TERIMA KASIH UNTUK SPORTIF

DSC_2833


Daniel.Panin, Buperta 17 Mei 2015 – Perlombaan Jambore hari ke 2 sekaligus hari ke 6 untuk peserta writing contest tetap dilakukan di Buperta, Cibubur yang diikuti 14 team untuk memperebutkan Juara team Jambore tahun ini. Semua peserta telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk merebut gelar platinum yang bergengsi juga berhak untuk tiket perjalanan ke Hong Kong. Empat kategori lomba telah dipersiapkan untuk membuktikan team paling tangkas, cerdas dan kompak.

DSC_2614
Joget senam pagi-pagi

Pagi hari di bumi perkemahan Cibubur, matahari cerah menyapa setiap peserta jambore hari ini. Dedaunan dipenuhi embun pagi membuat suasana segar menyelimuti peserta. Berbagai aktivitas pagi hari sudah terlihat sejak pukul 06.00 dari seluruh team yang hadir. Persiapan dari Mandi, sarapan pagi, membersihkan tenda, bahkan selfie mulai terlihat. Seperti biasa masing-masing regu wajib mendaftarkan ulang nama –nama setiap anggotanya sebelum perlombaan dimulai. Panitia juga sudah memasang musik dari 4 buah speakernya untuk menghibur pagi para peserta. Awalnya, tidak ada kegiatan apapun di area lapangan lomba, namun sekitar pukul 07.00 terlihat team BCA I dan BCA II dengan kostum mereka yang berwarna biru hitam dan merah hitam juga beberapa supporter mereka mulai membuat barisan di lapangan. Mereka pun mulai mengayunkan tubuh mereka mengikuti alunan lagu dangdut remix. Tidak perlu menunggu lama, beberapa team lain juga mulai berdatangan dan membentuk barisan masing –masing untuk senam pagi bersama. Satu lagu diputar panitia untuk senam ini. Merasa kurang puas saat lagu selesai, seluruh team yang ikut senam berteriak “Lagiii, Lagiiii …” namun panitia tidak melanjutkan, dan barisan senam pun mulai bubar. Tepat pada saat barisan kembali ke base camp masing –masing, lagu andalan goyang dumang.mp3 pun dimulai, dan peserta yang bubar tadi berlarian kembali ke lapangan untuk melanjutkan joget senam kembali. Seluruh peserta dan panitia tertawa lepas.

Sekitar 20 menit senam, panitia mengumumkan kepada seluruh peserta untuk mempersiapkan diri karena lomba pertama dimulai pukul 07.30. Seluruh peserta kembali ke kemah mereka untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Fight !

DSC_2643
Chef memberi pengarahan

Perlombaan pertama yaitu lomba ketangkasan dan kreativitas dimulai pukul 07.30. Panitia secara serentak membagikan peralatan, telur, minyak goreng dan piring yang terbuat dari styrofoam pada seluruh peserta. Lomba kali ini mengharuskan perwakilan dari masing –masing team untuk berkreasi dengan telur tersebut. Pilihannya adalah membuat telur rebus dan telur goreng. Untuk telur rebus, penilaian sempurna adalah 40 point untuk setiap telur yang matang sempurna dan pengupasan kulit telur yang baik. Untuk telur goreng, penilaian sempurna adalah 60 point meliputi kematangan putih dan kuning telur, posisi kuning telur harus di tengah, dan penampilan telur yang sudah matang. Penilaian ini dilakukan oleh seorang chef Ibnu dari Hotel Grand Hyat yang didatangkan oleh panitia. Telur yang sudah matang harus dikirimkan ke panitia di pendopo utama oleh salah satu perwakilan team.

DSC_2655
masak? Tiup balon? siapa tatutttttt

Bersamaan dengan itu, lomba kreativitas juga dilangsungkan. Panitia sudah mempersiapkan satu sack balon, tali dan gunting. Peserta dipersilakan untuk menghias area kamp dengan balon tersebut sebanyak mungkin dan seindah mungkin dengan syarat balon harus tergantung. Terlihat beberapa anggota regu saling beradu kecepatan dalam meniup balon hingga ukuran yang sudah ditetapkan, sedang yang lain bertugas untuk menggantung balon itu di sekitar kemah mereka. Pola hias balon dari masing –masing team juga bervariasi, ada yang menggantung di pagar, menggantung menyilang di atas kemah, menggantung di sekitar gapura, bahkan ada yang menggantung seluruh balon di jemuran.

