Yuk Berbagi Motivasi

Winner Sharing yang akan berlangsung pada hari ini akan diisi oleh dua pembicara. Pertama adalah Yasminta Kris Widianto, gold winner kategori Trainer dari Astra Honda Motor. Kemudian pembicara kedua adalah Dian Sahri Ramadhan, platinum winner kategori Team Leader dari Bank Central Asia.

Mereka akan berbagi seputar tips dan trik dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Tidak hanya itu saja, semangat untuk terus berkarya juga biasanya ditularkan oleh para pembicara Winner Sharing.

Siapa bilang berbagi itu mahal? Berbagi tidak mahal dan tidak sulit, kita semua hanya perlu wadah untuk saling berbagi. Winner Sharing hadir sebagai wadah untuk saling berbagi, berbagi apapun yang bermanfaat untuk terus meningkatkan semangat dan kemampuan diri utamanya dalam menghadapi tantangan pekerjaan.

Motivasi juga bisa didapatkan dari sesi sharing ini, apalagi bagi para calon peserta ajang The Best Contact Center Indonesia. Jadi apakah Anda sudah siap memupuk semangat dan motivasi dalam berkarya? Sampai bertemu di Graha Seti bersama dua pembicara keren! (MZ)

Trainer adalah Chef bagi Perusahaan

Recipe has no soul, you as the cook must bring soul to the recipe.” quotes dari Thomas Keller, best chef dari US ini begitu menginspirasi seorang Ario Bimo Pranoto sebagai seorang trainer KLIP Direktorat Jenderal Pajak. Trainer yang baik bagi Bimo, begitu dia biasa disapa, adalah trainer yang mampu memberikan jiwa dalam materinya bagi para peserta training.

Alasan Bimo terjun ke dalam dunia contact center berawal dari karirnya di KLIP Direktorat Jenderal Pajak. Jenjang karirnya dimulai dari KPP Pratama Pancoran Jakarta, KP2 Sambas Kalimantan Barat, KPP Pratama Singkawang, dan terakhir di KLIP Pajak 1500200. Penempatan di Sambas Kalimantan Barat inilah yang mendorong dia harus mampu act globally. Di Sambas, segala fasilitas sangat jauh berbeda dari fasilitas di kota-kota besar. Pembangunan harus merata, dan hal ini dapat diwujudkan dengan pembayaran pajak wajib pajak. Melalui contact center, dia ingin mengedukasi melalui agent pentingnya membayar pajak untuk pembangunan negara.

Di KLIP Pajak, Bimo pernah mencicipi bangku agent, team leader, dan terakhir adalah sebagai trainer. Sebagai seorang trainer, Bimo tentu menghadapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah rendang (rumit, enak, dan mengundang), maksudnya adalah bagaimana menerapkan base yang baik, men-deliver pesan, dan action yang tepat. Aturan perpajakan sangat banyak, mencapai 15.000 lebih aturan. Aturan yang sedemikian banyak menantang Bimo bagaimana dapat membentuk agent yang dapat memberikan layanan prima. Ide untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan mens sana in corpore sano, yang artinya di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Untuk mewujudkan hal ini, pria lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini menerapkan corporate value training, hard skill and soft skill training, dan training kedisiplinan.

Tantangan kedua adalah filling refilling process, yaitu proses pengosongan dan pengisian kembali gelas. Maksudnya adalah mempersiapkan peserta training untuk memperoleh ilmu baru sebelum mengikuti training. Ide yang disiapkan oleh pria kelahiran Jakarta, 20 Mei 1989 adalah dengan membuat surprise training. Surprise training ini dibuat dengan melihat peserta training. Ada kelompok akademis yang lebih menyukai training yang dilengkapi dengan membuat resume dan mengkritisi isinya. Ada juga kelompok kreatif yang membuat Bimo harus menyiapkan training dilengkapi dengan peralatan yang mendukung misalnya alat musik untuk meningkatkan mood peserta training.

Terakhir adalah tantangan ketiga yaitu keep it hot, maksudnya adalah dengan membuat materi yang disampaikan tidak padam begitu saja, tetap diingat dan dapat dipraktekkan oleh para agent. Ide untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan TYTO (train yourself train others). Bimo menunjuk agent senior yang dirasa mampu untuk menjadi trainer. Selain untuk mendelegasikan tugas, materi yang disampaikan oleh rekan sesama agent akan membuat agent lebih bersemangat dan mudah diterima.

Program kerja yang diterapkan oleh ayah satu anak calon dua anak ini adalah intensive training, yaitu dengan special training for special agent, trainer challenge, yaitu dengan menemukan agent dengan bakat trainer untuk mendukung program kerja ketiga yaitu mewujudkan Kring Pajak Academy, yaitu program pendidikan khusus untuk contact center Direktorat Jenderal Pajak.

Pengembangan diri yang dilakukan oleh Bimo adalah dengan PAS, pelatihan, amalkan, dan sampaikan. Dia mengikuti training NLP, diklat tenaga penyuluh, training hard skill dan soft skill, serta training kedisiplinan dari Kopassus. Amalkan yaitu dengan banyak mempraktekkan hasil training dengan kemampuan public speaking yang terus dia asah. Sampaikan yaitu dengan menjadi guru bimbingan belajar untuk siswa SMP dan SMA.

