Derap Langkah, AstraWorld di Panggung Aksi Contact Center Indonesia

Kompetisi Presentasi : The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Peserta Bersiap Menuju Panggung Aksi

PROLOGUE

Hari kedua dimulai pagi ini.
Setelah melewati fase test tulis di awal sesi
Mereka yang telah lolos, sebagian telah siap di sini.
Siap beraksi.

Datang dengan semangat sama, atau bahkan kian membara.
Berbalut busana aneka rupa.
Tak sabar menunjukkan aksi selanjutnya.
Segera.

 


 

 

07.30

Selasa, 5 Mei 2015, Gedung Balai Kartini lagi-lagi diisi oleh peserta – peserta kompetisi The Best Contact Center 2015. Hari ini, para utusan terbaik dari berbagai perusahaan ini akan saling mengkompetisikan ide – ide mereka di panggung utama. Ajang presentasi yang akan dibawakan di depan deretan dewan juri. Untuk kategori yang akan dilombakan hari ini adalah kategori manager, supervisor, team leader, trainer, dan quality assurance.

Tim AstraWorld, peserta di ajang ICCA kali ini, pada hari ini mengirimkan sepuluh peserta yang masing-masing akan berkompetisi mulai dari jam delapan pagi hingga dua siang. Ketika ditemui sebelum mulai presentasi, Ani (kategori Quality Assurance) dan Arnesto (Kategori Team Leader Inbound), mengaku merasakan ketegangan yang tidak kalah dengan ketika akan sidang kelulusan akhir.

“Terutama sih karena ini yang pertama kalinya buat kita,” ujar Ani ketika ditanya alasan yang membuat dirinya merasa tegang. Hal ini pun disetujui oleh Arnesto dan ditambahkan, “Namun kami sudah memaksimalkan usaha sebisanya, semua yang kita miliki akan kami keluarkan hari ini dengan harapan kita akan bisa presentasi dengan lancar, baik, dan tentunya bisa jadi pemenang.”

Tak hanya terukir di ekspresi keduanya, persiapan yang dilakukan memang tidak bisa dipandang ringan. Presentasi yang hari ini akan dibawakan, sudah dipersiapkan sejak satu bulan yang lalu. Sementara latihan untuk presentasi dilakukan secara intensif terutama selama seminggu terakhir.

AstraWorld - Aniyah, Peserta Kategori QADalam kesempatan ini, Ani dipercaya untuk membawakan presentasi tentang bagaimana AstraWorld menjaga kualitas agent call center dalam tim. “Jadi nanti yang akan disampaikan ke juri, adalah bagaimana selama ini kita sebagai quality assurance memposisikan diri sebagai sahabat untuk agent, supaya penyampaian feedback, coaching, dan penyampaian info bisa lebih lancar dan mudah dipahami oleh para agent,” tuturnya.

Memang, dari penuturannya, di AstraWorld, tim agent call center diperlakukan berbeda sesuai dengan kepribadian masing-masing. Tim quality assurance bertugas memantau kinerja tak hanya dari angka belaka. Tapi juga lebih memperhatikan pada sikap dan perilaku masing-masing agent selama delapan jam kerja, hobi, sampai dengan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungannya. “Yang terutama juga adalah senyum dan sapa setiap kali kita bertemu, di dalam kantor maupun di luar,” ujar Ani menutup perbincangan.

 

08.00

Menjelang pukul delapan pagi, panitia mulai mengambil peranannya. Mengarahkan tiap peserta yang teregistrasi menuju ruang tunggu di depan lokasi presentasi. Seperti kompetisi sebelumnya, ruangan presentasi pun dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu ruang Raflesia, ruang Cempaka, dan ruang Anggrek. Pada Ruang Anggrek dilombakan kategori Manager Inbound >100 seat, di ruang Cempaka dilombakan kategori Manager Inbound <100 seat, dan di ruang Raflesia dilombakan kategori Team Leader, Quality Assurance, Trainer, dan Supervisor.

AstraWorld - Ruang RaflesiaRuangan Raflesia sendiri diisi oleh beberapa kubikel – kubikel yang nantinya akan menjadi tempat bagi masing-masing peserta untuk berunjuk kreasi. Masing – masing peserta diberikan waktu total dua puluh menit untuk presentasi sekaligus menjawab pertanyaan. Pola yang digunakan dalam memberikan pertanyaan pun tampak tak biasa, Pertanyaan tidak diberikan langsung oleh juri, melainkan peserta dipersilahkan untuk mengambil sendiri pertanyaan dari fishbowl yang tersedia.

