Pengalaman Berharga dari TBCCI 2017

ATB, Jakarta – Banyak pengalaman, pengetahuan dan momen tak terlupakan terekam dalam ingatan selama berlangsungnya kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017. Ratusan peserta dengan talenta yang luar biasa, membuat kompetisi terasa seperti arena kejuaraan yang seluruh kontestannya adalah pemenang.

Peserta yang berkompetisi hari ini banjir dukungan suporter dari perusahaan masing-masing dengan kemeriahan yang luar biasa. Tampak suporter dari BNI Life Insurance, Kereta Api Indonesia, Perusahaan Gas Negara dan Telekomunikasi Indonesia menyuarakan yel-yel sesaat sebelum wakil perusahaan mereka melakukan presentasi. Kekompakan tim pendukung peserta ini, menambah semangat para peserta lebih percaya diri untuk maju ke ruang penjurian.

Penjurian untuk presentasi kategori individu di ajang (TBCCI) 2017 memasuki hari keempat. Hal ini menandakan hari terakhir para peserta berkompetisi dalam kategori individual, talent khusus Video, Foto serta Writing Contest.

Kumyati, salah seorang peserta kategori Agent Disability memaparkan bahwa “mindset” menjadi tantangan paling besar selama menjalani tanggung jawab sebagai Agent. Wanita berhijab ini menuturkan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang Agent dengan keterbatasan yang dimiliki, dimana ia harus merubah pola pikir dan membuktikan bahwa ia mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaannya seperti layaknya orang lain. Agent dari Telkom Corporate Customer Care Center atau yang lebih dikenal dengan Telkom C4 ini menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 300 Agent C4 yang tersebar di Jakarta dan Bogor.

Kumyati, salah seorang peserta kategori Agent Disability dari Telkom Corporate Customer Care Center.

Tampil presentasi di hadapan juri dengan menggunakan kursi roda bukan jadi sebuah hambatan, dengan semangat yang kuat dan percaya diri, Kumyati bisa melaluinya dengan lancar mulai dari awal sampai selesai materi. Presentasi yang ia bawakan bahkan mendapatkan perhatian dewan juri yang tampak antusias menyimak paparan materi yang disampaikan. Selama berada di area kompetisi TBCCI 2017, Kumyati memperlihatkan kemandiriannya dengan mengurus semua persiapan presentasi sendiri.

Berbicara mengenai kemandirian, konsep leadership yang disampaikan Angela Wanodya Sawangi, peserta Best of Best Team Leader Customer Service dari Bank Central Asia dalam presentasinya layak untuk di jadikan panduan. Wanita yang akrab disapa Angi ini menjelaskan bahwa sudah saatnya para leader di perusahaan meninggalkan cara lama dalam kepemimpinannya. Staf yang dipimpin harus diberikan pemahaman dan tugas sebagai seorang owner dari perusahaan.

“Setelah saya menjalankan konsep leadership ini di unit saya, staf yang berada dibawah saya menjadi sangat mandiri. Mereka hanya mengeskalasi kasus yang benar-benar stuck karena limit atau karena bingung harus memberikan solusi apa lagi. Setelah kita implementasikan konsep leadership ini, mereka bekerja dengan happy dan memberikan seluruh kemampuannya karena mereka merasa sebagai direktur dari masing-masing perusahaan. Jadi mindsetnya sudah berubah sebagai penggarap bisnis bukan hanya sekedar karyawan,” jelas Angi Team Leader yang tampil anggun dalam balutan dress bernuansa batik ini dengan semangat.

Angela Wanodya Sawangi, (kanan) peserta Best of Best Team Leader Customer Service dari Bank Central Asia terlihat ceria bersama rekan kerja usai tampil di ajang kompetisi TBCCI 2017

Peserta lain yang berbagi pengalaman mengenai kemandirian dalam melayani pelanggan datang dari perwakilan Angkasa Pura II. Lucky Nurhalim yang mengikuti kategori Best of Best Social Media menyampaikan, bahwa menjalankan tanggung jawab menangani social media perusahaan membutuhkan keterampilan dan kemandirian dalam memberikan informasi. Kesigapan untuk mencari solusi dan kemampuan berkomunikasi secara nonverbal sangat diperlukan.

