Ada si Dia di Balik Tenda

Jambore Contact Center 2015
Jambore Contact Center 2015

    Masih ingat dengan ICCA (Indonesia Contact Center Indonesia)? Masih ingat dengan hajatan TBCCI (The Best Contact Center Indonesia)? Ya, ajang peraihan prestasi untuk contact center ini tidak berhenti sampai di ujian presentasi saja. TBCCI tetap berlanjut dengan alur perlombaan yang lain. Jika ujian tertulis sudah, presentasi perusahaan sudah, presentasi individu pun juga sudah selesai dilakukan. Pengumuman? Bukan. Tes selanjutnya? Bukan juga. Ada lagi kah kira-kira? Bagi para peserta yang sudah mengikuti tes di Crowne Hotel Plaza dan Balai Kartini beberapa pekan lalu, mereka sedang dalam masa penantian untuk pengumuman siapa gerangan yang akan meraih medali-medali ajang prestasi bergengsi itu. Pekan ini, tepat di hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2015, sebuah ajang tolok ukur prestasi contact center kembali digelar.

   ICCA memang mengadakan dua jenis ajang prestasi sejenis namun berbeda sifat. Bagi yang sudah pernah mengikuti kedua ajang ini sudah tentu mengetahui apa saja yang dilombakan oleh ICCA. Perlombaan TBCCI dengan kegiatan jambore sebagai inti ujiannya ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka atau yang lebih dikenal dengan nama Buperta yang bertempat di wilayah Cibubur, Jakarta Timur. Jambore ICCA diadakan selama dua hari berturut-turut yakni pada 16 sampai dengan 17 Mei 2015. Secara umum, khalayak mengenal jambore sebagai suatu pertemuan besar para Pramuka (Praja Muda Karana). Akan tetapi, dalam ruang lingkup contact center, khususnya ICCA, jambore merupakan suatu pertemuan besar bagi perusahaan dengan layanan contact center di Indonesia. Kegiatan jambore yang diadakan oleh ICCA ini memiliki rincian kegiatan seperti halnya kegiatan kepramukaan, namun yang membedakan adalah pesertanya. Mereka yang mengikuti jambore bukan merupakan anggota Pramuka, tetapi mereka yang dipilih untuk mewakili layanan contact center perusahaan masing-masing. Bagaimanakah bentuk kegiatan jambore bertajuk The Best Contact Center Indonesia yang digelar ICCA ini? Dengan bertumpu pada berbagai macam penilaian yang diambil melalui ketangkasan, kecerdasan dan daya cipta. Tak hanya itu, di dalamnya juga terdapat penilaian untuk kekompakan, kerjasama, kerja kelompok, kepemimpinan, daya cipta, kebersamaan, kecerdasan, sampai kebersihan lingkungan.

   Jambore tahun ini diikuti oleh 11 perusahaan, diantaranya adalah PT. Bank Mandiri (Persero), PT. Bank BCA, Tbk., PT. Astra World, Bank Indonesia, PT. Indosat, PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, PT. Bank Panin, Assarent dan PT. Telkom Indonesia. Diantara 11 perusahaan tersebut ada 3 (tiga) perusahaan yang masing-masing mengirimkan dua team, yaitu PT. Bank Mandiri (Persero), PT. Bank BCA, dan PT. Astra World. Berdasarkan keterangan tersebut, jumlah keseluruhan dari kelompok peserta adalah 14 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari sepuluh sampai dua belas orang peserta.

   Pada hari pertama pembukaan jambore TBCCI 2015, para peserta sudah banyak yang bersiap diri di lapangan tempat mereka akan berkemah selama sehari semalam. Meskipun jadwal upacara pembukaan mundur satu jam dari waktu yang telah dijadwalkan, yakni pukul 09.00 WIB, namun para peserta tetap mempersiapkan diri dengan baik. Sebelum upacara dilaksanakan, sebagian dari para peserta mulai menurunkan dekorasi tenda, sebagian yang lain ada yang menyantap makan pagi agar keadaan tubuh tetap prima. Tak hanya peserta yang mempersiapkan diri, para panitia jambore ICCA 2015 ini juga sibuk mempersiapkan tempat dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan jambore. Upacara yang berlangsung cukup singkat, kurang lebih 22 menit, ini dibuka dengan doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan semua peserta maupun panitia pelaksana. Sambutan singkat dari Bapak Andi Nugraha selaku pembina upacara pagi itu turut mengkhidmatkan ikrar praktisi contact center yang diucapkan oleh seluruh peserta jambore. Meskipun terhitung singkat, namun upacara pembukaan yang ditutup setelah laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara ini berlangsung dengan lancar dan tenang.

