Tag: Semangat

Semangat Tanpa Surut

Persiapan perserta TBCCI 2016 hari kedua.
Persiapan perserta TBCCI 2016 hari kedua.

Selasa 2 Agustus 2016, pagi yang cerah mewarnai Gedung Kalbis Institutte Jakarta Timur. Hari ini adalah hari kedua para pejuang TBCCI 2016 berkompetisi, masih dengan euforia yang tak kalah seru dari hari pertama kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016. Di beberapa sudut ruang lantai 7 terlihat para peserta yang mendapatkan jadwal tampil lebih dahulu tengah sibuk menghafal materi presentasi, beberapa ada yang dibantu rekan mereka dengan tanya jawab. Pada hari kedua kompetisi ini ada 7 kategori, yaitu : kategori Team Leader Inbound, Best of the Best Team Leader, Supervisor, Best of the Best Supervisor,  Manager Contact Center, Best of the Best Agent dan Agent Premium.

Team Leader Inbound dan Best of the Best Team Leader

Supporter dari Telkom Indonesia hari ini pun masih ikut meramaikan acara dengan membawa “balon tepuk” dan semangat yang tak surut untuk memberikan dukungan. Mba Ade Novalti Sihombing dengan memakai atribut “batak” menyampaikan bahwa dia optimis tahun ini bisa ke Korea setelah menampilkan presentasi terbaiknya tadi. “Atribut ini hanya slogan untuk menunjukkan bahwa saya mewakili orang batak sekaligus untuk memeriahkan acara ini, Horas… semangat… I’m coming Korea!” ungkapnya dengan semangat. “Menjadi Team Leader Inbound merupakan anugerah yang saat ini saya rasakan dengan pekerjaan ini saya bisa berdiri di acara ini mewakili perusahaan ternama Telkom Indonesia, dengan kita mencintai pekerjaan yang kita kerjakan seiring dengan berjalan waktu penghargaan pasti kita akan dapatkan.” tambah Mba Ade di akhir wawancara kami.

Mba Windy Pasongli salah satu perwakilan dari BNI Life Insurance yang hari ini mewakili kategori Best of the Best Team Leader keluar ruangan dengan penuh senyuman dan dengan memakai mahkota bunga ala peri yang cantik jelita berjalan ke arah supporter-nya yang menyambut dengan riang. “LUAR BIASA …. senang, capek, dengan bercucuran keringat padahal di dalam ruangan AC tapi saya sampai keringetan, tapi sudah merasa lega karena sudah memberikan presentasi yang terbaik, tahun lalu saya sudah mengikuti acara ini dan berhasil menang ke Bangkok, untuk tahun ini harus yakin bisa meraih kemenangan itu lagi dan Go to Korea…” ungkapnya bangga. Karena tahun ini tidak diperbolehkan menggunakan kostum, maka ia memakai atribut ala peri untuk membuatnya merasa percaya diri saat tampil di depan juri.

Peserta perwakilan dari PT Bank MAndiri (Persero) Tbk
Peserta perwakilan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Supervisor dan Best of the Best Supervisor

Perwakilan untuk kategori Supervisor dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. yaitu Ahmad ZamZam terlihat duduk santai di lantai usai presentasi. Kelegaan sudah pasti yang dirasakan setelah seluruh perjuangan dan kerja keras yang selama ini dipersiapkan, Mas Zamzam telah memberikan yang terbaik. Tentang hasil, beliau serahkan kepada Allah.

Berbeda dengan perwakilan untuk kategori Best of the Best Supervisor dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. yaitu Mas Ronald Putera Hutapea telah mempersiapkan diri untuk presentasi dengan matang. Menurut beliau ada satu hal yang ditekankan dalam menjadi supervisor, yaitu Happy. Beliau menginginkan bahwa setiap agent harus happy dalam melayani nasabah, dengan bahagia dan optimis maka bekerja akan menjadi semangat dan bisa membuat kinerja menjadi maksimal.

