Tag: kompetisi

Karena Keringat Tak Akan Bohong

          Yuhuuuuuuuu………! Jambore memasuki hari terakhir….! Eits…., hari terakhir bukan berarti sudah selesai ya. Hari ini, 17 Mei 2015 di hari Minggu yang cerah penyelenggaraan kegiatan jambore TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) 2015 oleh ICCA (Indonesia Contact Center Association) dilanjutkan. Jika kemarin adalah proses panjang di permulaan kegiatan jambore, maka untuk hari kedua adalah kelanjutan sekaligus pengumuman hasil kegiatan selama dua hari di Buperta. Sebelum adzan subuh dikumandangkan, para peserta sudah harus bangun pukul 04.00 pagi. Cuaca yang mendukung para peserta jambore selama dua hari kegiatan itu turut melancarkan semua rancangan kegiatan demi kegiatan yang sudah disusun dengan baik oleh para panitia jambore TBCCI 2015. Di hari kedua pun tidak turun hujan seperti yang dikhawatirkan, sehingga tidak mengganggu kelancaran kegiatan jambore. Dengan mata yang masih berat untuk dibuka, tubuh yang masih malas beranjak dari rebahan, dan rasa lelah yang masih menyelimuti, para peserta mulai membangkitkan semangat untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Alhasil, jadwal bangun peserta mundur satu jam namun tetap tidak mengganggu kegiatan selanjutnya.

          Setelah dilanjutkan ibadah shalat subuh bagi yang menunaikan dan juga mandi pagi, para peserta bersiap untuk masuk ke kegiatan inti hari itu. Berbagai lomba sudah disiapkan untuk kembali mengasah kemampuan para peserta jambore. Meskipun terlihat lelah, para peserta tetap menjaga semangat untuk terus yakin terhadap hasil terbaik yang berusaha dicapai. Dari segi penampilan pun terlihat semangat mereka melalui pakaian seragam yang dikenakan. Terlihat lebih padu dengan semangat yang mereka tingkatkan dari sebelumnya. Ada yang lebih santai dengan seragam perusahaan masing-masing, ada juga yang mengenakan seragam menyesuaikan tema yang dipilih. Energi untuk menang benar-benar terasa pagi itu.

Kerjasama tim dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Kerjasama tim dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

          Inti acara pertama di hari kedua yang diikuti oleh para peserta jambore adalah lomba adu ketangkasan dan daya cipta atau kreativitas. Perlombaan yang juga menguji kerjasama masing-masing kelompok ini mungkin tergolong sederhana. Lomba pertama meliputi lomba memasak dan memasang balon. Disini, para peserta diminta untuk memasak paling 12 telur mata sapi dan 12 telur rebus. Disaat yang bersamaan, peserta juga diminta untuk membuat hiasan balon. Selama lomba berlangsung, kerjasama regu dibuktikan dengan pembagian tugas untuk menyelesaikan lomba memasak dan menghias balon di pagar tenda masing-masing regu. Jumlah balon sebanyak 100 buah itu masing-masingnya harus digantungkan di pagar dengan menggunakan sebuah benang. Waktu yang diberikan pada para peserta adalah satu jam hingga pukul 08.30 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, peserta harus dapat menyelesaikan semua tugasnya. Semakin mendekati batas waktu yang diberikan, para peserta semakin berusaha menyelesaikan lomba dengan cepat. Setelah Bapak Andi memberikan aba-aba bahwa waktu sudah habis, para peserta diminta untuk segera membawa telur-telur yang sudah dibuat di pendopo. Seketika itu juga para peserta belarian ke arah pendopo dengan membawa telur-telur buatan mereka. Di pendopo, juri yang bertugas memberi penilaian sudah siap. Masing-masing regu hanya boleh menyertakan satu perwakilan saja saat penilaian telur masakan di pendopo.

