Lee Min Hoo Effect

Korea…

Negara yang sedang banyak diperbincangkan karena sudah berevolusi menjadi salah satu negara industri musik dan perfilman yang diperhitungkan di seluruh dunia. Sebut saja Psy yang mendunia dengan lagu dan tarian “Gangnam Style” dengan jumlah Youtube viewers mencapai 2,6 milyar. Big Bang yang sudah merambah ke benua Eropa dan Amerika dan memiliki fans yang militan dengan sebutan VIP. Lee Min Ho aktor yang terkenal sejak membintangi film “Boys Before Flowers”. Termasuk yang terbaru dan saat ini sedang tayang di salah satu stasiun TV lokal  adalah drama “Descendants of The Sun” yang mencetak rating sangat tinggi di beberapa negara dibintangi oleh Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Mereka adalah beberapa contoh sebegitu pesatnya perkembangan “showbiz industry” yg menjadikan Korea sebagai kiblat idola-idola remaja masa kini.

Siapa yang tidak ingin mengunjungi negara ini??? Negara yang akan menjadi tujuan para pemenang lomba The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta karena merupakan hadiah utama yang akan diperebutkan dan mengukuhkan mereka sebagai penggiat Contact Center terbaik di Indonesia.

Masih dari event TBCCI 2016, berikut beberapa kutipan wawancara kami dengan para praktisi Contact Center di Indonesia mengenai kegiatan tersebut di hari kedua.

Lee Min Ho
Tim Astra Internasional, Triantoro Prambudhi paling kanan

Triantoro Prambudhi atau biasa dipanggil Toro, Team Leader Inbound PT Astra International ini terlihat lebih rileks saat menunggu giliran untuk presentasi. Ini merupakan ajang yang kedua baginya menjadi peserta TBCCI, dimana pada tahun 2015 ikut berpartisipasi di kategori Supervisor Inbound dan tahun ini akan mencoba peruntungannya di kategori Team Leader Inbound. Persiapan yang dilakukan menurutnya lebih ketat dengan waktu yang singkat namun tetap optimis dapat memberikan yang terbaik. Dari tujuh orang Team Leader yang ada di Inbound Astra merupakan suatu kehormatan baginya diberikan kesempatan kedua untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini. Untuk kedepannya Toro berharap apapun hasilnya semoga dapat memberikan kontribusi, pengalaman dan sharing kepada penerusnya nanti. Last but not least, jika dirinya berhasil mendapat hadiah ke Korea ingin mencoba White Coffe Korea yang iklannya dibintangi oleh salah satu aktor korea Lee Min Ho ^^

Deice Sefanya Setty
Deice Sefanya Setty

Deice Sefanya Setty, Agent Inbound Premium Bank Mandiri mengungkapkan perasaannya ketika tampil di depan dewan juri cukup deg-degan dan campur aduk namun puas terhadap penampilannya. Deice mengangkat tema Koki karena menurutnya seorang koki harus dapat menyajikan masakan yang enak terutama untuk tamu penting. Cara memasak yang benar pilihan bahan bumbu dan bahan makanan yang terbaik dijadikan inspirasi olehnya dimana setiap solusi yang diberikan ke nasabah haruslah yang terbaik. Persiapan yang dilakukan memakan waktu sekitar 1 bulan dimana Deice memiliki mentor dari unit kerjanya. Ini merupakan  pengalaman pertamanya mengikuti presentasi Individu. Harapan jika berhasil menang dan terbang ke Korea dapat bertemu dengan idolanya Lee Min Ho…

IMG_20160802_094620
Lita Kirana, perwakilan PGN, merasa Plong setelah presentasi

Lita Kirana, Team Leader Inbound Perusahaan Gas Negara (PGN) ini merupakan kali ketiganya mengikuti ajang TBCCI. Prestasi yang ditorehkannya pernah mendapat Bronze di tahun 2013 dan 2014 untuk kategori Agent Inbound. Maka tidak heran di TBCCI 2016 ini Lita yang sudah menjadi Team Leader masuk dalam kategori Best of The Best Team Leader Inbound dan akan bersaing dengan Team Leader lain yang juga pernah mencetak prestasi di TBCCI.

Tim PGN
Tim PGN ( Bu Sally, Lita, Adam )

Masuk dalam kategori ini membuatnya senang bercampur bangga karena dapat bertemu dengan peserta lainnya yang juga pernah menjadi pemenang TBCCI di kategori yang sama. Ada sedikit beban yang dirasakan karena bertemu dengan peserta dari perusahaan lain yang belum pernah satu kategori, sehingga belum mengetahui karakter dari perusahaan tersebut. Lita yang sebelumnya mengalami sedikit kendala pada saat presentasi karena masalah pointer terlihat bahagia dan lega karena sudah berusaha memberikan yang terbaik. Dan pastinya jika berhasil mendapatkan hadiah ke Korea rasanya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata karena Korea merupakan negara yang ingin sekali dikunjunginya, terutama wisata dan budaya Korea yang sangat menarik perhatiannya..

