Tari adalah Jiwa Saya

Selasa yang cerah. 10 Juli 2018, peserta The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2018 kembali berdatangan satu persatu dan melakukan registrasi di lantai 7 kampus Kalbis Institute. Masih di ajang yang sama, peserta dari berbagai perusahaan kali ini mengikuti lomba presentasi untuk kategori Agent Inbound. Jika hari Senin kemarin adalah presentasi untuk kategori Agent English, Agent Specialist, Customer Service dan Quality Assurance, pada kesempatan kali ini giliran peserta dari kategori Agent Inbound menampilkan segala kemampuan dan keunikan selama 15 menit dihadapan para dewan juri yang hadir.

Di tengah hiruk pikuk ramainya insan contact center yang lalu lalang di sebuah lorong kampus, terlihat peserta lomba sedang mempersiapkan diri sebelum masuk ke dalam ruangan perlombaan. Ada yang menarik diantara peserta lain. Seorang pria, mengenakan seragam berwarna orange dengan corak batik di seragamnya, terlihat sedang latihan menari sebelum penampilannya.

Semandari, Agent Inbound KAI.

Dia adalah Semandari. Pria berdarah Gayo Aceh ini menjadi perwakilan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kategori Agent Inbound. Sebelum bekerja di contact center dan berpartisipasi dalam lomba TBCCI, Semandari adalah lulusan program studi Sendrataristik dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Tak mengagetkan kalau dia terlihat sedang latihan menari sebelum penampilannya. Tidak lama setelah lulus kuliah, tepat di tahun 2017, lajang asal Aceh ini memulai karirnya di Contact Center 121 sebagai Agent Inbound.

Bekerja di contact center membuatnya bangga. Walau berbeda dengan pendidikan yang ditempuhnya saat kuliah, tidak membuatnya merasa kecewa. Restu dari orang tua menjadi pemicu semangatnya untuk menjalankan tugas sebagai Agent Inbound CC121. “Bekerja di contact center adalah pekerjaan mulia yang membantu pelanggan untuk memberikan informasi, menerima saran dan menyelesaikan setiap keluhan pelanggan”, ungkapnya.

Semandari mengenal ajang TBCCI ketika menjadi supporter dari CC121 pada tahun 2017. Tak disangka, tahun ini dia menjadi peserta lombanya. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi Agent Inbound ini. “Gere betih kenah gere kenah gere bersaudare” tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak bersaudara. Ya, itu adalah ungkapan Semandari ketika dia menceritakan bagaimana opening presentasinya. Anak bungsu dari enam bersaudara ini, siap untuk menginspirasi dan mengibur para dewan juri dengan presentasinya. Walau merasa deg-degan, dia tetap enjoy untuk membawakan presentasinya.

Menari di sela presentasinya.

Di sela-sela presentasinya, Semandari sering menampilkan tarian-tarian singkat dari daerah asalnya. “Tari adalah jiwa saya”, ungkapnya. Dia menganalogikan tantangan-tantangan yang di hadapi sebagai Agent Inbound seperti seni tari. Tanpa belajar dan memahami seninya, kita tidak akan bisa menari. Oleh karena itu sebagai Agent Inbound, kita harus melatih diri untuk terus belajar untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan (service excellence). Seperti yang diungkapkan Semandari di materi presentasinya, “Untuk mencapai pelayanan yang optimal, saya menggunakan metode 5M yaitu mendengarkan, menanyakan, mencatat, menenangkan dan memberikan solusi yang tepat”.

Agar dapat memberikan performansi terbaik, Semandari tidak pernah berhenti untuk terus belajar dan berlatih. Bekerja di bidang pelayanan dengan jam kerja shifting, tentu akan menguras waktu dan tenaganya. Namun dia tidak lupa meluangkan waktunya untuk tetap aktif di sanggar tari dan berkumpul dengan komunitas pecinta kereta api. Hal ini memotivasinya agar selalu semangat dalam bekerja.

Tidaklah mudah untuk memberikan hasil yang optimal. Dari semua proses yang sudah dilalui, persiapan yang cukup, latihan secara rutin, bagaimana menguasai materi dan memberikan penampilan yang terbaik, membuat Semandari yakin bisa menjuarai ajang bergengsi insan contact center di tahun 2018 ini.

Semandari bersama supporternya.