Lain Babak, Lain Cerita

Balai Kartini, Jakarta 6 Mei 2015 – Terik matahari mengantarkan senyum penuh gairah dan semangat para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 (TBCCI 2015). Masih di acara yang sama, ajang prestasi TBCCI 2015 yang diselenggarakan oleh ICCA–Indonesia Contact Center Association–ini masih berlanjut. Ujian presentasi dalam pemilihan calon juara TBCCI memang berlangsung selama tiga hari sejak dimulai pada Selasa, 5 Mei 2015 kemarin. Jika pada hari sebelumnya adalah jadwal presentasi untuk kelompok supervisor, team leader, quality assurance dan trainer, kali ini merupakan waktu unjuk diri bagi kelompok peserta yang lain. Pada tahap kedua di hari ke dua ini, para peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang dengan bangga dipercaya untuk mewakili perusahaan masing-masing. Adapun untuk nama-nama perusahaan yang ikut serta mengirimkan orang terpilihnya adalah perusahaan besar di Indonesia. Babak berikutnya masih dengan jenis ujian yang sama, yakni presentasi diri. Lantas apa yang berbeda? Perbedaannya adalah kelompok peserta yang hadir. Kategori Agent Inbound, Agent Premium, orang-orang yang berjibaku di bagian Back Office, dan Agent Social Media.

Rofiq Indra Suksmana, peserta dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.

Rofiq Indra Suksmana, perwakilan peserta Back Office dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.

Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk

Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk. sebagai peserta Agent Inbound

Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent social media

Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent Social Media

Jumlah peserta dengan kategori berbeda ini memang tidak sama dengan tahap sebelumnya. Memang tidak lebih sedikit, justru lebih banyak dari sebelumnya. Sejak pagi para peserta mengisi daftar kehadiran untuk memastikan bahwa namanya betul-betul terdaftar atau dengan kata lain, tidak gugur saat ujian, dan mendapatkan jadwal presentasi berikut ruang ujiannya. Agent dari berbagai perusahaan itu juga mengangkat ragam tema seperti yang lainnya. Jenisnya sungguh tak kalah menarik. Tak kalah menariknya adalah jenis tema yang dipilih lebih berani dan kreatif. Sejak pagi sudah tampak peserta yang sudah berpakaian lengkap sesuai dengan tema. Apa sajakah? Ada yang berpakaian dan berpenampilan a la tokoh film Tarzan, pengusaha muda, pramugari, wanita Jepang dengan kimononya, sampai seperti salah satu tokoh film Matrix. Tema yang diangkat para peserta juga menunjukkan kreativitas yang berbeda-beda, mulai dari tema adat budaya seperti tokoh dalam kebudayaan Sunda sebagai Nyi Iteung, tema petualangan dengan berpakaian layaknya seorang petualang, budaya Jepang, film Matrix, perawat, dan lain-lain.

Salah satu peserta yang mengangkat tema unik adalah Fenni Fabrina, agent inbound yang mewakili PT. Holcim Indonesia, Tbk. Saat ditanya mengenai waktu persiapannya, ia hanya menjawab singkat, “Sebentar. Nggak sampai satu bulan.” Ia memilih tema mistis untuk dibawa saat presentasi. Penampilannya turut mendukung tema yang diangkat, terlihat jelas dari pakaian serba hitam legam berbentuk jubah panjang. Fenni memperkuat temanya dengan membawa tongkat hitam bak tokoh jahat dunia hitam yang sering muncul di film khayalan. Tak hanya tongkat sihir, perempuan berjilbab itu juga melengkapi penampilannya dengan mengenakan tutup kepala bertanduk seperti gambaran tokoh iblis. Totalitas!

Masih berwarna hitam-hitam, adalah Hanif Ardiawan, seorang agent social media dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk., dengan mengambil tema futuristic, pria bertubuh tinggi ini berpenampilan menyerupai salah satu tokoh Matrix untuk dibawa dalam presentasinya. Ungkapan rasa lega tampak jelas saat ia selesai melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Berkali-kali ia menyeka keringatnya selepas keluar dari ruang presentasi sambil bercerita singkat terkait persiapannya yang juga tidak lebih dari satu bulan.