Hal tersebut diamini oleh Agoes Soepriyanto, atasan Lucky pada hari terakhir turut ambil bagian, Agoes tampil dalam kategori Manager Customer Service. Dia menjelaskan, bahwa sangat penting untuk menciptakan tim di lingkungan kerja yang bisa bekerja mandiri. Meski timnya bekerja secara mandiri, namun fungsi pengawasan tetap dijalankan salah satunya bisa melalui unit Service Quality Inspector.

“Meskipun staf diarahkan untuk mandiri dalam pekerjaannya, kami tetap memantau agar setiap proses yang terjadi di lingkungan kerja sesuai dengan porsi dan standarisasinya. Jadi bekerja secara mandiri itu kami jadikan dan sebagai budaya. Selain itu, saya juga menerapkan metode balancing yang artinya bahwa kita berada dalam lingkungan kerja yang underpressure jadi penting untuk menyeimbangkannya dengan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Sesibuk apapun, waktu bersama keluarga harus menjadi prioritas,” tambah pria yang memiliki hobi touring dengan motor gede ini.

Adapun kategori yang diikuti oleh peserta di hari terakhir meliputi kategori Customer Service (Large & Small), Team Leader Customer Service, Team Leader Outbound, Telemarketing, Telesales, Best of Best Customer Service & Social Media, Manager Customer Service, Best of Best Outbound, Best of Best Team Leader Customer Service & Outbound dan satu kategori khusus yang baru diperlombakan di tahun ini yaitu kategori Agent Disability.

“Kategori Customer Service diperuntukkan bagi staf yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dalam pelayanan Termasuk di dalamnya Telemarketing dan Telesales. Selain itu secara khusus hari ini ada kategori disabilitas yang akan berlomba di ruangan dua nanti siang. Ada delapan peserta yang akan bertanding yang merupakan wakil dari Telekomunikasi Indonesia, Telkom C4, Bank Indonesia, Bank Central Asia dan Bank Mandiri,” jelas Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference di lantai enam aula Kalbis Institute.

Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference di lantai enam aula Kalbis Institute, Jakarta.

Rangkaian lomba untuk kategori peserta individual memang berakhir hari ini. Namun, mulai 1 Agustus tongkat estafet kompetisi TBCCI 2017 akan dilanjutkan dengan lomba kategori Teamwork, Talent dan Korporat. Untuk kategori Teamwork akan dilaksanakan di Kalbis Institute pada 1 Agustus 2017 sedangkan untuk kategori Talent Singing dan Dancing akan diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2017 di Gedung Kesenian Jakarta. Senin, 7 Agustus 2017 perusahaan yang mengikuti kategori Korporat akan melakukan presentasi di Bidakara Jakarta. (DY_ATB)

Bersimpuh Salam Sepuluh Jari
Menenun Emas Kain Sulaman
Writing ATB Batam Undur Diri
Jumpa Lagi TBCCI Tahun Depan

Muda, Beda dan Bertalenta

ATB, Jakarta – Suasana lomba The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 dihari ketiga terasa lebih istimewa. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan bertalenta, memadati area presentasi di Kalbis Institute Pulomas Jakarta. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan diri sebelum tampil dihadapan juri.

Sebanyak 135 peserta dijadwalkan melakukan presentasi dalam beberapa kategori. Mereka akan tampil maksimal dalam mengeksplorasi talenta yang dimiliki, untuk mendapatkan perhatian dewan juri dengan latar belakang akademisi dan praktisi contact center.

Sejumlah peserta bersiap melakukan registrasi di ajang kompetisi BTCCI 2017, hari ketiga gelaran lomba contact center Rabu (26/7) diisi oleh agent-agent muda, beda dan bertalenta.

