Jelang Penghargaan

ICCA (Jakarta, 13 Agustus 2016), Rangkaian lomba The Best Contact Center Indonesia 2016 telah dilaksanakan. Dimulai dengan test tertulis pada 31 Mei 2016, yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta di Kalbis Intitute Pulomas. Selanjutnya lomba presentasi program korporat pada 25-28 Juli 2016, dengan melakukan presentasi untuk 73 sesi atau kategori. Dengan menghadirkan 9 juri dari anggota APCCAL dan praktisi contact center, kegiatan presentasi dilaksanakan di Hotel Intercontinental Jakarta.

Dilanjutkan dengan lomba presentasi kreativitas individu pada 1-4 Agustus 2016, diikuti oleh 397 peserta. Kegiatan dilaksanakan di Kalbis Intitute dengan dewan juri bersifat vote lock, yang terdiri dari akademisi, praktisi dan pengurus ICCA. Kurang lebih 150 juri bertugas dalam 7 ruangan selama 4 hari. Ada 38 kategori yang dilombakan yang terbagi dalam level agent sampai manager.

Khusus tahun ini, peserta individu dibagi dalam peserta non pemenang (regular) dan peserta yang pernah menang (best of the best). Semua mempunyai kesempatan menang yang sama berdasarkan kreativitas yang mereka presentasikan.

Setiap kategori nantinya ada 4 pemenang yaitu Platinum, Gold, Silver dan Bronze. Pemenang individu akan mendapatkan hadiah berupa benchmarking keluar negeri yaitu ke Korea untuk pemenang Platinum, ke Thailand untuk pemenang Gold dan Silver serta ke Singapore untuk pemenang Bronze.

Usai lomba individu, dilanjutkan dengan lomba Talent yaitu Dancing dan Singing pada 8 Agustus di Gelanggang Remaja Jakarta Timur. Lomba Dancing diikuti oleh 5 peserta dan Singing diikuti oleh 7 peserta. Masing-masing team terdiri dari 5 pemain, sehingga total 60 peserta terlibat dalam lomba ini. Rencananya pemenang akan tampil pada Malam Penghargaan dan juara pertama akan mendapatkan paket benchmarking atau kesempatan tampil di APCCAL Expo Hongkong pada 4 November 2016.

Selanjutnya selama 2 hari, yaitu 9-10 Agustus, dilaksanakan lomba Teamwork dengan 4 kategori lomba yaitu Quality, Smart, Reporting dan Scheduling. Total ada 43 team yang berlomba dengan 3 orang peserta per team, sehingga total 129 pemain. Pemenang pertama setiap kategori mendapatkan paket benchmarking ke Thailand untuk 3 orang.

Masih ada 2 kategori yang berlomba sampai dengan tanggal 21 Agustus yaitu kategori Writing dan Multimedia. Mereka yang mengikuti lomba Writing telah menuliskan 7 tulisan dan mempublikasikan ke website serta diteruskan ke facebook. Hasilnya nanti diakumulasikan dari semua yang membaca, menyukai dan membagi tulisan yang mereka anggap baik.

Begitu juga lomba multimedia yang memberikan peluang kepada peminat fotografi untuk menunjukkan kemampuan foto dan social media. Foto atau video yang diupload dan dipublikasikan melalui twitter diharapkan mendapatkan minat dari pembaca. Selama 7 hari lomba, setiap hari setiap tim harus mempublikasikan 2 foto atau 1 video.

Juara 1 dari lomba Writing dan Multimedia akan mendapatkan hadiah berupa paket Benchmarking ke Singapore. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada Malam Penghargaan di Hotel Bidakara pada 26 Agustus 2016.

Sebagaimana sebuah lomba, pasti ada yang menang dan kalah. Berharap bahwa yang menang menjadi bahan belajar untuk lebih baik serta dapat menularkan prestasinya bagi lingkungan kerjanya. Demikian pula yang kalah dapat menjadikan cambuk untuk memperbaiki diri.

Tak lupa panitia atau pengurus ICCA dapat melakukan evaluasi untuk hal-hal yang perlu diperbaiki. Dengan harapan lomba ini tetap mendapatkan minat bagi pengembangan praktisi contact center serta ajang menjalin persahabatan bagi kontribusi contact center yang lebih baik.

Sampai jumpa pada acara penghargaan program korporat yang akan dilaksanakan pada Kamis 25 Agustus 2016 jam 08:30-16:30. Sedangkan penghargaan individu yang akan dilaksanakan pada Jumat 26 Agustus 2016 jam 18:00-22:30 di Hotel Bidakara.