Suasana kali ini terlihat lebih santai sejak pagi sampai dengan sore hari, terbukti dengan adanya sorak sorai dari kawan-kawan tim yang turut hadir untuk memberikan dukungan. Dari kejauhan pun terdengar suara riuh para pendukung yang berseru memberikan semangat pada rekannya yang akan maupun selesai presentasi. Pendukung paling ramai adalah tim dari PT Pertamina (Persero). Tak hanya berseru, mereka juga membuat bunyi-bunyian menggunakan balon-balon berwarna merah yang saling diadukan hingga menimbulkan suara riuh yang menggema di ruangan Balai Kartini. Setiap kali ada rekan tim yang keluar dari ruang ujian, sontak mereka langsung bersorak dengan tak henti-hentinya memukulkan balon satu dengan balon lainnya hingga membuat suasana kian ramai untuk terus membakar semangat satu sama lain. Tim pendukung dari PT. Pertamina (Persero) ini tak hanya ramai karena suara-suaranya, melainkan juga mereka menunjukkan kekompakkan dengan berpenampilan berbeda dari yang lain. Jika sebagian besar tim pendukung lain memakai pakaian identitas perusahaan, tim dari Pertamina ini juga mengenakan seragam Pertamina, namun yang membuatnya lebih berbeda dari yang lain adalah tampilan dengan menambahkan rambut palsu berwarna-warni lengkap dengan styrofoam bertuliskan ‘Pertamina’.

Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)

Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)

Meskipun banyak pendukung yang berusaha menyemangati, tak lantas menghilangkan kegugupan para peserta presentasi. Dengan usaha untuk mengurangi dan menghilangkan rasa gugup karena akan memasuki ruang presentasi, mereka juga tetap harus menjaga ‘keutuhan’ tema yang akan mereka tunjukkan. Materi presentasi juga tetap harus mampu mereka sajikan dengan sempurna di hadapan para juri yang sudah berpengalaman. Tak sedikit yang bolak-balik ke kamar kecil, entah betul karena ingin buang air kecil atau untuk menghilangkan rasa gugup yang tak kunjung hilang.

Tidak hanya karena dewan juri yang berkualitas dan menguasai betul bidang layanan informasi pelanggan yang membuat nyali para peserta naik turun, jumlah dewan juri yang menguji pun mempengaruhi. Menurut pengakuan para peserta, dalam setiap ruang ujiannya, dewan juri yang memberikan penilaian berjumlah kurang lebih sepuluh dewan juri. Raut wajah para juri juga berperan utama dalam menggoyang mental, kemantapan dan keyakinan para peserta.

Saat keluar dari ruang presentasi, ada peserta yang menunjukkan ekspresi lega, senang, dan lepas. Mereka sangat bahagia karena mampu menjalani ujian presentasi dengan lancar dan tanpa hambatan. Selama berlangsungnya presentasi, peserta mampu menyajikan dengan baik tanpa kendala yang berarti. Para juri ada yang terlihat kagum dan memberikan penghargaan langsung seperti memberikan senyuman sembari bertepuk tangan, bahkan pelukan dari para juri usai presentasi ditutup oleh peserta. Bentuk penghargaan yang mungkin tampak sederhana, namun siapa sangka hadiah kecil tersebut mampu membangkitkan semangat dan keyakinan diri bagi para peserta. Alhasil, para peserta keluar dari ruang ujian dengan tangis haru bercampur senyum bahagia.

Walaupun terdapat kendala pada saat presentasi, ada juga peserta yang tetap percaya diri dan bersemangat, bahkan terlihat santai. Hal ini dikarenakan mereka merasa sudah cukup berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang prestasi TBCCI 2015 ini. Berbicara tentang kendala pada saat presentasi, rupanya tak sedikit peserta yang mengalami hal serupa. Akibatnya, ada beberapa peserta yang tiba-tiba terdiam, lemas dan menunjukkan wajah sedih, tidak yakin, dan bahkan menangis. Pasrah

Menurut keterangan yang disampaikan oleh beberapa peserta yang enggan disebutkan namanya, hambatan pada saat presentasi muncul akibat gangguan teknis terkait sarana dan prasarana di ruang ujian presentasi. Contohnya, ada peserta yang harus menghentikan presentasi karena slide powerpoint tidak bergerak atau berjalan sebagaimana mestinya. Ada juga yang menyayangkan terjadinya kendala presentasi yang lain seperti musik dan video yang tidak terdengar atau tidak muncul. Hal-hal tersebut membuat para peserta patah semangat dan sangat tidak yakin akan lolos.

