Mencari Orisinalitas Peserta Talent

Gempita ajang The Best Contact Center Indonesia 2017 untuk kategori Individual telah berlalu. Riuh sorakan tim pendukung juga telah menghilang dari area lantai enam dan tujuh Kalbis Institute, Pulomas, Jakarta Timur. Namun kemegahan acara yang berlangsung selama empat hari berturut-turut tersebut tidak akan hilang begitu saja. Festival tersebut telah terekam dengan baik oleh sahabat-sahabat yang mengikuti lomba ini dalam kategori Talent Writing, Photo, dan Video.

Menenteng kamera, perekam gambar, dan perekam suara, serta catatan juga laptop, peserta ajang The Best CCI untuk kategori Talent Writing, Photo, dan Video terlihat beredar di seluruh area lantai enam dan tujuh Kalbis Institute. Merekalah yang paling hafal seluruh sudut area tersebut karena selama empat hari berturut-turut dari tanggal 24 Juli hingga 27 Juli menggali setiap aspek yang ada dari ajang The Best CCI. Mereka menangkap setiap momen, mulai dari rasa nervous peserta sebelum masuk ruang presentasi, sisi lain peserta, kekompakan tim pendukung, kesan dewan juri, kesibukan panitia, hingga perasaan tak karuan yang dihadapi peserta saat presentasi di hadapan minimal sepuluh orang dewan juri.

Sosok-sosok di balik layar yang menjaga memori ajang The Best CCI 2017 juga tidak luput dari penilaian dewan juri. Bedanya, jika peserta kategori Individual langsung dinilai pada saat proses presentasi, peserta kategori Talent ini dinilai selepas seluruh karya foto dan video mereka dikumpulkan oleh panitia. Untuk tulisan, peserta sendiri yang mengunggahnya ke laman ICCA untuk kemudian dinilai oleh dewan juri.

Sabtu, 28 Juli, satu hari setelah rangkaian lomba kategori Individual dan Talent Writing, Photo, dan Video, adalah hari dimana seluruh karya peserta lomba Talent Writing, Photo, dan Video dinilai oleh dewan juri. Proses penjurian diadakan di Graha Seti, Jakarta Selatan selama satu hari penuh. Tiga orang juri independen yang merupakan praktisi dan dosen, berkutat dengan seluruh karya yang telah masuk arsip panitia.

Pada kategori Writing, Dwi Firmansyah mengutarakan pendapatnya bahwa secara keseluruhan, peserta Writing memberikan tulisan yang menarik. Peserta mampu menyajikan tema-tema yang unik berkaitan dengan event The Best CCI kategori Individual. Salah satu yang menarik perhatian Dwi adalah adanya satu tema tentang Agent Disabilitas. Peserta mampu menggali hal secara maksimal dan menyentuh human interest. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dari sisi hard news peserta juga mampu menyajikan dengan baik disertai dengan hal-hal unik dari peserta kategori Individual. Jika dilihat dari segi penulisan dan ejaan, sebagian besar peserta sudah memahami dan menuliskannya dengan benar.

Menurut Dwi, sisi orisinalitas menjadi salah satu hal yang penting dalam menilai sebuah tulisan. Beberapa peserta sudah mampu menghadirkan tulisan yang orisinal dengan melakukan in-depth reporting untuk menggali hal-hal unik dari peserta kategori Individual. Selain melalui in-depth reporting, satu hal lagi yang menarik perhatian Dwi yaitu pengetahuan dan pengalaman peserta untuk memasukkan teori-teori bahkan tentang sastra ke dalam tulisan mereka. “Tulisan mereka menjadi lebih hidup, tidak kaku, dan lebih bertutur. Dari sisi keunikan ini yang membuat kami memberikan skor lebih tinggi. Dengan demikian, dua hal utama yang menjadi penilaian kami adalah orisinalitas dan keunikan tulisan.” Demikian komentar Dwi.