Tiap kubikel pun sudah diisi oleh sederet tempat duduk yang diperuntukkan bagi para dewan juri. Sayangnya, ketika para peserta mulai dipersilahkan masuk ke kubikel masing – masing, tim AstraWorld tidak diperkenankan untuk meliput jalannya kompetisi. Maka bersama dengan beberapa peserta lainnya, tim writing dari AstraWorld pun menunggu di ruang tunggu di luar Ruang Raflesia.

Berbeda dengan ruang Raflesia, menurut penuturan Hadi Mukhaiyar, peserta kompetisi Manager Inbound dari AstraWorld, ruang Anggrek adalah sebuah ruangan besar tanpa kubikel, dan masing-masing peserta diberikan waktu presentasi lebih lama, yakni tiga puluh menit.

 

08.20

Usai berunjuk aksi, para peserta terlihat mulai keluar dari ruang Raflesia dengan berbagai ekspresi. begitu pun dengan dua kontestan AstraWorld sebelumnya, Arnest dan Ani keluar dari ruangan berselang beberapa menit satu sama lain, dengan senyum cerah nampak jelas di wajah mereka.

Ketika dimintai pendapat, Arnest mengaku tidak terlalu deg-degan selama presentasi. “Namun yang membuat tegang itu adalah karena jurinya terlihat dingin sekali. Selama ini kan latihannya selalu bersama rekan-rekan yang selalu tersenyum ramah.”

Selesai presentasi, Arnest mendapat pertanyaan berupa bagaimana membuat kerjasama tim semakin kompak. “Salah satunya jawaban saya tadi yaitu, bila ingin tim semakin kompak kerjasama, ya harus mau turun ke bawah, rasakan apa yang mereka rasakan. Selain itu yang penting juga ajak outbond atau acara have fun di luar kantor. Misalnya nonton atau olahraga bersama.”

Memang, adalah sebuah budaya di AstraWorld, call center agent bukan hanya dilihat sebagai sekedar agent ataupun pegawai yang hanya dinilai kompetensinya saja. Namun juga dilibatkan dalam aktivitas-aktivitas agar membuat tim semakin solid.

 

09.45

AstraWorld - Triantoro, Peserta Kategori SupervisorKompetisi nampak berjalan lebih cepat dari rencana. Segera, peserta dari AstraWorld yang dijadwalkan untuk presentasi pada pukul sepuluh lewat lima belas menit pun sudah mulai dipanggil untuk memasuki ruangan, empat puluh lima menit lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan.

Sementara itu, beberapa peserta dari AstraWorld yang telah menyelesaikan presentasi pun berkumpul untuk menyemangati sekaligus berbagi kisi – kisi dengan peserta lain yang belum mulai presentasi.

Ketika ditemui kala sedang berbagi pengalamannya selama presentasi tadi, Hadi Mukhaiyar, peserta kategori Manager Inbound dari AstraWorld, memberikan beberapa tips seputar presentasi. “Yang penting adalah bahkan dari langkah pertama memasuki ruangan pun kita tetap harus menjaga motivasi kita agar tidak down. Karna kalau sudah down di awal, akan susah untuk menjaga mood fokus selama presentasi.”

Hadi sendiri ketika dimintai pendapat, mengaku tidak terlalu tegang ketika ia melakukan presentasi tadi. “Ternyata presentasi di depan managemen malah lebih menegangkan. Tapi mungkin justru karena sudah terbiasa selama latihan presentasi di depan rekan-rekan AstraWorld dan tim managemen serta pak Bambang (CEO AstraWorld, red), jadi ketika tampil tadi tidak terlalu deg-degan meski jurinya orang – orang hebat semua.”

Selain itu, menurut Hadi hal yang sulit dari presentasi tadi adalah bagaimana ia harus menjaga mood juri agar tetap tertarik pada presentasi yang ia bawakan. “Memang dari sepuluh juri tidak akan semuanya tertarik dengan materi yang kita bawakan, memang wajar seperti itu. Makanya itu bagaimana caranya sesekali kita buat penekanan-penekanan agar informasi yang kita sampaikan bisa menarik minat mereka dan para juri kembali memperhatikan apa yang kita sampaikan.”

