Woman in Black

“In order to be irreplaceable, one must always be different. Simplicity is the keynote of all true elegance”

Tampaknya kutipan dari Coco Chanel diatas, sangat tepat menggambarkan sosok wanita yang turut serta hadir di ajang kehormatan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2018 yang di selenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA). Wanita itu bernama Erni Sunarti Widiawati, atau yang lebih akrab disapa Dhedhe. Simpel, simpel, dan simpel. Begitulah karakter yang Dhedhe ungkapkan mengenai pribadinya. Dara cantik kelahiran 28 Februari 1984 tersebut, ditunjuk sebagai dewan juri TBCCI 2018 oleh Indonesia Comnet Plus (ICON+) perusahaan tempat ia bekerja.

Indonesia Comnet Plus (ICON+) merupakan anak perusahaan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. ICON+ sendiri memiliki beberapa bidang usaha salah satunya adalah layanan bagi contact center. Dimana perusahaan tersebut dapat menyediakan infrastruktur dan human resource bagi suatu perusahaan yang ingin membuka layanan contact center. Disanalah seorang Dhedhe sejak tahun 2010 mengembangkan sayapnya sebagai agent contact center berstatus Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT). Berkat kedisiplinan, kesabaran, dan kerja kerasnya ditahun 2017 ia diangkat menjadi Pegawai Tetap dengan jabatan Officer Data Maining. Hal ini tentunya membantah anggapan sebagian orang bahwa bekerja menjadi agent contact center hanyalah sebuah batu loncatan.

Dhedhe Sang Juri.

Rabu, 11 Juli 2018 merupakan hari kelima bagi Dhedhe mengunjungi kampus Kalbis Institute, Pulomas, Jakarta Timur untuk memberikan penilaian kepada setiap peserta lomba presentasi TBCCI 2018. Kesan pertama yang timbul dari Dhedhe adalah “jutek” namun tak disangka saat diwawancarai, ternyata terlihat karakter Dhedhe bahwa ia adalah sosok yang sangat ramah dan bersahabat

Sesi wawancara Dhedhe di sela-sela break.

 

Sebagai juri TBCCI 2018, Dhedhe melakukan penilaian dari berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi penampilan, delivery presentasi dan yang paling penting adalah konten. Penilaian terkait konten dari presentasi yang dibawakan oleh peserta, menitik-beratkan kepada program apa yang dijalankan dan bagaimana impact terhadap perusahaan.

“Ada salah satu peserta yang membuat saya terkesan. Dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan peserta itu, mereka dapat berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia. Contohnya, perusahaan tersebut dapat membantu anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan. Jadi, perusahaan tidak hanya mengutamakan penjualan atau sisi bisnis, tetapi juga ada impact positif dari sisi humanity.” tutur Dhedhe menceritakan pengalaman yang berkesan tentang peserta lomba selama jadi juri TBCCI 2018.

Dhedhe di ruang 3, lantai 7 Kalbis Institute.

Wanita berdarah Sunda-Manado ini telah menghabiskan waktu selama delapan tahun didunia contact center. Salah satu prestasinya yang membanggakan adalah, ia pernah meraih juara Silver di ajang bergengsi TBCCI di tahun 2014 untuk kategori corporate.

“Bagi saya TBCCI 2018 ini seperti hajatan praktisi contact center. Kalau dulu saya sebagai peserta, pressure-nya adalah ekspektasi perusahaan yang harus saya capai. Akan tetapi ketika saya sebagai dewan juri, selain memberikan penilaian saya juga dapat mengukur mengenai apa yang harus dikembangkan oleh perusahaan.” ungkap Dhedhe ketika ditanyakan motivasinya sebagai juri. Dari penjelasannya tersebut, dapat dikatakan bahwa Dhedhe adalah seorang pegawai yang reliable.

 

Different but Cool

Wanita pecinta travelling adventure itu mengidolakan aktris luar negeri kenamaan yaitu Kate Blanchett.  Dhedhe menyukai warna hitam. Tak heran hari itu ia memilih mengenakan blazer dan celana hitam ditambah dengan sepatu boots yang membuat penampilannya semakin mengesankan ala detective. Ya, penampilannya sangat berbeda dengan juri-juri lainnya. Saat ia keluar dari ruang presentasi, sering kali ia menjadi sorotan karena style nya yang eye-catching. Tampaknya heels bukan pilihan seorang Dhedhe seperti kebanyakan wanita kekinian. Namun ketika ditanyai kenapa ia memilih boots ia menjawab sambil tertawa, katanya..

“Sebenarnya saya pilih boots, karena saya sulit menemukan sepatu wanita no. 41 apalagi heels..” ungkap Dhedhe tertawa geli.

Satu kata yang tepat untuk melukiskan sosok  Dhedhe yaitu “keren”.