst jangan diumbar ya, lumayan alhamdulillah deh pokoknya,” ujarnya sumringah. Wajar tampaknya, karena Kang Yung dan timnya menjual makanan kecil dan makanan ‘berat’ seperti Nasi Goreng Pattaya, Nasi Goreng Seafood, hingga pecel lele, ayam bakar, dan aneka jus.

Santapan sarapan jelang TBCCI 2016 hari ke -4
Santapan sarapan jelang TBCCI 2016 hari ke -4

Usai menikmati mantapnya teh hangat Saung Iyung dan roti bakar pisang keju Bang Doel, perhatian kembali tertuju ke arena kompetisi. Ada satu hal yang tampaknya unik untuk diketahui masyarakat, tentang pekerjaan contact center ini. Bila aktor banyak melakukan kreasi secara fisik dan ilmuwan melakukan riset berdasarkan indikator objek, bisa dibilang pekerjaan contact center adalah perpaduan keduanya.

Penghargaan

Secara fisik mereka memang duduk di kursi berhadapan dengan seperangkat alat telekomunikasi. Lalu secara fisik pula mereka tidak mengutakatik sebuah objek. Namun di dalam pekerjaannya, mereka harus penuh dengan kreatifitas bak seorang aktor, supaya bisa menjelaskan secara gamblang tentang produk seperti halnya peneliti membedah sebuah objek.

Jpeg
Pelanggan menanyakan total harga santapannya ke Kang Yus

“Inilah makanya kami setiap tahun menggelar TBCCI. Ajang ini salah satunya adalah penghargaan bagi mereka, yang bekerja dengan dedikasi,” ungkap Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) Andi Anugerah. Menurut Andi Anugerah, mereka-mereka yang dinilai penuh dedikasi dan berprestasi, layak mendapat penghargaan atas pencapaiannya. Untuk itu ICCA dalam TBCCI 2016 menyediakan berbagai hadiah, yakni pake wisata ke Korea Selatan, Singapura, dan negara yang telah ditunjuk panitia.

Para pekerja contact center, menangani berbagai bidang kerja mereka, seperti bidang inbound, outbound, supporting, operating, hingga teamwork. Karenanya, di ajang TBCCI 2016 ada berbagai kategori yang dilombakan untuk meraih The Best Agent, yakni Inbound, Outbound, Premium, English, hingga di tingkatan Corporate. Bahkan bagi 10 perusahaan yang memiliki tim contact center dengan nilai tertinggi, akan diberi tiket gratis mengikuti APCCAL Expo di Hongkong.

Namun tentunya, semua kenikmatan tak mungkin diraih dengan tanpa kerja keras. Di ajang ini, seluruh peserta menunjukkan visi, misi, pencapaian, dan kreatifitas mereka kepada dewan juri. Dari situlah akan terlihat siapa-siapa saja individu yang memang unggul dan memiliki prestasi di bidang kerjanya.

Adapun dewan juri yang menilai, terdiri dari orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Mereka yakni para pemimpin divisi yang berhubungan dengan komunikasi massa di perusahaan, instansi, dan kementerian, para dosen, psikolog, hingga supervisor contact center. Memang, semua manusia diciptakan dengan keunggulan masing-masing. Namun dengan kerjasama dan ketepatan bidang kerja, akan membawa mereka menjadi lebih unggul. Selamat berjuang kawan!