Andi Anugrah, Chairman Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference yang berlangsung di aula lantai enam Kalbis Institute menyampaikan bahwa mayoritas peserta yang berkompetisi hari ini adalah peserta yang berada di level staf yang berhubungan langsung dengan layanan pelanggan. Hanya ada satu kategori Best of Best yang diperlombakan hari ini yaitu Best of Best Agent yang penjuriannya dilakukan di ruang R9 lantai tujuh Kalbis Institute dan sisanya adalah kategori reguler.

“Ada satu kategori yang berbeda di tahun ini yaitu kategori Agent Layanan Publik. Kategori ini dikhususkan bagi perusahaan dengan seat kecil yang memberikan layanan publik baik dari sektor BUMN atau pemerintah dan sektor swasta,” jelas Andi Anugrah kepada tim jurnalis.

Adapun peserta yang mengikuti kategori Agent Layanan Publik ini berasal dari perusahaan atau lembaga pemerintah seperti PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Pertamina, Perusahan Gas Negara, Ditjen Bea dan Cukai, Pusintek-Kementrian Keuangan, Angkasa Pura II, Bank Indonesia, PAM Lyonnaise Jaya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk perusahaan yang bergerak di layanan jasa pengolahan air bersih atau air minum, hanya PAM Lyonnaise Jaya dan PT. Adhya Tirta Batam yang meloloskan kandidat terbaiknya ke tahap presentasi hari ini.

Dorongan semangat dan percaya diri yang terpancar dari masing-masing peserta, membuat kompetisi hari ini lebih berwarna. Sejumlah peserta bahkan tampil dengan membawakan tema yang lebih variatif dan menunjukkan sisi kreatifitas sebagai insan muda yang berkarya dan penuh talenta.

Sejumlah peserta TBCCI 2017 luapkan keceriaan usai presentasi di hadapan juri. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan memiliki talenta.

Salah satunya adalah peserta yang berasal dari Kota Batam. Gadis cantik bernama lengkap Fajri Rahmi ini tampil membawakan presentasi bertemakan “kertas”. Alasan Agent Inbound PT. Adhya Tirta Batam ini memilih tema kertas karena kecintaannya terhadap dunia menulis. Di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan di Call Center ATB 467111, Fajri terus mengembangkan ide dan kreatifitasnya dengan menerbitkan beberapa buku antologi salah satunya buku berjudul Segurat Garis Sumatera.

“Saat pertama kali memasuki area presentasi tadi, saya sempat merasakan nervous. Namun setelah melihat peserta lain, rasa nervous itu langsung hilang entah kemana. Mungkin karena mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan total dan sangat kreatif, membuat saya lebih bersemangat. Apalagi tema presentasi saya juga membahas tentang ide dan kreatifitas. Jadi saya lebih tertantang untuk menunjukkan kemampuan yang saya miliki,” imbuh Fajri.

Rasa gugup juga sempat dialami oleh perwakilan Acer Indonesia, Amandani Yuliasari. Amandani yang mengikuti kategori Agent Back Office mengaku melakukan persiapan cukup lama untuk menghadapi kompetisi ini. Sebagai pemula, tantangan paling besar yang dihadapi Amandani saat melakukan presentasi adalah menenangkan diri agar tidak gugup dihadapan dewan juri. Namun dengan respon positif dari dewan juri, membuat Amandani mampu melewati seluruh tahapan presentasi dengan lancar. Terlebih Acer Indonesia baru tahun ini mengikuti ajang TBCCI, membuat Amandani sangat termotivasi untuk meraih predikat The Best.

Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mendukung kandidat mereka yang lolos ke tahap presentasi. Beberapa perusahaan tampak mengirimkan tim suporter bagi wakil perusahaan mereka yang berkompetisi hari ini sebagai bentuk dukungan moril dan mengurangi rasa grogi peserta. Tim suporter yang paling mencuri perhatian adalah dari Kereta Api Indonesia. Mulai dari staf hingga level manajerial mendampingi Agung Anwarudin, Ramon Anggoman, Lutfi Nur Andika, Noviyanti dan Riyanti Eka Putri yang merupakan wakil Kereta Api Indonesia dalam kategori Agent Reguler dan Back Office.

Peserta TBCCI 2017 dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat gembira bersama dukungan rekan kerja, usai tampil di hadapan juri vote lock.