Para peserta Jambore saat lomba memasak dan menghias balon
Para peserta Jambore saat lomba memasak dan menghias balon
Penilaian hasil lomba memasak
Penilaian hasil lomba memasak

          Sementara telur dinilai, tim penilai sudah bersiap berkeliling ke setiap tenda di lapangan. Para peserta diminta untuk mengosongkan tenda untuk mengosongkan tenda selama penilaian berlangsung. Kebersihan, kerapihan, dan keadaan sekeliling tenda menjadi penilaian tiap regunya. Berlanjut ke lomba kecerdasan yaitu lomba menebak bumbu. Dalam lomba ini, setiap peserta harus menebak bumbu, boleh dengan mencium, mencicipi, atau meraba bumbu dapur dalam keadaan mata tertutup rapat. Setelah lomba tebak bumbu selesai, peserta kembali diuji kecerdasannya dengan lomba kata sandi buku.

Pembongkaran tenda PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk . dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Pembongkaran tenda PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk . dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

          Tak hanya itu, lomba ketangkasan peserta kemudian diuji dengan lomba labirin dan water estafet. Perlombaan yang mengasah kemampuan jasmani ini ditunjukkan dengan cara pelaksanaannya yang mengharuskan para peserta untuk menggerakkan tubuh mereka untuk berlari. Dengan waktu singkat yang diberikan oleh panitia, para peserta harus mampu menyelesaikan tantangan lomba dengan baik. Setelah semua perlombaan selesai dilaksanakan, panitia memberikan waktu kurang lebih 5 menit untuk membongkar tenda. Pembongkaran tenda juga masuk dalam penilaian dewan juri. Adapun yang menjadi bagian penilaian meliputi kecepatan saat membongkar tenda, kerapihan melipat tenda, dan kebersihan peralatan tenda yang telah digunakan selama mengikuti kegiatan jambore. Peserta di setiap regu harus mengembalikan perlengkapan tenda yang sudah diberikan oleh panitia yang diantaranya terdiri atas 2 buah tenda, 24 pasak, 4 tiang utama tenda, dan peralatan tenda lainnya. Kesemua hal yang menjadi syarat penilaian memiliki bobot yang besar bagi tiap regu. Untuk itu, para peserta harus melakukan yang terbaik dalam setiap hal walaupun hal yang dianggap kecil seperti membuang sampah atau menjaga lingkungan sekitar tenda.

          Kegiatan jambore di hari kedua sekaligus hari terakhir ini tidak berlangsung sampai malam hari seperti sebelumnya, melainkan sampai pukul 14.00 WIB saja. Menjelang pertengahan hari, hampir seluruh hiasan tenda dilepas dan dibongkar. Hingga semua hiasan tenda selesai dirapikan dan dibersihkan, para peserta lantas diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang dan beribadah shalat dzuhur. Para peserta yang sudah tampak sangat lelah setelah melatih ketahanan jasmani mereka, tetap bersemangat untuk menanti pengumuman pemenang jambore TBCCI 2015 kali ini.

          Saat pengumuman disampaikan, panitia tidak meminta para peserta untuk berbaris di depan pendopo lagi. Semua regu menyimak dengan baik sembari beristirahat di tempat masing-masing di sisi lapangan saat panitia mengumumkan dengan menggunakan pengeras suara dari pendopo. Untuk kategori pemenang terbagi atas: juara umum dan juara-juara untuk perlombaan ketangkasan, kecerdasan, dan kreativitas. Perhitungan nilai untuk juara umum diambil dari jumlah keseluruhan penilaian lomba ketangkasan, kecerdasan, dan kreativitas yang telah diikuti selama kegiatan jambore.

Para peserta saling berjabat tanggan usai pengumuman pemenang
Para peserta saling berjabat tanggan usai pengumuman pemenang

