Tips Mengikuti Jambore TBCCI 2015

Buperta Cibubur, Sabtu, 16 Mei 2015.

AstraWorld - Tips Jambore

Selain seleksi individual dan corporate yang telah berlangsung sejak akhir April hingga awal Mei 2015, rangkaian acara The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015 berlanjut dengan pelaksanaan jambore yang berlangsung selama dua hari, 16-17 Mei 2015 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur.

Sejak pukul 6.30 para peserta Jambore The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015 sudah memasuki area Kempi II Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Termasuk di dalamnya peserta dari AstraWorld. Semangat keceriaan nampak di wajah para peserta ambore meski hari masih pagi. Kegiatan jambore ini terdiri dari beberapa kegiatan yang menguji kekompakan, kecerdasan, dan ketangkasan para pesertanya. Mulai dari mendirikan tenda, menghias tenda, lomba memasang bendera, sandi pramuka dan morse, dan lain-lain.

Untuk mengikuti semua kegiatan selama Jambore TBCCI 2015 sebagian para peserta telah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Peserta dari tim AstraWorld sendiri sudah mempersiapkan kompetisi Jambore ini sejak sebulan yang lalu. Mulai dari berdiskusi, hingga latihan membangun tenda, semua dipersiapkan dengan maksimal.

Tentu semua peserta ingin mengikuti semua kegiatan Jambore TBCCI 2015 dengan maksimal, bahkan menjadi pemenang. Itulah sebabnya penulis mencoba membagikan kiat-kiat mengikuti semua kegiatan Jambore TBCI 2015 yang dirangkum dari para pesertanya.

 

Tips Membangun Tenda

  1. Briefing Harus Jelas

AstraWorld - Tips JamboreKetika ditemui setelah selesai membangun tenda, Edu Pawangi, salah satu peserta dari tim AstraWorld, mengakui bahwa salah satu hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam membangun tenda adalah briefing nya. “Masing-masing peserta harus tau alat-alatnya yg digunakan untuk apa aja, perlengkapannya juga harus dicek dipastikan ada lengkap sebelum mulai membangun. Semua peserta harus aware tentang hal ini,” ujar Edu yang kemudian menyebutkan beberapa peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam membangun tenda tersebut. Di antaranya ada tiang pancang, tali temali, dan lain lain.

“Dalam briefing juga perlu dipastikan kalau semua anggota tim tau langkah-langkahnya, apa yang harus dikerjakan lebih dulu, misalnya tiang mana yang didirikan lebih dulu, lalu selanjutnya harus melakukan apa. Jadi ketika dijalankan, semuanya bisa berjalan tanpa tersendat,” Lanjut Edu.

Hal yang sama juga disetujui oleh mba Arin dan mba Nana dari Mandiri. Mereka mengungkapkan, bahkan pembagian tugas sudah dilakukan sejak sebelum sampai di Bumi Perkemahan Cibubur ini. “Tugasnya udah dibagi-bagi, nanti siapa yang ngangkat apa, itu udah diomongin dari sebelumnya. Jadi pas dilakukan, udah tau siapa yang in charge urusan apa,” Mereka menjelaskan sambil membersihkan bagian luar tenda mereka.

 

  1. Tugas Dibagi-bagi Supaya Efektif

Ketika ditemui di sela-sela mendekorasi tendanya, Widya Prafitri S., seorang anggota tim lain dari AstraWorld, mengungkapkan rahasia kedua membangun tenda dengan lebih efektif, yaitu pembagian tugas yang jelas.

AstraWorld - Tips Jambore“Ini kalau kita sih sudah ditentukan sejak sebelum kita sampai di Cibubur. Siapa yang mengerjakan apa. Ada yang in charge untuk pasang tiang pancang pertama, ada yang in charge untuk urusan tali dan pasak. Nah mas yang ini in charge untuk gali parit,” Widya menepuk bahu rekan satu timnya yang melempar senyum lebar.

