5 Pengalaman Peserta Jambore TBCCI-ICCA 2015

Jambore TBCCI-ICCA 2015 : Buperta Cibubur, Minggu, 17 Mei 2015.

AstraWorld - Pengalaman Jambore TBCCI-ICCA 2015

Jambore The Best Contact Center Indonesia – Indonesia Contact Center Association (TBCCI-ICCA) 2015 berakhir pada Minggu, 17 Mei 2015. Di hari kedua Jambore TBCCI-ICCA 2015 ini, para peserta masih harus menyelesaikan beberapa tantangan yang menguji kecerdasan, ketangkasan, dan kekompakan kelompok.

Pagi hari, peserta mengikuti lomba ketangkasan dan kreativitas yang dikemas dalam lomba masak telur dan meniup balon. Dilanjutkan dengan dua lomba kecerdasan dan ketelitian, yakni mengenal bumbu dapur dan lomba sandi buku yang mencari kata berdasarkan baris dan halaman dalam buku menggunakan sandi atau kode tertentu. Sesi perlombaan ditutup dengan lomba water estafet yang mengharuskan tiap kelompok memindahkan air secara estafet dari satu titik ke titik lainnya.

Usai mengikuti semua perlombaan di hari pertama dan kedua Jambore TBCCI-ICCA 2015, saat yang dinanti-nanti tentulah pengumuman pemenang. Sekitar pukul 14.00 panitia mengumumkan siapa-siapa saja yang berhak menyandang gelar juara di Jambore TBCCI-ICCA 2015. Hampir semua peserta mendapatkan gelar juara, baik juara untuk tiap perlombaan maupun gelar the best team. Tahun ini tim Kring Pajak 1500 200 berhasil meraih gelar Grand Champion dan berhak mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Singapura untuk dua belas orang. Selamat untuk tim Kring Pajak!

Para pemenang Jambore TBCCI-ICCA 2015 memang telah diumumkan. Namun setelah dua hari menghabiskan akhir pekan bersama rekan-rekan sejawat, sesama praktisi contact center Indonesia, para peserta tentunya memiliki cerita-cerita sendiri selama mengikuti Jambore TBCCI-ICCA 2015.

Berikut pengalaman-pengalaman mengikuti Jambore TBCCI-ICCA 2015 yang tim penulis sarikan dari beberapa peserta, setelah mereka mengikuti kegiatan Jambore TBCCI-ICCA selama dua hari.

1. Makin kompak dengan anggota kelompok
AstraWorld - Pengalaman Jambore TBCCI-ICCA 2015Para peserta yang mengikuti Jambore TBCCI-ICCA 2015 merasakan dengan mengikuti ajang ini mereka merasa makin dekat dan kompak dengan rekan satu timnya. Di ajang ini, tanpa memandang posisi atau jabatan di kantor, semua anggota tim saling bekerja sama dan bahu membahu menyelesaikan tiap tantangan yang diberikan.

“Di Jambore TBCCI-ICCA ini kami jadi lebih mengenal pribadi masing-masing anggota kelompok. Kami jadi makin dekat dan akrab. Yang kami rasakan, masing-masing individu berperan sebagai bagian dari tim sehingga teamwork terbangun dengan sendirinya”, tutur Triantoro Prambudhi, ketua tim AstraWorld.

Kekompakan dalam tim mutlak diperlukan untuk menyelesaikan setiap perlombaan di Jambore TBCCI-ICCA 2015. Selama dua hari, para peserta diharuskan bersama-sama menyelesaikan tantangan Jambore TBCCI-ICCA 2015 dalam tiap lomba. Setiap perlombaan memerlukan strategi penempatan anggota yang tepat sesuai dengan bagian masing-masing yang harus diselesaikan arena kemampuan tiap personil tentunya berbeda-beda.

Menurut Frima dari Mandiri Call, perlombaan di hari pertama lah yang paling menguji kerja sama dan kekompakan tim. “Dari sekian lomba yang diikuti, yang paling menguji kerjasama tim menurut saya adalah lomba Neraca Keseimbangan”, ungkapnya.

Kesan yang tentu dirasakan juga tiap peserta yang berlomba. Kerjasama tim adalah hal yang paling utama. Ketangkasan, kecerdasan dan kreativitas tidak akan ada gunanya tanpa teamwork didalam anggota tim.

2. Memperluas networking
AstraWorld - Pengalaman Jambore TBCCI-ICCA 2015Jambore TBCCI-ICCA 2015 menjadi sarana silahturahmi antar praktisi contact center di Indonesia. Di ajang ini para peserta dapat saling mengenal, mengakrabkan diri, bahkan memperluas jejaring (networking). Saat ditemui tim penulis di tengah-tengah berlangsungnya lomba mengenal bumbu dapur, Nova dari Mandiri Call menuturkan, “Yang pasti seru, dan selain itu disini kita bisa mendapatkan relasi dan banyak teman baru. Siapa tahu nanti kita beli mobil di Astra.”

Hal senada juga diungkapkan Alfin, team leader Kring Pajak. “Mengikuti Jambore ini membuat kami dapat mengenal contact center dari perusahaan-perusahaan lain, dan juga menambah teman baru”, kata Alfin.

Keakraban antar perusahaan peserta Jambore TBCCI-ICCA 2015 terasa di luar perlombaan. Seperti keterangan yang diberikan Aniyah, peserta dari AstraWorld, bahwa pada malam hari tim AstraWorld, Indosat, dan Mandiri Call, yang memang letak tendanya saling berdekatan mengadakan acara barbeque. Bahkan menjelang berakhirnya Jambore TBCCI-ICCA 2015 beberapa peserta saling mengunjungi dan berfoto bersama.

