Mencari Orisinalitas Peserta Talent

Gempita ajang The Best Contact Center Indonesia 2017 untuk kategori Individual telah berlalu. Riuh sorakan tim pendukung juga telah menghilang dari area lantai enam dan tujuh Kalbis Institute, Pulomas, Jakarta Timur. Namun kemegahan acara yang berlangsung selama empat hari berturut-turut tersebut tidak akan hilang begitu saja. Festival tersebut telah terekam dengan baik oleh sahabat-sahabat yang mengikuti lomba ini dalam kategori Talent Writing, Photo, dan Video.

Menenteng kamera, perekam gambar, dan perekam suara, serta catatan juga laptop, peserta ajang The Best CCI untuk kategori Talent Writing, Photo, dan Video terlihat beredar di seluruh area lantai enam dan tujuh Kalbis Institute. Merekalah yang paling hafal seluruh sudut area tersebut karena selama empat hari berturut-turut dari tanggal 24 Juli hingga 27 Juli menggali setiap aspek yang ada dari ajang The Best CCI. Mereka menangkap setiap momen, mulai dari rasa nervous peserta sebelum masuk ruang presentasi, sisi lain peserta, kekompakan tim pendukung, kesan dewan juri, kesibukan panitia, hingga perasaan tak karuan yang dihadapi peserta saat presentasi di hadapan minimal sepuluh orang dewan juri.

Sosok-sosok di balik layar yang menjaga memori ajang The Best CCI 2017 juga tidak luput dari penilaian dewan juri. Bedanya, jika peserta kategori Individual langsung dinilai pada saat proses presentasi, peserta kategori Talent ini dinilai selepas seluruh karya foto dan video mereka dikumpulkan oleh panitia. Untuk tulisan, peserta sendiri yang mengunggahnya ke laman ICCA untuk kemudian dinilai oleh dewan juri.

Sabtu, 28 Juli, satu hari setelah rangkaian lomba kategori Individual dan Talent Writing, Photo, dan Video, adalah hari dimana seluruh karya peserta lomba Talent Writing, Photo, dan Video dinilai oleh dewan juri. Proses penjurian diadakan di Graha Seti, Jakarta Selatan selama satu hari penuh. Tiga orang juri independen yang merupakan praktisi dan dosen, berkutat dengan seluruh karya yang telah masuk arsip panitia.

Pada kategori Writing, Dwi Firmansyah mengutarakan pendapatnya bahwa secara keseluruhan, peserta Writing memberikan tulisan yang menarik. Peserta mampu menyajikan tema-tema yang unik berkaitan dengan event The Best CCI kategori Individual. Salah satu yang menarik perhatian Dwi adalah adanya satu tema tentang Agent Disabilitas. Peserta mampu menggali hal secara maksimal dan menyentuh human interest. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dari sisi hard news peserta juga mampu menyajikan dengan baik disertai dengan hal-hal unik dari peserta kategori Individual. Jika dilihat dari segi penulisan dan ejaan, sebagian besar peserta sudah memahami dan menuliskannya dengan benar.

Menurut Dwi, sisi orisinalitas menjadi salah satu hal yang penting dalam menilai sebuah tulisan. Beberapa peserta sudah mampu menghadirkan tulisan yang orisinal dengan melakukan in-depth reporting untuk menggali hal-hal unik dari peserta kategori Individual. Selain melalui in-depth reporting, satu hal lagi yang menarik perhatian Dwi yaitu pengetahuan dan pengalaman peserta untuk memasukkan teori-teori bahkan tentang sastra ke dalam tulisan mereka. “Tulisan mereka menjadi lebih hidup, tidak kaku, dan lebih bertutur. Dari sisi keunikan ini yang membuat kami memberikan skor lebih tinggi. Dengan demikian, dua hal utama yang menjadi penilaian kami adalah orisinalitas dan keunikan tulisan.” Demikian komentar Dwi.

