ICCA Online Sharing “A Healthy and Safe Employee Engagement”

Ibu Wardhani Soedjono, Public Speaker, Coach dan Senior Service Culture Consultant (Independent).

Pada Jum’at, 24 Juli 2020 ICCA kembali mengadakan kegiatan Online Sharing yang menghadirkan Ibu Wardhani Soedjono. Yakni salah seorang Public Speaker, Coach dan Senior Service Culture Consultant (Independent) yang pernah menjabat sebagai seorang CEO /President Director PT Vads Indonesia. Kegiatan Online Sharing yang dimulai pada pukul 09:30 WIB ini dipandu oleh Anita Rizqiana salah satu pengurus ICCA dan diikuti oleh 62 peserta, dari berbagai perusahaan baik member ataupun non member ICCA.

Online Sharing yang berjudul “A Healthy and Safe Employee Engagement” ini membahas mengenai Employee Engagement. Dalam sharing yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini, Ibu Wardhani menampilkan beberapa video untuk dibagikan kepada para peserta. Di video pertama menampilkan rekaman kegiatan konser bernyani Didik Prasetyo atau yang biasa dikenal sebagai Didi Kempot. Pada video tersebut, Ibu Wardhani memberikan pemahaman kepada peserta bahwa butuhnya engagement antara penyanyi dan audiens. Saling terkait, saling merasa senang dan adanya suka cita. Seringkali perusahaan membuat survey Karyawan dengan mengukur tingkat kesenangan dan kepuasan mereka. Namun Karyawan yang senang belum tentu dapat tercipta Engagement yang baik. Apalagi di jaman sekarang yang di dominasi oleh para Millennials yang tidak mudah untuk meng-engage mereka.

Dalam pembahasan ini, Ibu Wardhani memberikan tips untuk menciptakan atau membangun engagement terhadap Karyawan demi memberikan rasa aman dan nyaman dalam bekerja. Dengan demikian dapat menjalin hubungan yang baik dengan rekan juga atasan, sehingga Karyawan dapat merasa engage dengan perusahaan. Engagement itu suatu ikatan yang bukan hanya kesenangan tapi Karyawan merasa bahwa mereka sesuai dengan tempatnya, sehingga mereka mampu merasakan “office is my second home”. Jika Karyawan merasakan tidak engage dengan perusahaan, kapanpun mereka akan bisa pergi, terlebih bila mereka mendapatkan tawaran yang lebih menarik dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Ibu Wardhani juga menyampaikan bahwa kini 75% karyawan millennials yang ada di perusahaan akan menjadi bagian yang akan ikut dalam pemecahan masalah. Apabila semua keinginan kaum millennials terpenuhi maka mereka akan betah berada di perusahaannya. Harapan bagi millennials adalah tempat kerjanya yang “Good Place to Work” yang terdiri dari Flexibility, Humanity Workplace, Culture of Recognition dan Inclusion and Diversity.

Saat ini karyawan atau para pencari kerja juga sudah bertransformasi. Mereka tidak mencari karir namun mereka mencari pengalaman. Dengan keadaan yang sudah berubah ini, Ibu Wardhani juga menjelaskan bahwa saat ini kita hidup berdampingan dengan pandemi. Mengutip dari seorang penulis dan pengamat yakni Andi Crouch bahwa pandemi ini adalah Rupture atau pematahan yang terdiri dari 3 macam yaitu Abruption, Interruption dan Disruption. Dengan demikian, beliau mengajak para peserta untuk merubah cara Leadership menjadi Leadingship. Leadership selalu di depan dan selalu memberi komando melalui visi untuk jangka panjang. Sedangkan leadingship adalah harus tau dan memahami keadaan sekitar dengan waktu yang lebih pendek dari visi yang ada.

Online Sharing ini sangat inspiratif dan banyak memberikan tips yang bermanfaat bagi para Leader khususnya pengembangan kepemimpinan dalam tim baik Leadership maupun Leadingship dalam rangka membangun engagement tim / karyawan. Juga memberikan motivasi bagi setiap individu dalam melakukan pengembangan diri. Di akhir Sharing, Ibu Wardhani membuka sesi tanya jawab yang diikuti oleh 3 peserta yang bernama Ayu Putri Pramesti dari Vads, Zulfa dari KLIP DJP, dan Muhammad Faiz dari Tokopeedia. Ketiganya mendapatkan tips bagaimana memberikan penanganan terkait tim yang tidak achieve dalam target, cara coaching dan conseling dan tips menjadi bawahan yang disukai oleh pimpinan / atasan. (WH)