          Tak lama setelah waktu istirahat, panitia mengumumkan regu yang memperoleh juara untuk kategori The Best Smart Team (Kecerdasan) dan The Best Teamwork (Ketangkasan) yaitu Kring Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak, dan Astra 1 untuk kategori The Best Creative Team (Kreativitas). Setiap kali juara masing-masing kategori perlombaan diumumkan, terdengar sorak gembira dan yel-yel khas mereka sebagai wujud sukacita. Dalam pengumuman juara ini, kategori yang paling ditunggu oleh para peserta adalah pemenang penghargaan Grand Champion atau Juara Umum kegiatan Jambore The Best Contact Center Indonesia 2015. Juara umum tahun ini jatuh pada Direktorat Jenderal Pajak dengan perwakilan Kring Pajak sebagai layanan contact centernya. Tepuk tangan dan lagi-lagi sorak gembira terdengar kian ramai saat mendengar hasil pengumuman. Nyanyian yel-yel saling bersahutan antara satu regu dengan regu lainnya. Sujud syukur pun tak luput dilakukan oleh para peserta sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas karuniaNya yang tak ternilai. Di akhir penutupan acara, para peserta dan panitia saling berjabat tangan untuk memberi ucapan selamat dan semangat. Meskipun keringat dan rasa lelah bercampur menjadi satu, meskipun semangat sempat pasang-surut saat menjalani setiap tantangan, semua terbayar dengan hasil yang lebih dari kata ‘pantas’, selama usaha dan doa berjalan berdampingan. Sukses!

10 Kostum Unik di Hari Ketiga TBCCI 2015

 

Selalu ada yang unik dari setiap peristiwa. Di The Best Contact Center  Indonesia 2015 hal yang cukup menarik perhatian adalah kostum yang digunakan peserta yang unjuk aksi di sesi presentasi. Selama tiga hari sesi presentasi individual tampak beberapa peserta yang mengenakan kostum unik untuk menunjang presentasi mereka.

Di samping terkait dengan materi presentasi, beberapa peserta menuturkan alasan mereka mengenakan kostum – kostum yang tidak biasa. Mulai dari menambah rasa percaya diri, atau menunjang materi presentasi, hingga untuk menunjukkan daerah asal mereka.

Tentunya ada banyak kostum menarik yang terlihat di Balai Kartini hari ini, namun kali ini tim penulis belum berkesempatan untuk meliput semua satu per satu. Dan inilah 10 kostum unik versi AstraWorld, di hari terakhir sesi presentasi individual The Best Contact Center Indonesia 2015.

 

Liputan AstraWorld - Kostum Unik#10 – Nahkoda

Ketika tim penulis pertama kali melihat partisipan dari Bank BCA ini, tim penulis mengira sang partisipan mengenakan kostum pilot. Karena tertarik melihat seorang pilot perempuan, tim penulis pun mendekati dan mengajak berinteraksi Janice Valicia.

“Jadi tema kostumnya ini, kostum apa? Pilot?” tim penulis mengkonfirmasi.
“Ini nahkoda sebetulnya. Karena saya team leader outbound, yang menahkoda kapal tim saya menuju ke sebuah tujuan bersama,” tuturnya menjelaskan.

Untuk melengkapi kostum nahkodanya, Janice pun membawa sebuah kotak kejutan yang dibuatkan oleh tim rekan kerjanya. “Ini dibuat dari gabus,” ujarnya sambil menunjukkan kotak berwarna kuning tersebut. “Isinya ada pertanyaan-pertanyaan mengenai program-program yang akan dijalankan”, terang Janice.

 

#9 – Lady Rocker

Penampilan ala lady rocker dibawakan Riasnita Mardiah. Jaket kulit, sepatu boot, ditambah kostum serba gelap melengkapi penampilan peserta untuk kategori Team Leader Outbond dari AstraWorld.

Alasan Iyas, panggilan Riasnita, mengenakan kostum dengan gaya lady rocker karena terinspirasi para rocker dunia. “Seperti Bono U2”, kata Iyas. “Saya senang nyanyi, makanya presentasi saya juga tentang penyanyi-penyanyi terkenal yang menginspirasi, tidak hanya karena mereka terkenal tetapi juga karena kegiatan sosial mereka yang menyentuh sisi kemanusiaan,” tambah Iyas.

 

#8 – Pembalap

Yuniar Fella Anggraeni dari PT Holcim yang berkompetisi di kategori  Telesales memakai kostum pembalap motor.  Ketika ditanya mengenai kostum yang ia pilih hari ini, dengan senyum lebar dan semangat positif  Fella, nama panggilan Yuniar Fella menjawab, “Hari ini jadi Rider! Pembalap!”

Sambil menenteng helm, Fella yang berbalut kostum serba kuning ini nampak berbinar dan siap tampil.

