Set Time….Rolling…..and Action !!!!!

(BCA) Semangat melayani, hari ini sinar mentari lebih hangat dari biasanya, jalanan ibu kota pun lebih lancar dibandingkan hari ketika kami meliput tes tertulis TBCCI 2015 bahkan yang biasanya kami hanya bisa melihat antrian kendaraan dari spion mobil, kali ini kami bisa melihat atap-atap gedung pencakar langit di pinggir-pinggir jalan protokol Jakarta. Tas berisi 2 laptop dan kamera pun setia menemani perjalanan kami menuju Balai Kartini yang terletak di jalan Gatot Subroto Kav 37, Jakarta.

“Ada acara apa ya mas, koq tumben rame banget?” Tanya sopir mobil yang mulai memasuki gerbang gedung nan megah itu, dan kami pun menjawab dengan singkat pertanyaan tersebut “iya, ada lomba pak”.

Menapaki pintu masuk Balai kartini kami pun mulai excited karena di pikiran kami terlintas pejuang-pejuang tangguh yang sedang mengenakan pakaian aneh (baca:unik), kumpulan orang-orang optimis, akan beradu taktik, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang sejati. Karena hari ini adalah hari pertama sesi lomba presentasi TBCCI 2015.

Supporter Pelecut Semangat
Supporter Pelecut Semangat

Serba-serbi TBCCI 2015

Wangi semangat para peserta TBCCI 2015 mulai menyeruak ketika kami memasuki gedung 3 lantai yang di depan pintunya berjaga security tegap berpakaian warna hitam dan langsung mempersilakan kami masuk. Begitu juga wangi-wangian para peserta yang berkali-kali menyemprotkan parfum demi penampilannya. Karena di lomba presentasi individual penampilan pun sangat dinilai, mulai dari kesesuaian tata busana yang mendapatkan poin 5%, kesesuaian gerakan dan ekspresi mendapatkan poin 5%, serta kepercayaan diri yang juga mendapatkan poin 5%. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi dari apa yang mereka kenakan.

Setelah serangkaian kegiatan tes tertulis yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2015 peserta yang lulus mengikuti tes tertulis akan menunjukan kemampuan mereka untuk mempresentasikan kinerja mereka dalam bidang masig-masing selama 4 bulan terakhir di perusahaannya. Lomba presentasi individu hari pertama dimulai, lomba ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 5 Mei 2015 sampai dengan tanggal 7 Mei 2015. Pembagian jadwal presentasi yang sudah ditentukan panitia  menurut kategori lomba diumumkan bersamaan dengan hasil lomba tes tertulis. Setiap peserta individu wajib mengumpulkan template sebelum batas akhir pengumpulannya pada tanggal 30 April 2015. Layaknya seorang petarung, semua peserta sudah siap dengan seluruh alat “peperangan”, seperti akan menghadapi “medan tempur” di ajang TBCCI 2015. Hari ini medan tempur menjadi milik peserta individu dengan kategori Manager, Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance.

Berbeda dengan lomba tes tertulis, lomba presentasi individu dilaksanakan di 2 lantai gedung megah Balai Kartini. Lantai G dipusatkan untuk kategori Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance dan lantai 1 dikhususkan untuk kategori Manager. Rangkaian kegiatan lomba presentasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Namun sejak pukul 06.30 WIB balai kartini sudah mulai ramai dikunjungi para peserta TBCCI 2015. Peserta tidak boleh datang terlambat karena ada beberapa persiapan yang harus peserta lakukan sebelum presentasi di depan dewan juri. Mulai dari registrasi ulang, mengecek penampilan, mempersiapkan template dan alat peraga serta menunggu di ruang tunggu.