Semoga anda adalah pemenangnya. (AA)

Siapa Takut Tampil Beda

Siapa Takut Tampil Beda

JAKARTA – Semarak The Best Contact Center Indonesia 2016 di hari keempat tengah bergulir. Sejumlah peserta unjuk kreatifitas menampilkan kemampuannya dengan maksimal. Siang itu suasana pun kian riuh di lantai 7, Gedung Kalbis Institute. Setiap peserta seolah tidak kehilangan gaya untuk menyemangati timnya. Mulai dari bernyanyi, berjoget, hingga cara berpakaian yang unik untuk menarik perhatian juri maupun kompetitornya. Hal tersebut tentu dilakukan untuk menunjukkan ciri khas atau identitas masing-masing peserta. Secara umum, identitas dibentuk ketika seseorang secara sosial ingin berinteraksi dengan orang lain. Sehingga muncul interaksi dan reaksi timbal balik dalam kelompok sosial.

 

Memecah Kejenuhan

Diantara kecemasan para peserta selalu muncul ide untuk mencairkan suasana. Menunggu giliran untuk presentasi di depan juri memang menjenuhkan sekaligus menegangkan. Namun pada kesempatan itu ada yang berbeda dengan tim dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Sekitar tujuh orang dari mereka tiba-tiba membentuk formasi. Sedikit demi sedikit volume musik Chicken Dance yang diciptakan oleh seorang akordion berkebangsaan Swiss, Werner Thomas, kian terdengar dan menggema di lantai 7, pada Kamis (4/8). Sontak ketujuh peserta itu segera melakukan tarian meniru gerakan ayam. Mengiringi irama ceria yang sama. Tak lama, penampilan mereka pun berhasil menarik perhatian juru foto dan peserta lainnya.

 

Situasi tersebut bisa muncul ketika setiap individu dalam suatu kelompok memiliki kesamaan emosi. Dalam hal ini rasa bosan ataupun cemas. Sehingga secara spontan timbul reaksi untuk menciptakan komunikasi secara atraktif dan menghibur.

 

Tidak hanya itu, seorang peserta wanita perwakilan PT Angkasa Pura II (Persero) tampil percaya diri. Penampilannya yang sporty sanggup mencuri perhatian peserta lain ketika ia mengenakan sepatu roda lengkap dengan atributnya. Seperti helm, pelindung siku (elbow guard), dan pelindung lutut (knee protector) disertai tas pinggang. Aktualisasi diri tersebut sebagai upaya menyatakan identitas individu meski tidak tersirat. Keunikan dan keragaman itu justru membawa warna baru kedalam situasi yang serius. Lebih tepatnya serius tapi santai. Kira-kira seperti itulah konsep yang diinginkan dalam ajang TBCCI 2016 kali ini. Bahkan hal tersebut dapat memicu peserta lainnya untuk bisa menunjukkan keunikan dan kreatifitas mereka.

 

Keunikan sebagai Identitas

Salah satu peserta, menggunakan sepatu roda lengkap dengan atributnya
Salah satu peserta, menggunakan sepatu roda lengkap dengan atributnya

Hal itu tentu sangat berhubungan dengan fungsi contact center dalam memberikan pelayanan yang baik. Dibutuhkan konsistensi dalam berinteraksi supaya bisa memberikan value kepada pelanggan. Meningkatkan kepuasan pelanggan agar timbul loyalitas kepada perusahaan. Kombinasi ini akhirnya yang mampu menstimuli kemampuan contact center untuk menjaga keseimbangan dalam pekerjaan mereka. Terutama hubungan dengan pelanggan yang menjadi aset penting bagi perusahaan.

 

Seiring berkembangnya teknologi tentu peran contact center semakin dibutuhkan. Apalagi jika perusahaan mempunyai jutaan pelanggan yang tersebar di setiap wilayah. Kemajuan teknologi internet yang semakin mudah diakses menjadi hal utama bagi contact center agar pelanggan punya pilihan lain untuk mendapatkan informasi perusahaan. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui jenis panggilan. Umumnya dibagi menjadi dua jenis, yakni inbound dan outbound. Panggilan inbound merupakan panggilan yang dilakukan oleh pelanggan untuk mendapatkan informasi, melaporkan kejanggalan, atau bertanya untuk minta bantuan. Sedangkan panggilan outbound merupakan panggilan yang dilakukan oleh agen untuk memberdayakan pelanggan untuk suatu usaha penjualan atau layanan secara individual. Adalah sangat mungkin untuk mengkombinasi antara inbound dan outbound menjadi sebuah layanan terintegrasi.

 

Untuk itu, jika teknologi begitu dinamisnya maka sama halnya dengan peran peserta TBCCI 2016. Dewasa ini, kreatifitas adalah salah satu kunci utama dalam segala aspek. Dengan begitu perusahaan akan bisa terus sustain mengikuti zaman.