Sejumlah aspek penilaian untuk kategori Photo kemudian dijelaskan oleh Wisnu Tri Rahardjo. Wisnu, sapaan akrabnya, menyampaikan poin utama untuk penilaian kategori Photo. Teknik pengambilan gambar memang penting dan sebagian peserta sudah dapat dikatakan sebagai profesional oleh Wisnu, namun hal utama yang dicari dari hasil pengambilan gambar adalah sisi uniqueness atau keunikan foto. Wisnu juga menambahkan ada baiknya untuk menetapkan sebuah tema dalam satu hari pengambilan foto agar peserta dapat menangkap momen-momen yang lebih spesifik serta untuk memudahkan penilaian.

Aditya Rizky Gunanto, salah satu juri yang bertugas menilai karya video peserta juga berkenan berbagi tentang penilaian video peserta Talent Video. Ada beberapa peserta yang secara teknik sangat menguasai dan mampu menyajikan sebuah video yang ‘wow’. Skor tinggi diberikan untuk video yang secara penyajian menarik. Beberapa poin yang digarisbawahi oleh Aditya dalam menilai video dengan penyajian yang menarik adalah isi cerita yang bertutur, perpindahan scene yang mulus dan memiliki alur yang baik, serta adanya host yang mampu membawa cerita agar mengalir dengan baik.

Di luar sisi teknik pengambilan gambar, Aditya juga memberikan poin yang tinggi dari sisi penceritaan. Ada juga peserta yang mampu mengangkat tema yang unik dan memberikan penceritaan yang baik. Dalam hal ini tugas editor video menjadi penting. “Pada dasarnya kita harus tahu mau bikin video apa, ini terkait tema video. Kedua, harus tahu audiens-nya agar tidak terkesan menggurui penonton. Proses perencanaan atau pra-produksi juga sangat perlu diperhatikan agar tidak bingung saat proses take video.”

“Masukan saya untuk ke depannya adalah agar peserta mempersiapkan proses perencanaan atau pra-produksi dengan baik, kedua adalah masalah teknis, dan proses ‘memasak’ materi atau editing video. Satu lagi, perbanyak stock shot juga perlu agar editor tidak bingung saat mengedit dan tidak terjadi pengulangan scene.” Demikian pungkas Aditya. (MZ)

Pengalaman Berharga dari TBCCI 2017

ATB, Jakarta – Banyak pengalaman, pengetahuan dan momen tak terlupakan terekam dalam ingatan selama berlangsungnya kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017. Ratusan peserta dengan talenta yang luar biasa, membuat kompetisi terasa seperti arena kejuaraan yang seluruh kontestannya adalah pemenang.

Peserta yang berkompetisi hari ini banjir dukungan suporter dari perusahaan masing-masing dengan kemeriahan yang luar biasa. Tampak suporter dari BNI Life Insurance, Kereta Api Indonesia, Perusahaan Gas Negara dan Telekomunikasi Indonesia menyuarakan yel-yel sesaat sebelum wakil perusahaan mereka melakukan presentasi. Kekompakan tim pendukung peserta ini, menambah semangat para peserta lebih percaya diri untuk maju ke ruang penjurian.

Penjurian untuk presentasi kategori individu di ajang (TBCCI) 2017 memasuki hari keempat. Hal ini menandakan hari terakhir para peserta berkompetisi dalam kategori individual, talent khusus Video, Foto serta Writing Contest.

Kumyati, salah seorang peserta kategori Agent Disability memaparkan bahwa “mindset” menjadi tantangan paling besar selama menjalani tanggung jawab sebagai Agent. Wanita berhijab ini menuturkan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang Agent dengan keterbatasan yang dimiliki, dimana ia harus merubah pola pikir dan membuktikan bahwa ia mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaannya seperti layaknya orang lain. Agent dari Telkom Corporate Customer Care Center atau yang lebih dikenal dengan Telkom C4 ini menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 300 Agent C4 yang tersebar di Jakarta dan Bogor.

Kumyati, salah seorang peserta kategori Agent Disability dari Telkom Corporate Customer Care Center.

Tampil presentasi di hadapan juri dengan menggunakan kursi roda bukan jadi sebuah hambatan, dengan semangat yang kuat dan percaya diri, Kumyati bisa melaluinya dengan lancar mulai dari awal sampai selesai materi. Presentasi yang ia bawakan bahkan mendapatkan perhatian dewan juri yang tampak antusias menyimak paparan materi yang disampaikan. Selama berada di area kompetisi TBCCI 2017, Kumyati memperlihatkan kemandiriannya dengan mengurus semua persiapan presentasi sendiri.