Yuara Citra Palupi, Juri dari Indosat Ooredoo yang berpartisipasi di kategori Agent Inbound Premium mengatakan para peserta di tahun ini secara keseluruhan bagus. Menurutnya yang bisa jadi pemenang harus memiliki dan menguasai materi yang baik ju yang ga bisa mempresentasikan dengan optimal. Sedikit tips yang diberikan oleh Yuara untuk para peserta yang belum tampil, harus percaya diri, menguasai materi dan suara yang dikeluarkan saat presentasi harus terdengar antusias. Walaupun menjadi juri tetapi Yuara sempat menyinggung tentang hadiah utama ke Korea dan berharap bisa mengunjungi Korea dalam waktu dekat sebagai salah satu fans Lee Min Ho.

Yuara Citra Palupi + Firstianingsih ( Juri )
Yuara Citra Palupi + Firstianingsih ( Juri )

Firstianingsih Prabandari, Juri dari PT Personel Alih Daya (Persada) untuk kategori agent Inbound Premium. Total agent yang dijurikan hari ini ada 17 peserta. Keseluruhan mempunyai passion dan misi yang sama to be the best of the best. Mereka mempunyai bakat bahwa ternyata Contact Center merupakan satu institusi dimana orang yang berkecimpung di dalamnya mempunyai kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka dalam melakukan presentasi yang keren terhadap pekerjaan sehari-hari yang mereka lakukan. Menurutnya poin yang menjadi penentu kemenangan adalah ikhtiar, usaha dan doa. Belajar dari yang terbaik dan just be yourself.

Bersama artikel ini, semoga harapan peserta yang berhasil goes to Korea dapat dipertemukan panitia dengan idola mereka Lee Min Ho.. Oppa.. Oppa.. Saranghaeyo ^^)

Surga di Telapak Kaki Emak

Setidaknya 394 pasang telapak kaki pada hari ini, Selasa, 2 Agustus 2016 meninggalkan jejaknya di lantai 7 Gedung Kalbis Institute, Pulomas, Jakarta Pusat. “Emang ada apaan sih? Kok 394 orang dari seluruh Indonesia, pada dateng ke Kalbis?” tanya Bang Dodi, sopir mobil sewaan yang mengantarkan tim Bicara 131 ke Kalbis. Rupanya Bang Dodi tidak dikabari oleh Bang Ali, sopir yang pada hari sebelumnya mengantar tim ke lokasi tempat perhelatan kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI).

Peserta TBCCI 2016 dari Bank Indonesia
Peserta TBCCI 2016 dari Bank Indonesia

Maklum, Bang Dodi, sang Putra Betawi asli, sebenarnya adalah sopir untuk mobil khusus peredaran uang Bank Indonesia. Terlebih pria berusia 47 tahun itu telah tiga hari tidak mengantor. “Sabtu-Minggu kemaren kan hari libur yak, ditambah saya Senin-nya cuti,” ungkapnya.

Oh Ibunda…
Bang Dodi terpaksa cuti sehari lantaran mendapat giliran menjaga ibundanya yang sedang dirawat, karena sakit gangguan jantung skala medium. Namun ia merasa tenang, karena rupanya sang ibunda pada Kamis esok, sudah dibolehkan pulang oleh dokter rumah sakit. “Untung aje, kerja disini masih dibolehin cuti sehari untuk ngurus emak saya. Di tempat gawe saya dulu, susah bener Mas dapetin cuti untuk urusan lain-lain di luar kita sakit. Tapi buat saya, surga di bawah tapak kaki emak, itu utama,” tukasnya.

Setiba di gedung Kalbis, tim BIcara 131 langsung menuju lantai 7 gedung. Mulailah terdengar riuh peserta yang mengikuti ajang bergengsi contact center se-Indonesia itu. Di antara para peserta yang memenuhi setiap sudut ruangan lantai 7, tampak satu orang lelaki, mungkin usianya sekitar 25-28 tahun. Namanya Muhammad Herri, peserta dari PT Telkom Indonesia. “Gugup Her?” tanya rekan dia yang mendekatinya. “Ah, nggak, santai aja sih.”