Upacara pembukaan
Upacara pembukaan

   Semangat para peserta mulai dipanaskan dengan kegiatan membangun tenda yang diberi waktu selama 15 menit saja. Sebelum membangun tenda sendiri, panitia terlebih dahulu mencontohkan bagaimana cara membangun tenda yang benar. Para peserta menyimak dengan seksama dan mempraktekan dengan baik. Saat sirene dibunyikan, para peserta harus menghentikan seluruh kegiatan membangun tenda dan berdiri di luar garis batas masing-masing. Luar biasa! Regu dari PT. Astra World 2 selesai membangun tenda paling cepat diantara yang lain disusul regu PT. Astra World 1 di urutan selanjutnya sebelum sirene dibunyikan. Peserta yang lain tetap semangat dan bekerjasama dengan baik menyelesaikan kegiatan membangun tenda. Para peserta betul-betul mampu menyelesaikan dengan baik, terbukti dengan berdirinya tenda dengan sempurna tepat sesaat sebelum sirene dibunyikan. Ada yang lebih memanaskan semangat para peserta lagi disana, masing-masing kelompok dengan begitu riang dan penuh semangat saling bersahut-sahutan meneriakkan yel-yel kelompok mereka. Ada yang menyanyi, ada yang menyerukan jargon-jargon menarik dan kreatif, semuanya menghantarkan semangat satu sama lain.

persiapan pendirian tenda peserta icca
Proses menghias tenda peserta TBCCI 2015

   Tenda yang sudah dibangun dengan penuh semangat itu kini akan ditambahkan hiasan di sekitarnya oleh para peserta. Masing-masing peserta diberi waktu hingga pukul 3 sore untuk menyelesaikan hiasan masing-masing. Di bawah terik matahari, para peserta bahu-membahu memasang satu demi satu rancangan indah yang sudah mereka siapkan. Kerja keras mereka diwujudkan dalam rancang-bangun hiasan tenda yang memukau dengan diselingi waktu rehat untuk membangun tenaga lagi. Setelah hiasan tenda selesai, peserta mengikuti kegiatan permainan yang meguji kerjasama regu dan lomba kata sandi, serta lomba adu kecerdasan lainnya.

Lomba adu kecerdasan dan ketangkasan peserta TBCCI 2015
Lomba adu kecerdasan dan ketangkasan peserta TBCCI 2015

   Setiap perusahaan menunjukkan kebolehan daya cipta yang tidak biasa. Beberapa diantaranya, kelompok dari PT. Bank Mandiri (Persero) yang mengangkat tema kebudayaan Betawi lengkap dengan ondel-ondel sebagai ciri khasnya. Menurut Iqbal Maulana, persiapan yang telah dilakukan kurang lebih 2 bulan, persiapan yang dilakukan. Dimulai dari pembentukan kelompok, tema, dan satu kali latihan di Cibubur pada bulan April lalu. Mengapa Betawi? “Karena regu Mandiri 1 ingin turut melestarikan budaya Betawi.” jawabnya dengan singkat.

iqbal
Iqbal Maulana, Ketua regu Mandiri 1

  PT. Telkom Indonesia, Tbk., yang juga mengenalkan salah satu produknya yaitu indohome fiber, Bank Indonesia yang tidak lupa memamerkan nilai pecahan rupiah tertinggi yaitu seratus ribu rupiah di halaman tenda. Bentuknya yang cukup besar membuat hiasan tenda kian menarik, pada malam hari lampu yang dipasang di lambang Bank Indonesia itu terlihat cantik. Indosat memasang sebuah satelit buatan tepat di sisi tenda yang dilengkapi dengan papan penunjuk arah sebagai penunjuk juga bahwa Indosat sudah mampu menjangkau wilayah pelosok.

tenda dan dekorasi
Hasil hias tenda para peserta TBCCI 2015

   Di seberang regu Bank Indonesia dan Indosat, tangan-tangan kreatif dari Bank BCA dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga menyambut dengan hiasan-hiasan berukuran besar. Seperangkat headset khas contact center yang menyala dengan lampu berwarna biru dipajang indah oleh regu Halo BCA dari Bank BCA. Hiasan raksasa cantik lainnya juga disuguhkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sebuah rancang-bangun bertemakan Carnival Station ini tampak sederhana namun menarik. Hiasan dengan 320 buah lampu ini kian menawan di malam hari saat lampu-lampu kecil itu mulai dinyalakan. Cantik!