Terlihat kelompok panitia mengenakan batik putih biru sudah mulai mempersiapkan kegiatan dari pagi di meja registrasi. Terlihat juga Pak Andi Anugrah sebagai ketua pelaksana ajang TBCCI ini duduk di depan pintu kayu besar berukiran cantik, pintu menuju ruang presentasi untuk membantu panitia memanggilkan peserta. Beberapa peserta yang baru datang langsung menghampiri meja panjang berbalut kain hijau guna melakukan pengecekan nama dan membubuhkan tanda tangan di kertas yang memuat nama mereka. Nama-nama yang sudah dikelompokan berdasarkan kategori masing-masing lomba untuk memudahkan peserta melakukan registrasi ulang. Meski demikian ada saja beberapa peserta yang kesulitan mencari namanya. Namun panitia lomba dengan sigap membantu menemukan nama peserta lomba. Ternyata tidak hanya peserta yang melakukan registrasi ulang melainkan juri pun melakukan registrasi ulang. Juri yang berasal dari akademisi dan wakil perusahaan terlihat berwibawa dan siap memberikan penilaian terhadap pejuang-pejuang perusahaan.

 

Practise makes Perfect
Practice makes Perfect

Dag…Dig…Dug…. Seeerrrrrr…………..

Peserta yang sudah melakukan registrasi ulang langsung mempersiapkan diri berdasarkan nomor urut presentasi. Bermacam-macam ekpresi yang tampak dimuka mereka, ada yang terlihat tegang, gembira, panik, ngantuk bahkan ada yang terlihat santai saja. Peserta yang namanya belum dipanggil melakukan beberapa kegiatan untuk menghilangkan ketegangan menghadapai lomba presentasi ini. Ada yang latihan presentasi di depan teman-temannya untuk memaksimalkan performance ketika presentasi di depan dewan juri, ada juga yang foto-foto, ada yang ngobrol karena bertemu dengan teman lama, ada yang masih memakai make up, catokan, ada yang nyemir sepatu, ada yang sarapan, mempersiapkan alat peraga, ada juga yang bolak-balik ke toilet.

Ruangan Menentukan Prestasi
Ruangan Menentukan Prestasi

Jadwal presentasi dipajang di depan papan pengumuman untuk memudahkan peserta mengetahui kapan gilirannya untuk perform, karena jika peserta terlambat atau lupa jadwal maka tidak ada susulan dan dinyatakan tidak hadir. Jika tidak mengikuti presentasi maka nilai presentasi dinyatakan hangus dan hanya mengandalkan nilai tes tertulis. Bobot presentasi merupakan yang terbesar yakni 80% dari total nilai, lalu ditambah juga dengan hasil tes tertulis yang bobotnya 20%, jadi bukan tidak mungkin seluruh peserta ingin “habis-habisan” melakukan presentasi agar dapat mendongkrak nilai akhir.

Kami sempat mewawancarai salah seorang peserta dari kategori Quality Aassurance, gadis berkerudung yang biasa di panggil Elsa ini terlihat gugup sebelum perform yang berada di ruang Rafflesia Grand Ballroom. Elsa yang ditanyai persiapan apa saja yang dilakukan sebelum lomba mengaku tidak ada persiapan khusus hanya melancarkan materi presentasi, karena ini adalah tahun keduanya mengikuti ajang TBCCI ini “meski demikian tetap aja gugup mbak” ujar Elsa. Elsa juga mengungkapkan tahun ini persaingannya lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan perusahaan lain yang mengikuti ajang ini pun lebih banyak dan lebih siap serta mengirimkan peserta yang lebih mumpuni dibidangnya untuk mewakili perusahaannya menjadi pemenang TBCCI 2015, Elsa yang merupakan wakil dari PT Bank Central Asia pernah mengikuti ajang serupa pada tahun lalu dan berhasil mendapatkan Gold Medal, ketika ditanya apa target tahun ini, wanita cantik ini menjawab “platinum harga mati, mbak”. Walaupun merasa tahun ini persaingan lebih sengit namun Elsa tetap yakin bisa mencapai hasil yang ia targetkan. Well, Kita doakan bersama ya….