Sejumlah aspek penilaian untuk kategori Photo kemudian dijelaskan oleh Wisnu Tri Rahardjo. Wisnu, sapaan akrabnya, menyampaikan poin utama untuk penilaian kategori Photo. Teknik pengambilan gambar memang penting dan sebagian peserta sudah dapat dikatakan sebagai profesional oleh Wisnu, namun hal utama yang dicari dari hasil pengambilan gambar adalah sisi uniqueness atau keunikan foto. Wisnu juga menambahkan ada baiknya untuk menetapkan sebuah tema dalam satu hari pengambilan foto agar peserta dapat menangkap momen-momen yang lebih spesifik serta untuk memudahkan penilaian.

Aditya Rizky Gunanto, salah satu juri yang bertugas menilai karya video peserta juga berkenan berbagi tentang penilaian video peserta Talent Video. Ada beberapa peserta yang secara teknik sangat menguasai dan mampu menyajikan sebuah video yang ‘wow’. Skor tinggi diberikan untuk video yang secara penyajian menarik. Beberapa poin yang digarisbawahi oleh Aditya dalam menilai video dengan penyajian yang menarik adalah isi cerita yang bertutur, perpindahan scene yang mulus dan memiliki alur yang baik, serta adanya host yang mampu membawa cerita agar mengalir dengan baik.

Di luar sisi teknik pengambilan gambar, Aditya juga memberikan poin yang tinggi dari sisi penceritaan. Ada juga peserta yang mampu mengangkat tema yang unik dan memberikan penceritaan yang baik. Dalam hal ini tugas editor video menjadi penting. “Pada dasarnya kita harus tahu mau bikin video apa, ini terkait tema video. Kedua, harus tahu audiens-nya agar tidak terkesan menggurui penonton. Proses perencanaan atau pra-produksi juga sangat perlu diperhatikan agar tidak bingung saat proses take video.”

“Masukan saya untuk ke depannya adalah agar peserta mempersiapkan proses perencanaan atau pra-produksi dengan baik, kedua adalah masalah teknis, dan proses ‘memasak’ materi atau editing video. Satu lagi, perbanyak stock shot juga perlu agar editor tidak bingung saat mengedit dan tidak terjadi pengulangan scene.” Demikian pungkas Aditya. (MZ)

Performa Peserta Curi Perhatian Juri

ATB, Jakarta – Aura semangat memenuhi Kalbis Institute, lokasi berlangsungnya kegiatan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017. Sejak pagi, puluhan peserta mulai memadati aula lantai 7 untuk melakukan registrasi dan langsung menempati area kursi peserta sesuai ruang presentasi masing-masing kategori yang telah disiapkan oleh panitia.

Hari pertama lomba TBCCI 2017 yang diselenggarakan mulai Senin (24/7) dibuka dengan Presentasi Individu untuk Kategori Agent Social Media (Large), Agent Social Media (Small), Best of Best Quality Assurance, Best of Best Support, Desk Control, IT Support, Quality Assurance (Large), Quality Assurance (Small) dan Trainer.

Seluruh peserta yang mendapatkan giliran membawakan presentasi di hari pertama ini, berusaha menampilkan performa yang maksimal baik dari segi penampilan maupun presentasi yang dibawakan. Hal ini terlihat dari persiapan para peserta saat berada di ruang tunggu sebelum memasuki ruangan penjurian.

Ika Ning Rahayu dan Felicia Marisa misalnya, wakil dari Tiki JNE yang mengikuti kategori Agent Social Media tampak serius memoles wajah dan menata rambut di aula lantai 6 Kalbis Institute. Dua dara cantik ini tampil energik dengan balutan seragam Tiki JNE bernuansa merah.

Seperti yang kita ketahui, penampilan diri menentukan persepsi orang lain terhadap kita. Sama halnya seperti dalam presentasi individual ini, penampilan diri menjadi salah satu modal awal untuk menarik minat tim juri sebagai audiens agar menyimak presentasi yang akan disampaikan oleh peserta. Orang cenderung akan mengingat dengan lebih baik tentang hal-hal paling awal yang mereka lihat dan dengarkan, dalam dunia Psikologi hal ini dikenal dengan sebutan Primacy Effect (Efek Awalan).