Berbicara mengenai kemandirian, konsep leadership yang disampaikan Angela Wanodya Sawangi, peserta Best of Best Team Leader Customer Service dari Bank Central Asia dalam presentasinya layak untuk di jadikan panduan. Wanita yang akrab disapa Angi ini menjelaskan bahwa sudah saatnya para leader di perusahaan meninggalkan cara lama dalam kepemimpinannya. Staf yang dipimpin harus diberikan pemahaman dan tugas sebagai seorang owner dari perusahaan.

“Setelah saya menjalankan konsep leadership ini di unit saya, staf yang berada dibawah saya menjadi sangat mandiri. Mereka hanya mengeskalasi kasus yang benar-benar stuck karena limit atau karena bingung harus memberikan solusi apa lagi. Setelah kita implementasikan konsep leadership ini, mereka bekerja dengan happy dan memberikan seluruh kemampuannya karena mereka merasa sebagai direktur dari masing-masing perusahaan. Jadi mindsetnya sudah berubah sebagai penggarap bisnis bukan hanya sekedar karyawan,” jelas Angi Team Leader yang tampil anggun dalam balutan dress bernuansa batik ini dengan semangat.

Angela Wanodya Sawangi, (kanan) peserta Best of Best Team Leader Customer Service dari Bank Central Asia terlihat ceria bersama rekan kerja usai tampil di ajang kompetisi TBCCI 2017

Peserta lain yang berbagi pengalaman mengenai kemandirian dalam melayani pelanggan datang dari perwakilan Angkasa Pura II. Lucky Nurhalim yang mengikuti kategori Best of Best Social Media menyampaikan, bahwa menjalankan tanggung jawab menangani social media perusahaan membutuhkan keterampilan dan kemandirian dalam memberikan informasi. Kesigapan untuk mencari solusi dan kemampuan berkomunikasi secara nonverbal sangat diperlukan.

Hal tersebut diamini oleh Agoes Soepriyanto, atasan Lucky pada hari terakhir turut ambil bagian, Agoes tampil dalam kategori Manager Customer Service. Dia menjelaskan, bahwa sangat penting untuk menciptakan tim di lingkungan kerja yang bisa bekerja mandiri. Meski timnya bekerja secara mandiri, namun fungsi pengawasan tetap dijalankan salah satunya bisa melalui unit Service Quality Inspector.

“Meskipun staf diarahkan untuk mandiri dalam pekerjaannya, kami tetap memantau agar setiap proses yang terjadi di lingkungan kerja sesuai dengan porsi dan standarisasinya. Jadi bekerja secara mandiri itu kami jadikan dan sebagai budaya. Selain itu, saya juga menerapkan metode balancing yang artinya bahwa kita berada dalam lingkungan kerja yang underpressure jadi penting untuk menyeimbangkannya dengan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Sesibuk apapun, waktu bersama keluarga harus menjadi prioritas,” tambah pria yang memiliki hobi touring dengan motor gede ini.

Adapun kategori yang diikuti oleh peserta di hari terakhir meliputi kategori Customer Service (Large & Small), Team Leader Customer Service, Team Leader Outbound, Telemarketing, Telesales, Best of Best Customer Service & Social Media, Manager Customer Service, Best of Best Outbound, Best of Best Team Leader Customer Service & Outbound dan satu kategori khusus yang baru diperlombakan di tahun ini yaitu kategori Agent Disability.

“Kategori Customer Service diperuntukkan bagi staf yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dalam pelayanan Termasuk di dalamnya Telemarketing dan Telesales. Selain itu secara khusus hari ini ada kategori disabilitas yang akan berlomba di ruangan dua nanti siang. Ada delapan peserta yang akan bertanding yang merupakan wakil dari Telekomunikasi Indonesia, Telkom C4, Bank Indonesia, Bank Central Asia dan Bank Mandiri,” jelas Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference di lantai enam aula Kalbis Institute.

Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference di lantai enam aula Kalbis Institute, Jakarta.