 

11.15

AstraWorld - Yelyel Mendukung Peserta Yang Akan PresentasiPeserta terakhir dari Team AstraWorld hari ini ditutup dengan penampilan Yanuar Fajarsunarimo. Presentasi yang dijadwalkan pada pukul 13.10 agaknya juga akan maju lebih awal. Tak lupa, sebelum memasuki ruangan., kontestan lain yang telah selesai menjalani sesi dan juga rekan kerja yang sengaja datang memberikan dukungan ikut memberikan semangat dengan melakukan foto dan yel-yel. “Go go Yanuar, AstraWorld Bravo,” ujar mereka kompak. Tepuk tangan semarak tak lupa diberikan, mengiringi langkah Yanuar menuju panggung aksi.

 

12.10

Ditemui usai menjalani sesi presentasi, Yanuar terlihat lebih santai meski masih ada rona ketegangan disana. “Pengalaman sebagai seorang trainer sangat membantu saya,” ujarnya terlihat optimis. Lewat penuturannya Yanuar mengungkapkan cukup sulit menjaga perhatian juri terus tertuju selama presentasi. “Sama seperti yang disampaikan rekan sebelumnya, para juri sepertinya memang di-setting agak dingin untuk membuat peserta jadi down. Dan saya harus melakukan beberapa improvisasi untuk bisa menarik perhatian.”

Namun tak dipungkiri, rona kepuasan terpancar jelas dalam ekspresi Yanuar. Lega bercampur optimis akan hasil yang akan dicapai berkat persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Yakin menang? Tentu saja,” tutupnya.

Bersamaan dengan selesainya presentasi dari Yanuar, tim AstraWorld pun sudah menyelesaikan rangkaian lomba hari ini, dan bersama-sama kembali menuju kantor AstraWorld untuk melanjutkan aktivitas.

 

12.50

Sementara itu di Balai Kartini kompetisi masih berlangsung. Setelah jeda makan siang selama kurang lebih satu jam, kompetisi pun kembali dilanjutkan. Panitia mulai memanggil kembali nama-nama yang akan melakukan sesi presentasi di paruh kedua siang ini.

AstraWorld - Panitia Bersiap Memanggil Peserta

Suasana dari para kontestan terlihat sama seperti yang sebelumnya, segar dan masih semangat. Dukungan yang diterima juga seolah tak mau kalah. Terdengar jelas dari sorak sorai dan tepuk tangan antusias mengiringi tiap peserta sebelum memasuki ruangan.

 

14.45

Menjelang akhir acara pada hari ini, kelompok peserta terakhir tampak keluar ruangan lebih awal dari yang telah dijadwalkan.

AstraWorld - Para Peserta dan Tim Pendukung Menunggu di Depan Ruang Raflesia

Berdasar keterangan yang didapat dari team panitia, majunya acara ternyata disebabkan oleh karena adanya beberapa peserta yang tidak hadir. Menurut Pak Andi, “Ternyata average presentasi peserta lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Dan juri nggak mau nunggu sesuai jadwal, jadi peserta yang sudah siap langsung dipersilahkan untuk masuk.”

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, mengingat beberapa peserta dari AstraWorld sendiri yang diberi waktu presentasi 20 menit hanya menggunakan 16 hingga 18 menit. Oleh karena percepatan waktu ini, para panitia memprediksi acara akan selesai satu jam lebih cepat dari pada yang dijadwalkan.

 


 

EPILOGUE

Berbeda dengan tes tulis yang diadakan sebelumnya. Pengumuman pemenang pada sesi presentasi kali ini masih jadi misteri. Menunggu hingga malam penghargaan yang akan dilangsungkan pada Juni tanggal 2 nanti. Kami mohon dukungan dan doa restu Anda selalu.

 

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Photo Team

Selangkah, Mengukir Jejak Jadi Contact Center Terbaik Indonesia

Seleksi Ujian Tulis; The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld di The Best Contact Center Indonesia 2015

 

PROLOGUE
Senin, 27 April 2015, Indonesia Contact Center Association (ICCA) secara resmi memulai hari pertama ajang The Best Contact Center Indonesia 2015. Pada hari pertama ini, seleksi The Best Contact Center 2015 adalah tes tertulis untuk kategori individu. Sepanjang hari ini akan diadakan beberapa sesi tes yang masing-masing diberi waktu hingga dua jam. Para peserta dibagi-bagi sesuai kategori dan diperlombakan pada waktu yang berbeda-beda.

