Kembangkan Diri Melalui Hobi

Apa yang ada di dalam benak Anda untuk mengembangkan diri di luar pekerjaan yang menjadi rutinitas Anda? Mengikuti pelatihan, seminar, sharing, dan menekuni hobi atau kegemaran. Menekuni hobi menjadi salah satu cara untuk mengembangkan diri? Bagaimana mengarahkan hobi menjadi kegiatan yang berdampak positif?

Memiliki dan menekuni hobi biasanya dimulai sejak kecil, seperti misalnya hobi membuat kerajinan, olahraga, dan seni. Hobi yang diarahkan dengan benar akan memberikan manfaat antara lain sebagai penyaluran kesenangan dan kreativitas, mengenal diri sendiri, membentuk karakter, meningkatkan konsentrasi, keterampilan sosial, untuk kesehatan, bahkan hingga menentukan masa depan yang lebih baik, misalnya hobi yang menjadi pekerjaan.

Namun bagaimana apabila hobi hanya menjadi hobi saja, tidak menghasilkan profit? Tidak masalah, menyalurkan hobi dengan baik dapat menjadi media untuk mengembangkan diri. Padatnya rutinitas pekerjaan sebaiknya diimbangi dengan menekuni hobi. Manfaat lain bisa kita dapatkan, yaitu untuk melepas penat dari padatnya pekerjaan.

Lalu bagaimana cara mengembangkan diri melalui hobi? Pertama, ketahui makna dan manfaat dari hobi yang Anda tekuni. Jika hobi yang Anda tekuni Anda rasa bermakna dan bermanfaat, berarti Anda dalam proses mengembangkan diri Anda. Misalnya hobi menulis, membuat kerajinan tangan, seni (baik menari, bermain musik, melukis), atau hobi lainnya. Kedua, bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi. Bergabung dalam komunitas berarti Anda bertemu banyak orang yang memiliki satu pandangan dengan Anda. Anda akan semakin berkembang dengan melakukan sharing di dalam komunitas. Ketiga, ketahui dan ikuti perkembangan orang-orang yang menginspirasi Anda melalui hobi. Misalnya Anda memiliki hobi melukis, ikuti perkembangan dan kabar terbaru dari orang-orang yang bergelut di bidang yang sama dengan Anda. Anda bisa mendapatkan suntikan semangat, teknik-teknik terkini, event yang bisa Anda ikuti, dan berbagai kegiatan yang berkaitan. (MZ)

Customer Relationship Management

Apa yang diharapkan oleh sebuah organisasi atau perusahaan terhadap pelanggannya? Produk dan jasa yang dinikmati oleh masyarakat luas? Kepuasan dan loyalitas pelanggan akan produk dan jasa yang ditawarkan? Ya, itu semua mewakili apa yang diinginkan sebuah organisasi dan perusahaan terhadap pelanggannya. Lalu bagaimana cara untuk mempertahankan hal tersebut?

Manajemen hubungan pelanggan atau lebih populer dengan istilah CRM (Customer Relationship Management) adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan dimata pelanggannya. Manajemen hubungan pelanggan merupakan sebuah sistem informasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas pra-penjualan dan pasca-penjualan dalam sebuah organisasi.

Tujuan dari CRM ini adalah untuk meningkatkan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan yang sudah ada untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, menyediakan informasi yang lengkap mengenai pelanggan untuk memaksimalkan jalinan hubungan pelangan dengan perusahan melalui penjualan secara up-selling dan cross-selling, dengan demikian pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan keuntungan dengan cara mengidentifikasikan, menarik serta mempertahankan pelanggan yang paling memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Menggunakan informasi yang terintegrasi untuk menghasilkan pelayanan yang paling memuaskan dengan memanfaatkan informasi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga dapat menghemat waktu pelanggan dan mengurangi frustasi.

Beberapa fungsi CRM yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan, membangun suatu proses dalam melayani pelanggan, menangani keluhan pelanggan, mencatat dan menindaklanjuti semua aspek penjualan, menyusun informasi tentang layanan dan penjualan, dan memberikan dukungan kepada pelanggan.