Rangkaian lomba untuk kategori peserta individual memang berakhir hari ini. Namun, mulai 1 Agustus tongkat estafet kompetisi TBCCI 2017 akan dilanjutkan dengan lomba kategori Teamwork, Talent dan Korporat. Untuk kategori Teamwork akan dilaksanakan di Kalbis Institute pada 1 Agustus 2017 sedangkan untuk kategori Talent Singing dan Dancing akan diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2017 di Gedung Kesenian Jakarta. Senin, 7 Agustus 2017 perusahaan yang mengikuti kategori Korporat akan melakukan presentasi di Bidakara Jakarta. (DY_ATB)

Bersimpuh Salam Sepuluh Jari
Menenun Emas Kain Sulaman
Writing ATB Batam Undur Diri
Jumpa Lagi TBCCI Tahun Depan

Muda, Beda dan Bertalenta

ATB, Jakarta – Suasana lomba The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 dihari ketiga terasa lebih istimewa. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan bertalenta, memadati area presentasi di Kalbis Institute Pulomas Jakarta. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan diri sebelum tampil dihadapan juri.

Sebanyak 135 peserta dijadwalkan melakukan presentasi dalam beberapa kategori. Mereka akan tampil maksimal dalam mengeksplorasi talenta yang dimiliki, untuk mendapatkan perhatian dewan juri dengan latar belakang akademisi dan praktisi contact center.

Sejumlah peserta bersiap melakukan registrasi di ajang kompetisi BTCCI 2017, hari ketiga gelaran lomba contact center Rabu (26/7) diisi oleh agent-agent muda, beda dan bertalenta.

Andi Anugrah, Chairman Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference yang berlangsung di aula lantai enam Kalbis Institute menyampaikan bahwa mayoritas peserta yang berkompetisi hari ini adalah peserta yang berada di level staf yang berhubungan langsung dengan layanan pelanggan. Hanya ada satu kategori Best of Best yang diperlombakan hari ini yaitu Best of Best Agent yang penjuriannya dilakukan di ruang R9 lantai tujuh Kalbis Institute dan sisanya adalah kategori reguler.

“Ada satu kategori yang berbeda di tahun ini yaitu kategori Agent Layanan Publik. Kategori ini dikhususkan bagi perusahaan dengan seat kecil yang memberikan layanan publik baik dari sektor BUMN atau pemerintah dan sektor swasta,” jelas Andi Anugrah kepada tim jurnalis.

Adapun peserta yang mengikuti kategori Agent Layanan Publik ini berasal dari perusahaan atau lembaga pemerintah seperti PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Pertamina, Perusahan Gas Negara, Ditjen Bea dan Cukai, Pusintek-Kementrian Keuangan, Angkasa Pura II, Bank Indonesia, PAM Lyonnaise Jaya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk perusahaan yang bergerak di layanan jasa pengolahan air bersih atau air minum, hanya PAM Lyonnaise Jaya dan PT. Adhya Tirta Batam yang meloloskan kandidat terbaiknya ke tahap presentasi hari ini.

Dorongan semangat dan percaya diri yang terpancar dari masing-masing peserta, membuat kompetisi hari ini lebih berwarna. Sejumlah peserta bahkan tampil dengan membawakan tema yang lebih variatif dan menunjukkan sisi kreatifitas sebagai insan muda yang berkarya dan penuh talenta.

Sejumlah peserta TBCCI 2017 luapkan keceriaan usai presentasi di hadapan juri. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan memiliki talenta.

Salah satunya adalah peserta yang berasal dari Kota Batam. Gadis cantik bernama lengkap Fajri Rahmi ini tampil membawakan presentasi bertemakan “kertas”. Alasan Agent Inbound PT. Adhya Tirta Batam ini memilih tema kertas karena kecintaannya terhadap dunia menulis. Di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan di Call Center ATB 467111, Fajri terus mengembangkan ide dan kreatifitasnya dengan menerbitkan beberapa buku antologi salah satunya buku berjudul Segurat Garis Sumatera.