Tepat 60 menit lomba pertama dimulai, seluruh peserta wajib mengosongkan area kemah untuk dinilai kerapihan dan jumlah balon yang sudah berhasil dipasang. Sembari panitia melakukan penilaian, peserta dipersilakan beristirahat sejenak sambil mempersiapkan diri untuk lomba selanjutnya yaitu tebak bumbu.

DSC_2680
tambah nasi pasti enak nih…

Lomba selanjutnya adalah lomba kecerdasan tebak bumbu, yang mana setiap peserta harus menebak bumbu yang diberikan panitia dengan kondisi mata tertutup. Masing –masing team mempersiapkan 10 orang perwakilan dalam lomba ini. Setiap perwakilan akan diberikan 2macam bumbu yang harus ditebak baik dengan penciuman maupun mencicipi. Setelah selesai memberikan jawaban, secara serentak peserta lomba berganti perwakilan. Hal ini dilakukan karena seluruh peserta yang maju bersamaan akan mendapatkan bumbu yang sama, Terlihat ekspresi ragu tiap peserta yang mencicipi bumbu, bahkan ada yang berulang kali mencicipi bumbu untuk meyakinkan jawabannya benar. Lomba tebak bumbu ini berlangsung sekitar 30menit. Setelah peserta terakhir menjawab di selembar kertas pada lomba kecerdasan ini, panitia memberikan waktu bersiap 10menit untuk lomba selanjutnya.

DSC_2756
pusingnya sandi bukuuuu,,,

Waktu menunjukkan pukul 09.00, matahari mulai memancarkan teriknya dan lomba kecerdasan kata sandi buku dimulai. Seluruh peserta berkumpul di lapangan. Lomba kali ini hampir sama seperti kata sandi pramuka, yang mana team terbagi menjadi 2 bagian. Sejumlah 10 anggota regu berada di area pendopo sebagai pembawa soal, sedangkan 2 orang lainnya berada di seberang lapangan dengan kertas karton, kertas kecil dan buku sebagai penjawab. Anggota akan diberikan clue oleh panitia berupa huruf dan angka yang nantinya diterjemahkan oleh team penjawab dari buku yang telah disiapkan. Lomba ini sangat menguras tenaga karena setiap peserta harus berlari secepatnya untuk memberikan clue yang sudah dicatat dari layar slide ke rekan mereka di seberang lapangan dengan kondisi suhu yang kurang bersahabat. Cuaca siang ini cukup terik, namun seluruh peserta tampak terlalu bersemangat demi mendapat gelar juara 1 di lomba kecerdasan tahun ini.

Suasana memanas !

Setelah 60 menit berlalu pada lomba kecerdasan kata sandi buku, dan team penjawab menyerahkan hasil jawaban ke panitia di pendopo utama, suasana sedikit memanas. Beberapa perusahaan merasa dicurangi oleh team lain, dalam hal ini BCA I dan BCA II. Mereka beranggapan jika beberapa perlombaan sebelumnya juga merasa dicurangi dikarenakan perolehan nilai yang diperoleh team Bank Central Asia “terlalu sempurna”. Komplain mulai dilontarkan oleh mayoritas team yang terdaftar. Perlombaan sempat terhenti karena kisruh ini, hingga bp. Andi Anugrah sendiri turun tangan untuk menangani kejadian ini. Untuk meredam suasana yang semakin memanas, panitia berinisiatif memanggil masing –masing perwakilan team untuk dilakukan kesepakatan kelanjutan perlombaan ini.

Kejadian ini cukup memakan waktu. Hampir 1jam berlalu untuk menunggu kesepakatan akhir panitia serta masing –masing perwakilan. Sentilan –sentilan cukup terdengar, namun suasana keakraban masih cukup terlihat dari riuhnya mereka saat foto bersama di saat kesepakatan belum tercapai.