 

IMG-20160804-WA0022
Chicken Dance meramaikan suasana menunggu giliran presentasi

Victory Loves Preparation

Hari Kedua Presentasi Individu

AHM 2 Agustus – Ketika keinginan untuk memberikan yang terbaik mengalahkan rasa malu dan ketakutan. Mungkin kalimat itu yang dapat kurang lebih menggambarkan penampilan para peserta di hari kedua The Best Contact Center Indonesia 2016. Mengintip 5 ruang presentasi yang menjadi saksi dari presentasi calon pemenang tahun ini, kami menyaksikan bagaimana tegangnya raut wajah para peserta sebelum masuk, komat kamit dari mulai mengingat-ingat presentasi sampai dengan lantunan doa, terdiam menerawang sambil berharap semua cepat berakhir, sampai dengan yang terlihat ceria dan tanpa beban namun di dalam hati berkecamuk penuh emosi, apalagi keluar dari ruang penjurian, rasa lega dan bahagia karena telah melewati waktu yang ditentukan dengan baik terpancar jelas di wajah peserta. Bahkan tidak sedikit yang berkaca-kaca sampai dengan menitikkan tangis haru dan bahagia. Ya, memang di ajang ini terlihat benar bahwa semua orang memiliki cara yang berbeda untuk menanggulangi kegugupan dan excitement masing-masing.

Pada hari kedua ini, kategori yang berkompetisi adalah Team Leader Inbound, Agent, Supervisor, Manager Inbound baik BTB maupun Regular, dan setelah euphoria hari pertama kemarin yang dapat dirangkum reporter kami di https://www.facebook.com/IndonesiaContactCenter/posts/1128407400551377, ternyata di hari kedua ini, euphoria dari seluruh pendukung dan peserta masih kental terasa di gedung Kalbis Institute.
Para juri akademisi dan praktisi dengan penuh dedikasi dan kesabaran memberikan penilaian sesuai dengan presentasi yang diberikan peserta, dan meskipun sebenarnya untuk presentasi ini telah diatur templatenya per kategori oleh panitia, namun bukan bearti bahwa presentasi yang ditampilkan akan membosankan atau sama saja, sebaliknya, berdasarkan beberapa juri termasuk Ibu Vera Damaiyanti selaku Manager Honda Customer Care Center yang menjadi salah satu juri, bahwa penampilan peserta tahun ini semakin kreatif dan atraktif dari tahun sebelumnya, yang tidak hanya membuktikan bahwa peserta telah memberikan segenap usaha, namun juga memperlihatkan kreativitas insan Contact Center Indonesia yang tinggi. Tidak heran jika hasil penilaian akan sulit dan berbeda tipis.
Presentasi kategori individual akan terus berlangsung sampai dengan 4 Agustus yang akan datang dan diadakan di Gedung Kalbis Institute, dan masih dalam rangkaian kompetisi, pada 8 Agustus akan diadakan Lomba Talent dan 9-10 Agustus untuk Lomba Teamwork, yang seluruhnya akan diadakan di Gelanggang Remaja Otista, Jakarta Timur. Wah semakin kental saja nih aroma kompetisi dan sportivitas karena diadakan di GOR! Makin tidak sabar melihat bakat hebat lain dari para peserta The Best Contact Center Indonesia 2016, karena pada lomba talent  memperlihatkan bakat lain yang dimiliki insan Contact Center Indonesia, dari mulai dancing hingga singing, dan melihat dari tahun-tahun lalu, penampilan yang disuguhkan membuat semua orang terpana. Pada tahun ini, panitia The Best Contact Center Indonesia 2016 juga membuat perbedaan dimana setiap peserta talent diwajibkan untuk mengikuti tes tertulis sama dengan peserta individu, untuk semakin mengedepankan kualitas keseluruhan dari setiap insan yang tampil, juga memperlihatkan bahwa penampilan yang disajikan adalah dari orang-orang terbaik di kelasnya.
Melihat bagaimana seluruh peserta di hari pertama dan kedua di ajang ini, memperlihatkan betapa matangnya semua persiapan dan yang juga membanggakan adalah betapa suportifnya tim peserta, bahkan meskipun berbeda perusahaan atau sesama kompetitor saling menyemangati satu sama lain memperlihatkan tingginya sportivitas dan semangat berkompetisi sehat di ajang The Best Contact Center Indonesia 2016 ini.
Akhir kata, bagi seluruh peserta yang telah selesai presentasi, selamat istirahat! Bagi peserta yang masih bersiap di besok dan lusa, selamat berlatih dan semoga sukses! Selalu ingat, bahwa Victory loves preparation.
Sampai jumpa di reportase AHM besok!☺️-YDU&IRD
Salam Satu HATI!