Value for Others

value for others

Ricky Wijaya, sosok yang penuh kehangatan, simpel dan apa adanya…
(Agent Lembaga Publik – Ditjen Bea dan Cukai)

Lahir di Surabaya 24 tahun yang lalu, Ricky tumbuh besar di kota Blitar, di tempat kelahiran sang Proklamator ini Ricky menjalani masa kecil hingga dewasa, banyak nilai- nilai yang ia dapatkan dari kota tempatnya tumbuh besar, semangat pantang menyerah sang Proklamator selalu menginspirasinya.

Lulusan STAN ini sempat menganggur selama 1 tahun sebelum mengabdi di Ditjen Bea dan Cukai, diawali dengan bertugas di Luwuk, lalu pindah ke perbatasan dengan Indonesia – Malaysia di Entikong Kalimantan Barat, Ricky selanjutnya pindah ke kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai di Jakarta, penugasan barunya di Contact Center Bravo Bea Cukai sudah berjalan 2 tahun ini, Ricky bercerita awal bertugas ia langsung “nyebur” hanya bermodal pelatihan tentang contact center semasa berdinas di Luwuk, ia juga harus cepat beradaptasi dengan dirinya sendiri, di mana saat bertugas di Entikong ia menjadi “Pejabat” dan saat menjadi team Bravo Bea Cukai 150225 ia harus mengubah mindsetnya menjadi seorang Agent Publik yang harus senantiasa siap melayani berbagai macam keluhan dan permintaan dari masyarakat.

Ajang The Best Contact Center Indonesia ini bukanlah sesuatu hal yang asing bagi Ricky karena di tahun 2017 ia menjadi team suporter bagi rekan-rekannya yang berlomba mewakili team Bravo Bea Cukai 150225, namun baru di tahun 2018 ini ia ditunjuk oleh team Bravo Bea Cukai 150225 untuk mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia 2018, Ricky siap menerima tantangan ini ia pun maju, pantang menyerah, dan melakukan persiapan panjang untuk tes tertulis, hasilnya meraih nilai tertinggi tes tertulis dengan nilai: 78, “sambil online sambil belajar” ujarnya, 2 hari terakhir sebelum tes tertulis baru belajar intensif, “persiapan presentasi baru final 2 hari terakhir sebelum lomba” jujur ia bercerita…sungguh orang yang jujur apa adanya.

Dalam materi presentasi yang ia siapkan, ide atau tema utama yang diangkat ialah “Bagaimana menjadi bernilai bagi orang lain, ini ia angkat dari kesehariannya melayani masyarakat, berbagai macam keluhan pelanggan yang ia terima berhasil ditanganinya dengan baik, “minimal bisa membuat orang yang menghubunginya tersenyum itu baru memberi kepuasan baginya, dan membuat orang yang menghubunginya tertawa itu hal yang luar biasa yang ingin ia raih dalam melayani masyarakat. Nilai yang sangat ia percaya dan menjadi ide utama dari materi presentasinya.

i believe i can fly

Kreatifitas yang ia angkat dalam materi presentasinya adalah “Teknik ADEMIN” yang merupakan akronim dari :Attensi, Dengarkan, Empati, dan Insiatif membantu, teknik ADEMIN ini didapat berdasarkan pengalaman sehari-hari di contact center Bravo Bea Cukai 150225, Ricky sangat percaya bahwa setiap manusia pada dasarnya ingin didengarkan, terlebih masyarakat yang menghubunginya di Bravo Bea Cukai 150225 ia harus fokus dan memberi attensi penuh dalam melayani masyarakat, dari kemampuan mendengarkan, ia pun bisa berempati dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi senyum dan tawa masyarakat Indonesia.
Adapun motivasi pengembangan yang ia masukkan dalam materi presentasinya adalah :
1. Love Customer (orientasi membuat pelanggan senyum),
2. The Special One (menjadi orang paling ahli tentang perdagangan internasional atau dengan kata lain ia bertekad menjadi agent yang bisa menjadi one stop solution,
3. Mengembangkan website Bea Cukai, menjadi lebih mudah dan dapat diandalkan dalam memberikan informasi bagi masyarakat Indonesia,
4. Menerapkan 3 A prinsip pelayanan pelanggan(attensi, attitude & Action) dalam pekerjaan nya, tidak hanya teori ia ingin prinsip 3 A ini ia laksanakan dengan baik
Tak hanya di empat poin tersebut, Ricky pun saat ini masih kuliah untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka, ia sadar bahwa ilmu pengetahuan merupakan modal untuk masa depannya.

Pertanyaan fish bowl di akhir presentasi yang ia dapatkan adalah: “apa manfaat melakukan pencatatan?” ia menjawab “manfaatnya mencatat bisa menjadi referensi, pertimbangan & pembelajaran. Ricky mengaku tidak puas terhadap presentasinya karena ada hambatan saat aksi koreografi (slide & sound tidak sesuai) dan juga dalam menjawab pertanyaan fish bowl, namun Ricky berharap yang terbaik dari yang telah ditampilkan.

Ricky mengaku bahwa di ajang ini ia pertama kali tampil untuk public speaking di ajang resmi. Untuk menghilangkan nervousnya Ricky melakukan senam muka, eye contact dengan juri dan mengarahkan fokusnya kepada juri yang terlihat antusias agar membangkitkan rasa percaya diri.

Pendapat dari mbak Akma selaku panitia yang bertugas saat presentasi Ricky “Ricky tampil penuh dengan semangat, sebelum waktu tampil Ricky sudah mempersiapkan segala sesuatu yang menunjang penampilannya”. Kemudian ia pun memberikan support untuk Ricky “Semangat mas Ricky, semoga dapat hasil yang terbaik ya!”.

Semangaaaaaaaaat mas Ricky!

Pengalaman yang paling berkesan selama masa persiapan yaitu ia dihipnotis saat belajar presentasi untuk menghilangkan trauma masa lalu. Tantangan terbesar ada dari diri sendiri yaitu hasrat untuk menunda-nunda persiapan dan menghilangkan zona nyamannya untuk persiapan ajang TBCCI 2018. Support dari kekasih tercinta sangat memompa semangat Ricky.

Pelajaran berharga mengikuti ajang TBCCI 2018 yang ia dapatkan adalah : persiapan harus maksimal, jangan setengah setengah, dan berusaha totalitas dalam melakukan suatu hal.

Beberapa kutipan yang menjadi penyemangat Ricky adalah kutipan milik Albert Einstein :”Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna (Try not to become a man of success, rather than becoming a man of value)” dan kutipan Emha Ainun Najib : “janganlah sombong atas apa yang kamu miliki(harta, jabatan, keshalehan) sombong lah terhadap masalahmu (hancurkan / kalahkan masalah yang kita hadapi)”.

Ucapan terujar tulus dari Ricky “Terima kasih atas kinerja panitia TBCCI 2018 yang sudah membantu selama masa lomba, Bea dan Cukai Melayani dengan hati”.
“Salam Bravo Bea Cukai 150225 connecting with heart”.

BAF-TBCCI 2018 (Visionary,Reliable,Accessible)

BAF – Bea Cukai TBCCI 2018. Sukses untuk kita semua.