Setelah ujian presentasi selesai, para peserta sedikit demi sedikit meninggalkan Balai Kartini dengan perasaan yang bercampur aduk. Akhirnya ujian berhasil dilalui walau ada kendala yang memang harus dihadapi. Bagaimanapun hasilnya, usaha terbaik telah dilakukan oleh para peserta. Kini para pejuang contact center ini tinggal menunggu hasil penilaian juri.

Posted in Artikel | Tagged , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Lain Babak, Lain Cerita

Totalitas Tanpa Batas

(BCA) Awan berkeliaran nakal di langit Jakarta, rona jingga dari baliknya menantang pencari nafkah untuk berangkat lebih pagi dari rumah untuk menyambung hidup anggota keluarga. Asap-asap dari ribuan kendaraan bermotor memaksa untuk sedikit menahan nafas demi umur yang lebih panjang. Perjuangan hidup tidaklah mudah, hal ini mengingatkan kami akan pertempuran para calon jawara di ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015. Menyusuri hari demi hari, perjuangan presentasi individu bagi peserta kategori Agent English, Agent Inbound, Agent Premium, Agent Social Media dan Back Office. Yaahh… tanggal 6 Mei 2015 merupakan panggung TBCCI 2015 bagi mereka. Perhelatan ini cukup menyedot perhatian banyak pelaku contact center, baik peserta yang dikirim perusahannya, pendukung yang datang langsung ke balai kartini maupun pendukung yang berada di kantornya masing-masing.

Gegap gempita para pendukung patriot TBCCI 2015 terdengar hingga ke seantero kota Jakarta, memacu perjalanan kami untuk lebih cepat tiba di Balai Kartini yang berlokasi di jalan Gatot Subroto kavling 37, Jakarta Selatan. Lokasi yang memang sudah dipilih hampir setiap tahun untuk mengadakan ajang TBCCI 2015 oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) terlihat sepi dari luar. “Apa mungkin kami datang terlalu pagi?” Tanyaku dalam hati ketika mobil yang kami tumpangi memasuki gerbang balai kartini. Waktu memang baru menunjukan pukul 06.30 WIB tapi kami sudah tidak sabar ingin menyaksikan satu persatu orang yang berdatangan ke lomba ini. Pintu kaca gedung megah ini langsung dibukakan oleh seorang security lobby setelah mengucapkan selamat pagi dan melemparkan sebuah senyum semangat, tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan tersebut.

Warna Warni Hari Kedua TBCCI 2015

Astagaahhhh… benar saja, begitu kami menginjakkan kaki di lantai pertama gedung mewah ini sorak sorai para pendukung peserta TBCCI 2015 tak terkendali bagai banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Belum lagi atribut yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari. Para pendukung yang datang dari semua perusahaan ini tidak ingin kalah “cetar” dengan jagoan yang selalu mereka sebut-sebut namanya. “Platinum…. Platinum…. Platinum….” teriakan mereka kompak. Para pendukung “norak” (baca: ajaib) sengaja dikirim oleh perusahaan-perusahaan yang mengirimkan wakil peserta lomba di ajang TBCCI 2015. Tidak dipungkiri lagi suntikan semangat dari para pendukung ini membuat peserta lomba yakin dengan apa yang akan dipresentasikan hari ini. “kerjaan ajah saya tinggalin mba, demi mendukung teman saya” celetuk salah satu suporter yang memegang balon tepuk ditengah kerumunan pendukung lainnya.

 

 