Ada sejumlah cara untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Cara-cara tersebut antara lain dengan mengajak pelanggan ngobrol santai dengan minum atau makan di luar, mengirim artikel yang menarik ke pelanggan yang mungkin berguna bagi pelanggan, mengucapkan selamat kepada pelanggan ketika mendapat berita yang baik tentang pelanggan, menawarkan produk layanan baru secara gratis pada produk lain yang sering digunkan, selalu “siap” saat diperlukan pelanggan, ketika tidak mampu membantu pelanggan, arahkan kepada seseorang yang mampu membantu dalam menyelesaikan masalah pelanggan.

Saatnya Para Leader Berbagi dan Mengembangkan Ilmu Manajemen Contact Center

foto bersama
Tanggal 23 hingga 24 Agustus 2016 menjadi event pertama rangkaian ICCA Summit 2016 yang menjadi bagian dari The Best Contact Center Indonesia 2016. Event bertajuk “2 Days Workshop: The Principles of Effective Strategy and Management” ini mengundang Brad Cleveland sebagai pembicara. Materi yang dipaparkan oleh Brad adalah materi yang dipersembahkan untuk para leader untuk mengembangkan ilmu manajemen di masing-masing perusahaan para leader.

Konsep workshop ini 2 ways, peserta sangat diperkenankan untuk berbagi ilmunya. Selain itu, Brad juga memberikan kesempatan lebih banyak untuk kegiatan diskusi, tanya jawab, dan sharing. Materi yang padat tidak membuat peserta jenuh karena kegiatannya selalu membuat peserta menjadi proaktif. Brad juga menyelipkan beberapa VT (video tape) tentang dunia contact center yang begitu menarik. Kemudian ada juga kegiatan penandatanganan buku oleh Brad Cleveland yang dilakukan kemarin (23/8). Masing-masing peserta juga memperoleh kesempatan untuk foto bersama Brad.

Revi Rianti, salah satu peserta dari Bank Mandiri menuturkan bahwa workshop ini bermanfaat baginya. Selain sebagai penyegaran kembali, Revi merasa senang dapat berbagi ilmu dengan peserta lain. Baginya, workshop ini dapat diterapkan untuk membangun contact center perusahaan yang efektif. Tidak hanya harus achieve target saja, namun harus melihat dari sisi agent agar mereka tidak stres dan bosan. Revi berharap, ke depannya ICCA Summit mengadakan workshop kembali dengan peserta yang lebih banyak agar semakin banyak kegiatan sharing antar perusahaan. (MZ)

Ciri-Ciri Pemimpin Terbaik

Saya sering ditanya apa yang saya cari dalam kepemimpinan. Pertanyaan tersebut biasanya seperti, “Anda telah pergi ke banyak organisasi yang berbeda dan melihat banyak gaya yang berbeda, bagaimana pendapat Anda tentang apa yang membuat seorang pemimpin efektif?” Ini adalah pertanyaan besar dan beberapa hal datang ke pikiran.

Salah satunya adalah, keaslian. Jadilah diri sendiri. Kita semua mengalami kegugupan dan ketegangan yang berbeda. Saya telah melihat banyak gaya yang berbeda bekerja dengan baik, dari pendekatan karismatik stereotip untuk mereka yang lebih tenang, bahkan pemalu. Gaya yang berbeda bisa sama-sama efektif bila pemimpin benar untuk diri mereka sendiri dan ketika mereka membangun visi bahwa orang dapat saling berhubungan dan percaya.

Sifat kedua adalah komunikasi yang efektif. Komunikasi menciptakan makna dan arah bagi orang-orang. Ketika komunikasi yang baik berkurang, gejala yang dapat diprediksi: tujuan yang saling bertentangan, nilai-nilai tidak jelas, kesalahpahaman, kurangnya koordinasi, tidak maksimal, dan moral yang rendah. Para pemimpin yang efektif cenderung untuk menjaga orang yang tahu.

Ketiga adalah kompetensi. Para pemimpin terbaik tidak selalu tahu segalanya. Tidak ada cara yang mereka bisa, tetapi mereka pasti tahu pertanyaan yang tepat untuk bertanya dan mereka mahir menempatkan tim bersama-sama dan membawa keluar yang terbaik.

Kepemimpinan yang efektif sangat penting sekarang mengingat perubahan luar biasa dalam perekonomian kita, harapan pelanggan kami dan tantangan dan peluang organisasi kita hadapi.

Credits : Brad Cleveland.

http://www.bradcleveland.com/resources/articles/traits-of-the-best-leaders/