Selain itu menurut Widya, ada juga anggota tim yang bertanggung jawab untuk urusan di luar pembangunan tenda. “Ada yang khusus ngurusin kebersihan, jadi yang lagi bangun tenda konsen aja bangun tenda. Soal kerapihan dan kebersihan udah ada yang nanganin.”

“Jadi kita memang put the right people at the right places,” Widya pun mengakhiri penjelasannya dengan tawa canda.

 

  1. Tim Harus Kompak dan Solid

Lain lagi dari Widya, seorang member tim dari Bank Indonesia bernama Indra, mengungkapkan bahwa yang terpenting dalam membangun tenda adalah tim yang kompak. “Meskipun misalnya dalam pekerjaan ada yang namanya atasan bawahan, ada rules yang harus diikuti, tapi di sini kita semua sama sama kerja sama. Bisa saja di pekerjaan mereka tim member dan kita tim leader, tapi di jambore kalau mereka jadi PIC nya ya kita tetap ikuti mereka,” ujar mas Indra menjelaskan. Karena hal tersebut, menurut mas Indra jambore ini banyak membantu mereka belajar memimpin dan dipimpin.

Kekompakan tim nampaknya menjadi pilihan favorit beberapa peserta ketika ditanyai mengenai hal terpenting dalam jambore. Misalnya, tim dari AstraWorld sendiri ketika dimintai pendapat.

AstraWorld - Tips Jambore

“Tapi, yang namanya tim itu bukan hanya yang hadir di jambore aja,” ujar Budi Cahyadi, “Tim itu juga termasuk dengan yang bantu persiapannya sebelum sampai ke sini. Tim dekor yang siapin dekorasi untuk dibawa, tim operasional yang siapin transport, siapin sarapan, dan sampai jajaran managemen yang udah ngasih dukungan materil dan moril.”

 


 

Tips Mendekorasi Area Tenda

Agar area tenda tidak tampak terlalu kosong, para peserta Jambore TBCCI 2015 berlomba-lomba menghias area mereka masing-masing. Hasilnya, tenda-tenda tampil lebih menarik dengan beragam dekorasi. Ada yang mengangkat tema hutan, urban city living, perkampungan, atau layanan perbankan.

Membuat area tenda tampil lebih atraktif pun ada kiatnya. Berikut beberapa tips menghias tenda dari peserta Jambore TBCCI 2015:

  1. AstraWorld - Tips JamboreSiapkan konsepnya jauh-jauh hari. Rata-rata peserta sudah menyiapkan konsep apa yang akan ditampilkan di area tenda sebulan sebelum hari pelaksanaan Jambore. “Persiapan untuk dekorasi di tenda sejak sebulan lalu, dimulai dari konsep,” terang Supriyanto dari Assa Rent.
  2. Diskusikan konsep dekorasi dengan semua anggota tim supaya semua anggota tim merasa dilibatkan dan mereka merasa memiliki terhadap area tenda.
  3. Gunakan bahan-bahan yang ringan tapi kuat, dan tahan cuaca karena dekorasi digunakan di luar ruangan. Sebagian besar peserta Jambore TBCCI menggunakan materi tripleks, bambu dan styroam untuk hiasan tenda mereka.
  4. Pilih warna-warna yang eye catching untuk dekorasi area tenda supaya tampilan area tenda lebih menarik.

