Kata Panitia : Kiprah di Balik Layar

Kesuksesan The Best Contact Center Indonesia telah teruji dari tahun ke tahun. Kompetisi ini telah melahirkan banyak pemenang dan memberikan pengalaman berkesan bagi semua peserta. Pengalaman berharga juga didapatkan oleh panitia penyelenggara yaitu tim Telexindo Bizmart yang berkiprah dibalik layar untuk kesuksesan kompetisi ini.

Tahun ini, kegiatan lomba TBCCI 2020 dilaksanakan dengan format virtual competition. Dimana semua kegiatan dilaksanakan secara online. Telexindo sebagai penyelenggara yang ditunjuk oleh ICCA telah melahirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan lomba tahun ini, dimana semua peserta dan juri menggunakan aplikasi ujian dan scoring yang telah disediakan. Tak hanya meningkatkan tingkat akurasi tetapi juga sangat efektif dan efisien dalam implementasinya. Semua kegiatan dapat dilakukan secara virtual dan digital.

Hari ini tepatnya Rabu, 14 Oktober 2020, Kompetisi TBCCI telah menyelesaikan 2 tahapan untuk kategori indivual. Sebanyak 255 peserta telah menyelesaikan lomba tahap 2 Sesi Tanya Jawab Online dengan baik dan berjalan lancar. Selama perlombaan Individual Tahap II Sesi Tanya Jawab berlangsung, ada 3 ruang zoom yang digunakan oleh peserta. Setiap ruangannya terdiri dari 1 Moderator, 1 Host dan 2 Co-Host. Untuk bagian Host dan Co-Host dipegang langsung oleh panitia lomba. Berbagai cerita unik disampaikan.

Untuk panitia di ruang 1 seperti Aulia Rahma Azis, Nelisa Alasri dan Yesica Diah dibantu langsung oleh Bapak Andi Anugrah selaku Host di ruang tersebut. Dalam kesan pesannya Nelisa Asri berkata, “Panitia ruang 1 supportnya bagus, responnya cepat, apabila ada juri dan peserta yang susah untuk akses masuk semua bergerak cepat”. Dilanjutkan dengan kesan yang diberikan oleh Yesica, “Saya berterima kasih sekali telah diberikan kesempatan karena ini pertama kali bagi saya mengetahui acara seperti ini dan dalam kondisi virtual juga. Excited banget. Pada saat mulai pun, saya beru mengetahui bahwa ternyata pesertanya juga sangat beragam”. Lain halnya dengan kesan yang diberikan oleh Aulia Rahma Azis yang kali ini merupakan tahun ke lima nya untuk berpartisipasi langsung dalam penyelenggaraan ajang The Best Contact Center Indonesia, “Saya tahun ini adalah tahun ke lima bergabung menjadi panitia di ajang The Best, dimulai pada tahun 2016. Tahun ini adalah tahun pertama penyelenggaraan secara online. Tahun ini agak fleksibel dan tidak mengharuskan saya bangun dan berangkat di waktu Subuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Pekerjaan lebih ringan dan lebih terstruktur karena pembagian tugas yang merata.”.

Dibalik kesan panitia di ruang 1 ternyata ada berbagai bahasan menarik yang dibahas oleh panitia ruang 2 dan 3. Sama kompaknya, namun memberikan banyak warna. Seperti panitia ruang 2, Zuhrotul Furi saat ditanyai oleh Bapak Andi mengenai apakah ada peserta yang memikat hatinya. Sontak wanita yang biasa dipanggil Furi ini berkata “Ada Pak, tapi sudah menikah”. Memancing gelak tawa panitia lain, selain Furi disambung dengan Reza Komarullah yaitu panitia dari ruang 2 yang merupakan tim loading perlengkapan lomba di tahun sebelumnya merasa bersyukur dengan perlombaan tahun ini yang dilaksanakan secara virtual. Selain mendapat pengalaman baru, Reza tidak perlu melakukan loading barang bersama panitia pria yang lain.

Bersama dengan Anita Rizqiana yang merupakan Host di ruang 2, ia menyampaikan “Setiap tahun ada pengalaman baru, dan selalu ada pelajaran yang diambil. Sama seperti di ruang 1 maupun 3 semua timnya kompak banget”. Dilanjutkan dengan koordinator peserta di ruang 2 yaitu Margareta yang tahun ini mungkin sudah tahun ke sepuluh tergabung dalam kepanitiaan. Ia menyampaikan kendala saat menghubungi peserta. Ada peserta yang sudah dihubungi dari pagi dan menyatakan dirinya siap, lalu di saat jam peserta tersebut tampil justru mereka menghilang. Kalau sudah seperti itu, masalah utamanya pasti adalah jaringan.

Dilanjutkan dengan panitia di ruang 3 yang terdiri dari Alyah Amalia, Oktavianty dan Gandis justru memiliki warna cerita yang lebih unik. Setiap panitia rupanya memiliki ketertarikan dengan pesertanya masing-masing. Namun hal tersebut hanya terjadi saat perlombaan berlangsung. Tahun ini merupakan tahun ke dua bagi Alyah Amalia menjadi panitia secara resmi di ajang The Best Contact Center Indonesia. Pengalaman baru bagi ia yang tahun ini menjadi Host di ruang 3. Kompak dengan Octavianty juga Gandis, panitia ruang 3 ini mengaku deg-degan saat memegang timer namun kendala ada di jaringan peserta ketika mereka terkena “freeze”. Untuk Koordinator peserta, Marlia Eka dan Widiyati Handayani mengalami hal yang sama dengan yang disampaikan oleh Margareta mengenai kendala menghubungi peserta juga juri.

Disambung dengan Grup Support, yakni Aulia Yusuf Fachrezy yang melakukan banyak perbaikan terhadap aplikasi yang digunakan. Panitia dengan nama panggilan Yusuf ini selalu siap dan tanggap untuk membantu peserta, juri juga panitia di saat ada kendala aplikasi yang berarti. Tentunya dibantu dengan Khautal Rama. Dibalik meriahnya kompetisi tahun ini dapat terealisasikan oleh peran serta Tian Nenden juga Henryansyah Tawaqal yang selalu support keperluan publikasi di ajang bergengsi ini.

Masih banyak lagi panitia Support yang sangat berperan untuk membantu berjalannya event ini dengan lancar. Tanpa adanya perubahan dan dorongan, maka perjalanan dalam kompetisi ini tidak ada tantangan. Tantangan yang ada membuat kita semakin kuat dan dapat beradaptasi dalam segala kondisi. Terima kasih atas dukungan dan peran yang diberikan oleh panitia. Semoga kompetisi ini dapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. #GoForPlatinum #TheBestCCI2020