Dengan harapan untuk memajukan kualitas contact center dan menyalurkan bakat para insan kreatif di AstraWorld, pada tahun 2015 ini PT Astra International Tbk – AstraWorld untuk pertama kalinya turut serta mengikuti rangkaian kompetisi ini.

 


 

07.00 AM

Gedung Balai Kartini lantai dua, lokasi di mana ujian tertulis akan dilangsungkan sudah diramaikan oleh para peserta tes sejak pukul tujuh pagi. Tampak disana segala persiapan, terukir jelas dalam ekspresi dan mimik wajah tiap peserta. Kesiapan untuk jadi yang terbaik. Prestasi yang tak hanya menentukan kemampuan diri tapi juga prestis perusahaan yang diwakili.

Meski sedang dihadapkan pada para pesaing yg tak sedikit, menunggu untuk diuji kemampuannya melalui tes tertulis, nuansa di antara para peserta terasa santai juga akrab.

AstraWorld - Suasana Daftar UlangSebelum mengikuti tes para peserta diarahkan untuk melakukan daftar ulang dan mendapat kartu tanda peserta (name tag) yang disesuaikan dengan kategori yang dikuti. Dijanjutkan dengan penitipan barang serta pengecekan ulang untuk memastikan peserta hanya membawa barang yang diijinkan. Dipandu dan arahkan oleh panitia penyelenggara dengan keahlian terlatih.

Ya, sebagaimana yang sebelumnya telah disosialisasikan, para peserta tidak diperkenankan untuk membawa apapun ke ruangan tes selain alat tulis. Hanya kalkulator yang diijinkan untuk dibawa sebagai alat bantu hitung. Hal ini dimaksudkan, selain untuk menghindari potensi kecurangan, juga agar para peserta dapat mengerjakan tiap soal dengan lebih fokus.

 

07.30 AM
Para peserta tes sesi pertama telah dipersilakan untuk memasuki ruangan tes. Terbagi menjadi dua ruangan, Ruang Mawar I dan Ruang Cempaka. Di ruangan pertama, ruang Mawar I, terdiri dari para team leader, supervisor, serta manager contact center dari perusahaan-perusahaan ternama yang mengikuti seleksi pertama. Tahap awal yang diikuti sekitar seratus dua puluh peserta di ruang Mawar I ini harus menyelesaikan setidaknya lima puluh soal tes tertulis selama dua jam.

Di waktu yang bersamaan, Ruang Cempaka juga melangsungkan tes tertulis untuk kategori work force management (WFM), desk control, trainer, dan IT support. Enam puluh tiga peserta bersaing untuk jadi yang terbaik. Mengupayakan segenap upaya untuk menaklukkan soal-soal yang menguji pengetahuan dan kemampuan mereka di bidang contact center.

AstraWorld - Suasana Ruang CempakaDi sisi lain, demi terlangsung acara agar tetap berjalan baik, segenap panitia memastikan serta menghimbau agar tiap peserta turut menjaga suasana ruang ujian tetap tenang dan tertib selama tes tertulis berlangsung. Hal ini terlihat ketika tim AstraWorld memasuki Ruang Mawar I dan Ruang Cempaka untuk melihat suasana kompetisi. Aturan pengambilan foto dokumentasi hanya diperbolehkan di sisi belakang dan samping ruangan dengan tujuan menjaga ketenangan dan tidak mengganggu konsentrasi peserta. Hal ini dapat dipahami mengingat para peserta harus berkonsentrasi untuk menyelesaikan soal-soal yang cukup sulit, dengan tenggat waktu yang amat terbatas.

 

09.00 AM
Selagi para peserta ujian sesi pertama serius berkutat dengan soal-soal yang harus mereka selesaikan, di luar ruangan sudah nampak banyak peserta sesi kedua yang mulai mempersiapkan diri. Melakukan Registrasi dan menitipkan barang bawaan seperti yang dilakukan peserta sesi pertama. Memang, sesi kedua dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

AstraWorld - Suasana MenungguKetika jarum jam menunjukkan pukul sepuluh lewat, peserta tes tertulis sesi pertama pun keluar ruang ujian. Tampak beragam Raut wajah disana. Berbagai ekspresi yang menggambarkan jelas upaya keras yang telah mereka lakukan. Ada senyum, beberapa sendu, sedikit terdengar bisik-bisik keluh, sampai ada juga yang tak tahan meluapkan emosi, menunjukkan kekecewaan karena tidak berhasil menyelesaikan soal dengan maksimal.