 


 

Tips  Membuat Yel-yel Kelompok

Salah satu kreativitas yang menjadi penilaian adalah yel-yel kelompok. Melalui yel-yel, peserta Jambore TBCCI 2015 menunjunkkan semangat, kreativitas dan kekompakan kelompok. Supaya yel-yel yang diteriakan lebih maksimal, para peserta Jambore TBCCI 2015 melakukan beberapa hal berikut:

  1. AstraWorld - Tips JamboreLebih baik siapkan lebih dulu yel-yel yang akan dibawakan kelompok. Meskipun ada kelompok yang membuat yel-yel secara spontan di lokasi Jambore, akan lebih baik hasilnya jika yel-yel sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya.
  2. Tetapkan Person In Charge (PIC) yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan yel-yel. Adanya PIC ini lebih bertugas untuk mengkoordinasikan persiapan yel-yel namun anggota kelompok yang lain pun dapat menyumbangkan ide atau memberi masukan untuk yel-yel kelompok.
  3. Sebaiknya gunakan lagu-lagu yang catchy untuk membuat yelyel, agar lagunya ramah di kuping dan terngiang ngiang kembali di pikiran. Rias Nita dan Andez dari tim AstraWorld menambahkan, pemilihan kata pun sebaiknya disamakan sesuai tema acara.
  4. Setelah yel-yel kelompok selesai disusun, informasikan ke seluruh anggota kelompok dan lakukan latihan beberapa hari sebelum hari pelaksanaan Jambore. Latihan ini termasuk latihan koreografi jika yel-yel juga menyertakan gerakan-gerakan yang harus dihafalkan seluruh anggota kelompok.

 


 

 

Tips Menaklukan Lomba Kecerdasan dan Ketangkasan

Peserta Jambore TBCCI 2015 diwajibkan mengikuti berbagai macam lomba yang menguji kecerdasan dan ketangkasan mereka. Bagaimana kiat-kiat mereka dalam menghadapi lomba-lomba tersebut, berikut yang dapat penulis rangkum dari beberapa peserta.

  1. AstraWorld - Tips JamboreUntuk lomba kecerdasan, lakukan sharing session jika ada anggota tim yang pernah mengikuti Jambore tahun sebelumnya. Sharing session ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama kisi-kisi soal-soal yang mungkin keluar sebagai pertanyaan.
  2. Perluas wawasan dengan membaca buku-buku mengenai pengetahuan umum , seperti buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) atau informasi-informasi terakhir yang bisa diperoleh dari berbagai media seperti internet.
  3. Sedangkan untuk menghadapi lomba ketangkasan, sebaiknya lakukan juga persiapan fisik ringan agar tidak mudah lelah atau cedera saat mengikuti lomba ketangkasan. Latihan fisik misalnya dengan lari atau jogging. “Untuk lomba ketangkasan, persiapan yang kami lakukan dengan lari di Monas. Kantor BI dan Monas kan deket”, ungkap Indra dari BICARA 131 Bank Indonesia.
  4. Sebelum membagi tugas, ketua tim sebaiknya sudah mengenal kemampuan masing-masing tim member, agar pembagian tugas bisa lebih efektif. Menurut Edu, tim leader dari AstraWorld 1, pembagian tugas pun sebaiknya dilakukan dari tugas yang kira-kira paling susah terlebih dahulu, agar orang-orang terbaik dan paling cocok bisa dipilih terlebih dulu. Selanjutnya tugas yang lebih mudah bisa dikerjakan bersama-sama.

AstraWorld

Stay Tune for more stories and wish us luck! 🙂

KOMPETISI ICCA 2015 DARI SUDUT PANDANG BERBEDA

Balai Kartini, 27 Mei 2015. Pesta kompetisi terbesar Contact Center dimulai di sini, saat ini. Segala persiapan baik uji materi maupun mental dari setiap fighter perwakilan masing-masing perusahaan diadu di sini. Lalu siapakah yang layak mendapat gelar bergengsi tahun ini?


Sinar matahari hangat menyapa kota Jakarta hari ini. Aktivitas perkotaan dipagi hari sudah terasa dari padatnya lalu lintas di jalur arteri pusat kota. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari dimana saya ditunjuk untuk mewakili perusahaan untuk mengikuti ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan ICCA untuk perlombaan karya tulis. Perasaan senang bercampur grogi berkecamuk dalam perjalanan ku ke balai kartini, namun etika dan kemanan berlalu lintas harus tetap menjadi prioritas. Tanpa terasa, gedung mewah itu sudah berada di hadapan ku, dan tanpa pikir panjang ku susuri serambi gedung untuk mencari tempat memarkirkan kendaraan.