Lain Elsa lain pula Eri, wanita berpostur tinggi tidak kurang dari 170 cm ini mengaku sangat gugup, maklum karena ini adalah tahun pertama Eri mengikuti ajang ini. “Melihat ruangannya jadi keingetan waktu mau sidang kuliah”, begitu Eri mendeskripsikan ruangan yang akan digunakannya untuk lomba presentasi. Untuk persiapan sendiri, Eri pun mengaku awalnya mengalami kesulitan seperti pembuatan materi dan penentuan tema, namun akhirnya banyak senior yang sudah lebih dahulu berkecimpung di TBCCI yang membantunya dengan menjadi mentor dan juga teman sharing. Dan ketika ditanya untuk harapan dan target  nya di ajang TBCCI ini, Eri berharap bisa melakukan yang terbaik, bisa buat juri ketawa, dan perihal target dia tetap optimis bisa menjadi pemenangnya.

Para peserta diberikan waktu yang dibedakan berdasarkan kategori lomba yang mereka ikuti, untuk Agent, Back Office, Telesales, Telemarketing dan Customer Service diberikan waktu 15 menit. Berbeda dengan kategori Team Leader, Desk Control dan Quality Assurance yang diberikan waktu 20 menit. Lain pula untuk kategori IT support, Work Force Management dan Supervisor diberikan waktu 25 menit. Dan kategori Trainer dan Manager diberikan waktu paling panjang yaitu 30 menit. Dengan waktu yang sudah diberikan panitia para peserta harus bisa memaksimalkan performance mereka karena diakhir presentasi pun mereka akan diberikan 1 pertanyaan yang diambil sendiri oleh peserta didalam “fish bowl”. Dan peserta harus bisa menjawab pertanyaan tersebut demi bobot yang tidak sedikit.

Tepat matahari di atas kepala, waktunya bagi para juri dan peserta untuk istirahat makan siang. Namun peserta dan suporter yang datang juga semakin banyak, riuh renda para pendukung sang jawara yang meneriakkan para jagoannya semakin tak terkendali. Ternyata mereka sengaja datang siang karena dari pagi hari harus menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu. Salah satu suporter bernama Anton malah datang dengan membawa beberapa pernak-pernik untuk mendukung perusahaannya seperti balon tepuk, terompet dan lain-lain.

Lega, meski di dalam keringat bercucuran karena AC-nya gak berasa, apa aku yang terlalu grogi yah?? Hehehe” ujar Dewi Fatimah yang baru keluar dari ruang presentasi sambil membawa alat peraga berupa “score board”. Wanita yang mengenakan baju merah dengan corak batik elegan ini terlihat sumringah dan puas dengan hasil presentasinya. Defa begitu dia biasa disapa teman-teman kerjanya. Defa terlihat sangat antusias mengikuti lomba TBCCI 2015 dengan kategori TL inbound. “Kan kalo udah selesai presentasi gini aku bisa tenang” lanjutnya lagi. Defa yang kesehariannya bekerja sebagai team leader di contact center Bank Central Asia yang berada di BSD Serpong merasa yakin dengan kemampuannya meski hanya berbekal materi dan pengalamannya selama menjadi team leader.

Lomba presentasi untuk kategori individu belumlah usai, masih ada hari rabu dan kamis untuk kategori lainnya. Nantikan kelanjutan kisah perjuangan pelaku contact center untuk menjadi yang terbaik dalam ajang TBCCI 2015. Sampai jumpa besok…. ^_^

