Great Success Comes from Great People

Telkom C4, Jakarta – Industri Contact Center di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, kemajuan teknologi di segala lini kehidupan menjadi salah satu faktor terpenting berkembangnya industri tersebut. Kebutuhan akan pemenuhan kepuasan pelanggan menjadi salah satu alasan perusahaan membangun sebuah layanan contact center. Sejalan dengan hal tersebut, setiap contact center selalu berusaha melakukan hal terbaik agar menjadi contact center dengan kepuasan pelanggan yang tinggi. The Best Contact Center Indonesia muncul sebagai wadah bagi para pengembang contact center di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan berbagi program kerja terbaik agar dapat menjadikan industri contact center di Indonesia menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Mengulang kesukesan dari tahun-tahun sebelumnya, ajang The Best Contact Center Indonesia 2017 saat ini telah memasuki hari ke-3. Selama tiga hari berturut-turut acara ini berlangsung, segalanya terlihat teroganisir. Hal tersebut tak lepas dari peran seluruh panitia yang terlibat langsung dalam ajang ini.
Andi Anugrah sebagai ketua dari Indonesia Contact Center Association mempunyai peran yang sangat penting di balik kesuksesan The Best Contact Center indonesia. Bagi beliau, kunci sukses berjalannya acara ini adalah kerjasama dan kordinasi yang baik, selain daripada itu mempertahankan prinsip yg baik dalam contact center pun tak kalah pentingnya. Selain Andi Anugrah, masih banyak pihak yang sangat berperan dalam kesuksesan terselenggaranya acara ini.


Kerikil bukan menjadi hambatan kesuksesan


A Salsabila Istiqlal – Panitia TBCCI 2017

Jalan tak selamanya mulus, terkadang dibutuhkan kerikil sebagai pembelajaran dan jalan berlubang agar tetap waspada. Begitu pula yang terjadi pada ajang ini, pasti ada masalah-masalah yang dihadapi oleh seluruh panitia, namun menjadikan masalah bukan sebagai hambatan adalah salah satu cara untuk melewatinya.

Drisa Hajar – Panitia TBCCI 2017

Kami sempat berbincang dengan A Salsabila Istiqlal, panitia yang mengurusi masalah administrasi dan registrasi.
“Yang rada ribet sih hari pertama, masih banyak juri yang belum melengkapi administrasi, ada juga yang minta pindah jadwal padahal kita udah kasih tau jauh jauh hari untuk jadwalnya, semuanya sih bisa tersolusikan, dan dari situ juga saya bisa belajar bagaimana menghandle stress.” Ungkap salsa sambil tersenyum ketika ditanya suka duka menjadi panitia di TBCCI 2017.

Lain lagi yang di alami oleh Drisa Hajar “Kadang ada aja peserta yang gak standby di lokasi padahal udah waktunya masuk untuk presentasi, jadinya mesti nyariin dulu dan itu yang bikin peserta lain waktu presentasinya mundur dari yang udah di jadwalin.” Keluhnya. Selain menghadapi masalah seperti itu, perempuan asal medan ini juga mengungkapkan hal-hal yang terjadi pada peserta lomba individual sebelum memasuki ruangan. “Ada peserta yang bersemangat banget, sampe ada yang tegang banget, ada yang nyanyi ngapalin lirik buat presentasi sama yang joget-joget buat ngilangin tegang kali ya” seraya tersenyum mengingat hal tersebut. Menjadi panitia di acara ini membuat keduanya dapat bertemu dan mengenal lebih banyak orang dari berbagai daerah dan mereka menyukai hal tersebut.
Tujuan utamanya mengalahkan diri sendiri.

Mubyar Nur Khaliq sedang melakukan sesi foto peserta kategori individual

Mubyar Nur Khaliq, perannya sangat penting di ajang ini. Bagaimana tidak, dia bertugas mengabadikan moment peserta yang sudah melakukan presentasi di masing-masing kategori di depan Photobooth TBCCI 2017. Persiapan untuk acara ini dimulai sejak jumat pekan lalu, break di hari sabtu lalu memulai kembali persiapan di hari minggu. Sebelum bergabung bersama ICCA, muby pernah menjuarai TBCCI 2015 dikategori Trainer dan pada tahun 2016 di kategori Best Of The Best Trainer. Sebagai salah satu pemenang dari ajang ini, ia mempunyai pesan untuk para peserta yang mengikuti lomba individual
“Berlomba itu bukan untuk mengalahkan orang lain, tapi sebetulnya kita berlomba itu untuk menunjukan kapasitas diri dan untuk mengalahkan diri sendiri, berbagi tips dan trik menghadapi tantangan dan bagaimana kreatifitas menghadapi tantangan tersebut.”

Tambahan sedikit, pria berkacamata ini menuangkan hobi bermusiknya di youtube channel, untuk kalian yang memiliki hobi serupa boleh mampir dan jangan lupa subscribe ya!!! https://www.youtube.com/channel/UC5tfseQpV2k140DLnK6VnZw