Pembukaan yang baik dari sebuah penyampaian presentasi akan menarik perhatian audiens karena salah satu kekuatan presentasi terletak pada pembukaan yang menarik dan penutupan presentasi yang meyakinkan. Menit pertama dari total 25-30 menit waktu yang ditentukan untuk presentasi, peserta diharapkan tampil memukau dan meyakinkan para Juri Vote Lock agar tertarik mengikuti presentasi yang dibawakan hingga selesai. Untuk dunia Contact Center sendiri, penampilan seorang staf menunjukkan kesiapan, profesionalitas dan personal branding dalam melayani pelanggan.

Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) menyampaikan, sejak TBCCI 2016 panitia mengeluarkan kebijakan untuk peserta tidak lagi mengenakan kostum layaknya festival. Namun bukan berarti peserta malah tidak memperhatikan penampilan mereka dalam membawakan presentasi. Meskipun tidak lagi diperkenankan mengenakan kostum dan atribut karakter ala cosplay seperti beberapa tahun sebelumnya, semua peserta tetap berupaya menonjolkan sisi menarik dari penampilan mereka.

Photo booth – Sejumlah peserta TBCCI 2017 foto bersama di photo booth.

Mulai dari gaya berbusana formal, keterampilan berbicara (retorika), tata rias wajah dan rambut (grooming) hingga aksesoris pendukung yang dikenakan dalam menyajikan paket lengkap presentasi.

Salah seorang peserta yang mencuri perhatian adalah perwakilan dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang mengenakan busana formal dipadukan dengan selendang songket khas daerah Nias. Wanita berparas ayu bernama Frida Nov Kristina Gulo ini merupakan peserta Kategori Quality Assurance (Large) yang tampil di urutan keenam dalam presentasi individu di ruangan presentasi R7. Frida menjalankan tugas sebagai Quality Assurance untuk PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Cabang Medan.

“Selain mengenakan atribut untuk sedikit mengangkat unsur budaya daerah, wakil perusahaan kami juga ada yang menampilkan tarian daerah dari Sumatera Utara dalam presentasi. Harapannya sih semoga bisa memukau dewan juri,” terang Frida di sela-sela sesi photo booth bersama rekan-rekannya.

Selfie – Frida Nov Kristina Gulo peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia untuk kategori Quality Assurance (Large) di ajang TBCCI 2017 dengan selendang khas Nias foto selfie usai tampil di hadapan juri.

Tidak hanya 97 peserta kategori individual hari pertama saja yang menunjukkan kesiapan dan semangat berkompetisi. Para suporter yang terdiri dari rekan seprofesi juga turut menambah suasana keceriaan lewat kehebohan yel-yel pemacu semangat untuk mendukung peserta yang mewakili perusahaan mereka.

Sorakan suporter ini diakui para peserta mampu memotivasi dan memberikan semangat untuk melewati tahap presentasi di kompetisi ini. Berbagai gaya dan lirik ceria dari masing-masing perusahaan bergema riuh seantero Kalbis Institute, menularkan semangat bahkan sampai ke peserta lain yang berbeda perusahaan.

Ajang bergengsi TBCCI 2017 ini sudah memasuki tahun kesebelas pelaksanaannya dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Untuk kategori individual, tercatat 561 peserta mendaftar dalam kompetisi ini dan hanya 478 peserta yang lolos hingga ke babak presentasi. Beberapa perusahaan juga ada yang baru pertama kali mengirimkan kandidat terbaiknya untuk mengikuti TBCCI tahun ini seperti AXA, Bussan Auto Finance, Otoritas Jasa Keuangan dan Datascrip.

“Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah sebagai benchmark pelayanan perusahaan-perusahaan di Indonesia dan sharing kreatifitas para praktisi Contact Center. Selain itu, TBCCI menjadi wadah apresiasi kepada mereka yang selama ini sudah duduk di belakang meja melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Tentunya, TBCCI menjadi ajang yang memberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi melalui kategori-kategori yang diperlombakan,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Asia Pacific Contact Center Association Leaders (APCCAL)

Registrasi – Sejumlah peserta lomba The Best Contact Center Indonesia 2017 melakukan registrasi di aula lantai 7 gedung Kalbis Institute Jakarta, Senin (24/7)

Andi Anugrah juga menyampaikan dalam sesi tanya jawab pada press conference bahwa perusahaan dengan lokasi terjauh yang mengikuti kompetisi ini adalah PT. Adhya Tirta Batam (ATB), perusahaan air terpercaya yang beberapa waktu lalu meraih Top PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017 dari Majalah BusinessNews Indonesia dan Lembaga Asia Business Research Center.

ATB merupakan perusahaan air satu-satunya di Indonesia yang mendapat sertifikat dan menerapkan Sistem Manajemen Terpadu dengan ruang lingkup untuk pengoperasian Instalasi Pengolahan Air, Jaringan Distribusi dan Pelayanan Pelanggan. Menjelang pukul 15.00 wib, hampir seluruh peserta kategori individu yang terjadwal hari ini telah menyelesaikan presentasinya. (DY_ATB)

Ke Kalbis kami mengayun langkah
Bertepuk semangat insan bergaya
Hari pertama terlampaui sudah
Sampai bersua dihari kedua

#Energibaik Kreativitas Seni

#EnergiBaik kekayaan seni budaya Indonesia sungguh berharga, tak ternilai harganya. Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Setidaknya itulah yang dapat kami simpulkan dari penampilan para peserta The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 Kategori Singing dan Dancing. Penampilan para peserta mencerminkan, bahwa budaya Indonsia dapat dikreasikan sehingga menjadi indah dan patut untuk dinikmati.

-
       Penampilan Tim Halo BCA dalam Kontes Dancing

Suasana Gelanggang Remaja Jakarta Timur, atau orang biasanya orang menyebut dengan GOR Otista, berbeda dengan hari-hari biasanya. Hari ini 8 Agustus 2016 The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 menyajikan acara singing dan Dancing. Ada 7 perusahaan yang mengikuti acara singing dan 5 perusahaan yang mengikuti lomba dancing. Semuanya terlihat mepersiapkan penampilan mereka, tak terkecuali para supporter peserta. Supporter menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peserta, mereka dengan giat memberikan semangat kepada rekannya yang akan tampil. Riuh suara supporter memecah GOR Otista hari ini. Para supporter selalu meneriakkan yel-yel kebanggan perusahaan mereka. Banyak atribut yang dibawa oleh supporter, mulai dari Galon air mineral sampai terompet pun dibawa untuk menyemangati tim kebanggan mereka. Dengan adanay supporter, terlihat para peserta merasa percaya diri dan semakin siap untuk tampil di atas panggung.

Tim BI , dukungan manajemen juga dibutuhkan
Tim BI , dukungan manajemen juga dibutuhkan

Keterampilan seni menjadi salah satu bagian yang diperlombakan dalam The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta; daya cipta; perihal berkreasi; kekreatifan. Lomba kali ini menunjukkan bahwa insan Contact center tidak hanya mampu dalam mengatasi pertanyaan atau complain pelanggan. Dengan ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 para insan contact center dapat menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kelebihan, memiliki kemampuan untuk mencipta dan kreatif, memiliki bakat dan kemampuan untuk melakukan kreativitas di bidang singing dan dancing.

Penampilang Tim Bank Mandiri dalam kontes singing
Penampilang Tim Bank Mandiri dalam kontes singing

Para peserta juga melakukan banyak persiapan sebelum melakukan pementasan. Ada beberapa peserta yang merias penampilan mereka, mengatur kostum, atau menyiapkan beberapa property yang akan ditampilkan. ada juga peserta yang melakukan wefie bersama rekan-rekannya, untuk sekadar mencoba enjoy atau untuk update status di social media.

