Bantu Wajib Pajak, Annisa Mawarni lakukan Kepo Time dan Travel Time Therapy

Annisa Mawarni, Pemenang Gold kategori The Best Agent Inbound Large dari KLIP DJP

Bergabung dengan Kring Pajak 1500200 sejak tahun 2017 sebagai Agent Inbound, Annisa Mawarni Permatahati memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab. Seperti memberikan informasi seputar laporan perpajakan kepada Wajib Pajak, memberikan panduan mengenai penggunaan aplikasi perpajakan dimulai dari cara menginstall hingga cara menggunakan aplikasinya, dan melakukan proses administrasi serta pencatatan pada sistem. Untuk melaksanakan tugas dan tanggung dengan baik, tentu Annisa memiliki sederet kompetensi.

Kompetensi yang Annisa miliki terdiri dari 3 kompetensi. Kompetensi pertama adalah Cakap pengetahuan, yaitu pengetahuan mengenai kompleksnya peraturan perpajakan dan penggunaan puluhan aplikasi perpajakan. Yang kedua adalah pemecah masalah jitu bagi para Wajip Pajak. Dan kompetensi yang ketiga adalah Annisa mampu menjadi komunikator yang Andal, yakni dirinya dapat mengkomunikasikan solusi dengan cara yang efektif sehingga Wajib Pajak lebih cepat mengerti apa saja solusi yang disampaikan.

Dengan beberapa kompetensi yang dimiliki oleh Annisa, dirinya diberikan kesempatan untuk mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia 2019. Dalam ajang tersebut, Annisa mengikuti lomba Individual dengan membawakan presentasi yang berjudul Lorong Waktu. Judul Lorong Waktu yang diambilnya terinspirasi dari sebuah sinetron Lorong Waktu yang dibawakan oleh aktor senior Deddy Mizwar dan dua aktor lainnya seperti Jourast Jordy bersama dengan Hefri Olifian.

Dalam kesempatan ini, Annisa memutar balik kisahnya dalam melakukan pelayanan kepada Wajib Pajak. Setelah hampir dua tahun melayani, sudah sangat banyak hasil pelayanan yang Annisa ciptakan. Salah satunya adalah pelayanan yang diberikan kepada seorang Wajib Pajak yang bernama ibu Siti. Berkesinambungan dengan judul yang dibawakan olehnya, Annisa menceritakan 3 permasalahan yang pernah ia hadapi. Sejak awal ibu Siti sudah memiliki stigma yang buruk terhadap kantor pajak dengan berbagai latar belakang yang dimiliki. Sehingga pada saat Annisa melakukan pelayanan, permasalahan pertama yang dialami adalah pertanyaan ibu Siti yang tidak spesifik ke sebuah topik pajak. Ibu Siti hanya menanyakan “Mbak, usaha saya bayar pajaknya berapa ya?”. Hal tersebut membuat Annisa harus mencari tahu lebih dalam mengenai spesifikasi dan detail usaha serta pajak yang harus dibayar oleh ibu Siti.

Permasalahan kedua adalah ibu Siti seorang yang tinggi rasa ingin tahu, hingga segala pertanyaan yang ada dibenaknya dipaparkan tanpa ada jeda. Masih berlanjut, pada permasalahan yang ketiga yakni adanya kekhawatiran akan sanksi yang besar. Untuk menyelesaikan semua permasalahan, akhirnya Annisa bertekad untuk melakukan 3 kreativitas yang dapat membantunya dalam menangani permasalahan yang dihadapi.

Kreativitas pertama yang dilakukan adalah Melakukan Kepo Time yang terdiri dari Online Kepo dan Offline Kepo. Kepo saat Online yakni menggali informasi untuk memenuhi kebutuhan melalui pertanyaan pilihan, pertanyaan tertutup dan pertanyaan ya/tidak. Lalu untuk Offline Kepo yakni mencari tahu jawaban atas informasi yang dibutuhkan oleh ibu Siti dengan cara membuat Priority List yang disimpan ke dalam Kepo Bank (Catatan yang berisi informasi-informasi Wajib Pajak, yang sewaktu-waktu dapat diinformasikan kepada Wajib Pajak yang lain).

Kemudian kreativitas kedua yang dilakukan oleh Annisa adalah Time Travel Therapy yang terdiri dari 2 kegiatan yakni menenangkan dan mengarahkan Wajip Pajak. Karena kekhawatiran ibu Siti yang tinggi atas nominal pajak yang harus dibayarkan, Annisa mencoba mengarahkan ibu Siti secara perlahan. Arahan ini berupa pembahasan atas pertanyaan yang diajukan secara satu persatu. Kemudian Annisa juga berupaya untuk menenangkan dengan cara menginformasikan ketentuan perpajakan secara tenang sehingga kekhawatiran yang tadinya meruncing tajam, kini berkurang secara perlahan.

Dan kreativitas yang terakhir adalah Talking With Style. Dimana Annisa harus dapat memposisikan gaya bahasa dan intonasi yang dikeluarkan menyesuaikan dengan informasi yang diberikan kepada Wajib Pajak. Sehingga kalimat yang terucap dapat dipahami oleh para Wajib Pajak tanpa adanya kesalahpahaman.

Setelah melakukan 3 kreativitas tersebut, akhirnya Annisa dapat menuai hasil. Yakni tingkat kepahaman ibu Siti mengenai perpajakan yang semakin meningkat, merasakan lega atas pencapaian yang dilakukan dan meruntuhkan stigma negatif dengan terbangunnya kesadaran ibu Siti untuk membayar pajak usahanya. Tentunya hasil yang dicapai oleh Annisa bukan hanya itu, pengalaman yang dimiliki ini, disampaikannya kepada para juri The Best Contact Center Indonesia 2019. Sehingga Annisa Mawarni Permatahati mampu memenangkan medali Gold pada kategori The Best Agent Inbound Large yang telah diikuti. (WH)