TBCCI 2015 : Sukses Ya Saaaaay ^_^

(BCA) Mentari Pagi belum sepenuhnya menampakkan diri di ufuk timur, kabut pun masih menutupi langit di ruas ruas jalan ibu kota, namun saat kami, para kuli tinta melangkahkan kaki memasuki lobby Balai Kartini suasana masih sepi, kami pun melanjutkan langkah kaki ke lantai dua dan seketika sesampainya disini  tampak pemandangan yang sangat berbeda, aroma semangat dibalut dengan tekad yang kuat mematahkan dingin nya pagi dan kemacetan jakarta. Terlihat banyak kerumunan orang yang berkelompok, jika dilihat lebih dekat, tampak mereka sedang belajar, di sudut lain pun tampak pula sekelompok orang berbaju batik biru nan cerah, yang ternyata adalah kumpulan panitia lomba yang sedang sibuk mempersiapkan segala yang diperlukan oleh peserta, dari  mulai registrasi sampai penitipan barang peserta. Ya ! ditempat inilah akan diadakan sebuah kompetisi memperebutkan gelar yang  bergengsi serta reputasi, supremasi tertinggi untuk insan dunia Contact Center Indonesia, untuk satu nama, menjadi The Best Contact Center Indonesia 2015.

Kegiatan lomba yang dimulai dari tanggal 27 April 2015, yang diawali dengan lomba tes tulis dilaksanakan di gedung nan megah yang terletak di tengah-tengah pusat kota Jakarta, Balai Kartini, mulai ramai dikunjungi para peserta TBCCI 2015 dari berbagai perusahaan sejak pukul 06.00 WIB. Peserta tidak diperbolehkan datang terlambat karena banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum tes dimulai. Mulai dari registrasi peserta, mencari ruangan tes, menitipkan barang serta mencari tempat duduk yang telah ditentukan oleh panitia lomba. Tampak dari luar terlihat beberapa peserta yang kebingungan mencari tempat duduk dan untungnya panitia TBCCI 2015 dengan sigap membantu peserta.

Di Balik Layar : Kuli Tinta BCA
Di Balik Layar : Kuli Tinta BCA

 

Bobot 20 % yang sangat berarti

Semua peserta TBCCI 2015 tentunya ingin menjadi yang terbaik, berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh peserta. Meski bobot tes tulis hanyalah 20 % namun hal ini sangat berarti bagi peserta kategori individu. Pada tes tulis tahun ini, ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaannya dimana beberapa tahun sebelumnya tes tulis diadakan bersamaan dengan presentasi, namun untuk tahun ini tes tulis dan presentasi tidak dalam waktu yang bersamaan. Test tertulis untuk peserta kategori individu terbagi dalam 4 sesi, lomba tes tertulis ini sekaligus sebagai seleksi awal untuk kategori yang melebihi kapasitas. Sesi pertama dimulai dari jam 07.30 – 09.30 untuk peserta dengan kategori Team Leader Inbound (TL), Supervisor (SPV) dan Manager Inbound. Pelaksanaan tes tulis untuk ketiga kategori ini terpusat di satu ruangan yakni ruang mawar. Masing-masing kategori dengan jumlah komposisi 60 peserta untuk Team Leader Inbound, 40 peserta untuk kategori Supervisor Inbound (SPV) dan 27 peserta untuk kategori Manager Inbound. Masih di jam yang sama, namun ruangan berbeda, yakni di ruang cempaka, diikuti oleh peserta untuk kategori Work Force Management (WFM), Desk Control (DC), Trainer dan IT Support. Adapun jumlah peserta masing-masing kategori adalah 13 peserta untuk kategori WFM, 8 peserta untuk desk control, 28 peserta untuk kategori trainer dan 14 peserta untuk IT support. Sehingga jika dijumlahkan, ada 190 peserta kategori individu yang mengikuti TBCCI 2015 untuk sesi pertama. Jumlah yang sangat menakjubkan yang menandakan bahwa dunia contact center semakin berkembang dengan pesat.

Waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB satu persatu peserta TBCCI 2015 tampak mulai keluar dari ruangan. Terlihat beragam ekpresi tergambar jelas di wajah mereka, ada yang diam saja, ada yang tersenyum simpul, ada yang menangis, bahkan sampai ada yang berteriak puas. Dari hasil wawancara dengan beberapa peserta, hampir semua peserta merasakan ambience ketegangan saat berada di ruangan test cukup besar sehingga dapat membuyarkan konsentrasi ditambah dengan suhu AC yang luar biasa dingin menusuk tulang.