Ditemani oleh seorang rekan kerjanya, Fella menjelaskan bahwa kostum ini sendiri sudah dipersiapkan sejak sebulan yang lalu dan ia dapatkan dengan cara menyewa. Tepat pukul 08.18, dengan senyum lebar yang sama, Fella pun dipanggil oleh panitia untuk memasuki ruangan presentasi.

 

#7 – Tentara

Memiliki materi presentasi yang mengangkat perjuangan pahlawan terkenal dari Surabaya, Bung Tomo, Arya Kristina dari PT. Kereta Api Indonesia memilih kostum tentara lengkap dengan sepatu lars.

Ketika ditemui tim penulis usai melakukan presentasi, Arya menyambut dengan terbuka dan menjelaskan lebih lanjut alasannya memilih kostum ini. “Karena saya bertanggung jawab untuk daerah Surabaya dan sampai ujung Jawa Timur, di mana di sana lekat sekali dengan sejarah perjuangan Bung Tomo. Jadi saya angkat tema itu sebagai materi presentasi saya, dan kostum ini dipilih untuk menunjang presentasi saya,” tuturnya.

Lebih lanjut Arya mengutarakan bahwa kostum tentara ini dipinjamkan oleh salah satu direktur PT Kereta Api Indonesia. Suatu hal yang menarik, karena bahkan jajaran tim direksi pun turun tangan meminjamkan wardrobe untuk para partisipan.

 

#6 – Gadis Bali

Anggun dan cantik. Kesan pertama inilah yang muncul saat penulis melihat Wahyuni sedang mempersiapkan presentasinya di salah satu pojok ruang tunggu Grand Ballroom Rafflesia. Kebaya Bali bewarna putih gading yang dikenakan Yuni, demikian dia akrab disapa, memang disesuaikan dengan tema presentasinya mengenai budaya Bali.

“Kita harus menggunakan pendekatan budaya agar terjadi customer engagement. Bali itu kan kental dengan budayanya, karena itu kita harus menggunakan budaya Bali untuk mendekati pelanggan. Inilah sebabnya saya menggunakan baju adat Bali,” jelas Yuni, yang sehari-hari bertugas sebagai Customer Service Walk-in di PT Astra Honda Motor.

 

#5 -Tukang Sate Madura

Peserta bernama Agus tampil bak pedagang sate Madura, lengkap dengan kipas dan satenya. Saat ditanya mengenai kostum yang dikenakan, perwakilan PT Telkom ini menjelaskan, kostum yang dikenakannya ini dimaksudkan untuk menunjang materi presentasinya mengenai orang Madura yang bekerja di contact center.

Kostum ini ternyata merupakan milik Agus pribadi, sementara untuk dandanannya Agus dibantu rekan kerja yang merangkap sebagai make up artist.

“Satenya cari di mana pagi-pagi?” tanya tim penulis yang penasaran dengan sate yang dibawa Agus. Karena hari masih pagi, tim penulis merasa agak sulit menemukan tukang sate berjualan sejak pagi hari. Menanggapi pertanyaan ini, Agus menjawab satenya dipersiapkan oleh rekan sekerjanya. Ternyata di PT Telkom ini kerjasama tim sangat solid, anggota tim saling bantu membantu mempersiapkan kebutuhan wakil-wakil perusahaan.

 

#4 – Fadhil The Explorer

Peta… Peta… Peta…. Ada Dora The Explorer di The Best Contact Center Indonesia 2015? Oh, bukan…yang ini namanya Fadhil, nama lengkapnya Moh. Fadilah Dwi Permana. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, kostum yang dikenakan peserta kategori Team Leader Customer Service dari PT Kereta Api Indonesia, sangat matching, semuanya dalam nuansa khaki.

“Kostumnya beli, sewa, atau bikin sendiri?” tanya tim penulis.
“Baju, sama topinya beli. Sepatu dan teleskop aja yang pinjem, soalnya harganya mahal kalo beli,” jelas Fadhil.