Terlepas dari euforia tingginya tingkat regenerasi insan muda yang memilih berkecimpung dalam dunia contact center, satu hal yang pasti bahwa kreatifitas untuk menghasilkan karya dan prestasi tentunya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Contact center adalah lingkungan paling tepat untuk mempelajari banyak hal dan mengembangkan potensi diri dimana generasi muda, beda dan bertalenta akan terus terlahir disini. (DY_ATB)

Gurindam Melayu Bertabuh Langgam
Mengatur Langkah Dara Menari
Episode Ketiga Telahpun Khatam
Nantikan Cerita Esok Hari

Performa Peserta Curi Perhatian Juri

ATB, Jakarta – Aura semangat memenuhi Kalbis Institute, lokasi berlangsungnya kegiatan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017. Sejak pagi, puluhan peserta mulai memadati aula lantai 7 untuk melakukan registrasi dan langsung menempati area kursi peserta sesuai ruang presentasi masing-masing kategori yang telah disiapkan oleh panitia.

Hari pertama lomba TBCCI 2017 yang diselenggarakan mulai Senin (24/7) dibuka dengan Presentasi Individu untuk Kategori Agent Social Media (Large), Agent Social Media (Small), Best of Best Quality Assurance, Best of Best Support, Desk Control, IT Support, Quality Assurance (Large), Quality Assurance (Small) dan Trainer.

Seluruh peserta yang mendapatkan giliran membawakan presentasi di hari pertama ini, berusaha menampilkan performa yang maksimal baik dari segi penampilan maupun presentasi yang dibawakan. Hal ini terlihat dari persiapan para peserta saat berada di ruang tunggu sebelum memasuki ruangan penjurian.

Ika Ning Rahayu dan Felicia Marisa misalnya, wakil dari Tiki JNE yang mengikuti kategori Agent Social Media tampak serius memoles wajah dan menata rambut di aula lantai 6 Kalbis Institute. Dua dara cantik ini tampil energik dengan balutan seragam Tiki JNE bernuansa merah.

Seperti yang kita ketahui, penampilan diri menentukan persepsi orang lain terhadap kita. Sama halnya seperti dalam presentasi individual ini, penampilan diri menjadi salah satu modal awal untuk menarik minat tim juri sebagai audiens agar menyimak presentasi yang akan disampaikan oleh peserta. Orang cenderung akan mengingat dengan lebih baik tentang hal-hal paling awal yang mereka lihat dan dengarkan, dalam dunia Psikologi hal ini dikenal dengan sebutan Primacy Effect (Efek Awalan).

Pembukaan yang baik dari sebuah penyampaian presentasi akan menarik perhatian audiens karena salah satu kekuatan presentasi terletak pada pembukaan yang menarik dan penutupan presentasi yang meyakinkan. Menit pertama dari total 25-30 menit waktu yang ditentukan untuk presentasi, peserta diharapkan tampil memukau dan meyakinkan para Juri Vote Lock agar tertarik mengikuti presentasi yang dibawakan hingga selesai. Untuk dunia Contact Center sendiri, penampilan seorang staf menunjukkan kesiapan, profesionalitas dan personal branding dalam melayani pelanggan.

Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) menyampaikan, sejak TBCCI 2016 panitia mengeluarkan kebijakan untuk peserta tidak lagi mengenakan kostum layaknya festival. Namun bukan berarti peserta malah tidak memperhatikan penampilan mereka dalam membawakan presentasi. Meskipun tidak lagi diperkenankan mengenakan kostum dan atribut karakter ala cosplay seperti beberapa tahun sebelumnya, semua peserta tetap berupaya menonjolkan sisi menarik dari penampilan mereka.

Photo booth – Sejumlah peserta TBCCI 2017 foto bersama di photo booth.

Mulai dari gaya berbusana formal, keterampilan berbicara (retorika), tata rias wajah dan rambut (grooming) hingga aksesoris pendukung yang dikenakan dalam menyajikan paket lengkap presentasi.