Sebagian besar peserta yang telah menyelesaikan tes tertulis berkumpul kembali dengan rekan-rekannya. Mereka saling melempar senyum lebar, bersenda gurau untuk melupakan sejenak kepenatan usai mengerjakan soal ujian. Begitupun dengan para peserta dari PT Astra International Tbk – AstraWorld yang segera berkumpul untuk saling bertegur sapa dengan peserta tes tertulis sesi kedua.

Yanuar Fajar Sunarimo, peserta kategori trainer dari PT Astra International Tbk – AstraWorld, yang ditemui usai mengikuti kompetisi sesi pertama, menceritakan kesan-kesannya usai mengikuti tes tertulis tersebut.

“Meskipun soalnya berbeda dengan soal ketika try out, tapi tingkat kesulitannya sama. Agak nervous, tapi karena sudah sering latihan bersama satu tim jadi tetap optimis,” ungkap Yanuar.

Tahun ini memang baru pertama kali PT Astra International Tbk – AstraWorld mengikuti ajang The Best Contact Center Indonesia. Namun tim contact center PT Astra International Tbk – AstraWorld sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin.

Menurut penuturan Yanuar, tim AstraWorld telah melakukan persiapan untuk menghadapi kompetisi ini sejak sebulan yang lalu. Agar dapat lolos seleksi tes tertulis, tim contact center tim contact center PT Astra International Tbk – AstraWorld melakukan latihan secara rutin untuk mengerjakan soal-soal ujian dengan cara membentuk grup belajar dan diskusi. Menjelang hari H tes tertulis, latihan dilakukan lebih intens dengan mengerjakan dan membahas soal bersama-sama.

“Tahun ini AstraWorld memang baru pertama kali mengikuti kompetisi The Best Contact Center Indonesia, tapi saya optimis kita harus bisa menyapu bersih gelar juara,” tambah Yanuar  sambil menyemangati rekan-rekannya dari PT Astra International Tbk – AstraWorld yang akan mengikuti tes tertulis sesi kedua.

 

10.00 AM
Mengikuti kontestan sebelumnya. Para peserta sesi kedua pun dipersilahkan untuk memasuki kedua ruangan tes sesuai dengan kategori masing-masing. Ruang Mawar I I diperuntukkan bagi agent inbound, agent premium dan back office operation (BOO), dengan jumlah peserta kurang lebih seratus enam puluh orang. Sementara di ruang Cempaka, berlangsung tes tertulis untuk agent contact center yang bertugas sebagai Quality Assurance yang diikuti oleh empat puluh orang peserta.

AstraWorld

 

Tes tertulis sesi kedua ini agak berbeda dengan sesi sebelumnya. Pada sesi pertama, seluruh peserta diberikan lembar soal dan jawaban. Para peserta diminta mengisi jawaban pada lembar jawaban yang telah diberikan dalam waktu dua jam. Sementara pada sesi kedua, soal ditampilkan di layar dan akan berganti ke soal berikutnya setelah beberapa saat. Total soal pada sesi kedua juga lima puluh soal namun waktu yang disediakan lebih singkat daripada sesi pertama.

 

11.30 AM

Ekspresi agak beda terpampang saat peserta tes tulis sesi kedua dan keluar dari ruang ujian. Nuansa lebih cerah, terwakili oleh seulas senyum puas tergambar disana. Para peserta dari tim PT Astra International Tbk – AstraWorld memang mengaku kewalahan menghadapi soal-soal yang diberikan. Selain soal yang ditampilkan lebih kompleks dibandingkan dengan ketika try out dan ketersediaan waktu yang singkat, namun beberapa menunjukkan optimisme terkait hasil yang nanti akan didapatkan.

Aniyah, peserta kategori QS dari tim PT Astra International Tbk – AstraWorld mengungkapkan kesannya setelah mengikuti tes tertulis. Ia bercerita, “Soal terdiri dari campuran pilihan ganda dan sebab akibat, juga mendengar VR untuk menentukan sebab akibat dan menjawab pertanyaan pilihan ganda.”