3. Belajar hal-hal baru
Beberapa peserta Jambore TBCCI-ICCA merupakan pendatang baru alias newbie di ajang ini. Bahkan ada juga yang benar-benar newbie di dunia contact center. Sehingga ajang ini dimanfaatkan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai dunia contact center yang sesungguhnya. Linda dari contact center Bea Cukai menjelaskan, “contact center Bea Cukai baru sekitar satu tahun berdiri, dari ICCA ini kami ingin tahu bagaimana contact center dari perusahaan lain dan melihat cerminan seperti apa contact center melalui lomba-lomba dalam Jambore”.

Ada perlombaan di Jambore TBCCI-ICCA 2015 merupakan hal baru bagi beberapa peserta, terutama bagi yang baru pertama kali mengikutinya. Sebut saja lomba yang mengharuskan memecahkan kata sandi Pramuka dan Morse. Tidak semua peserta familier dengan sandi-sandi yang digunakan dalam perlombaan sehingga mereka pun harus mempelajarinya supaya bisa menjawab soal-soal perlombaan.

Bagi AstraWorld yang pertama kalinya mengikuti Jambore TBCCI-ICCA, lomba-lomba kata sandi merupakan tantangan tersendiri. “Sampe keringetan dengerin dan mikir kode-kode Morse yang diberikan”, tutur Rias Nita, anggota tim AstraWorld I. “Meskipun sebelumnya sudah belajar tapi tetap aja kesulitan nerjemahin kode-kodenya”, tambah Iyaz panggilan Rias Nita.

Bukan hanya newbie yang mendapat pengetahuan baru dengan mengikuti Jambore TBCCI-ICCA. Peserta yang sudah berpengalaman mengikuti Jambore TBCCI-ICCA tahun-tahun sebelumnya juga merasa mendapat hal-hal baru di setiap pelaksanaan Jambore. “Tetap saja ada pengalaman baru meskipun sudah beberapa kali ikutan Jambore karena lomba-lomba yang diadakan tiap tahunnya cukup variatif”, kata Ical dari Indosat.

4. Mengasah kreativitas
AstraWorld - Pengalaman Jambore TBCCI-ICCA 2015Kreativitas merupakan salah satu poin penilaian dalam Jambore TBCCI-ICCA. Kreativitas para peserta dinilai dari bagaimana mereka menghias area tenda yang menjadi wilayah mereka. Karena itulah para peserta berkompetisi menghias area tenda nya sebaik dan semenarik mungkin. Mulai dari gapura, pagar, dan properti lain di sekitar area tenda tak luput dari kreativitas para peserta. Hasilnya, tenda-tenda tampil lebih menarik dengan beragam dekorasi. Ada yang mengangkat tema hutan, budaya Tionghoa, urban city living, perkampungan, atau layanan perbankan.

AstraWorld yang terpilih sebagai “The Best Creative Team” di Jambore TBCCI-ICCA 2015 mengakui bahwa kreativitas mutlak diperlukan untuk menghias area tenda. “Dengan segala keterbatasan yang ada, mau tidak mau kami harus mengandalkan kreativitas supaya bisa membuat tampilan area tenda kami jadi meriah dan tak kalah dengan tim-tim lain. Kami manfaatkan berbagai barang bekas yang di daur ulang untuk jadi properti tenda. Maka dari itu, konsep tenda kami Creative-Recycle-Simple-Humble”, jelas Fauzia Fitly Anandayu, salah satu anggota tim AstraWorld.

5. Belajar fairplay dan berlomba dengan sportivitas

AstraWorld - Pengalaman Jambore TBCCI-ICCA 2015
Suasana kompetisi sangat terasa sepanjang Jambore TBCCI-ICCA 2015. Setiap kelompok peserta tentunya ingin tampil sebagai pemenang dan mengalahkan para pesaingnya. Segala daya upaya dikeluarkan demi meraih gelar juara. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari supaya bisa menjadi juara. Latihan mendirikan tenda, mempersiapkan dekorasi area tenda, latihan fisik, sampai membekali diri dengan berbagai pengetahuan umum, ditempuh para peserta untuk menghadapi perlombaan-perlombaan di Jambore TBCCI-ICCA 2015.

Meski berkompetisi menjadi yang terbaik, namun para peserta Jambore TBCCI-ICCA tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perlombaan. Mereka berusaha tetap berkompetisi dengan cara yang jujur dan penuh sportivitas. “Kita semua memang ingin menjadi juara, tetapi kita juga tahu harus tetap bermain jujur dan mengutamakan sportivitas. Kalaupun kita menang, kita memang layak jadi pemenang dan memang jago dalam perlombaan”, tutur Edu Pawangi, team leader AstraWorld di Jambore TBCCI-ICCA 2015.

Menjadi pemenang tentu saja menyenangkan. Kalaupun kemenangan belum berpihak pada kita untuk saat ini, anggaplah semua itu bagian dari proses menuju kemenangan sesungguhnya.

Enjoy the journey, enjoy every moment, and quit worrying about winning and losing
(Nikmati prosesnya, nikmati setiap momen, berhentilah mengkhawatirkan menang-kalah)
Matt Biondi (mantan atlet renang Amerika, pemegang 11 medali Olimpiade)

Kita Menang, Kita Senang. Walau Kalah Tetap Sumringah!