“Saat pertama kali memasuki area presentasi tadi, saya sempat merasakan nervous. Namun setelah melihat peserta lain, rasa nervous itu langsung hilang entah kemana. Mungkin karena mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan total dan sangat kreatif, membuat saya lebih bersemangat. Apalagi tema presentasi saya juga membahas tentang ide dan kreatifitas. Jadi saya lebih tertantang untuk menunjukkan kemampuan yang saya miliki,” imbuh Fajri.

Rasa gugup juga sempat dialami oleh perwakilan Acer Indonesia, Amandani Yuliasari. Amandani yang mengikuti kategori Agent Back Office mengaku melakukan persiapan cukup lama untuk menghadapi kompetisi ini. Sebagai pemula, tantangan paling besar yang dihadapi Amandani saat melakukan presentasi adalah menenangkan diri agar tidak gugup dihadapan dewan juri. Namun dengan respon positif dari dewan juri, membuat Amandani mampu melewati seluruh tahapan presentasi dengan lancar. Terlebih Acer Indonesia baru tahun ini mengikuti ajang TBCCI, membuat Amandani sangat termotivasi untuk meraih predikat The Best.

Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mendukung kandidat mereka yang lolos ke tahap presentasi. Beberapa perusahaan tampak mengirimkan tim suporter bagi wakil perusahaan mereka yang berkompetisi hari ini sebagai bentuk dukungan moril dan mengurangi rasa grogi peserta. Tim suporter yang paling mencuri perhatian adalah dari Kereta Api Indonesia. Mulai dari staf hingga level manajerial mendampingi Agung Anwarudin, Ramon Anggoman, Lutfi Nur Andika, Noviyanti dan Riyanti Eka Putri yang merupakan wakil Kereta Api Indonesia dalam kategori Agent Reguler dan Back Office.

Peserta TBCCI 2017 dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat gembira bersama dukungan rekan kerja, usai tampil di hadapan juri vote lock.

Terlepas dari euforia tingginya tingkat regenerasi insan muda yang memilih berkecimpung dalam dunia contact center, satu hal yang pasti bahwa kreatifitas untuk menghasilkan karya dan prestasi tentunya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Contact center adalah lingkungan paling tepat untuk mempelajari banyak hal dan mengembangkan potensi diri dimana generasi muda, beda dan bertalenta akan terus terlahir disini. (DY_ATB)

Gurindam Melayu Bertabuh Langgam
Mengatur Langkah Dara Menari
Episode Ketiga Telahpun Khatam
Nantikan Cerita Esok Hari

Belajar Dari Sang Juara

ATB, Jakarta Perhelatan akbar The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 telah memasuki hari kedua. Sebanyak 119 orang peserta siap berlaga menampilkan presentasi terbaik mereka pada Selasa (25/7) di Kalbis Institute Jakarta. Ada sebelas kategori individu yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi contact center.

Suasana hari kedua terasa sedikit berbeda dibanding hari sebelumnya. Saat presentasi sedang berlangsung di ruang penjurian, peserta yang bersiap di ruang tunggu tampak lebih tenang dan santai. Hanya beberapa peserta saja yang terlihat sedang berlatih sebelum presentasi.

Bukan tanpa alasan kali ini peserta yang tampil terlihat lebih santai karena memang semua kategori hari ini khusus penjurian untuk level leader. Tentunya orang-orang yang berada di level ini sudah lebih terlatih dalam kesehariannya sebagai staf contact center dan lebih matang dari segi pengalaman sehingga untuk menghadapi presentasi ini mereka jauh lebih siap dibandingkan peserta yang berada di level agent.

Adapun kategori yang diperlombakan hari ini diantaranya kategori Agent Premium, Best of Best Back Office, Best of Best Supervisor, Best of Best Team Leader, Best of Best Manager, Manager (Large), Manager (Small), Supervisor (Large), Supervisor (Small), Team Leader (Large) dan Team Leader (Small).