Limited Edition T-Shirt

Limited Edition T-Shirt

Berbeda dengan hari pertama, para panitia lomba TBCCI 2015 yang kali ini mengenakan kaos abu-abu lengan panjang terlihat sibuk mempersiapkan ”perintilan” lomba di meja registrasi. Meja berbalut kain hijau yang sudah digunakan sejak hari pertama menyimpan nama-nama berbeda di hari ini, begitu juga papan pengumuman jadwal presentasi. Namun kali meja registrasi dipindahkan lebih dekat dengan ruang presentasi yang masih berada ruang Rafflesia Grand Ballroom guna memudahkan jalannya lomba. Meski ini hari kedua lomba presentasi individu, namun para panitia sama sekali tidak terlihat lelah. Senyum berjabat senyum terus mengembang dengan para suporter, juri dan para peserta lomba presentasi individu yang melakukan registrasi ulang sebelum nama mereka dipanggil. Tidak salah panitia yang dipilih memang kumpulan orang-orang ramah, sigap dan apik untuk mengurus administrasi lomba TBCCI 2015. Tidak hanya mengurus registrasi ulang, di meja yang diatur berjejer para panitia juga menjual souvenir berupa kaos berlengan panjang dengan 2 pilihan warna yaitu abu-abu dan putih. Kaos yang bertuliskan The Best Contact Center Indonesia 2015 sudah disiapkan dengan bermacam ukuran mulai dari S sampai XL bisa didapatkan para suporter atau peserta hanya dengan membayar Rp 85.000,- saja.

Setelah mengecek nama, membubuhkan tanda tangan, para peserta mulai melakukan persiapan diri. Ada yang langsung make up, entah itu yang bawa make up sendiri, didandani temannya, bahkan ada yang “buka salon” di pojok-pojok ruangan. Ada yang menyiapkan template dan alat peraga, ada yang menyiapkan busana, bahkan ada yang sarapan dulu. Ditengah kesibukan para peserta menyiapkan diri kami menjumpai salah satu peserta yang sudah rapi datang sebelum jam 6 pagi, Selvi, begitu dia biasa disapa teman-temannya. Dengan ramah Selvi menceritakan kisah perjalanannya pagi ini menuju Balai Kartini,

Pejuang Contact Center BCA

Pejuang Contact Center BCA

“Rumah aku kan di Bintaro, rencananya jam 05.30 WIB aku mau ke kantor aku dulu yang di Serpong. Ternyata mobil yang disiapin dari kantorku itu baru berangkat dari Serpong jam 6an. Belom lagi mobilnya itu ke kantor yang di Slipi dulu buat jemput teman aku juga, baru ke Balai Kartini. Kan muter-muter?!? Pusing pala Barbie akhirnya aku naik taksi ajah langsung ke Balai Kartini cuuzzz….” tutur Selvi. Pemilik nama lengkap Selvi Khairuman ini terlihat santai meski dijadwalkan akan presentasi pagi ini juga karena memang ini sudah kali ketiga wanita cantik ini mengikuti ajang TBCCI. Ketika ditanya soal konsep wanita ini menjelaskan “elegan donk kakak, aku kan kategorinya agent premium” jawab wanita yang mengenakan seragam customer service warna kuning dari Bank Central Asia. Sambil membenarkan rambutnya yang ditata layaknya customer service profesional Selvi masih melanjutkan ceritanya ”Pas aku mau bayar kan aku cuma bawa uang cepe’ (baca: seratus ribu rupiah) bapaknya tu gak ada kembalian, padahal argonya cuma Rp 49.100,- yaudah aku kasih semua ajah… Itung-itung perjuangan kak hehe…”. Selvi yang kesehariannya bekerja sebagai customer service premium di contact center HaloBCA tidak gentar sedikit pun meski melihat lawan-lawannya yang juga tidak kalah siap, “Yang penting jadilah pemenang disetiap tahapan, hasil akhir serahkan sama yang di Atas” prinsip Selvi.

Entah apa yang ada di benak para peserta hari ini, sulit menebak perasaan yang disembunyikan di balik raut wajah yang tergambar dengan mimik muka senyum, tegang, gembira, panik dan santai. Kostum-kostum yang mereka kenakan pun semakin anti mainstream, ada yang mengenakan kostum kebaya, ibu peri, super hero, malefacient, badut, bahkan ada yang mengenakan kostum sri kandi. Alat peraga pun tidak kalah penting, ada yang membawa gitar, i-tree, knowledge board, cokelat dan lain-lain. Tidak kalah dengan para peserta para suporter hari ini pun lebih “brutal” dari hari pertama, mulai dari mengenakan baju seragam, membawa balon tepuk, wig warna-warni, bahkan sampai meneriakkan yel-yel yang tak henti-henti.