Yang membuat sulit menurut Aniyah adalah karena soal yang ditampilkan tidak semua sama dengan kisi-kisi materi yang diberikan dan lebih panjang, sementara waktu yang diberikan per soal sangat singkat, kurang lebih hanya 30 detik. “Tapi kami yakin Insyaallah akan bisa lolos ke tahap kompetisi selanjutnya,” tambahnya.

 

12.15 PM
Sesi ketiga ujian tertulis berlangsung pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB. Ruang Mawar I berlangsung tes tertulis untuk contact center agent kategori telesales, telemarketing dan team leader outbound, dengan jumlah peserta tes sebanyak 55 orang. Sedang di ruang Cempaka berlangsung tes untuk Contact Center Agent kategori agent English sebanyak 23 orang.

 

Last Session
Sesi terakhir tes tertulis kategori individu The Best Contact Center  Indonesia 2015 berlangsung pukul 15.00 sampai dengan 17.00 WIB. Di ruang Mawar I tes tertulis berlangsung untuk customer service, team leader customer service, dan manager customer service, dengan total peserta berjumlah lima puluh enam. Sedangkan di Ruang Cempaka berlangsung untuk agent social media yang berjumlah dua puluh dua orang.

 


 

EPILOGUE
Hasil seleksi awal tes tertulis yang berlangsung hari ini akan diumumkan sore hari, setelah pukul 17.00 WIB, setelah semua tes tertulis selesai dilakukan. Para peserta bisa memperoleh informasi hasil tes tertulis di pengumuman yang ditempel di sekitar ruang ujian atau dengan mengaksesnya melalui www.icca.co.id mulai besok, Selasa 28 April 2015.

Untuk para peserta kategori individu yang mampu meraih nilai tes tertulis sesuai kriteria atau menduduki peringkat tertinggi berkesempatan melanjutkan ke tahap dua. Kompetisi yang rencananya dilangsungkan pada tanggal 5-7 Mei tentunya akan menyajikan persaingan dan pertunjukkan lebih sengit. Karena disana tiap peserta akan diharuskan melakukan Presentasi di hadapan juri dan audience. Tak hanya harus mahir beraksi bersama slide-slide power point, para kontestan juga harus mampu menjawab pertanyaan yang nanti akan diajukan oleh tim juri.

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Writing Competition

 

BICARA 131, Belajar dari Prinsip Tokoh Legendaris Dunia

Sepertinya jarang ada orang yang akan mengatakan “Siapa sih dia?” saat nama Valentino Rossi disebutkan.

Mungkin hampir semua orang di muka bumi ini akan mengangguk dan mengatakan, “Oh iya, saya tahu. Valentino Rossi itu adalah pembalap motor juara satu dunia.” Dan mungkin berlebihan, tapi agaknya akan ‘malu-maluin’ bila ada orang yang tak tahu siapa Valentino Rossi.

Nah, tapi … Tak semua orang bisa mengetahui apa yang membuat Rossi (pemuda Italia berjuluk “The Doctor” itu) selalu menjadi juara umum balapan. Bagi pecinta MotoGP, yang selalu tak ingin ketinggalan berita tentang ajang balap motor itu, seharusnya pernah mendengar apa yang Valentino Rossi katakan tentang pengalamannya setelah mengikuti balapan.

Beginilah kira-kira yang dikatakan The Doctor, “Saya upayakan semaksimal mungkin ketika situasi sudah tepat. Saya harus kenal mesin motor saya, tapi saya harus bisa memaksimalkan kekuatannya. Namun saya tidak akan memaksakan semua itu ketika situasi tidak tepat, karena impian untuk bisa juara, akan hancur hanya karena saya memaksa. Tapi saya tak pernah menyangka, ternyata saya sudah di depan.”

Ungkapan itu diungkap Rossi saat dia masih menjalani kelas turnamen Moto GP 125 cc. Dan di kelas tersebut, Rossi mencatat rekor tak pernah mengalami kekalahan. Karena track record-nya itulah Rossi akhirnya naik kelas ke 250 cc. Dengan prinsip yang sama, Rossi menjalaninya dengan sukses. Kesuksesan di kelas 250cc itu akhirnya kini membawanya menjadi raja MotoGP yakni di kelas utama 500cc.