Saat ditemui tim penulis AstraWorld di photobooth, Fadhil tengah bergaya dengan peta dan teleskopnya. Ketika diminta bergaya, Fadhil tanpa malu-malu langsung beraksi dengan propertinya. Ia pun menunjukkan peta yang dicetak sendiri. “Presentasi saya temanya tentang film Madagaskar, di peta ini isinya juga tentang Madagaskar,” tambah Fadhil sambil memperlihatkan peta yang ia buat sendiri tersebut.

 

#3 – Baju Adat Minang

Berkompetisi di kategori Agent Customer Service, Ria Agnesti dari PT Sinar Mas Land  terlihat sangat menarik perhatian dengan kostum Minang-nya. Duduk di kursi menunggu giliran, Ria terlihat ramah dan tenang. Menurut pengakuan Ria, persiapan untuk dandan hari ini sudah dimulai sejak pukul 5 pagi meski kompetisinya sendiri baru dimulai pukul 8.

“Memang sejalan dengan presentasi aku. Selain itu aku sendiri memang asalnya orang Padang asli, jadi nyaman menggunakan kostum Padang, menambah kepercayaan diri juga,” jelas Ria ketika dimintai pendapatnya tentang alasan memilih kostum ini. Namun kostum Minang ini bukan milik pribadi. Ria mengaku menyewa kostum Minang-nya demi acara hari ini.

 

#2  –  Wiro Sableng

Satu lagi partisipan dari PT Telkom yang mengenakan kostum luar biasa pada presentasi hari ini, Nurdiana yang lebih memilih dipanggil Dian. Dengan kostum Wiro Sableng lengkap dengan kapaknya, Dian terlihat sibuk berfoto ria usai presentasi. Sikapnya yang ramah dan supel pun mengundang orang lain untuk foto bersama dengannya.

Ketika ditemui tim penulis, Dian dengan terbuka dan senyum lebar pun langsung memperkenalkan diri. Diakui oleh Dian, baju yang dikenakan adalah seragam karate milik pribadi. Namun banyak bagian dari kostumnya yang juga merupakan pinjaman.

“Ini belt, fashion, fashion,” Dian menunjuk ikat pinggangnya yang dari jauh terlihat seperti ban hitam bela diri, namun jika diamati lebih seksama ternyata adalah ikat pinggang wanita berbahan karet dan berkait logam. Ia pun tertawa riuh ketika tim penulis menyadari belt tersebut. “Kalo celana nih bikin sendiri,” ujarnya melanjutkan pembicaraan, masih diselingi tawa renyah, “Dan sandal gunungnya baru.”

Ketika memperhatikan sandal gunung yang dimaksud, tim penulis pun menyadari satu hal. “Itu talinya, pakai tali sepatu?” tanya tim penulis. Tak urung, Dian pun terbahak mengiyakan.

Sambil menunjukkan kapak 212 khas Wiro Sableng, Dian kemudian melanjutkan penjelasan mengenai kostumnya. “Kapaknya bikin sendiri nih. Bikin dari sebulan yang lalu”, lanjut Dian.

 

#1 – Peramal Gipsi

Busana yang dikenakan langsung menarik perhatian penulis. Apalagi ketika perempuan cantik ini menunjukkan kedua tangannya. Penuh aksesoris. Bahkan empat jari tangannya dihiasi batu akik. “Ini koleksi suami saya. Kalo kalung, gelang, dan aksesoris lainnya punya ibu saya dan temen-temen”, jelas Marta Dewi, perwakilan dari PT Telkom.

Partisipan di kategori Work Force Managmenet (WFM) ini memilih kostum peramal sebagai bagian dari materi presentasinya. “Sebagai Work Force Management (WFM), saya harus bertugas meramalkan call maka dari itu saya memakai kostum peramal,” terang Marta.

Menurut pengakuannya, Marta bahkan menggunakan kartu tarot ke ruang presentasi. Saat ditanya apakah bisa meramal menggunakan kartu tarot, dengan lugas Marta menjawab, “Tidak bisa, kartunya punya temen yang bisa main sulap.”