Akhirnya setelah hampir 1jam, kesepakatan telah dibuat dan perlombaan dapat dilanjutkan kembali. Panitia kembali disibukkan mengangkat ember berisi air ke tengah lapangan.

Lanjutkan!

Jam menunjukkan pukul 11.00. Terik matahari sangat menyengat, namun tidak menyurutkan semangat seluruh peserta lomba maupun supporter yang sudah berdatangan sejak lomba tebak bumbu. Riuh teriakan yel-yel supporter dan suara tepukan balon membahana untuk menyemangati team favorit mereka.

DSC_2837
hadooh tumpah broo..

Lomba kali ini adalah lomba ketangkasan water estafet. Masing – masing team dipersiapkan sebuah ember berisi air penuh dengan 2 buah sedotan. Lomba ini mewajibkan kekompakan dan kecepatan seluruh team untuk memindahkan isi air dalam ember ke sebuah galon yang berada di ujung berlawanan dengan menggunakan sedotan yang cukup lebar. Sebelum lomba dimulai, panitia menjelaskan aturan main dalam lomba ini. Seluruh anggota berbaris di antara ember dan galon, kecuali 1 orang ketua yang bertugas mengantarkan sedota yang sudah kosong di sisi galon ke orang pertama di ujung bagian ember.

Ketika lomba dimulai, secara cekatan sedotan berisi air berpindah-pindah tangan dengan berisi air di dalamnya. Tidak jarang juga isi sedotan itu tumpah di tengan perjalanan, sehingga harus mengulang kembali dari awal. Tugas ketua dalam lomba ini sangat melelahkan, karena harus mengantarkan sedotan yang sudah kosong ke tangan orang pertama. Setiap team terlihat beberapa kali berganti tugas untuk mengambil peran ketua tersebut.

DSC_2861Riuh sorakan penonton terdengar nyaring ketika panitia menyatakan lomba ketangkasan water estafet sudah berakhir. Wajah –wajah lelah peserta terlihat jelas. Seluruh lomba kecerdasan maupun ketangkasan sudah terlaksana. Kini saatnya panitia melakukan penjurian berat air yang berhasil dipindahkan masing –masing team, dan mempersilakan seluruh peserta beristirahat.DSC_2760

Waktu istirahat yang diberikan panitia ICCA Jambore justru dimanfaatkan foto bersama seluruh peserta. Keakraban terlihat jelas setelah persaingan ketat selama 2 hari. Ada saja cara mereka untuk bergabung mulai dari mendatangi, ataupun ikut nimbrung saja ketika berfoto bersama. “Lihat, harusnya seperti ini. Seperti inilah seharusnya call center. Kompak dan semangat. Jangan berantem lagi ya.” Ujar bp. Andi Anugrah.

DSC_2908
SELFie? ga jaman! mending RAMEie

Achtung! Attention! Perhatian!

Pukul 13.00, seluruh kegiatan lomba sudah berakhir. Tenda –tenda sudah dibongkar dan wajah tegang seluruh peserta terlihat jelas di bawah rindangnya pohon. Sesaat lagi, pengumuman sang jawara Jambore akan di umumkan.

Setelah memberi kata sambutan, panitia mengumumkan para pemenang dari seluruh kategori lomba kali ini. Dan hasilnya adalah :

Kategori Smart Team :
Juara I     : Kring pajak
Juara II    : Bea cukai
Juara III   : BCA I
Juara IV   : Mandiri I

Kategori Creative Team :
Juara I     : Astraworld I
Juara II    : BI
Juara III   : Mandiri I
Juara IV   : BCA II

Kategori Ketangkasan :
Juara I     : Kring pajak
Juara II    : ASSArent
Juara III   : Telkom indonesia
Juara IV   : BCA II

GRAND CHAMPION Jambore ICCA 2015 adalah Kring pajak, total nilai 925.96%

Seluruh team Kring pajak berlari ke tengah lapangan untuk merayakan kemenangan disambut dengan jabatan tangan dari seluruh peserta lomba. Selamat untuk Kring pajak atas keberhasilan menjadi juara Jambore ICCA tahun ini.

Terdapat kalimat yang cukup membekas dan terngiang sampai saat ini.

“Terima kasih untuk Sportif !!!”