Salah seorang peserta yang mencuri perhatian adalah perwakilan dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang mengenakan busana formal dipadukan dengan selendang songket khas daerah Nias. Wanita berparas ayu bernama Frida Nov Kristina Gulo ini merupakan peserta Kategori Quality Assurance (Large) yang tampil di urutan keenam dalam presentasi individu di ruangan presentasi R7. Frida menjalankan tugas sebagai Quality Assurance untuk PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Cabang Medan.

“Selain mengenakan atribut untuk sedikit mengangkat unsur budaya daerah, wakil perusahaan kami juga ada yang menampilkan tarian daerah dari Sumatera Utara dalam presentasi. Harapannya sih semoga bisa memukau dewan juri,” terang Frida di sela-sela sesi photo booth bersama rekan-rekannya.

Selfie – Frida Nov Kristina Gulo peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia untuk kategori Quality Assurance (Large) di ajang TBCCI 2017 dengan selendang khas Nias foto selfie usai tampil di hadapan juri.

Tidak hanya 97 peserta kategori individual hari pertama saja yang menunjukkan kesiapan dan semangat berkompetisi. Para suporter yang terdiri dari rekan seprofesi juga turut menambah suasana keceriaan lewat kehebohan yel-yel pemacu semangat untuk mendukung peserta yang mewakili perusahaan mereka.

Sorakan suporter ini diakui para peserta mampu memotivasi dan memberikan semangat untuk melewati tahap presentasi di kompetisi ini. Berbagai gaya dan lirik ceria dari masing-masing perusahaan bergema riuh seantero Kalbis Institute, menularkan semangat bahkan sampai ke peserta lain yang berbeda perusahaan.

Ajang bergengsi TBCCI 2017 ini sudah memasuki tahun kesebelas pelaksanaannya dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Untuk kategori individual, tercatat 561 peserta mendaftar dalam kompetisi ini dan hanya 478 peserta yang lolos hingga ke babak presentasi. Beberapa perusahaan juga ada yang baru pertama kali mengirimkan kandidat terbaiknya untuk mengikuti TBCCI tahun ini seperti AXA, Bussan Auto Finance, Otoritas Jasa Keuangan dan Datascrip.

“Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah sebagai benchmark pelayanan perusahaan-perusahaan di Indonesia dan sharing kreatifitas para praktisi Contact Center. Selain itu, TBCCI menjadi wadah apresiasi kepada mereka yang selama ini sudah duduk di belakang meja melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Tentunya, TBCCI menjadi ajang yang memberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi melalui kategori-kategori yang diperlombakan,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Asia Pacific Contact Center Association Leaders (APCCAL)

Registrasi – Sejumlah peserta lomba The Best Contact Center Indonesia 2017 melakukan registrasi di aula lantai 7 gedung Kalbis Institute Jakarta, Senin (24/7)

Andi Anugrah juga menyampaikan dalam sesi tanya jawab pada press conference bahwa perusahaan dengan lokasi terjauh yang mengikuti kompetisi ini adalah PT. Adhya Tirta Batam (ATB), perusahaan air terpercaya yang beberapa waktu lalu meraih Top PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017 dari Majalah BusinessNews Indonesia dan Lembaga Asia Business Research Center.

ATB merupakan perusahaan air satu-satunya di Indonesia yang mendapat sertifikat dan menerapkan Sistem Manajemen Terpadu dengan ruang lingkup untuk pengoperasian Instalasi Pengolahan Air, Jaringan Distribusi dan Pelayanan Pelanggan. Menjelang pukul 15.00 wib, hampir seluruh peserta kategori individu yang terjadwal hari ini telah menyelesaikan presentasinya. (DY_ATB)

Ke Kalbis kami mengayun langkah
Bertepuk semangat insan bergaya
Hari pertama terlampaui sudah
Sampai bersua dihari kedua