"Raksasa" dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
“Raksasa” dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Jpeg
Halo BCA, Selamat malam !

   Penilaian tak berhenti pada hiasan saja, setelah adu kecerdasan, peserta melanjutkan kegiatan ketangkasan dengan beberapa kegiatan kepramukaan lainnya seperti neraca keseimbangan dan sandi morse di penghujung kegiatan hari pertama jambore. Tidak lebih dari pukul sepuluh malam, kegiatan jambore di hari pertama ditutup dengan istirahat untuk persiapan hari kedua. Lampu-lampu tetap menyala, mewakili semangat para peserta yang tiada meredup untuk melanjutkan perjuangan berikutnya.

Ragam Pendakian Menuju Satu Puncak

openign1
The Best Contact Center Indonesia 2015

Memasuki hari ketiga babak ujian presentasi di ajang pencapaian prestasi TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) 2015, para peserta tetap menjaga semangatnya agar tetap prima. Diselenggarakan oleh ICCA (Indonesia Contact Center Association), jumlah peserta pada Kamis, 7 Mei 2015 sebanyak 138 orang dengan kategori sebagai berikut : desk control sebanyak delapan orang, telemarketing berjumlah enam belas orang, telesales enam belas peserta, team leader customer service sebanyak enam belas orang, customer service dua puluh enam peserta, team leader outbound berjumlah dua puluh dua orang, IT support sebanyak dua puluh tujuh orang, dan manager customer service sebanyak sembilan orang peserta.

Pemandangan yang tertangkap mata tidak jauh berbeda memang dengan dua hari sebelumnya, penampilan para peserta di hari terakhir presentasi ini semakin unik. Salah satunya dilihat dari tema presentasi yang dibawakan. Lagi-lagi mereka semua mempersiapkan diri dengan matang untuk masing-masing presentasinya. Sejak pagi sebelum waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, sudah hadir beberapa peserta yang dijadwalkan presentasi paling awal di ruang tunggu utama lantai dasar Balai Kartini. Masing-masing peserta berpenampilan menyesuaikan tema yang sudah dipilih. Ada peserta yang memakai pakaian adat, berpakaian layaknya seorang dalang, menjadi petualang, pembalap handal, pemain biola, tokoh daerah, dan lain sebagainya. Raut wajah mereka terlihat begitu penuh semangat mengikuti tahap lanjutan dari ujian tertulis TBCCI 2015 pada 27 April 2015 lalu.

Semangat tinggi para peserta terbukti dari persiapan yang cukup matang, yang mendorong mereka semua untuk menunjukkan sikap profesional sebagai perwakilan perusahaan yang mengangkat tema tertentu, yang tetap mengutamakan kelengkapan materi presentasi. Kuatnya semangat untuk menang tak hanya bersumber dari pribadi yang mengikuti ujian tahap dua ini, melainkan juga turut dikobarkan dari para pendukung yang datang memberikan semangat untuk memperkuat mental rekannya yang menjadi peserta. Sorak sorai para pendukung terdengar tetap meriah, penuh gairah dan semangat, membuat ruangan di Balai Kartini menjadi ramai dan hangat.

Diantara sekian banyak peserta yang hadir, adalah Nurdiana, lelaki bertubuh tinggi dan tegap berpenampilan meniru Wiro Sableng ini datang dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dengan kategori peserta sebagai customer service. Ia mengenakan pakaian serba putih seperti Wiro Sableng lengkap dengan kapak 212 yang ia selipkan dibalik ikat pinggangnya serta sandal pendekar Indonesia zaman dahulu. Saat ditanya mengenai penghargaan apa yang ingin diperoleh, ia menjawab “Giok. Hahahahaha…!” selorohnya sambil tertawa. Sedikit bebannya sudah berkurang karena ia sudah selesai presentasi dengan lancar sehingga ia masih bisa memberikan semangatnya pada rekan yang lain.

Nurdiana, customer service PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
Nurdiana, Customer Service PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

Berbicara tentang semangat, kobaran semangat juga dibakar habis oleh Arya Kristina, wanita berparas cantik asal Semarang ini menjadi peserta untuk kategori team leader customer service mewakili PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk daerah operasional Surabaya dan Jember. Ia tetap terlihat anggun meskipun mengenakan pakaian tentara. Persiapannya betul-betul matang untuk presentasi kali ini. Arya mendapatkan jadwal presentasi pada pukul sembilan pagi, namun ia sudah di tempat pukul setengah enam pagi. Alasannya adalah karena ia ingin memastikan bahwa persiapannya sudah dipastikan matang sebelum ia memulai presentasi di hadapan para dewan juri. Selain menyiapkan materi, ia juga memoles diri agar terlihat lebih cantik dengan kostum tentaranya.