“Rasanya seperti lagi ujian Nasional,” ujar salah satu peserta cantik berbaju biru dibalut dengan blazer hitam yang enggan disebut namanya.

Setelah ruangan di pastikan kosong oleh panitia, kali ini giliran peserta dengan kategori agent inbound, agent premium, back office operation (BOO) dan quality assurance (QA) untuk menunjukan kemampuan mereka dalam test tertulis. Sama seperti kloter pertama, untuk kloter kedua ini masih menggunakan ruangan yang sama yakni  mawar dan cempaka. Ruangan Cempaka dikhususkan untuk peserta kategori Quality Assurance  mengingat jumlah peserta yang luar biasa banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, sesi ini diikuti 94 peserta untuk kategori agent inbound, 20 peserta untuk kategori Agent Premium, 47 peserta untuk kategori Back Office Operation dan 40 peserta untuk kategori Quality Assurance. Sesi kedua ini diikuti oleh 201 peserta kategori individu.

Suasana Tes Tulis
Tang..Ting..Tung…Mari Berhitung

Adapun ekspresi berbeda ditunjukkan oleh peserta dari sesi kedua ini,  salah satu peserta dari PT Bank Central Asia yaitu Nia Hariawati, ini merupakan pengalaman pertama nya mengikuti TBCCI 2015 ini membuatnya “ngebul” dengan soal tes tulis. Nia mengaku soal Try Out tes tulis TBCCI yang di ikutinya beberapa waktu lalu tidak menyerupai dengan soal ini. Akan tetapi wanita dengan jepit rambut ini tetap optimis dengan hasil yang akan diperolehnya nanti. Ekspresi lain ditunjukkan oleh peserta dari Bank Central Asia lainnya, Selvi biasa dia disebut oleh teman-temannya, walaupun ini adalah tahun ketiga mengikuti TBCCI namun tetap saja mengalami kesulitan test tulis ini. Selvi mengaku format tes tulis ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana kita dituntut lebih memainkan logika dan memang harus dibutuhkan konsentrasi khusus. Wanita asli padang ini pun mengungkapkan peluang nya menjuarai TBCCI ini lebih sulit dari yang didapatkan nya 2 tahun yang lalu.

Setelah panitia diberi kesempatan untuk istirahat makan siang, sesi ketiga pun dimulai dari jam 13.00 – 15.00 WIB, kali ini giliran peserta kategori Telesales, Telemarketing dan Team Leader Outbound menunjukkan kepiawaian mereka dalam tes tulis. Sesi ketiga ini diikuti 17 peserta kategori Telesales, 16 peserta kategori Telemarketing, 22 peserta kategori Team Leader Outbound dan 23 peserta Agent English.

Meski baru pukul 14:00 dan masih 60 menit tes tulis bagi sesi terakhir, tampak beberapa peserta mulai datang memenuhi lantai 2 Balai Kartini. Tidak salah lagi itu adalah rombongan peserta sesi terakhir. Antusias para peserta pun masih tampak jelas di muka mereka. Untuk sesi  ini diikuti 30 peserta dengan kategori Customer Service Walk-in (CS Walk-in), 17 peserta Team Leader Customer Service Walk-in (TL Walk-in), 9 peserta untuk kategori Manager Customer Service Walk -in (Manager Walk-in) dan  22 peserta untuk kategori Agent Social Media.