Menjelang siang para juri, peserta dan suporter diberi kesempatan 60 menit untuk menikmati makan siang mereka. Ada yang bawa makan siang dari rumah, delivery service, ada yang disiapkan dari perusahaannya bahkan ada juga yang “melipir” ke kantin balai kartini. Peserta yang menikmati makan siang di balai kartini dihibur oleh Pak Andi selaku ketua pelaksana ajang TBCCI 2015, beliau mengajak para peserta dan suporter bercanda dan bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan suasana lomba. Pemilik nama lengkap Andi Anugrah ini terlihat akrab ketika bernyanyi bersama dengan para suporter dari salah satu perusahaan. “Ayo siapa lagi yang mau menyumbangkan lagu, lagunya boleh apa saja…” Pak Andi menawarkan, yang disambut baik oleh salah satu peserta dari Bank Central Asia, David Pandapotan yang baru saja menyelesaikan presentasinya. David menyanyikan lagu berjudul Cintaku yang dipopulerkan oleh Chrisye memang memilik suara yang tidak biasa. Bagaimana tidak, pria ini merupakan salah satu anggota Voice Of Halo (VOH) yang sudah sering menjuarai kompetisi bahkan pernah menjadi artis INBOX, salah satu acara musik di stasiun tv swasta.

 

Ada Artis INBOX di Balai Kartini

Ada Artis INBOX di Balai Kartini

Setelah memberi jatah makan siang untuk cacing yang sudah mulai memberontak, kami melanjutkan penelusuran ke setiap sudut ruangan. Meski matahari semakin terik, baik para peserta dan suporter semakin membanjiri Balai Kartini. Perhatian kami pun tertuju kepada salah seorang peserta yang berada di depan meja registrasi juri, terlihat peserta tersebut sedang berdoa bersama atasannya dan rekan-rekan kerjanya. Peserta yang mengenakan kostum badut tersebut terlihat sangat lucu, kami pun sempat harus menunggu untuk bisa mewawancarainya karena kerumunan para pendukung yang mengajaknya berfoto-foto. Much Chairun Muchid atau yang biasa disapa dengan Chairun, mengenakan baju badut perpaduan warna kuning dan hijau, layaknya seorang badut berperut buncit, lengkap dengan rambut warna hijau dan sandal keropi yang sepadan.

 

Kreatifitas Tanpa Batas

Kreatifitas Tanpa Batas

Pria asal Semarang yang mewakili Perusahaan Telkom ini sangatlah unik. Ketika ditanya mengapa menggunakan kostum badut, pria kelahiran 08 Des 1991 ini menjawab bahwa karakter yang melekat pada badut merupakan representasi dirinya sehari-hari lucu, unik, dan menggemaskan serta disukai banyak orang. Chairun mewakili perusahaannya dan bergabung di kategori agent inbound >100, langsung diterbangkan oleh perusahaannya dari Semarang sejak tanggal 26 April 2015, menginap sampai dengan hari ini di camp yang terletak di kota Bogor. Kami sempat menyinggung hasil tes tulis yang didapatkan oleh Chairun, ternyata pria jenaka ini berhasil berada di peringkat 3, hebatnya lagi persiapan yang Chairun lakukan terbilang cukup untuk menjadi bekal menghadapi ajang TBCCI ini yaitu selama sebulan penuh selalu berlatih presentasi dan juara tes tulis. Dan ketika disinggung siapa pesaing terberat di kategorinya, Chairun menjawab, “untuk pesaing terberat masih dari bendera biru”. Sebelum pamit, Chairun menggengam tangan kami untuk bersalaman dan menitip doa pada kami, terlihat ketegangan yang dia alami, sampai – sampai telapak tangannya terasa begitu dingin ditangan kami. Do the best Chairun, good luck guys…

Tinggal 1 hari lagi lomba presentasi diadakan, besok tidak akan kalah seru dari hari ini, masih ada categori customer service walk in, work force management, IT support dan lainnya. Hari ini cukup bersemangat, seperti namanya Balai Kartini, di dalam gedung sangat terasa aroma perjuangan, layaknya Ibu Kartini yang berjuang untuk bangsa dan negara, mereka berjuang untuk perusahaan mereka masing-masing, semoga hasil terbaik bisa diperoleh oleh para peserta yang sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran mereka. Tetap semangat! ^_^

Posted in Artikel, Best CCI, Pengumuman, Peristiwa | Tagged , , , , | Comments Off on Totalitas Tanpa Batas

One… Two… Threemusketeer Actions…

trimasketir

                              Three musketeer IM2

HORE… HORE… Hari ini sudah masuk perlombaan hari ke dua, tidak terasa ya hari H makin dekat. Hari dimana akan diumumkan the best contact center dari masing – masing kategori. Ihh jadi tambah dag dig dug karena persaingannya terlihat amat sangat ketatttt.