Ternyata suasana tenang dan santai ini memberikan dampak positif bagi peserta yang baru pertama kali ambil bagian dalam kompetisi TBCCI. Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) mengaku dirinya lebih percaya diri karena melihat peserta-peserta lain yang hadir dengan penuh keyakinan diri. Meski wakil dari Bank Central Asia ini baru pertama kali mengikuti ajang TBCCI namun tidak menyurutkan semangat untuk mempersembahkan presentasi yang terbaik.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari TBCCI 2017 ini. Walau tadi sempat sedikit terganggu karena kondisi saya yang agak kurang fit akibat batuk tapi overall presentasi berjalan lancar dan saya optimis juri tertarik dengan presentasi saya,” terang pria berdarah Jawa yang membawakan presentasi bertemakan Gamelan Jawa ini dengan semangat.

Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) dari Bank BCA mengungkapkan ekspresi ceria usai presentasi di ajang TBCCI 2017.

Hal yang menarik, ada 36 peserta yang telah menjadi pemenang pada TBCCI tahun-tahun sebelumnya kembali berkompetisi di TBCCI tahun ini untuk memperebutkan predikat Best of Best. Saat press conference, Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) memaparkan bahwa untuk kategori Best of Best, komposisi perusahaan yang mengirimkan kandidatnya dan kategori yang diikuti masih hampir sama dengan tahun lalu. Namun jumlah peserta yang mengikuti kategori Best of Best meningkat dari sebelumnya.

“Untuk kategori Best of Best Manager, tahun ini kompetisinya jauh lebih ketat persaingannya karena dari hasil pantauan sementara terlihat adanya peningkatan dari segi materi presentasi yang dibawakan. Selain itu, seluruh peserta Best of Best Manager ini kualifikasi kompetensinya hampir merata levelnya. Jadi aura kompetisinya benar-benar terasa,” jelas Andi Anugerah di aula lantai 6 Kalbis Institute.

Untuk durasi waktu yang diberikan dalam menyampaikan presentasi, masing-masing peserta diberikan waktu 25 menit untuk kategori Supervisor dan Team Leader serta 30 menit khusus untuk kategori yang diikuti Manager. Durasi waktu ini mengalami penambahan lebih lama 5 menit dari TBBCI 2016.

Sanda Pradhipta, peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office yang ditemui saat sedang melakukan sesi latihan terakhir sebelum memasuki ruang penjurian telah mempersiapkan diri selama dua bulan. Persiapan utama yang menjadi fokus alumni Politeknik Keuangan Negara STAN ini lebih kepada bagaimana menyampaikan presentasi sehingga juri memahami dengan baik pesan dari materi presentasi yang dijabarkan.

Sanda Pradhipta, (kiri) peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office.

Tidak mudah bagi Sanda menjadi seorang back office, mengingat posisi ini merupakan posisi strategis bagi perusahaan dan memerlukan tenaga kerja profesional dengan keahlian yang mumpuni. Staf back office sendiri secara kualifikasi setidaknya harus memiliki latar belakang pendidikan minimal diploma, teliti, jujur, mampu mengoperasikan sistem dengan baik serta komunikatif. Jadi memiliki mental dan semangat sebagai seorang juara sangat penting bagi Sanda untuk tetap menjaga eksistensi diri di lingkungan contact center.

Berbicara soal memiliki semangat juara, maka mengikuti jejak semangat Ike Yulindawati, peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri adalah pilihan yang sangat tepat. Ike yang tampil di urutan pertama presentasi menyampaikan bahwa untuk kategori Best of Best Manager tahun ini euforia kompetisi dan tekanannya jauh lebih tinggi. Masing-masing peserta berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah diraih.

Foto booth – Ike Yulindawati (paling kanan), peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri bersama tim foto bersama usai presentasi di ajang TBCCI 2017, Selasa (25/7).

Lulusan Magister Management Perbanas Institute ini membagikan tips untuk peserta yang akan mengikuti kompetisi TBCCI tahun depan agar lebih mempersiapkan diri dengan mengikuti training, sharing class maupun seminar-seminar yang diadakan oleh ICCA karena sangat banyak masukan dan tambahan pengetahuan yang bisa diimplementasikan untuk lebih siap menghadapi kompetisi baik TBCCI maupun kegiatan lain yang sejenis. (DY_ATB)

Bandar Madani Batam Terbilang
Budi Bahasa Dijunjung Tinggi
Hari Kedua Telahpun Dijelang
Esok Hari Berjumpa Lagi