Panin Writing Contest team
Panin Writing Contest team

 

 

Prestasi Ksatria di Langkah Perdana

Tim Bank Indonesia Call and Interaction (BICARA) 131 berhasil meraih Juara II pada Perlombaan Jambore The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015, untuk kategori Penilaian Kreatifitas. Keberhasilan meraih posisi kedua pada kategori tersebut mendapat tempat tersendiri di hati para tim BICARA 131. Selain karena Jambore TBCCI ini adalah yang perdana bagi BICARA 131, juga lantaran yang meraih posisi Juara I adalah tim dari perusahaan besar. Apa hubungannya?

Ini lantaran tim BICARA 131 meraih perolehan berprestasi tersebut, setelah bersaing dengan perusahaan yang bisa dibilang berlingkup raksasa. Tak dipungkiri, seringkali kematangan persiapan bagi yang berjumlah orang banyak akan lebih mantap ketimbang mereka yang sedikit. Peserta Jambore TBCCI 2015 ini memang hanya dibolehkan 12 orang per setiap perusahaan. Namun 12 peserta ini membutuhkan banyak masukan dari contact center mereka, untuk mendapatkan ide segar, ide kreatif.

aDSC07731
Salah satu kegiatan lomba dalam kategori Kreatifitas

Dan inilah, hikmahnya, BICARA 131 dengan hanya sedikit personel, mampu menghasilkan penuh kreasi sehingga dinobatkan sebagai Juara II kategori Penilaian Kreatifitas Jambore TBCCI 2015. Tak dinyana, tak dikira, tak diduga, ternyata BICARA 131, tim contact center kecil yang hanya berjumlah 24 personil, bisa se-kreatif perusahaan raksasa itu.

Sehingga meskipun hanya berada di posisi dua, namun secara kualitas, bila berada pada lingkup yang sepadan, maka BICARA 131 memiliki nilai istimewa. Karena secara agregat, dapat disimpulkan bahwa pada riil-nya, kreatifitas tim BICARA 131 berada pada top level. Hal ini sebenarnya sudah banyak terjadi di dunia kompetisi.

Ksatria Kreatif

Tiga bukti yang takkan hilang ditelan zaman, tentang kekuatan kecil yang mampu mengejutkan fakta adalah dari kisah strategi militer kekhalifahan Umar bin Khattab, Salahuddin al Ayyubi, dan Sultan Al Fatih. Ketiga ksatria itu berhasil mempimpin pasukannya yang jumlahnya tak sebanyak lawannya, namun berhasil mendapatkan nilai istimewa, bahkan kemenangan mutlak seperti diraih khalifah Umar bin Khattab.

Hikmahnya adalah keunggulan bukan mustahil bagi mereka yang berjumlah sedikit, asal keseluruhan personilnya adalah ksatria. Sebaliknya ribuan orang biasa mungkin harus berjatuhan keringat dan darah, dengan hanya menghadapi puluhan ksatria. Tim BICARA 131 merasa optimistis, bahwa dalam menghadapi kompetisi apapun nanti, niscaya BICARA 131 akan unggul karena memiliki para ksatria kreatif.

Ratu Guineverre melantik Lancelot menjadi ksatria

Adapun kegiatan Jambore TBCCI 2015 diisi dengan beberapa kategori lomba. Ada jenis lomba verbal yakni kategori ketangkasan dan kreatifitas (BICARA 131 berhasil meraih juara II). Lalu jenis lomba spesifik, yakni kategori menerjemahkan sandi kotak, kategori membuat neraca keseimbangan, kategori memecahkan kode morse, dan kategori mengidentifikasi bumbu masak.

Sportifitas

Sejak Sabtu dan Minggu (16-17 Mei 2015) sebagai waktu pergelaran Jambore TBCCI 2015, lomba demi lomba dilakukan dengan penuh daya upaya untuk menang dan tentunya, menjunjung sportifitas. Sportifitas dalam olahraga maupun kompetisi lainnya, merupakan sikap yang sangat utama untuk menjadikan dan memperindah pertandingan.

Banyak sekarang orang yang tidak mengerti makna sportifitas dan hanya mementingkan sebuah kemenangan. Apabila dalam bertanding sikap sportifitas tidak dilaksanakan, maka pertandigan akan terlihat kacau dan tidak menarik untuk dilihat.