Bila kita menyaksikan secara langsung kreativitas para peserta, mungkin kita tidak akan menyangka bahwa mereka adalah insan contact center. Ya, insan contact center yang selama ini berada dibalik layar, menerima keluhan dari para pelanggan. Tetapi kita akan terpesona melihat penampilan mereka, seperti seniman professional kelas dunia, yang membawakan kekayaan seni budaya Indonesia tercinta. Sungguh hati akan tergetar dan merinding menyaksikan penampilan seni budaya dalam negeri yang dibawakan dengan sangat indah oleh para peserta.

Berdoa terlebih dahulu sebelum tampil , Tim Swarakarya Insan Mandiri
    Berdoa terlebih dahulu sebelum tampil , Tim   Swarakarya Insan Mandiri

Penampilan peserta hari ini juga membuktikan, bahwa Indonesia memiliki banyak ragam budaya daerah, dengan beberapa peserta menampilkan kebudayaan dari daerah-daerah di Indoensia. Di zaman yang serba modern ini, kita perlu membuktikan bahwa kekayaan Indonesia tidak kalah dari bangsa lain, tetapi sangat layak untuk ditampilkan kepada dunia, inilah kebudayaan Indonesia.

Keindahan hari ini terdiri dari tata gerak tarian perserta, dipadukan dengan kostum yang menawan, serta alunan music daerah. Semua hal tersebut menjadi satu kesatuan, menjadi kreativitas seni, seperti mencerminkan Indonesia itu sendiri, ber aneka ragam, warna-warni, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Keaneka ragaman itulah yang menunjukan indahnya Indoensia, indahnya semangat perbedaan. Dengan semangat #EnergiBaik, mari kita lestarikan kebudayaan Bangsa Indonesia. Maju terus Kebudayaan Indonesia, Maju terus Contact Center.

 

 

Euforia Talent TBCCI 2016

Bank Mandiri, 8 Agustus 2016. Gelanggang Remaja Otista Jakarta Timur terlihat ramai pengunjung, derap langkah para insan contact center satu per satu memadati area gedung Gelanggang Remaja Otista Jakarta Timur. Untuk hari ini, TBCCI 2016 mengadakan kompetisi kategori talent khusus  kategori Singing dan Dancing. Dalam kategori singing diikuti oleh 7 peserta yaitu BNI life, SIM, Astra World, BCA 1, Kring Pajak, BCA 2, dan Bank Mandiri. Terlihat para panitia sejak pagi telah mempersiapkan kebutuhan logistik baik di atas panggung ataupun di luar panggung. Para panitia mengatur acara supaya berjalan dengan tertib dan lancar. Sorak sorai para supporter memadati gedung Gelanggang Remaja Otista Jakarta Timur, para supporter dengan membawa atribut masing-masing seperti balon tepuk, terompet dan atribut lainnya ikut meramaikan acara TBCCI 2016. Hari ini para peserta kompetisi kategori talent menggunakan berbagai kostum yang heboh untuk menarik perhatian dewan juri. Untuk kompetisi kategori talent hari ini, dihadiri beberapa dewan juri ternama dan berkompeten di dalam bidangnya.

Waktu telah menunjukkan pukul 09.30 dan acara pun akan segera dimulai, dengan dipimpin Ibu Anita sebagai MC hari ini. Acara diawali dengan sambutan ketua ICCA yaitu Bapak Andi Anugrah yang menyampaikan bahwa ajang kompetisi ini diadakan untuk mempererat tali persaudaraan antara insan contact center bukan sebagai ajang siapa yang menang dan siapa yang kalah, bukan juga sebagai ajang keributan. “Mari, kita dukung acara ini sampai selesai dengan sportifitas yang tinggi untuk para insan contact center Indonesia.” beliau mengakhiri sambutan dengan himbauan positif kepada peserta dan juga para supporter.

Peserta singing perwakilan dari Astraworld.
Peserta singing perwakilan dari Astraworld.

