​TBCCI 2017 : Rupa-rupa warnanya

Kalbis memikat orang-orang terbaik dari Contact Center di Indonesia. Seyogyanya, 478 penggagas inovasi di bidangnya masing-masing akan berbagi ide-ide brillian di depan para Juri.
Senin, 24 Juli 2017 Jakarta begitu cerah. Puluhan orang berbaju rapi dan menawan menjejakkan kaki di Kalbis institut. Dengan tatapan dan senyum yang menyiratkan optimisme, mereka menuju lantai 6 dan 7. Di tempat ini, TBCCI 2017 berlangsung.

Sinestesia; metafora yang mengejawantahkan kaitpaut inderawi satu dengan yang lain. Seperti halnya pernah diangkat pula pada Album Band Indie Efek Rumah Kaca yang memilih penjudulan lagu dengan warna-warna yang menggambarkan sebuah rasa. Begitu detail peserta TBCCI 2017 memperhatikan segi pesona yang dimiliki dari mulai fashion, slide design, serta aroma parfum yang tujuan sebagai anchor yang memberikan daya ingat serta daya ikat kepada siapa yang menyaksikan penampilannya. Warna-warna dalam slide design tersebut pula yang memberikan aura dalam presentasi serta taste dan seni berpikir yang diutarakan para talenta TBCCI ini.

Hari perdana kategori dilombakan, yakni kategori Agent Sosial Media yang tebagi 2 sheet (Small dan Large), Quality Assurance (Small dan Large), BTB Quality Assurance, BTB Support (Desk Control, Trainer dan IT Support). Tiga kategori terakhir, dilebur jadi satu sesuai kesepakatan technical meeting.

Penyatuan 3 kategori tersebut, cukup memberi atmosfer tersendiri peserta. Seperti yang disampaikan Erni Juliwati peserta BTB Trainer dari Bank Mandiri, penggabungan ini memberi tantangan tersendiri, khususnya pada fish bowl. Ada kekhawatiran jika pertanyaan yang keluar tidak sesuai dengan kategori peserta. Meski begitu, Erni yang berkesempatan membagi gagasannya di ruang 5 lantai 7, optimis panitia sudah memikirkan hal tersebut. Serta motivasi menarik oleh trainer yang berada di perusahaan perbankan ini bahwa investasi tidak melulu perihal uang namun bisa jadi adalah aktifitas positif yang dilakukan menjadi tabungan meraih kebahagiaan.

Atmosfer pejuang tampak begitu kuat, terlebih suasana ruangan presentasi. Ada perubahan signifikan begitu nama para peserta dipanggil. Wajah-wajah mengeras, dan tangan mendadak dingin. Namun ketegangan segera hilang begitu presentasi mengalir.

Tak kalah panas, suasana lantai 6 pun sangat membakar. Best of the best Quality Assurance berlangsung dilantai ini. Sejumlah 9 peserta dari perusahaan yang berbeda, satu persatu memaparkan kreatifitasnya. Erla Yulianto, peraih Platinum dikategori yang sama pada TBCCI 2016 lalu, menghipnotis para Juri dengan analogi Pesta Panennya. Lewat sentukan musik dangdut dan gaya flamboyan, peserta dari PT Telkom Indonesia ini berhasil membagi inovasinya di depan para Juri.

“Saya hanya ingin berbagi ide, dengan harapan bisa bermanfaat bagi insan Contact Center di Indonesia. Alhamdulillah senyum dewan juri menambah yakin dan nyaman saat berbagi.”, katanya dengan senyum khas dan lesung di pipi.

Di ruang lain, jawara media sosial mengupas ide segar mereka dengan manis. Ika Rahayu, perwakilan dari JNE memilih warna merah sebagai warna dasar gagasan. Selain segar, warna merah mencerminkan sosoknya yang aktif dan dinamis.

Lain JNE, lain pula BCA. Muhammad Thayib Isfari, BTB Desk Control dari BCA, memilih warna hitam sebagai dasar design Slide Presentasi. Dengan senyum khasnya, Thayib mampu menghipnotis para juri dengan gagasan dasar; Desk Control punya pengaruh pada mentalitas agent CC BCA yang memiliki 100% agent millenial.

Hari di Kalbis terasa lebih lebih singkat. Pekikan kemenangan mengisi sudut-sudut ruang gedung. Juga doa dan optimisme yang terukur.

Tahun ini, ajang Contact Center paling akbar di Indonesia terasa lebih berwarna. Gagasan-gagasan mengalir menginspirasi seluruh ruangan, menjadikan dunia contak center melesat makin maju.

Selain lomba individu, hari ini juga berlangsung lomba multimedia. Di lomba Video, 5 perusahaan berkompetisi menunjukkan kreatifitas mereka. Sedang lomba foto, 11 perusahaan ikut serta menunjukkan siapa yang terbaik. Dan di kategori writer, 5 perusahaan berkesempatan merekam suasana lomba lewat bahasa.

TBCCI 2017 yang mengalami peningkatan dalam segi jumlah peserta baik dalam nominal perusahaan maupun individu ini nyatanya memberikan level kompetisi yang semakin kompetitif. Serta di tahun yang akan menganugerahkan Benchmarking ke Eropa, Thailand serta Singapura – Johor ini akan menyajikan rupa-rupa gagasan. TBCCI 2017; rupa-rupa warnanya.

~Laporan Pandangan mata Deska dan Sulhadi, kontributor dari PT Telkom Indonesia. ~

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.