Pada tes tulis kali ini, dari sesi pertama sampai dengan sesi terakhir, peserta diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan soal   yang berjumlah 50 soal. Soal diberikan dengan format pilihan ganda yang terdiri dari 30% berdasarkan pengetahuan contact center dan 70% soal hitungan. Jika dibandingkan dengan tahun TBCCI 2014, ada sedikit perbedaan di tahun ini, karena ditahun ini ada soal mengenai sebab akibat yang tentu saja membuat peserta harus benar-benar menganalisa dengan baik soal tersebut dan harus lebih berhati-hati dalam menjawab. Tempat duduk peserta pun sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia yang diatur berdasarkan nomor urut peserta sehingga tidak ada peserta dari perusahaan dan kategori yang sama duduk berdampingan. Suasana hening di dalam ruangan agar para peserta bisa konsentrasi dalam mengerjakan semua soal. Di  bagian depan disediakan timer (alat penghitung waktu) yang selalu mengingatkan sisa waktu yang dimiliki peserta untuk menyelesaikan semua soal yang diberikan.

TBCCI : Ajang Temu Kangen

Seperti yang sudah di ketahui, ajang TBCCI merupakan ajang bergengsi bagi perusahaan yang bergerak di bidang contact center untuk menunjukkan eksistensi bahkan meningkatkan citra perusahaan itu sendiri.

Selain itu, ada sisi lain yang bisa dilihat dari ajang bergengsi ini, meski sarat akan suasana kompetisi, namun ajang ini pun digunakan oleh para peserta untuk temu kangen dengan teman – teman lama baik teman pada saat bekerja di perusahaan yang sama, teman semasa mengenyam pendidikan di bangku sekolah maupun perguruan tinggi, bahkan bisa menjadi ajang reuni bertemu dengan mantan kekasih.

Seperti yang dituturkan oleh gadis manis berlesung pipit yang biasa di panggil Ana, “Ini pertama kalinya saya mengikuti lomba ini, eh gak disangka malah ketemu sama mantan pacar dan satu kategori pula,” tuturnya sambil tersenyum malu-malu.

Kalau bisa dibilang, The Best Contact Center Indonesia ini memang menjadi ajang silaturahmi yang dibalut dengan suasana kompetisi untuk menjadi yang terbaik.

Next Stage : Presentasi

Setelah peserta mengikuti tes tulis, perjalanan peserta kategori individu belumlah usai, karena mereka masih harus menghadapi lomba presentasi masing-masing kategori yang akan diadakan pada tanggal 5-7 Mei 2015 nanti. Bobot untuk penilaian presentasi ini adalah 80% dari nilai akhir kompetisi.

Saat presentasi adalah saat dimana peserta diberi kesempatan untuk bercerita mengenai dirinya atau istilah kerennya “Self Marketing”, apa saja yang menjadi tantangan dalam bekerja, kreatiitas apa saja yang dilakukan untuk menghadapi tantangan, performa kinerja, dan alasan mengapa layak terpilih menjadi pemenang.

Dari hasil presentasi, tentunya akan digabungkan dengan hasil tes tulis dengan bobot 20% untuk di dapatkan pemenang TBCCI 2015 yang pastinya memperebutkan hadiah jalan –jalan.

Siapakah yang akan mendapatkan Platinum dan jalan – jalan ke Macau  yang terkenal dengan keindahan alam ala Kota Venesia?

Siapa pula yang akan meraih golden tiket dan mengunjungi negara yang terkenal dengan pantai indahnya,  Thailand ?

Siapa pula yang akan dapat Silver dan Bronze dan berkunjung ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia ?

Tiada kemenangan tanpa usaha, tiada kejayaan tanpa pengorbanan. Semua jerih payah akan di buktikan disini. Kerja keras, eksistensi besinergi menjadi satu. Karena pemenang sejati tumbuh dari dalam hati, Albert Einstein pernah berucap, “Bakat hanya 1% dari keberhasilan, sisanya adalah kerja keras.” Semoga semua kerja keras dari peserta TBCCI 2015 akan membuahkan hasil luar biasa untuk diri dan perusahaan. Dan semua akan terungkap nanti pada Malam Penghargaan TBCCI 2015 tangal 04 Juni 2015 di Menara Bidakara. We’ll See Who Is The Real Winner , Sukses ya Saaaay…… ^_^