Kategori Singing

Dalam kategori singing  para peserta akan membawakan 1 lagu wajib dan 1 lagu bebas. Lagu yang mereka bawakan telah di aransemen ulang dan dibawakan oleh peserta dengan diiringi koreografi yang menarik. Untuk penampilan pertama adalah peserta perwakilan dari BNI life yang diiringi oleh sorak sorai para supporter, para  pendukung memberikan semangat menggunakan atribut yang mereka bawa seperti balon tepuk dan handclap. Dengan membawakan lagu bebas berjudul “Semua Jadi Satu” peserta perwakilan dari BNI life tampil dengan performance yang menarik. Dilanjutkan perwakilan dari SIM yang membawakan lagu berjudul “ekspresi” juga berhasil memukau para dewan juri dan penonton. Lalu dilanjutkan dengan penampilan dari Astra World, BCA 1, Kring Pajak, BCA 2 dan yang terakhir penampilan yang ditunggu-tunggu, yaitu perwakilan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kostum “bernuansa putih” terlihat sangat anggun saat memasuki panggung. Ditambah dukungan para supporter yang saling mendukung satu sama lain dengan atribut mereka masing-masing.  Satu per satu para peserta tampil dengan kelebihan  mereka masing-masing, dengan rasa percaya diri mereka tampil dengan memukau di hadapan para dewan juri.

Peserta singing dan dancing perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Peserta singing dan dancing perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Kategori Dancing

Untuk kategori dancing hanya diikuti oleh 5 peserta saja, yaitu perwakilan SIM, Bank Indonesia, BCA 1, Bank Mandiri dan BCA 2. Setiap peserta mengusung tema masing-masing, karena hal yang ingin disampaikan melalui tarian mereka juga berbeda-beda. Peserta dari Swakarya Insan Mandiri membawakan tarian yang menggambarkan suka duka dalam menjadi agent call center, di mana setiap agent akan mengalami titik happy, malas, sedih dan sebagainya ketika sedang online. Berbeda dengan perwakilan dari Bank Indonesia yang mengangkat tema nasionalisme, mereka menari dengan membawa bendera Merah Putih yang disandingkan dengan bendera Bank Indonesia. Jika setiap peserta memiliki kostum yang unik maka begitu juga perwakilan dari PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk yang mendapat nomor urut 4 untuk tampil. Perwakilan dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk  menggunakan kostum baju adat Makassar dengan tetap “bernuansa putih” sama seperti kostum dari peserta singing. Tarian yang mereka bawakan adalah “Mapadendang”, tarian ini menceritakan tentang pesta panen padi. Para penari memberikan penampilan terbaiknya, mereka menari dengan energik dan bahagia seperti mereka benar-benar merasakan euphoria ketika tengah berpanen.

Pemenang Kategori Talent TBCCI 2016.
Pemenang Kategori Talent TBCCI 2016.

Kompetisi hari ini diibaratkan seperti obat pelipur lelah setelah empat hari penuh ketegangan yang terjadi di Gedung Kalbis Institutte, yaitu ketika kompetisi kategori individu. Dengan penampilan yang telah dipersembahkan oleh setiap peserta yang maksimal, mereka berharap mendapatkan hasil yang juga maksimal. Pemenang dari kompetisi kategori talent sendiri akan diumumkan dihari yang sama, hari ini. Acara kompetisi kategori talent ditutup oleh penampilan dari PT Bank Central Asia tepat pukul 14.00. Setelah penampilan yang luar biasa dan peluh yang mengalir tanpa keluh, tepat pukul 15.00 telah disampaikan pemenang dari kompetisi kategori talent hari ini. Juara kategori singing untuk peringkat ke 3 diraih oleh Kring Pajak, untuk peringkat ke-2 diraih oleh BCA 2 dan untuk peringkat pertama diraih oleh BCA 1. Juara kategori dancing untuk peringkat ke-3 diraih oleh BCA 2, untuk peringkat ke-2 diraih oleh Bank Mandiri, dan peringkat pertama diraih oleh BCA 1. Selamat bagi para pemenang! Sampai jumpa pada kompetisi berikutnya. Chayooo!