Sebenarnya sportifitas adalah kata sifat yang berarti jujur dan ksatria atau gagah. Dan kata sportifitas yang sebagai kata benda mempunyai arti orang yang melakukan kegiatan lomba tersebut (harus) memiliki kejujuran dan sikap ksatria dalam bertindak dan berperilaku saat bertanding. Seperti disiplin, mengikuti ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan atau yang telah disepakati bersama.

Jadi sportifitas dalam adalah perilaku atau tindakan dari seorang atau sekelompok peserta yang memperlihatkan sikap jujur, ksatria, disiplin, dan menaati ketentuan dan peraturan pertandingan dan perlombaan, untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.

Maka itu, seluruh instruksi dari panitia Jambore TBCCI 2015 diresapi dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin demi meraih poin sempurna penilaian dewan juri.

Ketika dewan juri mengatakan agar para peserta harus melakukannya dengan cara begini, maka beginilah yang kami lakukan. Dan ketika mereka mengatakan supaya peserta berlaku begitu, maka begitulah yang mereka dapat dari kami para peserta. Tak ada satupun dari para peserta yang mencoba-coba ‘nyolong’ di sela peraturan dewan juri.

Sehingga SELURUHNYA, baik para peserta dan panitia perlombaan Jambore TBCCI 2015, layak diacungi jempol. Tak ada satupun titik noda kecurangan merusak kredibilitas peserta dan panitia. Dari perlombaan Jambore TBCCI 2015 ini akhirnya dapat tercermin bahwa secara keseluruhan TBCCI 2015 adalah ajang yang prestisius, jujur, dan sportif.

Saling Menyemangati

Meski pada hakikatnya TBCCI 2015 adalah kompetisi antar call center se-Indonesia untuk meraih satu kemenangan, namun semangat bersaing dengan cara positif selalu muncul di setiap ajang. Misalnya di hari pertama TBCCI 2015 tampak tak sedikit peserta yang baru berkenalan namun sudah saling menyemangati, dengan berkata “Anda pasti bisa menang, seperti halnya saya pun bisa menang.”

Seluruh peserta Jambore TBCCI 2015, kebersamaan dalam kompetisi sehat
Seluruh peserta Jambore TBCCI 2015, kebersamaan dalam kompetisi sehat

Karena memang kemenangan adalah hak siapapun di dunia ini. Namun sesuai hukum alam bahwa bila ada yang menang, tentu ada yang kalah. Bila ada serigala tentu ada domba. Semua berkaitan saling mendukung. Kemenangan adalah hak semuanya, namun tergantung bagaimana persiapan dan kemampuannya. Jangan harap menang bila tanpa persiapan matang dan modal kemampuan yang berada di bawah ketentuan.

Ya, seperti hakikat ungkapan “Anda pasti bisa menang, seperti halnya saya pun bisa menang” yang maknanya adalah bila Anda lebih siap dan mampu, maka kemenangan ada di Anda. Sebaliknya bila saya yang lebih mampu dan siap, maka mungkin Anda yang kalah. Itulah hikmahnya. Yang menang bisa menjadi teladan dan yang kalah bisa memetik pelajaran.

Pusat Perhatian

Adalah Lukman Hakim, salah satu peserta TBCCI 2015 dari Permata Tel yang mengatakan bahwa kegiatan kompetisi ini tak perlu dibebani dengan ambisi “Aku harus menang”. Pasalnya, hal itu hanya menjadi pecut bagi mereka yang memiliki mental juara. “Enjoy aja. Kita jalani saja,” ujar Lukman. Karena pada umumnya, mereka yang menjadi pecundang lantaran terjajah oleh ambisi sendiri.

Fokus selama lomba, mengasilkan kerapihan
Fokus selama lomba, mengasilkan kerapihan

Tengok saja orang-orang yang depresi bahkan gila di Rumah Sakit Jiwa. Menurutnya, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang sebenarnya siap berkompetisi di dunia, namun semangat dan tujuan mereka dihalang-halangi oleh ambisi tak terkendali dari mereka sendiri. Alhasil, mereka bukan lagi memusatkan perhatian pada target penyelesaian masalah hidup, melainkan pusat perhatian mereka adalah pikiran liar mereka sendiri.