Tim BICARA 131 berfoto ria bersama Bapak Andi Anugerah
Tim BICARA 131 berfoto ria bersama Bapak Andi Anugerah

Prinsip Rossi itulah yang menjadi acuan bagi tim Contact Center BICARA 131 dari Bank Indonesia. Sebelum berlanjut ke cerita selanjutnya, perkenalkan dulu, BICARA 131 adalah Bank Indonesia Call and Interaction. Dari namanya tentu sudah dapat dipahami, bahwa BICARA 131 adalah Contact Center Bank Indonesia.

Dengan segala kesiapan yang ada, BICARA 131 sudah siap mengikuti tes tulis pada seleksi The Best Contact Center Indonesia 2015 (TBCCI 2015). Langkah kaki harus berjalan pasti, melangkah penuh keyakinan memasuki Balai Kartini, di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 37, Jakarta Selatan.

Persaingan ke Macau

Ini adalah hari pertama TBCCI 2015, yang dimulai dengan tes tulis. Tes tulis tahun ini dirasa cukup berbeda. Karena tes tulis ini merupakan penetuan di awal; Apakah para peserta akan dapat lolos dan maju ke tahap selanjutnya? Tahap yang juga akan menentukan apakah mereka dapat menjadi pemenang dalam lomba tahun ini. Pasca tes tulis ini, tahap selanjutnya adalah tahap presentasi. Tes tulis hari ini juga dapat dikatakan sebagai tahap penyaringan para peserta untuk dapat menuju ke tahap presentasi. Semua peserta dari semua kategori harus mengikuti tes tertulis hari ini.

Tentunya tidak akan semuanya bisa lolos ke tahap presentasi. Kenapa? Karena hanya akan ada 23 orang per kategori yang memiliki kesempatan untuk melaju ke tahap presentasi, dari total peserta 529 orang. Wow..! Sebuah angka yang tidak banyak. Tes tertulis hari ini bagaikan sebuah audisi untuk mendapatkan Golden Ticket yang spektakuler. Golden ticket yang akan mengantarkan mereka ke Macau, sebuah kawasan pinggir laut yang berada di Cina, tepatnya di tenggara sebelum Hongkong.

Tak salah lagi, pergi ke Macau menjadi persembahan dari panitia TBCCI 2015 yang sangat menarik. Karena tidak tanggung-tanggung, tiket benchmark ke Macau adalah hadiah utama dalam kompetisi tahunan kali ini. Lalu untuk pemenang Gold, panitia juga sudah menyiapkan tiket yakni benchmark ke negeri yang terkenal dengan pesona Pagoda-nya. Ya, pemenang Gold akan mendapat kesempatan benchmark ke Thailand. Sedangkan untuk pemenang Silver dan Bronze tidak perlu sedih, karena panitia sudah menyiapkan tiket benchmark ke negeri jiran, seperti Kuala Lumpur dan Singapura.

Jutek!!

Suasana lantai 3 gedung Balai Kartini terdengar ramai sampai ke lantai dasar gedung yang berseberangan dengan Menara Jamsostek ini. Semakin ramai suara terdengar saat lantai demi lantai dilewati. Dan akhirnya di lantai 3, terdengar salah seorang peserta tes tertulis mengatakan, “Wah, tesnya susah di soal yang jenisnya sebab akibat!” Ungkapan yang keluar dari mulut seorang perempuan berpenampilan menarik, salah satu dari perwakilan instansi peserta TBCCI 2015.

Wajahnya tersenyum kecut seperti merasa sedikit kesal dengan apa yang sudah dialaminya. Bila melihat dari jadwal kegiatan, perempuan menarik itu telah mendapat giliran tes tulis yang berlangsung pukul 07.30 – 09.30 WIB.

Namun ekspresi ‘jutek’ sang perempuan menarik itu tak menyurutkan semangat para peserta tes tulis agent BICARA 131. “Kita tak gentar. Maju tak gentar!” ungkap peserta tes tulis TBCCI 2015 dari agent BICARA 131, Andy Tri S. Menurut Andy, semua yang didapatnya selama berlatih pra kompetisi TBCCI 2015 menjadi bekal untuk bertarung. “Jadi tak usah kuatirlah. Sudah ada bekalnya,” kata Andi.

Tim BICARA 131 dalam kesempatan ini menurunkan 11 orang dalam tes tulis di hari pertama kompetisi TBCCI 2015. Wajah-wajah tenang namun penuh dengan semangat bersaing tampak pada mereka. Karena semangat menjadi senjata terkuat di semua medan perjuangan. Ingat! Jenderal Eisenhower saat menangani berbagai pertempuran di Perang Dunia II mengatakan, “Saya berikan mereka dukungan terbaik! Karena semangat masih membara di hati mereka! Semangat adalah modal utama perjuangan kita, alasan utama kita menang!”

