Buka Cerita Dewan Juri Individual TBCCI 2019

Dewan Juri perwakilan akademisi dan perusahaan praktisi Contact Center

Pemeran Lomba Individual The Best Contact Center Indonesia 2019 bukan hanya peserta dan panitia, salah satu pihak yang memiliki peranan penting dalam perlombaan ini adalah Dewan Juri. Dalam suatu perlombaan Dewan Juri dinilai sangat vital karena menjadi penentu penilaian peserta lomba. Objektivitas sudut pandang Juri tidak boleh berakhir pada keraguan hasil, karena dapat menurunkan tingkat independen seorang juri.

Pada Lomba Individual The Best Contact Center Indonesia yang dilaksanakan tanggal 29, 30 dan 31 Juli 2019 panitia mengundang 15 Dewan Juri untuk menilai kemampuan peserta lomba. Juri yang didatangkan berasal dari Juri akademisi dan Juri dari perusahaan praktisi Contact Center. Beberapa Dewan Juri akademisi yang di datangkan diantaranya berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Jayabaya dan Kalbis Institute. Sedangkan untuk Juri perwakilan dari praktisi Contact Center diantaranya Bank Central Asia, Sale Stock, Bliblibcom, DHL Express, JNE dan beberapa perusahaan praktisi Contact Center lainnya.

Dalam perlombaan Individual The Best Contact Center Indonesia ruangan yang digunakan peserta untuk lomba dinilai oleh 16 hingga 18 Dewan Juri, dan 5 diantaranya adalah Dewan Juri perwakilan dari akademisi. Sebelum melakukan penilaian terhadap peserta, Dewan Juri diberikan score card oleh panitia. Score card yang diberikan oleh panitia berisi poin-poin yang harus dinilai oleh Dewan Juri. Saat melakukan penilaian Dewan Juri diharuskan menilai peserta lomba dengan objektif.

Dewan Juri sebelum melakukan penilaian

Sebelum para peserta lomba masuk ke dalam ruang lomba, Dewan Juri sudah berada di ruangan terlebih dahulu. Saat perlombaan dimulai dengan peserta nomor urut pertama seluruh Dewan Juri dengan seksama mendengarkan isi materi peserta dan menilai presentasi yang dibawakan oleh peserta satu per satu. Dalam perlombaan Individual ini Juri harus memahami isi materi yang disampaikan oleh peserta. Suatu tantangan menarik yang memacu kompetensi para Dewan Juri.

Saat presentasi berlangsung Dewan Juri hanya diperbolehkan mendengarkan isi materi yang disampaikan peserta dan tidak boleh memberikan komentar apapun terkait materi tersebut. Kecuali pada saat peserta selesai menyampaikan materi, salah satu Dewan Juri mewakili Juri yang lain untuk memberikan pertanyaan fish bowl yang telah disiapkan oleh panitia. Dan ketentuannya hanya juri perwakilan akademisi lah yang dapat membacakan fish bowl tersebut.

Peserta saat menjawab pertanyaan fish bowl yang dibacakan Juri

Selama proses penilaian, Dewan Juri dengan serius mencatat dan memahami jawaban peserta dari pertayaan fish bowl yang mereka bacakan. Dewan Juri tidak diperkenankan untuk memotret dan merekam materi dan jawaban yang diberikan peserta. Tidak ada pelanggaran fatal yang dilakukan Dewan Juri pada saat melakukan penilaian. Mereka dengan kompetensinya memberikan penilaian yang terbaik untuk para peserta tanpa melihat latar belakang peserta.

Dewan Juri melakukan penilaian kepada peserta

Beberapa ketentuan yang disampaikan panitia di awal perlombaan kepada Dewan Juri dilaksanakan sebagaimana mestinya. Salah satunya Juri diperkenankan menyimak materi peserta hingga selesai tanpa harus mengeluarkan pendapatnya sepatah kata pun. Hal ini terbukti dari wawancara yang dilakukan kepada salah seorang peserta wanita dari Astra Honda Motor yang bernama Wahyuni, wanita cantik berambut lurus ini mengatakan, “Saya sudah dua kali mengikuti perlombaan ini, namun menariknya pada saat presentasi saya merasa agak tegang, juri-jurinya luar biasa sekali, ekspresi mereka yang datar pada saat saya menyampaikan materi sebenarnya memacu mentalitas kita agar semakin terlatih”.

Dewan Juri juga merasa tertantang pada saat melakukan penjurian seperti yang dipaparkan oleh Muhammad, salah satu Dewan Juri perwakilan dari akademisi Universitas Trisakti “Saya merasa tertantang terkait penilaian terhadap peserta. Seringkali tidak mudah bagi para Juri untuk memberikan penilaian yang berbeda karena rata-rata semua peserta sudah baik, materinya sudah baik. Walaupun belum sempurna namun semua sudah sangat baik. Perbedaan angka yang sangat kecil untuk penilaianpun bisa menjadi bobot yang signifikan dalam memberikan penilaian”.

Muhammad, salah satu Dewan Juri perwakilan dari akademisi Universitas Trisakti saat memaparkan pendapatnya tentang tantangan menjadi Juri

Penilaian oleh Dewan Juri dilaksanakan dari pagi hingga sore hari selama tiga hari berturut-turut. Ada kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dewan Juri selepas melakukan penilaian. Dewan Juri berkumpul bersama untuk melakukan sesi foto bersama di dalam ruang lomba dibantu oleh panitia. Bahkan tak jarang para Juri juga berfoto di photobooth yang tersedia untuk mengabadikan momennya. Dewan Juri berharap di tahun mendatang peserta dari berbagai perusahaan dapat mengikuti ajang lomba The Best Contact Center ini karena banyak manfaat yang diperoleh dari ajang TBCCI, salah satunya adalah dengan mengikuti ajang TBCCI perusahaan praktisi Contact Center dapat memiliki tolak ukur terbaru dalam melakukan pelayanan Contact Centernya. (WH)