Sharing Is Caring

JAKARTA – Ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 telah sampai di hari ke dua, hiruk pikuk masih terasa di Gedung Kalbis Institut lantai 7, cheering stick balloon berwarna merah bertuliskan indihome pun masih mendominasi atribut supporter dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Sama seperti hari sebelumnya, hari kedua ini para peserta melakukan pendaftaran ulang di meja yang sudah di persiapkan oleh panitia. Terlihat raut wajah yang tegang, cemas, tenang sampai dengan raut wajah yang riang dari para peserta yang satu persatu datang melakukan pendaftaran ulang. Banyak wajah baru yang datang untuk melakukan presentasi hari ini, tak sedikit pula mereka yang kemarin telah tampil untuk melakukan presentasi hari ini datang kembali untuk memberikan dukungan secara langsung kepada rekan-rekan team yang akan bertanding.

coins for blindCOIN FOR BLIND – Merajut Kepedulian Untuk Sejuta harapan

Ada yang baru terlihat di ajang The Best Contact Center (TBCCI) 2016 hari ini, terlihat kotak bertuliskan “COIN FOR BLIND – Merajut Kepedulian Untuk Sejuta harapan” Kotak Donasi dari “The Brele” untuk para penyandang disabilitas. The Brele ini adalah organisasi yang bergerak di bidang bisnis relasi yang berhubungan dengan pendidikan dan hiburan. Berdirinya The Brele ini dilatar belakangi oleh semangat kawan-kawan disabilitas yang ingin mengaktualisasikan diri dan mengaplikasikan kemampuannya baik di bidang seni/hiburan maupun di bidang pendidikan. Dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas agar bisa memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga. Dengan donasi itu pula kita bisa sedikit membantu kawan-kawan penyandang disabilitas untuk pemberdayaan dan pengembangan ekonomi mikro kaum disabilitas khususnya bagi tunanetra.

IMG_1788Pentingnya Suntikan Moral Bagi Peserta.

Rizky Adi Purnama salah satu suporrter team PT. Telekomunikasi Indonesia yang sudah sudah dua hari ini datang langsung ke Kalbis Institut Pulomas untuk mendukung tiga orang sesama rekan kerjanya di C4 – Telkom Bogor. Menurutnya suntikan moral dari team atau rekan kerja maupun keluarga bagi peserta yang akan bertanding sangatlah penting agar mereka bisa lebih tampil dengan percaya diri yang tinggi dan bisa tenang menghadapi pertanyaan dari para juri. Juga para peserta mempunyai rasa bangga karena merasa banyak rekan-rekan yang mendukungnya. Adalah Ahmad Nizom Hilmi dan Bachtiar Rivai yang mendapat dukunan dari RAP, sapaan hangat untuk jajaka Bandung yang sudah dua tahun ini bekerja untuk layanan Contact Center C4 Telkom di Bogor.

Kali Kedua TBCCI

Ini adalah kali kedua Bachtiar Rivai mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia. Tegang adalah kalimat pertama yang keluar ketika ditanyakan mengenai penampilannya di presentasi kali ini. Ia mengungkapkan, walaupun sudah dua kali mengikuti ajang ini, tetapi presure di kali pertama dan kali kedua ini sangat berbeda. Namun ia berusaha untuk tenang selama presentasi dan optimis karena dengan persiapan yang cukup matang dan materi yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa juga di dukung oleh team yang hebat.

Filosofi Sepak Bola

Ahmad Nizom Hilmi maju sebagai peserta untuk kategori Team Leader Inbound. Hilmi mengungkapkan bahwa untuk dapat memanage team yang baik, tentunya kitapun harus memiliki pribadi yang baik dan untuk membangun sebuah team dia menggunakan filosofi sepak bola, dia memposisikan diri sebagai pelatih. Setiap pemain sepak bola harus berlatih, begitupula agent melakukan pelatihan all indikator. Yang kedua adalah seleksi agentnya lalu melakukan update level yang di lakukan di Layanan PT. Telkom Coorporate Customer Care Center (C4 Telkom). Dia juga memberika tips untuk peserta lain yang belum tampil yaitu berdoa sebelum masuk ke ruang presentasi, yang kedua adalah keep calm, tetap tenang menghadapi dewan juri, karena mereka benar-benar ingin tau apa yaang kita sampaikan, dan lakukanlah yang terbaik. Satu kalimat penutup darinya “Bekerja keraslah untuk menjadi baik dan bekerjalah lebih keras lagi agar menjadi yang terbaik.”