Manager Contact Center

Perwakilan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yaitu Mba Ike Yulindawati untuk kategori Manager Contact Center hari ini terlihat anggun dengan batik yang ia kenakan. Usai dari presentasi, beliau keluar ruangan dengan kelegaan dan senyum mengembang. Perempuan yang lebih sering disapa dengan nama Mba Ike ini menyampaikan bahwa sebenarnya persiapan yang dilakukan kurang maksimal karena sebelumnya beliau juga mewakili kategori coorporate dan beliau juga harus memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan agent binaannya yang tampil lebih dahulu.

“Mudahkan urusan orang lain maka urusanmu akan dimudahkan, dan alhamdulillah di waktu yang tidak banyak semua tanggung jawab saya dapat terselesaikan dengan baik dengan usaha terbaik saya tentunya. Masalah hasil itu adalah bonus menurut saya.” ungkap beliau dengan senyum yang begitu tulus. Di sisi lain kami temui Mba Rena yang juga menjadi perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kategori yang sama. Wanita cantik berbusana serba hitam dan kerudung warna putih coklat ini mendapat jadwal tampil setelah jam makan siang, tapi begitu terasa kegelisahannya sehingga masih berlatih presentasi dibantu oleh rekannya.

Best of The Best Agent dan Agent Premium

Di ruang lain terlihat supporter dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mendukung Deice Sefanya Setty dan Tiara Mahastuti untuk kategori Agent Premium. Mereka mewakili perusahaan berdiri disini mengikuti acara ini tidak lain adalah bentuk dedikasi kepada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan kedua menjadi salah satu perwakilan dari kategori Agent Premium. Tahun lalu mereka juga mengikuti acara ini. Mereka berharap dengan usaha yang maksimal mereka juga akan mendapatkan hasil maksimal.

Berbeda dengan Mas Rahadi Astono perwakilan PT DHL kategori Agent Premium, kelegaan jelas terpancar dari wajahnya yang terukir senyum saat keluar dari Ruang Tujuh dengan kamera di tangannya. Saat ditanya perihal kamera, beliau menyampaikan bahwa tema yang diambil dalam presentasinya adalah fotografi sesuai dengan hobby beliau. Dan ternyata  beliau adalah fotografer profesional loh! Wow… luar biasa yaa? Beliau juga menambahkan bahwa dengan mengambil tema yang sesuai dengan hobby, beliau berharap akan menambahkan nilai positif pada materi yang dibawakannya serta mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Semangat para peserta TBCCI.
Semangat para peserta TBCCI.

Sisi lain yang tak tersentuh

Terlepas dari para peserta yang tampil membawakan presentasi dengan tema yang bermacam-macam, ada peserta lain yang tanpa kita sadari berjuang diam-diam. Mereka adalah Team Multimedia dan Team Writing Contest. Mereka yang berkeliaran memburu foto-foto terbaik dan cerita-cerita menarik. Mereka yang tak kenal lelah menyusuri setiap jengkal koridor lantai 7 dengan kamera menggantung dileher atau tangan terampil yang dengan posesif beradu pada tombol-tombol kamera serta tak tertinggal para penulis dengan perekam digenggaman. Mereka beredar dengan gencar, lalu tekun berkumpul dan terpaku di depan kotak hitam tipis beraliran listrik.

Seperti yang terlihat dari keakraban para peserta dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menurut salah satu dari mereka, Mas Windra peserta Talent Multimedia menyampaikan bahwa cukup melelahkan tapi happy. Happy ketika bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan, bekerjasama yang baik dengan rekan, bertemu dengan orang baru, mendapat pengalaman baru dan pengetahuan baru. Selain mereka ada juga peserta Writing Contest dari Pusintek Keuangan yang baru pertama kali ikut andil dalam kompetisi ini. Mereka adalah Mba Anggun dan Mas Febri, dimana Mas Febri juga mewakili kategori Agent Reguler. Luar biasa bukan?

Mereka semua bekerja keras, mereka terus bersemangat, mereka mempersembahkan yang terbaik yang mereka mampu. Mereka adalah peserta kategori Team Leader Inbound, Best of the Best Team Leader, Supervisor, Best of the Best Supervisor,  Manager Contact Center, Best of the Best Agent, Agent Premium, Talent Multimedia, Talent Writing Contest dan team panitia yang bekerja jauh lebih keras dengan mempersiapkan segala hal bahkan sebelum kompetisi ini dimulai. Semangat mereka tanpa batas, semangat mereka tak pernah putus, semangat mereka tak pernah surut. Terus berjuang meraih kemenangan!