            Langkah ku santai, mengingat waktu masih menunjukkan kurang dari pukul 7 pagi. Setibanya di pintu depan, beberapa kontestan sudah berkumpul berkelompok. Gambaran ekspresi mereka terlihat ringan dan santai sambil mengobrol satu sama lain. Oh ya, aku teringat pada jadwal lomba hari ini, jadwal tes tertulis dimulai pukul 07.30 untuk para Manager, Supervisor, dan Team leader. Sesaat aku memperhatikan para kontestan tersebut dan bergumam dalam hati “wah penampilannya keren-keren banget, parlente dan smart. Kapan yah bisa jadi seperti itu? Hahaha”. Langkahku berlanjut menuju pintu depan dan segera disambut pembukaan pintu oleh security disertai senyuman. Untuk memastikan saja, aku segera menanyakan lokasi test pada nya, dan segera dijawab “Lantai 2 mas, naiknya lewat sini” sambil menunjukkan elevator.

            Ku susuri lantai granit berwarna coklat berpadu hitam di gedung ini. Tata letak elevator dan tangga terasa agak simpang siur, beruntung petunjuk pelaksanaan test yang telah disediakan panitia, memberikan arahan yang jelas di setiap ujung tangga dan elevator. Meja registrasi berwarna hijau menyambut kehadiran ku dan para kontestan di anak tangga teratas gedung ini. Beberapa orang terlihat melakukan registrasi dibantu oleh panitia dibalik meja yang menggunakan seragam batik putih dengan corak daun berwarna hitam, yang selanjutnya mendapatkan name tag dengan tali berwarna oranye. Awalnya aku tidak mempedulikan meja registrasi itu, karena anggapan ku hanya untuk peserta test tertulis saja. Ku perhatikan sekeliling, orang-orang masih berpenampilan parlente menyebar sana sini dengan ekspresi yang kebanyakan tegang sambil bersandar di teralis besi maupun duduk di lantai, padahal tidak jauh dari situ, berjejer bangku yang kebanyakan kosong. “Mungkin sangkin tegangnya, bangku jadi nggak kelihatan ya, haha”gumam ku.

            Kulihat pintu besar dengan corak ukiran corak batik, tanpa basa basi langsung kucoba terobos ingin melihat bagian dalamnya, tapi dihadang oleh seorang panitia. Ku jelaskan saja kalau saya bukan peserta test tertulis, tapi ia tetap meminta ku untuk registrasi dahulu baru boleh melihat-lihat. Sesaat kemudian name tag tali oranye sudah melingkar di leher, dan diijinkan melihat ruangan test. Ruangan test terlihat luas dan lega. Meja berjajar dengan 2 kursi berlapis kain pada masing-masing meja. Sampai disitu, aku kembali ke serambi depan tempat meja registrasi. Beberapa orang yang baru datang melakukan registrasi. Tampak juga beberapa orang foto bersama di photo booth dengan logo ICCA 2015 dan prusahaan yang mensponsori kegiatan ini, diantaranya Astra, Nice, dan Avaya.

            Mendekati jam 08.00, meja registrasi sudah dipenuhi para kontestan. Di sini ada hal yang membuat ku bangga melihatnya. Walaupun sudah mendekati tengat waktu test dan banyaknya peserta yang belum registrasi, budaya mengantri terlihat jelas. Tidak adal salip menyalip sesama pengantri, dan segalanya tertib, sehingga panitia tidak kewalahan. Salut untuk mereka, hehe.