Akhirnya Usai Sudah

AHM 10 Agustus – Alhamdulillah… Finally… Akhirnya… Kata-kata yang paling banyak terucap bagi para peserta ajang The Best Contact Center Indonesia 2016, karena hari ini, adalah hari terakhir dari semua rangkaian acara lomba. Bermula dari tes tulis di Mei yang lalu, Corporate di akhir Juli, hingga akhirnya presentasi individu, talent, dan teamwork di awal Agustus, yang tentu saja akan ditutup dengan malam awarding di 25 dan 26 Agustus yang akan datang. Fiiiiiuuuh setelah dapat dikatakan setengah tahun bersiap, akhirnya selesai semua dan sisanya? Hanya tinggal berdoa. Masing ingat yang kami tulis di http://icca.co.id/victory-loves-preparation/ ? Ya, para peserta seharusnya tidak usah kuatir, karena apapun hasilnya, results never betrays effort, jadi hasil terakhir nanti pastilah merupakan hasil terbaik. Toh siapapun pemenangnya, menjadi peserta dalam ajang bergengsi ini dan dapat mengalahkan ketakutan diri sendiri adalah merupakan pencapaian luar biasa. So, in our opinion, everybody’s a winner.

Membahas lomba teamwork hari ini, seperti kemarin, suasana Gelanggang Remaja Otista sunyi senyap dan serius. Seperti lomba Quality dan Smart Team, lomba kali ini juga membutuhkan keseriusan tingkat tinggi dan ketelitian luar biasa. Yah memang karena membuat report juga mengatur schedule tidak semudah kelihatannya, apalagi dalam kondisi lomba juga dibatasi waktunya. Beranggotakan tiga orang per tim, sama seperti kemarin, lomba ini juga dibatas waktu, namun kali ini yang harus dilakukan adalah membuat laporan performance Call Center dan mengatur Scheduling Agent. Mas Eka, perwakilan dari Astra Honda Motor, menyampaikan bahwa sudah cukup sulit mengatur scheduling rutin, ditambah dengan dikerjar waktu, jadi menambah sensasinya.
Lomba penutup di hari ini adalah untuk Reporting dan Scheduling, dimana para tim perwakilan perusahaan bersaing menyajikan report dan scheduling terbaik juga paling presisi dan optimal. Melihat kondisi hall Gelanggang Remaja Otista dalam dua hari ini sungguh membuat kami ikut tegang dan ngantuk saking sunyinya. Melihat raut wajah para anggota tim yang serius, bingung, sampai datar, sungguh menjadi pemandangan yang kadang menggelikan, ya menggelikan karena kami tidak di tempat mereka. Sama seperti kemarin melihat para peserta mendengarkan VR di kategori quality melalui headset layaknya mendengarkan lagu tapi kali ini bermuka super serius, juga menjadi pemandangan menarik bagi kami. Namun, yang membedakan hari ini, adalah adanya tantangan scheduling dari team Teleopti, dimana yang terbaik mendapatkan uang senilai 1 juta rupiah! WOW!! dan akhirnya dimenangkan oleh perwakilan Astra Honda Motor, Ibu Vera Damaiyanti. Selamat ya Bu! 🙂 Nampaknya ini dapat menjadi masukan bagi tim panitia The Best Contact Center Indonesia nih di tahun-tahun berikutnya, dimana untuk menambah warna dan tantangannya, sangat menarik bila diadakan semacam kuis atau lomba yang berhadiah dan surprise seperti ini.
Hasil dari apa yang sudah dipresentasikan pada corporate dan juga di presentasi individu, akan diumumkan di 25 dan 26 Agustus yang akan datang, kalau tadinya menghabiskan waktu untuk bersiap dan berlomba, sekarang saatnya berdoa. Namun yang perlu diingat adalah apapun dan siapapun pemenangnya pada kategori ini, seluruh perwakilan perusahaan hanya bisa bernapas lega, termasuk kami para penulis, karena akhirnya kami dapat bernapas lega dari aktivitas lomba, dan fokus berdoa dan berusaha.
Akhir kata, jangan lupa untuk baca artikel laporan kami pada link berikut :
Dan sebagai penutup tulisan kami, kami ucapkan TETAP SEMANGAT semuanya, apapun hasilnya, EVERYBODY’S A WINNER!!!!-YDU&IRD
Salam Satu HATI!