 

Perlunya Liburan untuk Mengembalikan Semangat

Chaise lounge and umbrella on sand beach.

Sebagian dari kita terkadang terlalu sibuk dengan perkerjaan, sehingga tidak sempat untuk liburan. Bukan kerena tidak punya uang, namun bisa jadi terlalu pelit untuk membiayai ongkos liburan. Ada kesan liburan akan menghabiskan uang yang tidak perlu. Masih banyak pengeluaran lainnya yan dapat dilakukan dan lebih penting.

Jika kita sadari, ada saatnya kita butuh untuk liburan, jeda sejenak dari rutinitas pekerjaan. Apalagi bagi pekerja di kota besar dengan banyak tekanan pekerjaan beserta berbagai tantangannya. Liburan akan mengembalikan sebagian semangat yang menurun. Bisa jadi liburan memberikan kesempatan untuk berpikir lebih terbuka dan menemukan ide baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Sebelum liburan tentunya yang harus dipikirkan adalah ke mana, dengan siapa dan kapan? Hal ini sangat ditentukan oleh karakter masing-masing orang, karena lokasi liburan sangat bervariasi. Penentuan lokasi tergantung pada apa yang mau dinikmati selama liburan. Ekspektasi berlebihan juga bisa merusak suasana liburan, lebih baik bebas menikmati setiap waktu selama liburan.

Bagi yang punya pasangan atau keluarga, liburan menjadi kesempatan untuk menikmati suasana bersama dalam kondisi yang berbeda. Menikmati makanan bersama, berpegangan tangan sambil menikmati pantai atau pegunungan. Atau bisa juga bercanda sambil berbagi dengan cerita-cerita lucu atau kenangan masa kecil.

Bagi yang masih sendiri bisa juga mencoba acara jalan-jalan bareng dengan kelompok tertentu yang mempunyai hobi yang sama. Ada yang suka mengunjungi museum, atau suka melihat pantai, atau suka mendaki gunung atau suka melihat dasar laut. Atau bisa juga jalan bareng dengan rekan kantor untuk mengunjungi tempat menarik yang bisa melupakan rutinitas pekerjaan. Tentunya dengan komitmen untuk tidak membahas mengenai pekerjaan.

Ada pula yang lebih menyukai untuk liburan dalam kesendirian, berdiam diri sejenak dan menikmati alam semesta. Sambil mensyukuri ciptaan yang maha kuasa dan merasakan diri sendiri yang begitu kecil atas semua ciptaannya. Saat-saat seperti itu memberikan energi spiritual dalam diri, yang terkadang lalai dalam mensyukuri nikmatnya. Mendekatkan diri dengan alam membantu untuk menyuntikkan energi baru, sekaligus bisa menjadi inspirasi.

Ada yang liburan dengan merencanakan jadwal liburan yang terencana dengan baik, dimulai dengan mencari tiket yang paling murah. Kemudian mencari tempat penginapan yang sesuai dengan kantong. Ada pula yang spontan, tanpa menunggu jadwal, apalagi kalau liburannya ada yang bayar pastinya sangat menarik. Bagi sebagian orang biasanya yang spontan lebih mudah dilakukan dibandingkan yang terencana dengan matang.

Tidak perlu menunggu jadwal liburan perusahaan atau dikenal dengan employee gathering atau family gathering. Liburan bisa dinikmati sendiri atau bersama keluarga. Suatu investasi yang kita tanamkan dalam diri untuk mengisi energi baru dalam menjalani atau menikmati kehidupan. Bagaimanapun dalam setiap kesempatan kita melihat dunia yang berbeda, kita seakan membuat rekaman baru atas kehidupan. Saatnya Anda merencanakan liburan dengan menyisihkan sebagian dana Anda, waktu libur Anda, dan perhatian Anda. Banyak hal yang bisa dinikmati dalam liburan, yang kita tak pernah tahu sebelum kita mencobanya. Ayo liburan, lihatlah Indonesia, masih banyak bagian dari negeri ini yang patut untuk dilihat. Begitu juga masih banyak makanan khas daerah di Indonesia yang patut dicoba.

Edisi 6 2015 iC@llCenter (AA)