Beberapa penghargaaan yang pernah diraih oleh Bimo adalah Most Attractive Trainer 2014, The Funniest Person 2014, juara dua tenis meja KLIP DJP, dan juara tiga stand up comedy. Sedangkan pencapaian kinerjanya meliputi agent improvement selama empat bulan melampaui target 90%, successful training selama empat bulan melampaui target 90%, dan accomplish training selama empat bulan mencapai target 100%. Terakhir, Bimo menjelaskan mengapa dia harus menjadi winner, yaitu karena dia memiliki dedikasi dari hati serta dapat berbagi motivasi dan inspirasi. (MZ)

Bawa Terbang Para Travel Assistant

Di balik para travel assistant yang cakap, talkative, dan profesional, terdapat satu sosok penting. Sosok inilah yang melatih para travel assistant menjadi agent yang mampu memberikan pelayanan terbaik. Ya, dia adalah trainer.

Passion-nya yang tinggi di bidang service, mengantarkan dirinya ke dunia contact center. Mubyar Nur Khaliq, yang saat ini menjalani pekerjaannya sebagai seorang trainer untuk Garuda Indonesia, mengawali karirnya sebagai seorang travel assistant pada Januari 2013. Karirnya sebagai travel assistant menanjak sebagai team leader. Empat bulan kemudian, karena prestasinya yang bagus, dia dijadikan trainer untuk hard skill training di Garuda Indonesia.

Pria kelahiran Sumedang ini menceritakan tantangan-tantangan yang harus dia hadapi sebagai seorang trainer. Tantangan ini seperti yang dihadapi oleh seorang pilot, antara lain turbulensi pesawat, adanya awan kumulonimbus, dan permasalahan saat landing. Maksudnya, turbulensi pesawat ini diartikan sebagai culture building, yaitu bagaimana caranya menjalankan iklim kompetisi di antara para travel assistant. Awan kumulonimbus maksudnya adalah memacu anak muda untuk memainkan logika sampai menembus batas pola pikir mereka. Kemudian permasalahan saat landing maksudnya adalah bagaimana cara untuk menjalankan proses upgrading.

Ide yang dikembangkan oleh Mubyar dia sebut dengan istilah-istilah dunia penerbangan, seperti take off, climbing, dan plane cruising. Take off di sini adalah penggunaan teknik terstandar dari International Traffic Association. Dimana pramugari membawa konsep Tri Astuti yaitu senyum, salam, sapa, tanya, dan terima kasih. Pada saat training, para peserta training diminta untuk bertemu banyak orang, mempraktekkan Tri Astuti kemudian direkam. Hal ini menjadi kompetisi bagi para travel assistant.

Ide kedua yaitu climbing, maksudnya adalah cermat dalam membangun iklim bertanding dengan treat-treat tertentu. Kemudian ide ketiga adalah plane cruising, yaitu dengan menerapkan kunci untuk mengajak partisipan training untuk memahami desain reservasi terlebih dahulu. Reservasi ini meliputi lima aspek yaitu jadwal penerbangan, penumpang, sistem pembayaran, alamat email untuk mengirim tiket, dan smartphone sebagai pengganti boarding pass.

Work plan yang disusun oleh pria lulusan sarjana teknik industri ini adalah melakukan upgrading melalui tiga lapisan udara. Lapisan pertama adalah troposfer, dimana peserta training sudah menjalani training, sudah bisa mengangkat telepon, dan sudah bisa melayani reservasi. Setelah beberapa bulan, maka peserta akan memasuki lapisan stratosfer, dimana peserta akan belajar status reservasi, tiket, perubahan tiket, dan bagaimana membayar tiket. Lapisan terakhir yang harus dilewati oleh peserta adalah mesosfer, yaitu bagaimana peserta nantinya dapat menghitung perubahan tiket, berapa biayanya, intinya untuk masalah perhitungan.

Training yang diterapkan oleh Mubyar dia sebut sebagai hard skill rasa soft skill. Meskipun hal-hal yang dia ajarkan adalah hard skill, dia mampu mengemasnya seolah-olah seperti soft skill sehingga memudahkan partisipan untuk cepat menyerap training yang dia sampaikan.

Mubyar juga senantiasa melakukan kegiatan pengembangan diri antara lain dengan mengikuti training for trainer, dimana selama beberapa tahap training dia selalu memperoleh gold medal. Untuk SkyTeam, dimana Garuda Indonesia adalah salah satu bagian di dalamnya, Mubyar dinobatkan sebagai salah satu peserta perwakilan dari tiap kota untuk mengikuti training SkyTeam.

Beberapa penghargaan pernah diperoleh Mubyar antara lain memperoleh gold medal beberapa kali untuk training for trainer. Memperoleh apresiasi dari Top Management Garuda Indonesia atas lolosnya tim Garuda Indonesia untuk audit dari SkyTeam. Selain itu dia juga mendapat apresiasi dari para peserta training-nya.

Tingkat kelulusan peserta training empat bulan terakhir tahun 2014 tidak pernah achieve target. Namun setelah Mubyar menerapkan hard skill rasa soft skill-nya, baru achieve target. Evaluasi harian pelatihan selalu mendapatkan komentar-komentar positif dan selalu melampaui target.

Terakhir, Mubyar menyebutkan di hadapan dewan juri bahwa dia adalah pribadi yang kreatif dengan hard skill rasa soft skill-nya, menghasilkan sesuatu yang incredible untuk setiap kegiatan, dan karir yang signifikan. (MZ)