Hari ini yang akan mengikuti presentasi perwakilan dari Indosat Mega Media ada 3 peserta loh. 2 peserta untuk kategori Back Office dan 1 peserta untuk kategori Agent Inbound. 2 peserta untuk kategori Back Office diwakili oleh Yusuf Hassanat dan Gading Citrasari, sedangkan untuk peserta dengan kategori Agent Inbound adalah Astya Azshara.

CERITA AWAL PERSIAPAN 3 PESERTA

Cerita sedikit tentang kesiapan 3 peserta boleh kan? Boleh dong? Iya boleh lah hehe.. hehe… Kesiapan dimulai sejak 4 bulan lalu. Sengaja kami siapkan waktu jauh – jauh hari agar lomba tahun ini terlaksana dengan lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua peserta begitu antusias sekaligus dag, dig, duaaaaar haha. Kenapa dag, dig dug? Jelasnya karena tahun ini target juara Platinum yang menjadi dambaan kami para peserta. Semua calon peserta dilatih oleh trainer yang sudah tidak di ragukan lagi kemampuannya untuk membantu para peserta menggapai tujuan mengikuti The Best Contact Center Indonesia 2015 ini. Selain itu, para peserta yang kami miliki juga merupakan orang – orang terpilih karena semangatnya, sesuai dengan motto yaitu PANTANG PULANG SEBELUM MENANG!!!. Sebenarnya sihhh.. bukan hanya menang juara yang kami inginkan, namun menang pengalaman, seperti petikan “Kemenangan bukanlah prioritas utama dalam suatu perlombaan, tapi juga dapat menjadi pengalaman dan motivasi diri.” Chairul Tanjung (Page: 261)

TAHAP SELEKSI CALON PESERTA

Tahap pertama adalah dilakukannya seleksi untuk semua Agent Customer Care yang berada di Indosat Mega Media. Pertama-tama calon peserta diharuskan mempresentasikan tentang kepribadian diri masing – masing dengan template yang sudah disediakan.

Tahap selanjutnya adalah penyaringan calon peserta yang layak dan dianggap mampu, siap, percaya diri dan berkomitmen memegang tujuan bahwa Indosat Mega Media tahun ini harus MENANG!!!.

Setelah terpilih beberapa calon peserta, kemudian mereka diberikan pelatihan. Pelatihannya pun dilakukan setiap hari dan terkadang di hari Minggu juga diadakan pelatihan lhoo, tidak jarang juga waktu istirahat dimanfaatkan calon peserta untuk berlatih public speaking. Woww kerenn kann peserta – pesertanya. Mereka diberikan pelatihan berupa teknik presentasi, teknik membuat slide show agar terlihat menarik dan berlatih ice breaking. Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana berpakaian yang rapih agar terlihat enak dipandang. Kami semua antusias sekali mengikutinya, kapan lagi kan bisa dapat tambahan ilmu gratis hehe.. hehe…

Kurang lebih 4 bulan calon peserta secara rutin dan berkala mengikuti seluruh pelatihan. Tak jarang para peserta sampai pulang malam mengikuti pelatihan. Dari berpanas – panasan sampai berhujan – hujanan sudah dilakukan. Semua dilakukan demi memberikan suatu yang terbaik bagi Indosat Mega Media tercintah ^^. Kami do’a kan yahh para pejuang TBCCI 2015 yang terbaik untuk kalian, tetap semangat dan tidak menyerah.

WRITTING TEST TBCCI 2015

Tanggal 27 April 2015, adalah hari yang sangat menegangkan, karena hari itu diadakan Writing Test The Best Contact Center Indonesia 2015. Writing Test merupakan test awal yang menjadi pintu untuk melangkah ke babak selanjutnya. Indosat Mega Media mengirimkan total 9 kandidat peserta.

Namun amat disayangkan, 4 peserta gugur setelah mengikuti Writing Test dan yang tersisa hanya ada 5 kandidat peserta masing – masing dari Manager, Trainer, Back Office Officer dan Agent Inbound. Sedihhh pastinya, tapi kami semua tidak patah semangat, karena kami yakin, 5 kandidat yang sudah lolos pasti bisa memenangkan perlombaan The Best Contact Center Indonesia tahun ini.