IMG_20150427_145450

Beberapa saat kemudian, secara teratur tiap kontestan memaski ruang uji nyali dan pintu segera ditutup pertanda test sedang berlangsung. Setiap pengunjung maupun kontestan lomba lain tidak diijinkan untuk masuk ke dalam ruang test. Sekarang, tugas ku hanya menunggu, menunggu hingga test selesai, menunggu peserta test gelombang ke 2 berhamburan untuk registrasi, ataupun menunggu teman-teman dari kantor ku datang mengikuti test. Kulihat beberapa orang di situ juga menunggu, beberapa sedang mengetik dengan wajah serius, terlalu serius malah. Kesimpulan ku, mereka juga peserta writing contest yang sedang meliput kegiatan hari ini. Rasanya canggung juga melihat keseriusan para pesaing, sedangkan aku daritadi hanya memperhatikan. “Cuek aja lah, toh tengat waktu pengumpulan sampai tengah malam” gumam ku.

            Tanpa terasa, waktu sudah hampir menunjukkan jam 09.30 . Aku bersiap untuk menyambut ekspresi para peserta test keluar ruangan. Benar saja, tidak lama kemudian pintu terpentang dan para peserta keluar. Ekspresi ceria terpancar dari kebanyakan peserta test, entah ceria karena yakin menjawab soal-soal test dengan baik atau ceria karena sudah keluar dari ruang uji nyali, entahlah. Kebanyakan dari mereka mulai mengelompok, saling bicara bertukar pikiran, adapula yang cross check jawaban dengan temannya, hingga ada yang “tepok jidat” juga. Dari yang ku dengar dari nguping orang-orang sebelah, soalnya hitung-hitungan kinerja call center, soalnya lumayan susah, mengajak sarapan, dan lain lain. Orang-orang yang tadi menunggu juga kuperhatikan sama seperti yang kulakukan, menguping.

            Peserta test keluar ruangan, ditambah masuknya peserta gelombang ke-2 membuat keadaan serambi lantai dua sangat ramai, memaksa ku untuk menyingkir sementara. Beruntung ke-4 rekan ku datang bersamaan, sehingga ada teman mengobrol walaupun hanya sebentar karena meja registrasi sudah menunggu. Tidak perlu menunggu terlalu lama, lambat laun keramaian tadi terurai menyisakan kontestan gelombang ke-2 mendaftarkan ulang di meja registrasi. Kesempatan ini kugunakan untuk mencatat semua pengamatan yang tadi ku dapat, tidak lupa dengan mimik wajah serius agar sama dengan kontestan karya tulis yang lain.

            Tanpa terasa, pukul 10.00 sudah terlewat. “Wah jam mulai test gelombang ke-2 terlewat” gumam ku. Benar saja, serambi lantai 2 sudah sepi, menyisakan peserta yang tadi kulihat pada saat test gelombang pertama. Mungkin karena terlalu serius mencatat apa –apa saja yang ku perhatikan dari awal tiba di sini sampai riuhnya suasana sewaktu gelombang pertama selesai. Mau tidak mau, aku hanya bisa menunggu kembali hingga test ke 2 selesai.

            Sesaat mata ku melihat seorang bapak penampilan trendi dibalut blazer modern warna hitam dengan kemeja berwarna krem di dalamnya. Berjalan santai di lobi ruangan test ruang mawar. Wajahnya riang tanpa beban dan menyapa para peserta “halooo, bagaimana para jurnalis? 1000 kata mudah kok. hehe” katanya dan disambut sapaan, tawa dan pertanyaan juga oleh para kontestan penunggu di situ. Ya benar, beliau adalah Bp. Andi Anugerah, selaku pimpinan ICCA. Melihat gaya santai dan bersahabat beliau, rasa canggung langsung hilang, berganti rasa simpatik. Benar – benar pimpinan yang pantas menjadi contoh panutan. “Ya, aku akan selalu dan terus belajar menjadi pribadi yang lebh baik!” tekad ku.