Temannya pun mengangguk dan menepuk bahunya, seraya melangkah meninggalkannya. Namun beberapa langkah dari Herri, sang teman kembali menoleh. Dia tampaknya merasa, pasti ada yang masih mengganggu di pikiran Herri. Penasaran, tim Bicara 131 pun menanyakan ke Herri, dan inilah jawabannya, “Aku cuma teringat ibu. Asalku ini kan dari Medan (Sumatera Utara, red). Jadi sebenarnya aku kangen ibu..”

Namun, lanjut Herri, momentum kangen kepada sang bunda akan dia jadikan sebagai pemicu, penyemangat, pembawa inspirasi di depan sang juri nanti. Tak jauh dari tempat Herri, ada lagi seorang lelaki jangkung, sekitar 180 cm mengeluarkan celetukan untuk dirinya sendiri, “Puji Tuhan mama, aku sudah presentasi di depan juri.”

Darius Fajar, BCA
Darius Fajar, BCA

Adalah Darius Fajar dari BCA yang baru saja menyelesaikan paparannya di depan para juri. Orang pertama yang dia sebut adalah satu sosok utama dalam hidupnya, sang ibunda. Begitu pula Muhammad Ariadilla dari Bank Mandiri dan Aries Maharinda dari PT Telkom Indonesia. Ariadilla mengatakan, ingin menceritakan apa yang baru dia alami di dalam ruangan saat menghadapi dewan juri kepada ibunya.

Sedangkan Maharinda mengucap terima kasih untuk ibunya, karena berhasil berjuang hingga di tahap ini. “Dan aku paparkan apa yang ibu ajarkan padaku, bahwa apa yang kita lakukan, selama untuk hal baik, maka nanti akan datang pula hal baik untuk kita. Tak perlu ditunggu, itu pasti datang. Niscaya. Saya telah membuktikannya,”ucap Maharinda.

Namun Indri Kaniasari dari Bank Indonesia punya pendapat sendiri, menyangkut ibu dan keluarga. Dia tak menampik bahwa untuk urusan keperluan pembangunan keluarga, terutama sandang dan pangan, peran ibu sangat utama. “Tapi jangan lupa. Meski ibu dan keluarga sudah membekali kita untuk menghadapi kehidupan di luar sana, pengaruh lingkungan yang buruk bisa mencemarkan,” ungkapnya. Penting bagi Indri, untuk belajar dan menimba hal positif di lingkungan. “Seperti ikut ajang TBCCI ini.”

Investasi Tepat
Tampaknya di hari kedua lomba peliputan menulis atau Writing Contest, Indonesia Contact Center Association (ICCA) 2016, layak dijadikan ‘Hari Ibu’ lantaran banyak orang yang mengingat ibundanya. Namun apapun itu, yang patut di perhatikan adalah, betapa peran ibu sangat strategis dalam membangun kualitas manusia. Bahkan dari perspektif keuangan, peran serta perempuan merupakan sesuatu yang fundamental untuk meraih ‘surga’ bagi keluarga.

Guratan tinta bertulis IBUNDA
Guratan tinta bertulis IBUNDA

Pada acara 41st Annual Meeting Islamic Development Bank (IDB) Group, Senin 16 Mei 2016, lalu di Jakarta, Direktur Institute of Business Administration, Karachi, Pakistan Ishrat Husain mengatakan investasi yang tepat adalah memberi akses keuangan kepada kaum perempuan, dalam hal ini peranan ibu. “Karena di tangan perempuan, uang itu dipastikan untuk keperluan pembangunan mental keluarga, kesehatan, dan pendidikan dasar generasi. Ini adalah investasi terbaik,” ungkap Ishrat Husain.

Pada hakikatnya, Indonesia memiliki potensi perempuan yang kuat. Dalam hal ini, para perempuan yang tidak berkarir di kantoran. Kekuatan perempuan Indonesia -yang telah melakukan gerakan emansipasi sejak awal 1970- dapat dioptimalkan, khususnya di usaha-usaha kecil dan menengah. Mereka layak untuk mendapat dukungan untuk membangun mental generasi bangsa. Majulah perempuan Indonesia. Terima kasih ibunda..

Inilah 3 Hal yang Anda Perlu Ketahui tentang ICCA

 

“Sehingga kita bisa berbagi antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain, tentang hal-hal terbaik yang diterapkan di masing-masing perusahaan. kita sangat berharap bahwa event ini dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi kreativitas,”

(Andi Anugrah, Ketua ICCA)

Sejak didirikan pada tahun 2003, forum ICCA telah banyak berkontribusi pada pertumbuhan Contact Center di Indonesia, khususnya pada pengembangan industri dan bisnis yang berorientasi pada kepuasan konsumen di lintas industri, baik mulai dari perbankan, asuransi, ritel, telekomunikasi, maupun industri Oil & Gasses.