Ragam Pendakian Menuju Satu Puncak

openign1
The Best Contact Center Indonesia 2015

Memasuki hari ketiga babak ujian presentasi di ajang pencapaian prestasi TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) 2015, para peserta tetap menjaga semangatnya agar tetap prima. Diselenggarakan oleh ICCA (Indonesia Contact Center Association), jumlah peserta pada Kamis, 7 Mei 2015 sebanyak 138 orang dengan kategori sebagai berikut : desk control sebanyak delapan orang, telemarketing berjumlah enam belas orang, telesales enam belas peserta, team leader customer service sebanyak enam belas orang, customer service dua puluh enam peserta, team leader outbound berjumlah dua puluh dua orang, IT support sebanyak dua puluh tujuh orang, dan manager customer service sebanyak sembilan orang peserta.

Pemandangan yang tertangkap mata tidak jauh berbeda memang dengan dua hari sebelumnya, penampilan para peserta di hari terakhir presentasi ini semakin unik. Salah satunya dilihat dari tema presentasi yang dibawakan. Lagi-lagi mereka semua mempersiapkan diri dengan matang untuk masing-masing presentasinya. Sejak pagi sebelum waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, sudah hadir beberapa peserta yang dijadwalkan presentasi paling awal di ruang tunggu utama lantai dasar Balai Kartini. Masing-masing peserta berpenampilan menyesuaikan tema yang sudah dipilih. Ada peserta yang memakai pakaian adat, berpakaian layaknya seorang dalang, menjadi petualang, pembalap handal, pemain biola, tokoh daerah, dan lain sebagainya. Raut wajah mereka terlihat begitu penuh semangat mengikuti tahap lanjutan dari ujian tertulis TBCCI 2015 pada 27 April 2015 lalu.

Semangat tinggi para peserta terbukti dari persiapan yang cukup matang, yang mendorong mereka semua untuk menunjukkan sikap profesional sebagai perwakilan perusahaan yang mengangkat tema tertentu, yang tetap mengutamakan kelengkapan materi presentasi. Kuatnya semangat untuk menang tak hanya bersumber dari pribadi yang mengikuti ujian tahap dua ini, melainkan juga turut dikobarkan dari para pendukung yang datang memberikan semangat untuk memperkuat mental rekannya yang menjadi peserta. Sorak sorai para pendukung terdengar tetap meriah, penuh gairah dan semangat, membuat ruangan di Balai Kartini menjadi ramai dan hangat.

Diantara sekian banyak peserta yang hadir, adalah Nurdiana, lelaki bertubuh tinggi dan tegap berpenampilan meniru Wiro Sableng ini datang dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dengan kategori peserta sebagai customer service. Ia mengenakan pakaian serba putih seperti Wiro Sableng lengkap dengan kapak 212 yang ia selipkan dibalik ikat pinggangnya serta sandal pendekar Indonesia zaman dahulu. Saat ditanya mengenai penghargaan apa yang ingin diperoleh, ia menjawab “Giok. Hahahahaha…!” selorohnya sambil tertawa. Sedikit bebannya sudah berkurang karena ia sudah selesai presentasi dengan lancar sehingga ia masih bisa memberikan semangatnya pada rekan yang lain.

Nurdiana, customer service PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
Nurdiana, Customer Service PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

Berbicara tentang semangat, kobaran semangat juga dibakar habis oleh Arya Kristina, wanita berparas cantik asal Semarang ini menjadi peserta untuk kategori team leader customer service mewakili PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk daerah operasional Surabaya dan Jember. Ia tetap terlihat anggun meskipun mengenakan pakaian tentara. Persiapannya betul-betul matang untuk presentasi kali ini. Arya mendapatkan jadwal presentasi pada pukul sembilan pagi, namun ia sudah di tempat pukul setengah enam pagi. Alasannya adalah karena ia ingin memastikan bahwa persiapannya sudah dipastikan matang sebelum ia memulai presentasi di hadapan para dewan juri. Selain menyiapkan materi, ia juga memoles diri agar terlihat lebih cantik dengan kostum tentaranya.

