Victory Loves Preparation

Telkom C4, Jakarta – Memasuki hari kedua rangkaian acara The Best Contact Center Indonesia 2017, tampak suasana gedung Kalbis Institute Jakarta masih terlihat riuh ramai oleh peserta maupun supporter yang terlibat untuk memeriahkan jalannya acara penghargaan terbesar bagi komunitas Contact Center di Indonesia. Raut wajah dari sebagian peserta terlihat tegang, tak jarang ada pula peserta yang berusaha menyembunyikan ketegangan tersebut dengan bersenda gurau bersama peserta lain maupun rekan-rekan supporter dari perusahaannya. Selain itu, ada pula yang masih terus berlatih agar dapat memberikan penampilan yang maksimal.

Hari ini, terdapat 11 kategori yang akan bertading. Masing-masing peserta akan melakukan presentasi di depan para juri, kategori tesebut diantaranya: Agent Premium, Best Of The Best Back Office, Best Of The Best Team Leader, Best Of The Best Supervisor dan lain sebagainya. Para Juri yang memberikan penilaian berasal dari berbagai macam latar belakang profesi yang berbeda. Beberapa juri berasal dari berbagai universitas di Jakarta, dan tidak sedikit pula juri yang berkecimpung di bidang contact center itu sendiri. 

Juri dan Padatnya Acara

Penasaran dengan pandangan seorang juri terhadap ajang The Best Contact Center 2017 ini, kami mencoba untuk mewawancarai salah seorang dari juri tersebut. Setelah mendapatkan beberapa kali penolakan dikarnakan kepadatan jadwal dari masing-masing juri, kamipun berhasil mewawancarai salah seorang juri. Beliau adalah Sofia Aunul, M. SI. Salah satu dosen fakultas ilmu komunikasi dari Universitas Mercu Buana. Dengan wajah yang ramah dan senyum yang merekah, beliau menerima permintaan kami untuk melakukan wawancara setelah seluruh kegiatan penjurian selesai dilakukan. 

Tahun ini adalah tahun ke-3 beliau menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia. Tidak ada seleksi khusus layaknya penyaringan peserta untuk menjadi juri di ajang ini, beliau dan beberapa dosen dari faksultas yang berbeda mendapatkan kehormatan menjadi juri dikarenakan ditunjuk langsung oleh pihak kampus Universitas Mercubuana. Pada tahun pertama menjadi juri yaitu tahun 2015, beliau melakukan penjurian pada kategori dengan durasi presentasi sekitar 15 menit lamanya, untuk tahun ke-3 ini beliau dipercaya untuk melakukan penjurian di kategori Supervisor dengan durasi presentasi selama 25-30 menit. 

Belajar Banyak Dari The Best Contact Center Indonesia 

“Kebetulan saya mengajar mata kuliah public speaking, dari kompetisi ini saya banyak mendapatkan berbagai macam masukan dan tips dari para peserta yang selanjutnya saya implementasikan ketika saya mengajar didalam kelas.” Ungkap beliau sambil tersenyum. Selain tips-tips dari para peserta, menjadi juri di tahun ketiga ini beliau juga dapat mengenal lebih dalam apa itu layanan contact center.

Ada beberapa aspek yang menurutnya menjadi bahan penilaian di lomba individual ini, diantaranya adalah profil pribadi, program kerja dan pengembangannya, gestur, serta intonasi penyampaiannya. Selain hal-hal tersebut yang tak kalah penting adalah persiapan mental dari seorang peserta. “Pada saat fish bowl, disitulah yang menentukan kematangan dari seorang peserta dan sekuat apa mentalnya.”

Sofia Aunul, M. SI. – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas mercubuana.

Seraya mengerutkan dahi beliau berkata “Saya sedih ketika ketemu peserta dengan presentasinya bagus tapi pada saat menjawab fish bowl terlihat ragu atau gugup.” Dan disitulah objektifitas seorang juri sangat berperan penting. 

“Persiapan yang matang dan jujur pada diri sendiri dapat menentukan berhasil atau tidaknya seorang peserta melalui tahapan presentasi ini.” Jawabnya ketika diminta memberika tips untuk peserta lomba individual. “Saya akan memberikan nilai lebih kepada peserta dengan presentasi yang memiliki konsep yang poin per poinnya bersinergi satu dengan yang lain.” Umur dan pengalaman tidak menjamin seseorang bisa sukses melewati tahap presentasi ini dan mendapatkan medali, walaupun dengan pengalaman yang lebih sedikit namun kematangan persiapan yang luar biasa, itu yang dapat membawa seseorang mendapatkan platinum.

kebangga pun beliau rasakan ketika melihat peserta untuk kali kedua di tahun ini, peserta tersebut mengikuti lomba dengan kategori yang berbeda “Saya merasa menyaksikan perjalanan karinya, dan di situ saya bangga!” Ungkapnya dengan mata yang berbinar. Kalimat itupun yang menutup wawancara dengan ibu Sofia. 