Hal itulah yang akhirnya menjadikan hidup mereka rumit dan akhirnya tak dapat dibendung lagi, sehingga menjadi kusut. Bila sudah begitu, Rumah Sakit Jiwa adalah solusinya. Namun mari tengok mereka yang berdiri di atas podium di hadapan banyak manusia yang hidupnya mengabdi pada kebaikan. Ambisi liar orang-orang seperti ini dapat ditekan, dengan memusatkan perhatian pada hasil dan proses, menuju keberhasilan demi kebaikan alam semesta.

Mereka lupakan sejenak bisikan ‘setan’ yang akan mengganggu tujuan hidup mereka. Jiwa dan mental mereka kokoh, sehingga tak satupun hal bisa menaklukkan pengabdian mereka kepada masyarakat dan alam. Apapun hasilnya, mereka hanya memegang prinsip bahwa proses itu harus dilalui dan dengan persiapan yang matang, hasilnya akan terbaik.

Itulah sebabnya, Lukman, Permata Tel, BICARA 131, dan tim contact center yang bermental juara lainnya sepakat bahwa semua upaya manusia adalah pelajaran yang dapat dipetik. “Jangan lupa, sebagai umat beragama harus percaya bahwa hasil akhir semua yang kita lakukan adalah ijin dari Yang Maha Kuasa. Jadi tanpa ijinNya, tak mungkin semua terjadi.”

Bumi perkemahan cibubur, di tempat ini ku Mandiri

Buperta History – By CC BDKI.