Tumbuh bersama perkembangan teknologi, adalah salah satu alasan ICCA hadir menemani para agent industri Contact Center Indonesia untuk menjadi tauladan dan pribadi yang lebih kompetitif, kumunikatif, serta berkompeten sebagai garda paling depan pewajahan masing-masing perusahaan di berbagai industri melalui interaksi langsung saat menjawab pertanyaan, maupun menghadapi kompalain costumers.

Pada hari ini, Senin (1/8), adalah hari pertama lomba presentasi Individu ICCA yang dilaksanakan di Kalbis Institute Pulo Mas Jakarta. Lomba ini merupakan tahap ke-dua, bagi para perwakilan perusahaan yang telah lolos tes seleksi tulis sebelumnya.

Bersaing dalam lomba presentasi ini, 394 agent Contact Center dari berbagai perusahaan dan institusi ternama di Indonesia, seperti Pertamina, Bank Indonesia, Angkasa Pura 2, BCA, BNI Life Insurance, Astra Credit Companies, dan banyak perusahaan lainnya.

Sementara hadir sebagai juri, para praktisi Contact Center dan Akademisi dari berbagai institusi seperti PT Infomedia Nusantara, PT Telekomunikasi Indonesia, Universitas Trisakti, Kalbis Institute, Universitas Negeri Jakarta, Leny-Astried, & Associates, dan lain sebagainya.

Menurut Ketua ICCA Andi Anugerah, para peserta dijadwalkan akan melakukan presentasi di empat hari lomba yakni mulai tanggal 1 hingga 4 Agustus 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan lomba kategori talent singing & dancing, teamwork smart team, quality team, reporting team, dan scheduling team pada tangga 8 hingga 10 Agustus 2016.

“Peserta yang ada 394 ini, itu sudah terseleksi, akan melakukan presentasi di masing-masing ruangan dan terdiri dari 40 kategori sampai dengan tanggal 4 Agustus nanti,” ucap Andi Anugrah.

Namun, Di balik kemeriahan lomba ICCA hari Pertama ini, ada beberapa hal yang Anda perlu ketahui mengenai ICCA. Mari simak ulasan berikut ini..

  1. Forum ICCA membawa misi mulia Perkembangan ekonomi Nasional

Jika kita telusuri website ICCA, maka dibagian profile, akan tertulis visi ICCA yakni kalimat “Its form of notable Industry Contact Center with professional resource as part of National Development”.

Dari situ, hal yang perlu kita garis bawahi adalah As part of National Development, dalam artian bahwa memang selama ini ICCA selalu berusaha membangun semangat kebersamaan antar agent Contact Center untuk berlomba dalam kebaikan, dan menjadi pribadi yang berkompeten dan professional, dimana secara tidak langsung, juga menjadi bagian serta dukungan bagi perkembangan ekonomi nasional oleh masing-masing perusahaan yang ada.

 

  1. Dari tahun ke tahun, peserta dan anggota ICCA terus meningkat..

Hal ini diungkapkan oleh ketua ICCA, Andi Anugrah saat ditemui di Kalbis Institute Pulomas Hari ini (1/8). Ia mengatakan, adanya petumbuhan kepesertaan di ICCA membuat industry Contact Center semakin semarak dan kompetitif. Tahun ini sendiri, Ia mengatakan peserta menembus angka 560-an peserta dari lintas industri dan bisnis. Sebuah angka yang bisa dibilang tidak sedikit.

“Secara total ada 560-an peserta, tetapi karena mereka terseleksi di tahap pertama, sehingga tersisa 394. Dari tahun ke tahun cukup meningkat, dan peminatnya cukup beragam, dari berbagai macam perusahaan,” kata Andi.

“Ini mendorong industri ini terlihat lebih semarak, lebih memotivasi teman-teman untuk memperlihatkan kreativitas karyanya di bidang Contact Center,” tambah Andi.

 

  1. ICCA telah menjadi ajang Berbagi Kreativitas Contact Center di Indonesia.

Seperti yang dikutip dari pernyataan Andi Anugrah, ternyata ICCA selalu berharap orang-orang Contact Center bangga atas profesinya. Tidak hanya itu, ternyata ICCA berharap para Agent Contact Center mau melakukan yang terbaik, dan berkontribusi bagi perusahaanya.

“Dengan sharing yang kita lakukan melalui presentasi ini, diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan dan individunya untuk menunjukan prestasinya, sehingga kita bisa berbagi kreativitas antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya,” pungkas Andi Anugrah. – ASF

2. Fotodua
Andi Anugrah, Ketua ICCA (Tengah)