Sehingga modal kekuatan tim BICARA 131 tak akan dibiarkan menyurut hanya karena melihat suasana yang terjadi. Memang wajah-wajah para peserta tes tulis, saat keluar dari ruangan tes, banyak yang kusut dan berkerenyit dahi. Namun banyak juga yang mencoba untuk berekspresi santai, meski masih tampak guratan di wajah mereka rasa was-was dan kecewa setelah menjalani tes tulis.

Mencoba untuk ceria...
Mencoba untuk ceria…

Bahkan ada yang mengoleskan kayu putih di perut dan pinggir keningnya sambil mencari tempat di sudut ruangan untuk berjongkok. Dari suasana tersebut bisa dibayangkan suasana seperti apa yang dialami para peserta. Namun semua hal itu sudah diantisipasi secara mental dan fisik oleh tim BICARA 131. Semua daya dan upaya sudah dilakukan dan keyakinan akan hasil yang baik sudah menyatu di dalam jiwa.

Optimis dan Jujur

Ikut menjadi bagian dari rasa was-was, kecewa, dan semua perasaan negatif hanya akan membuang-buang tenaga. Tim BICARA 131 berprinsip, apapun medan tugas dan persaingan yang dihadapi, semua harus diikuti serta ditangani dengan optimisme dan kejujuran. Karena tak hanya cukup dengan optimisme, ternyata diri ini juga harus mau mengakui apa yang ada.

Mari kembali kita ambil prinsip para tokoh-tokoh dunia yang sukses. Setelah Valentino Rossi dan Jenderal Eisenhower, mari kita dengar prinsip Abraham Lincoln. Dulu, Lincoln remaja menebang pohon di hutan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Namun di suatu hari, dia diminta menebang pohon oleh ayahnya dan saat itu perasaannya sedang berkecamuk antara marah, khawatir, dan pesimis. Sudah hampir satu jam dia tak bisa menuntaskan pekerjaannya.

Sang ayah pun mendatanginya dan menanyakan mengapa dirinya seperti itu. Lincoln awalnya tak mau jujur. Akhirnya sang ayah memberikannya nasihat-nasihat kecil sehingga membuatnya bisa semakin optimis. Saat itulah Lincoln mulai mendapatkan motivasinya kembali untuk bekerja.

Namun sang ayah mengatakan bahwa masih ada yang harus dia keluarkan dari pikirannya. Alhasil Lincoln mengungkapkan secara jujur semua masalahnya dan mengeluarkan unek-uneknya di depan sang ayah. Usai melakukan hal itu, setelah merasa lega, dia pun diminta melanjutkan penebangan pohon. Dan betul saja, pohon yang ditebangnya pun segera tumbang dengan sempurna, karena dengan optimis dan kejujuran yang telah diungkap Lincoln, dia semakin merasa kuat dan yakin menjalani kehidupan.

Begitulah kiranya apa yang tertanam di tim BICARA 131 dalam menjalani tugas demi tugas dan persaingan demi persaingan. Kami optimis dan penuh kejujuran….

Lomba Test Tertulis

Test Tertulis untuk peserta individu akan dilaksanakan pada 27 April 2015 di Balai Kartini. Lomba Test Tertulis ini sekaligus sebagai seleksi awal untuk kategori yang melebihi kapasitas.

WAKTU MAWAR CEMPAKA
07:30 09:30 TEAM LEADER INBOUND (60)

SUPERVISOR (40)

MANAGER (27)

WFM (13)

DESK CONTROL (8)

TRAINER (28)

IT SUPPORT (14)

10:00 12:00 AGENT INBOUND (94)

AGENT PREMIUM (20)

BOO (47)

QUALITY ASSURANCE (40)
13:00 15:00 TELESALES (17)

TELEMARKETING (16)

TL-OUTBOUND (22)

AGENT ENGLISH (23)
15:00 17:00 CUSTOMER SERVICE (30)

TL-CS (17)

MGR-CS (9)

AGENT SOCIAL MEDIA (22)

Penentuan yang lolos ke tahap kedua dilaksanakan pada 27 April 2015, setelah jam 17:00.