Konsisten Menangkan Platinum dalam kompetisi TBCCI, Nitta Bagikan Pengalamannya di Kegiatan Winner Sharing

Dua kali memenangkan Platinum dalam ajang The Best Contact Center Indonesia tak membuat Nitta puas begitu saja. Wanita keturunan asli Minangkabau yang memiliki nama lengkap Nitta Sestra Afdiya ini lahir di Payakumbuh 13 Maret 1988 dengan latar Pendidikan terakir D4 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Mengawali karirnya sebagai Agent Inbound di KLIP Pajak 1500200, satu tahun kemudian Nitta dipercaya untuk menjadi seorang Quality Assurance sampai membawanya untuk maju di ajang The Best Contact Center Indonesia di tahun 2018 dan di 2019. Dalam kompetisi tersebut, secara konsisten Nitta bisa berhasil mendapatkan penghargaan Platinum dua kali berturut-turut dalam Kategori Quality Assurance – Large 2018 dan Kategori Best Of The Best Support 2019.

Dengan mengikuti kompetisi The Best Contact Center Indonesia, membuat Nitta merasa sangat berkesan bekerja di Contact Center karena bisa mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Dan dengan mengikuti kompetisi ini meyakinkan Nitta untuk memiliki kesempatan berkembang. Pengalamannya ini disampaikan dalam kegiatan Winner Sharing yang diadakan pada Kamis, 30 Januari 2020 yang dihadiri oleh 20 orang peserta dari berbagai perusahaan Contact Center yang tentunya belum pernah mengikuti dan memiliki pengalaman dalam kompetisi The Best Contact Center Indonesia. 

Pada sesi winner sharing ini, Nitta memaparkan mengenai lomba Individual yang ia ikuti. Di lomba Individual ini dibagi ke dalam 2 tahapan, yaitu Tes Tertulis yang diberikan sebanyak 50 soal dengan waktu 120 menit untuk mengisi soal, tes ini memiliki bobot nilai 30%. Selanjutnya adalah Tes Presentasi yang pada mekanisme perlombaannya memaparkan program kerja dan akan diberikan pertanyaan Fishbowl yang memiliki bobot nilai 70%. Sukses melewati setiap tahapan yang diberikan tersebut, Nitta memiliki 4 konsep sederhana yang selalu ia tanamkan didalam dirinya untuk mencapai keberhasilan yaitu Disiplin, Progress, Be Unique dan Inspirasi.

Dengan pekerjaan utama sebagai Quality Assurance, tidak menghalangi Nitta untuk terus maju dalam kompetisi TBCCI ini. Nitta juga tidak merasa ada hambatan dalam membagi waktu pekerjaan utama dan persiapan kompetisi ditambah dengan mengurus keluarga. Selama mempersiapkan kompetisi ini, Nitta terus giat berlatih dan belajar. Dari kegigihannya inilah bisa membuahkan hasil dan menyabet penghargaan Patinum, serta mendapatkan manfaat yang dirasakannya juga cukup signifikan hingga saat ini Nitta dipercaya kembali untuk menjadi seorang Team Leader. Jika kita gigih dan bersungguh-sungguh maka kemenangan itu akan datang dengan sendirinya, tentunya dengan usaha dan do’a. (TN)