BLACK BOX DI TANGAN SI SEKSI GADIS TORAJA

Gairah Windy Pasongli si gadis yang berasal dari tanah Toraja berawal dari sebuah mimpi untuk terbang, akhirnya mengantarkan gadis Sulawesi Selatan ini ke Jakarta. Wanita kelahiran 27 tahun silam yang kami wawancarai di sela-sela latihan untuk kategori best of the best agent di gedung Kalbis Institute lantai 7, jalan Pulomas Selatan, Jakarta Timur (10/07). Ia menjabarkan perihal presentasi yang akan dia tampilkan dengan tema pilot.

Tema pilot yang dia usung memiliki filosofi bahwa seorang pilot itu tidak hanya sekadar mengemudikan sebuah pesawat tapi juga memilki tujuan akhir, tandas Windy sapaan akrab gadis  cantik yang bekerja di PT. AXA Services Indonesia.

Customer Satisfaction & Pilot

Customer satisfaction  menjadi prioritas target utama Windy dalam mengikuti ajang ICCA 2018 (Indonesia Contact Center Awards) untuk mempresentasikan segala ide yang telah dirancang dalam satu tematik, yaitu ‘pilot’. Segala tantangan yang akan ia hadapi demi mencapai kepuasan pelanggan, ia sandingkan dengan 3 istilah, yaitu bad weather, time, dan navigation. Windy menjelaskan dengan antusias dan meyakini bahwa presentasi yang akan ditampilkan sangatlah terstuktur dan tematik.

Bad weather (cuaca buruk) ia ibaratkan sebagai komplain nasabah. Waktu, pilot bukan lah sekadar pesawat namun juga bisa mengantarkan apa yang Windy inginkan dengan ketepatan waktu. Navigasi adalah petunjuk arah, navigasi sendiri memiliki peranan penting dalam call center sebagai product knowledge. Semua ide dan kreatifitas dalam presentasinya terinspirasi dari istilah-istilah dunia penerbangan yang ia terapkan dalam call center.

Black Box

Istilah yang paling menarik dan memberikan gairah untuk Windy adalah ‘black box’. Sebuah alat dalam istilah dunia aviasi yang memiliki peranan penting bagi Windy. Berbeda dengan black box yang berada di pesawat, black box versinya “berwarna hitam isinya berwarna putih”.Itu lah analogi yang Windy sebutkan. Black box yang Windy jelaskan adalah dalam bentuk kotak check list, karena kotak check list itu sendiri dapat mempermudah dalam memberikan informasi kepada nasabah terutama nasabah petugas rumah sakit, kebetulan ia juga menangani nasabah penjaminan rumah sakit. Berbeda dengan call center lainnya, call center yang Windy geluti memang sedikit unik. Pasalnya, ia harus membuat syarat dan ketentuan tentang product knowledge ke dalam data pada ms. excel yang berbentuk seperti kamus mini yang memiliki efektifitas dalam memberi kemudahan untuk mengoperasikan sistem saat bekerja.

Fly

Persentasi terakhir dan motivasi pengembangan diri yang akan ia angkat adalah ‘fly’. Layaknya seorang pilot, ia analogi kan juga untuk mengantarkan mimpi-mimpi terbang tinggi, “keluarga saya yang mengajarkan untuk terus memberikan pelayanan, karena cinta yang mengajarkan saya bagaimana indahnya memberikan pelayanan terbaik dalam diri kita, karena anda! anda! sekalian, saya bisa memberikan pelayanan yang terbaik” pungkas si cantik.

 

Windy and team

ICCA

Dengan adanya ajang ICCA ini, Windy bisa berkesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing dalam menghadapi dunia luar. Wanita yang saat kecil bercita-cita sebagai pilot ini menjabarkan impiannya saat kecil ketika sebuah pesawat melintas di langit, ia selalu berteriak penuh harap “Pesawat! Pesawat! Minta duit!”  hal ini menjadi inspirasi yang cukup ‘OKE’ bagi Windy. “Hal ini lah yang akan mengantar saya untuk terbang ke Turki”,sambil tertawa lepas.

Cita-cita masa Kecil dan tantangan

Bagi Windy cita-cita menjadi pilot di masa lalu hanya berlaku semasa ia kecil, namun realitas saat beranjak dewasa yang saat ini berjalan sesuai waktu, justru berbeda. Tapi keberadaannya di call center justru menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dara Toraja ini. Windy menerapkan 3 hal mengenai disiplin, yaitu disiplin kehadiran, disiplin peraturan, dan disiplin proses, yang menjadikannya sebagai pendengar yang baik bersifat empati, dan melakukan yang terbaik dalam hal apapun, itulah kiat Windy dalam menikmati dunia call center.