It’s Shoping Time

Sebelum acara hari H pelaksanaan presentasi dimulai, para peserta melakukan treatment agar rilex ketika menghadapi lomba berikutnya. Mereka juga diajak berbelanja kebutuhan untuk lomba seperti sepatu baru, baju baru, blazer baru, jas baru, dasi baru, pokoknya semua harus baru dong biar keliatan kece dan pede di depan Juri J, kalau kata orang bijak sih “tidak percaya diri itu kita semua yang mengendalikannya”. Nah cara mengendalikannya dengan penampilan yang baik agar dapat menarik perhatian juri ketika para peserta melakukan presentasi.

Sehari sebelum tampil, para peserta kembali melakukan persiapan. Semua peserta masih terlihat tegang dan grogi, namun semua itu tidak bisa menyembunyikan semangat yang terpancar dari jiwa masing – masing peserta. Satu persatu semua peserta melakukan presentasi dihadapan peserta lainnya, agar masing – masing dari peserta bisa memberikan masukan dan saran mulai dari cara mempresentasikan, cara menjawab pertanyaan – pertanyaan fish bowl, ketepatan waktu dalam melakukan presentasi sampai penggunaan clicker yang harus tepat dan sesuai antara slide dengan informasi yang diberikan ketika presentasi. Luar biasa, tampak perubahan yang sangat nyata terlihat. Semua peserta sudah terlihat sangat percaya diri, gaya bicara dan gimmick pun sudah sangat berbeda jika dibandingkan saat awal penyisihan peserta. Terlihat sekali di raut wajah mereka harapan dan semangat bahwa Indosat Mega Media tahun ini bisa MENANG, AMIIIIN YA Rabbal Alamin.

FINALLY, HARI YANG DITUNGGU DATANG JUGA,

Hari ini, tepatnya tanggal 6 Mei 2015 adalah hari kedua yang sudah kami tunggu, setelah sebelumnya kemarin juga diadakan lomba untuk kategori Manager dan Trainer. Hari ini adalah hari ke 3 peserta lainnya melakukan presentasi.

Kami para pendukung semua menggunakan baju orange loh. Eittss bukan karena kami pedukung JakMania yahh, tapi ini dilakukan semata – mata untuk para peserta yang hari ini akan maju mengikuti lomba. Tak lupa atribut penyemangat berupa balon tepuk, balon – balon dengan potongan huruf I Love CC IM2 dan syal bertulis IM2 pun sengaja kami bawa untuk meramaikan suasana lomba hehe… hehe…

IMG-20150506-WA0054

                         Bersama para petinggi IM2

IMG-20150506-WA0062

                                  Team Hore

Para pejuang TBCCI 2015 dengan yakin dan PeDe nya melangkah memasuki ruang tempat presentasi akan dilakukan. Yaa kami tambah percaya diri karena kami didukung oleh Bapak – Bapak Manager yang dengan sengaja telah meluangkan waktu menyaksikan hari terakhir lomba presentasi yang diikuti oleh IM2.

IMG-20150506-WA0037

                  Support dari para petinggi IM2

“Terima kasih banyak yahh Bapak – Bapak yang baik hati, ditengah – tengah kesibukan dalam menjalankan rutinitas kerja sehari – hari, ternyata dapat meluangkan waktu untuk hadir memberikan semangat dan dukungan kepada kami.” Lop u pul all (lhooo …).

Tentu saja ini semua akan jadi api yang membakar semangat kami untuk terus berjuang mengharumkan nama perusahaan, Indosat Mega Media.

Ingatlah para pejuang The Best Contact Center Indonesia 2015 IM2, yang kalian perjuangkan bukan sekedar kata MENANG atau PLATINUM. Namun lebih dari itu, yaitu menang dengan pengalaman, menang dalam menambah rasa percaya diri dan yang terpenting menang melawan keangkuhan dan kesombongan diri karena perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Dibangun bersama untuk 1 tujuan mengharumkan nama Indosat Mega Media.

Jikalau kalian belum bisa merasakan arti kata K E M E N A N G A N, ingatlah bukan berarti kalian gagal karena bagi kami kalian lah J U A R A sejati. Juara yang selalu kami banggakan karena ^WE ARE ONE^

Posted in Artikel | Comments Off on One… Two… Threemusketeer Actions…