Barangkali jika rekan rekan berminat membaca artikel hari ke dua kegiatan jambore contact center yang diadakan di bumi perkemahan cibubur tidak akan mendapatkan informasi mendetail tentang kegiatan tersebut, karena artikel ini kami buat berfokus pada tempat atau lokasi kegiatan jambore contact center 2015 yang masih diadakan di bumi perkemahan cibubur jakarta timur.
Bumi perkemahan Cibubur bisa jadi tempat alternatif untuk membebaskan atau melarikan diri dari kepadatan dan kesibukan ibukota walaupun lokasinya sendiri masih berlokasi di ibukota. Tempat ini dipenuhi pepohonan lebat yang memproduksi udara segar, bagi rekan rekan yang ingin merasakan suasana taman raksasa tidak salahnya mampir ke bumi perkemahan ini.
Kawasan Bumi perkemahan yang luasnya 210 ha sebelumnya merupakan areal perkebunan karet. Areal tersebut cukup ideal untuk kegiatan di alam terbuka, letaknya sangat strategis dan berada di wilayah DKI Jakarta, tepatnya di pinggir tol Jagorawi km 13, pintu keluar tol Cibubur Jakarta Timur, hanya 8 km dari Terminal Kampung Rambutan dan dari TMII.
Topografi berkontur tinggi rendah, landai dan berbukit, ada hutan, jauh dari kebisingan dan polusi, udara sejuk dan segar, lingkungan yang hijau dan alami, panorama yang indah dan jauh dari gangguan binatang buas serta dekat dengan sumber air ( danau) yang cukup luas, pada tahun 1973 menjadi tempat penyelenggaraan Jambore Nasional pertama bagi Pramuka Penggalang se Indonesia.
Bumi perkemahan sangat memadai untuk digunakan sebagai tempat pertemuan pramuka, pemuda, instansi pemerintah dan swasta baik lokal, nasional bahkan internasional dilaksanakan dialam terbuka dengan menggunakan tenda-tenda maupun gedung/Aula.
Bumi perkemahan kini menjadi tempat kegiatan terpadu, lengkap, berkwalitas yang berwawasan iptek sesuai dengan Kepres RI No. 25/1997, Bumi perkemahan Pramuka menjadi : Pusat kegiatan pramuka terlengkap, terpadu dan tanggap terhadap kebutuhan kepramukaan sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat; Pusat kegiatan pramuka dan pusat pelatihan aplikasi kepramukaan di alam terbuka; Area publik yang berfungsi sebagai tempat pendidikan, taman rekreasi yang alami, ekowisata, agroindustri terbatas, hiburan, pertemuan, dengan konsep ruang terbuka sehingga tetap berfungsi sebagai ruang hijau, asri, kawasan Konservasi Air dan ruang terbuka Hijau (catchment area) bagi daerah Jakarta dan Jawa Barat.
Buperta tak berdiri sendiri, mereka di bawah naungan Kwarnas dan bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat sampai TNI Angkatan Udara. Dari semua itu bertujuan untuk mendukung kegiatan Buperta. Di dalam wilayah bumi perkemahan ini juga terdapat lapangan terbang untuk olahraga kedirgantaraan yang memiliki landasan pacu dengan panjang sekitar 1.000 m.
Dari situs resmi Buperta, Kamis (21/5/2013) lahan Buperta terbagi atas beberapa bagian yaitu areal perkemahan di hamparan rumput yang bebas seluas 80 Ha. Di area tersebut masih terbagi 2 bagian yaitu Kemah Putra (Kempa) dan Kemah Putri (Kempi) yang mampu menampung hingga 20.000 orang.
Fasilitas lain yang ditawarkan berupa lapangan utama, aula serbaguna, cafetaria, kolam renang, hutan wisata, danau, sarana peribadatan 5 agama dan toilet. Buperta menyediakan lokasi berkemah bagi siapa saja yang datang. Kegiatan yang bisa Anda lakukan di sana bermacam-macam, seperti berkemah, outbound, bermain sepeda air di danau atau sekedar jalan-jalan.
Sewa lokasi untuk berkemah juga sangat terjangkau. Jangan khawatir jika Anda tak bawa perlengkapan kemah sendiri, Buperta menyediakan tenda berbagai ukuran dengan harga yang masih terjangkau pula.
Ada persyaratan jika Anda ingin berkemah di sana. Pengunjung tidak boleh membawa tenda milik sendiri lebih dari 2, karena Anda tetap dikenakan pajak sebesar 20% dari harga sewa tenda yang sudah disediakan. Jika Anda tidak ingin berkemah, di sana juga tersedia penginapan berupa wisma yang nyaman.
Praja Muda Karana
Bicara bumi perkemahan cibubur tidak lengkap jika tidak menyertakan Pramuka, karena bumi perkemahan cibubur bisa disebut markas besar nya pramuka di Indonesia. Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti “Orang Muda yang suka Berkarya” Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926. Pendirian gerakan ini pada tanggal 14 Agustus 1961 sedikit-banyak diilhami oleh Komsomol di Uni Soviet.
Organisasi Kepanduan Indonesia di seputaran tahun 1920-an.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.
Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:
Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani; Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna,
yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.

Semangat Pramuka = Semangat Jambore Contact Center 2015

Kenapa semangat Pramuka sama dengan semangat Jambore Contact center 2015? Dikarenakan para peserta yang terdiri dari petugas Contact center dari berbagai level yang biasanya hanya berkutat melayani pelanggan di dalam ruangan kantor ber ac yang sejuk ekstra nyaman harus merelakan waktunya sejenak untuk terjun langsung ke lapangan terbuka yang mana berbeda 180 derajat dengan aktivitas yang sehari hari biasa dilakukan di dunia kerja. Walaupun lapangan perkemahan di penuhi pohon yang berjejer rapih tidak menghalangi sinar matahari yang menembus tenda tenda para peserta sehingga pastinya bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan di alam bebas seperti ini butuh adaptasi lagi.
Namun akhirnya hari ke dua Jambore contact center telah berakhir dan yang menjadi pemenang Grand Champion Jambore The best Contact Center 2015 adalah dari Contact Center Kring Pajak, Selamat para peserta dari Kring Pajak, dan selamat juga bagi para peserta Jambore dari berbagai perusahaan contact center yang sudah memeriahkan dengan luar biasa kegiatan jambore ini.
Yah memang aktivitas Jambore ini adalah kegiatan terakhir TBCCI 2015 karena pada 4 Juni 2015 nanti akan dilengkapi kembali dengan penyebutan nama nama pemenang peserta individual dan juga korporat, semoga harapan kita untuk menjadi pemenang menjadi kenyataan, VIVA CONTACT CENTER