Masih ada keseruan lainnya di The Best Contact Center Indonesia 2017, jangan dilewatkan ya! 

Dokter, Polisi Hutan, Musisi dan petani di ajang The Best Contact Center Indonesia

Press Release TBCCI 2017

The Best Contact Center Indonesia 2017

Perhelatan akbar ajang Contact Center di Indonesia ini diadakan kembali untuk yang ke-11 kalinya. Tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk tahun ini acara tersebut diselenggarakan di Kalbis Institute, Pulo Mas – Jakarta Timur. Ajang paling bergengsi bagi komunitas Contact Center Indonesia ini diikuti sekitar 561 peserta dari 46 perusahaan di Indonesia. Setelah dilakukan seleksi awal berupa test tertulis, 487 peserta berhasil lolos ke tahapan berikutnya yaitu tahap presentasi. Tahap kedua ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli – 27 Juli 2017. Terdapat beberapa kategori yang diperlombakan, diantaranya : Agent Regular, Agent Social Media, Agent English, Telesales, Team Leader, Desk Control, IT Support, Quality Assurance, Trainer, Manager dan lain sebagainya.

Dari Kategori-kategori tersebut, terdapat beberapa peserta yang mengusung konsep unik dalam pengimplementasian di bidang pekerjaan masing-masing. 

Anthea Ria Maulina – Dokternya Contact Center

Anthea Ria Maulina, Quality Assurance – Dokternya Contact Center

Adalah seorang Quality Assurance dari salah satu Contact Center yang mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia. Anthea mengimplementasikan profesi seorang dokter dalam perkerjaannya, dia memposisikan seorang agent layaknya seorang pasien. Dikarenakan untuk menjadi Quality Assurance yang baik harus memiliki analisa yang akurat, memberikan rekomendasi yang tepat, dan dapat melakukan terapi kepada agent layaknya seorang dokter yang menangani pasien. Dengan analogi tersebut, dia mampu meningkatkan kualitas layanan di contact center perusahaannya.

Muhammad Fathirsyah – Polisi Hutan di Contact Center

“Eventually we’ll realize that if we destroy the ecosystem, we destroy ourselves”

Sebagai seorang IT Support, Fathir menganalogikan layanannya layaknya hutan yang didalamnya terdapat flora dan fauna. Flora dan fauna ini sebagai teknologi dan pengguna, sedangkan dia sendiri adalah sebagai seorang Polisi Hutan. Save IT Ecosystem adalah salah satu program kerja yang dimilikinya. Dari program kerja tersebut ia kembangkan menjadi IT Ecological, IT Exploitation, dan IT Expansion. Dengan program kerja tersebut dia dapat meminimalisir SLA Down Time, Menekan MTTR (Main Time To Recovery) dan meningkatkan Availability System and Tools.

Nanda Khoerul Fadli – Musisi Contact Center

Mapping Urgently ServIce Condition” adalah program kerja dari Nanda Khoerul Fadli. Kecintaannya terhadap musik, merupakan salah satu alasan mengapa ia mengaplikasikan musik di dalam pekerjaaannya sebagai Desk Control di Layanan Contact Center. Hard Complaint dari Customer ia analogikan sebagai nada fals, sedangkan Unprediction Call ia analogikan sebagai nada yang berlebihan. Dengan program kerja tersebut ia dapat meningkatkan kualitas dari agent dan dapat meningkatkan availability agent di layanan tersebut. 

Rizky Adi Purnama – Petani Contact Center

Rizky Adi Purnama adalah salah satu peserta The Best Contact Center Indonesia untuk kategori Quality Assurance. Motivasinya mengikuti ajang ini dikarenakan pada tahun 2016 ia menjadi Supporter dari rekan sejawatnya yang mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia. Selain itu, ia pun ingin berbagi pengalaman bekerja di layanan contact center sebagai Quality Asurance dan bagaimana caranya ia bisa meningkatkan kualitas dari sebuah layanan. Di layanan tersebut ia memposisikan diri sebagai petani, dimana ia harus merancang strategi untuk menyiapkan bibit unggul lalu memupuknya agar mendapatkan hasil panen yang melimpah berupa pencapaian kualitas agent yang terbaik untuk layanan.

Dalam setiap pekerjaan pasti selalu ada hambatan, jadikan hambatan itu sebagai tantangan dan media belajar terbaik menuju kesuksesan. Implementasikan hobi dalam pekerjaan agar target kerja dapat tercapai dengan maksimal.