Arya Kristina, Team Leader Customer Service PT KAI (Persero)
Arya Kristina, Team Leader Customer Service PT KAI (Persero)

Mengapa tentara? Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik bagi orang-orang dalam rengkuhan tanggung jawabnya. Selain bertanggung jawab, seorang pemimpin juga harus memiliki sifat dan sikap tegas namun tetap mampu mengayomi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Tak berhenti sampai disitu, alasan dipilihnya tentara sebagai tema presentasi, baginya team leader customer service harus selalu siap siaga menghadapi tantangan dan halangan yang bisa saja datang tiba-tiba. Pun dalam menghadapi rintangan-rintangan yang ada, seorang pemimpin harus bisa mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasinya agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Sejalan dengan Arya Kristina dari PT. Kereta Api (Persero) dalam menghadapi tantangan untuk memberikan pelayanan prima bagi pelanggan, peserta wanita hebat yang lainnya adalah Yuniar Fella Anggraeni. Ia tampak cantik dengan balutan pakaian pembalap berwarna kuning lengkap dengan helm. Ia maju menjadi peserta TBCCI 2015 dalam kategori telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk. . Ia memilih tema pembalap dengan mengambil sisi tantangan dalam mencapai tujuan. “Ya, pembalap itu menurut saya memiliki banyak tantangan untuk mencapai garis akhir. Salah satunya ya dari kecepatan saat berada di lintasan. Bagaimanapun, seorang pembalap harus bisa mencapai garis akhir dengan waktu yang singkat.” Ujarnya. Fella, begitu ia biasa disapa, melanjutkan, menurutnya hal itu jugalah yang ia hadapi sebagai seorang telesales.

Yuniar Fella Anggraeni, Telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk
Yuniar Fella Anggraeni, Telesales PT. Holcim Indonesia, Tbk

Bidang boleh berbeda, namun seorang pembalap dan telesales sama-sama menghadapi tantangan dalam hal kecepatan dan ketepatan. Seorang telesales juga harus mampu bekerja dengan cepat, dalam ruang lingkup pelayanan khususnya, yakni harus mampu memberikan informasi kepada para pelanggan dengan cepat dan tepat untuk pencapaian pelayanan terbaik sebagai perumpaan garis akhirnya meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Presentasi yang sudah dilaluinya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Persiapan sudah dilakukan sejak bulan februari hingga satu minggu mendekati ujian. Selama proses pelatihan untuk persiapan presentasi di ajang bergengsi ICCA ini, Fella berlatih dengan disiplin selama kurang lebih dua setengah bulan sebelum ujian berlangsung. Dalam satu hari, ia mempersiapkan diri dengan membuat dan membiasakan diri menyajikan presentasi sebanyak tiga kali. Betul-betul giat!

Jumlah peserta yang paling banyak untuk meraih penghargaan besar The Best Contact Center Indonesia ada dalam kategori customer service. Siapa sangka, PT. Kereta Api Indonesia mengirimkan customer service terpilihnya untuk mengikuti persaingan sehat ini dengan jumlah peserta terbanyak jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Dua belas orang peserta! Perwakilannya sendiri tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja, melainkan dari seluruh daerah operasional kereta api di Indonesia. Jumlah peserta yang banyak dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan kategori customer service tidak berarti mereka mengangkat tema presentasi diri yang sama. Memang, ada yang tetap mengenakan seragam identitas perusahaan, namun ada juga yang mengenakan seragam tugas sebagai customer service, mengangkat tema seniman sebagai pemain biola, dalang, adat Sumatera Utara, koki, dan petualang.

Customer Service PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Customer Service PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Di hari ketiga ujian presentasi TBCCI ini selesai lebih cepat dari dua hari sebelumnya. Suara riuh para pendukung sudah mulai menghilang, jumlah para peserta yang masih tinggal di Balai Kartini semakin sedikit. Mereka perlahan meninggalkan gedung besar saksi perjuangan mereka untuk membuktikan seberapa jauh mereka bisa mengukur kemampuan, seberapa kuat keyakinan mereka untuk berdiri di hadapan dewan juri. Dalam presentasinya, mereka mengenalkan dan menunjukkan siapa diri mereka dan apa yang dapat mereka lakukan. Doa dan berpasrah menjadi ujung dari setiap usaha para peserta untuk mencapai suatu penghargaan. Usaha sudah dilakukan, persiapan sudah dimatangkan, penghargaan sudah dinantikan, penilaian yang menentukan.