Kini, aku harus mencari meja, kursi beserta colokan listrik, karena ide dalam pikiran harus segera dimuntahkan, hehe.

Bagaimanapun dan siapapun para peserta kompetisi ICCA 2015, Tetap semangat dan sampai berjumpa di Makan Malam Pengumuman Pemenang seluruh Kategori.. GANBATEEEEEE!!!

Laju Prestasi Menjadi Contact Center Terbaik

           Di sebuah gedung di selatan Jakarta, tepat di Jl. Jend. Gatot Subroto, kavling 37, Jakarta Selatan, disanalah ajang prestasi contact center akan segera dibuka. Acara bertajuk The Best Contact Center Indonesia itu diselenggarakan oleh ICCA atau Indonesia Contact Center Association, yakni sebuah organisasi di Indonesia beranggotakan perusahaan-perusahaan yang di dalamnya memiliki pelayanan informasi atau contact center. Hari ini, Senin, 27 April 2015 merupakan hari pertama diselenggarakannya perlombaan itu dengan ujian tertulis sebagai ujian tahap awal peserta perorangan.

Registrasi Peserta

 

 

 

 

 

 

Suasana pendaftaran ulang para peserta TBCCI 2015

Ujian dijadwalkan pukul 07.30-09.30 WIB, sebelum memasuki ruang ujian, para peserta yang sudah berpakaian rapi melakukan pendaftaran ulang dan mengenakan tanda pengenal sebagai peserta TBCCI. Jelas terlihat persiapan para peserta yang berada di teras ruang ujian. Cara mereka menghilangkan rasa gugup amat beragam. Ada yang berdoa, bercanda dengan rekan-rekan yang lain, membaca soal-soal latihan, berdiskusi, berjalan-jalan, bahkan sampai sibuk mengambil gambar diri di beberapa sudut ruang. Kesibukan para peserta kian terlihat saat mendekati waktu ujian dimulai. Ruang ujian terbagi atas dua ruangan, yaitu ruang Mawar dengan pengelompokkan peserta supervisor, agent inbound, agent premium, telemarketing, team leader of customer service, manager, back-office, team leader inbound and outbound, manager of customer service, telesales, dan customer service, dan ruang Cempaka dengan peserta desk control, trainer, IT-support, quality assurance, agent English, agent social media, dan WFM (Work Force Management).

Berdoa Dulu Sebelum Test Di Mulai

 

 

 

 

 

 

Kegiatan berdoa sebelum ujian dimulai

Ratna adalah salah satu team-support mewakili Bank BTN yang mengirimkan enam orang, diantaranya adalah satu orang untuk IT, satu perwakilan quality assurance, satu team leader, dan tiga agent inbound. Sebagian besar peserta yang berasal dari contact center Bank BNI, BI, Telkom, Perusahaan Gas Negara, BNI Life, dan Indonesia Comnet Plus mengatakan bahwa mereka cukup merasa tegang menghadapi ujian tulis ini karena peserta lain yang memiliki kesiapan lebih matang. Salah satunya adalah Nanang, seorang agent inbound dari Bank Indonesia yang merasa tegang dan gugup karena persiapannya yang cukup singkat.

Di hari yang sama, suasana persiapan di lantai tiga, di luar ruang Opal dan Saphire, Crowne Plaza Hotel yang berjarak tak lebih dari 2 km dari Balai Kartini justru bertolak belakang. Hingga pukul 07.44 WIB hanya ada lima sampai sepuluh orang berpakaian batik yang terlihat mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan ICCA. Ya, ICCA membagi dua bagian besar perlombaan berbeda di hari yang sama; ujian tertulis bagi perorangan dan penilaian menyeluruh untuk perusahaan. Kali ini, pesertanya merupakan perwakilan perusahaan yang harus menyajikan, mengenalkan, dan menjabarkan terkait seluk beluk perusahaan. Pesertanya antara lain perwakilan dari Garuda Indonesia, Indosat, AIG (American International Group), dan DHL dengan penilaian untuk Employee Engagement, Technology, Social Media, Business Contribution, dan Operational atas perusahaan masing-masing