Arya Kristina, Team Leader Customer Service PT KAI (Persero)
Arya Kristina, Team Leader Customer Service PT KAI (Persero)

Mengapa tentara? Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik bagi orang-orang dalam rengkuhan tanggung jawabnya. Selain bertanggung jawab, seorang pemimpin juga harus memiliki sifat dan sikap tegas namun tetap mampu mengayomi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Tak berhenti sampai disitu, alasan dipilihnya tentara sebagai tema presentasi, baginya team leader customer service harus selalu siap siaga menghadapi tantangan dan halangan yang bisa saja datang tiba-tiba. Pun dalam menghadapi rintangan-rintangan yang ada, seorang pemimpin harus bisa mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasinya agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Sejalan dengan Arya Kristina dari PT. Kereta Api (Persero) dalam menghadapi tantangan untuk memberikan pelayanan prima bagi pelanggan, peserta wanita hebat yang lainnya adalah Yuniar Fella Anggraeni. Ia tampak cantik dengan balutan pakaian pembalap berwarna kuning lengkap dengan helm. Ia maju menjadi peserta TBCCI 2015 dalam kategori telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk. . Ia memilih tema pembalap dengan mengambil sisi tantangan dalam mencapai tujuan. “Ya, pembalap itu menurut saya memiliki banyak tantangan untuk mencapai garis akhir. Salah satunya ya dari kecepatan saat berada di lintasan. Bagaimanapun, seorang pembalap harus bisa mencapai garis akhir dengan waktu yang singkat.” Ujarnya. Fella, begitu ia biasa disapa, melanjutkan, menurutnya hal itu jugalah yang ia hadapi sebagai seorang telesales.

Yuniar Fella Anggraeni, Telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk
Yuniar Fella Anggraeni, Telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk

Bidang boleh berbeda, namun seorang pembalap dan telesales sama-sama menghadapi tantangan dalam hal kecepatan dan ketepatan. Seorang telesales juga harus mampu bekerja dengan cepat, dalam ruang lingkup pelayanan khususnya, yakni harus mampu memberikan informasi kepada para pelanggan dengan cepat dan tepat untuk pencapaian pelayanan terbaik sebagai perumpaan garis akhirnya meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Presentasi yang sudah dilaluinya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Persiapan sudah dilakukan sejak bulan februari hingga satu minggu mendekati ujian. Selama proses pelatihan untuk persiapan presentasi di ajang bergengsi ICCA ini, Fella berlatih dengan disiplin selama kurang lebih dua setengah bulan sebelum ujian berlangsung. Dalam satu hari, ia mempersiapkan diri dengan membuat dan membiasakan diri menyajikan presentasi sebanyak tiga kali. Betul-betul giat!

Jumlah peserta yang paling banyak untuk meraih penghargaan besar The Best Contact Center Indonesia ada dalam kategori customer service. Siapa sangka, PT. Kereta Api Indonesia mengirimkan customer service terpilihnya untuk mengikuti persaingan sehat ini dengan jumlah peserta terbanyak jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Dua belas orang peserta! Perwakilannya sendiri tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja, melainkan dari seluruh daerah operasional kereta api di Indonesia. Jumlah peserta yang banyak dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan kategori customer service tidak berarti mereka mengangkat tema presentasi diri yang sama. Memang, ada yang tetap mengenakan seragam identitas perusahaan, namun ada juga yang mengenakan seragam tugas sebagai customer service, mengangkat tema seniman sebagai pemain biola, dalang, adat Sumatera Utara, koki, dan petualang.

Customer Service PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Customer Service PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Di hari ketiga ujian presentasi TBCCI ini selesai lebih cepat dari dua hari sebelumnya. Suara riuh para pendukung sudah mulai menghilang, jumlah para peserta yang masih tinggal di Balai Kartini semakin sedikit. Mereka perlahan meninggalkan gedung besar saksi perjuangan mereka untuk membuktikan seberapa jauh mereka bisa mengukur kemampuan, seberapa kuat keyakinan mereka untuk berdiri di hadapan dewan juri. Dalam presentasinya, mereka mengenalkan dan menunjukkan siapa diri mereka dan apa yang dapat mereka lakukan. Doa dan berpasrah menjadi ujung dari setiap usaha para peserta untuk mencapai suatu penghargaan. Usaha sudah dilakukan, persiapan sudah dimatangkan, penghargaan sudah dinantikan, penilaian yang menentukan.