Juri untuk kelompok penilaian perusahaan merupakan orang-orang yang sudah ahli di bidang pelayanan pelanggan dan informasi perusahaan atau contact center yang berskala nasional maupun internasional. Salah satu juri yang turut serta memberi penilaian adalah Deepak Selvaratnam. Pria ramah dengan tutur kata yang lembut ini merupakan pimpinan perusahaan yang juga bergerak di bidang contact center.

d

 

 

 

 

 

 

Deepak Selvaratnam, salah satu juri presentasi (corporation)

           Meskipun baru pertama kalinya menjadi juri di ajang ICCA, namun beliau sudah sangat memahami betul dunia contact center di dunia internasional. Saat ditanya mengenai garis besar penilaian terkait presentasi perusahaan, beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya yang menjadi tolok ukur adalah bagaimana perusahaan itu berjalan, serta cara dan kiat-kiat yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Lantas kenapa yang menjadi titik penting adalah contact center? Deepak dengan singkat menjawab, ”Because if you develop the contact center, you develop the company.” Jawaban yang sudah menggambarkan betapa pentingnya contact center sebagai salah satu hal penting yang mampu memberikan dampak besar bagi perusahaan.

Beranjak siang, tepatnya pukul 10.00 WIB, suasana riuh kembali terlihat di Balai Kartini, ditengah presentasi perusahaan di ruang Opal dan Saphire, Crowne Plaza Hotel. Para peserta ujian tulis kelompok dari ruang Mawar berhambur keluar dengan raut wajah yang tampak pasrah. Wajah yang sebelumnya penuh keyakinan dan bersemangat, menjadi terlihat pasrah setelah menghadapi soal-soal ujian. Ada yang mengeluh, “Gile susah banget soalnya, entahlah, saya pasrah.” Ada juga yang hanya menghela nafas sembari tersenyum pasrah. Namun mereka semua tetap berusaha yakin untuk tetap lolos ke tahap berikutnya. Selain itu, di waktu yang sama dari ruangan yang berbeda, di ruang Cempaka, juga terlihat raut wajah lega karena ujian tertulis itu sudah bisa dilalui dengan baik, apapun itu hasilnya, mereka sudah memberikan yang terbaik.

Para peserta mulai berkurang menjelang sore hari, namun tak sedikit peserta yang masih menunggu pengumuman hasil ujian tertulis di Balai Kartini. Para peserta yang tengah menunggu bergegas berlarian ke papan pengumuman ketika panitia mengatakan bahwa pengumuman akan segera diberitahukan. Akhirnya, sekitar pukul tujuh malam, hasil ujian pun diumumkan. Dari suasana yang tenang tiba-tiba menjadi ramai. Terdengar sorak sorai riang gembira peserta yang namanya terpampang untuk maju ke tahap selanjutnya. Di papan pengumuman tertera nama, nomor peserta dan nama perusahaan. Dari sekian banyak peserta dalam satu hari penyisihan pertama, terdapat ratusan peserta yang masih bisa melanjutkan untuk mengikuti tahap penyisihan selanjutnya.

20150427184143

Suasana para peserta yang sedang melihat hasil pengumuman

 

Suasana setelah test

Suasana setelah peserta TBCCI 2015 menjalani ujian

Ini artinya, masih ada banyak peserta yang masih harus berusaha keras untuk bersaing sehat di kompetisi selanjutnya. Sementara diantara rasa bahagia dan haru para peserta yang lolos, ada juga raut wajah sedih bagi para peserta yang tidak lolos dalam ujian tertulis. Malam ini, mereka membawa pulang hasil yang menentukan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Bagaimanapun hasil yang diperoleh, semangat dan usaha untuk terus berprestasi tetap harus ditingkatkan.