Tag: HaloBCA

Seperti Anak Panah yang Tepat Sasaran

Seperti Anak Panah yang Tepat Sasaran

Semua yang sudah ia lakukan, rencanakan, targetkan, seperti anak panah yang tepat sasaran. Ya, wanita yang satu ini tidak ingin segala sesuatunya meleset dari target yang telah ia bidik. Namanya Maria Wibisono, seorang Desk Control untuk Halo BCA.

Maria mengawali presentasinya dengan dua pertanyaan besar, yaitu pernahkah kita menjadi customer yang diminta untuk menunggu antrean call center dikarenakan seluruh agent sedang sibuk melayani pelanggan lain? Apakah seluruh agent contact center telah dimaksimalkan kinerjanya? Jangan-jangan para agent ada yang melakukan kegiatan yang tidak produktif? Kemudian Maria menjelaskan fungsi keberadaan seorang Desk Control. Jadi, Desk Control ada untuk memonitor agent-agent contact center agar terus produktif di tempatnya masing-masing untuk melayani pelanggan.

Wanita yang lahir dan besar di Ungaran, Kabupaten Semarang ini menceritakan mengapa ia terjun ke dalam dunia contact center. Contact center khususnya Halo BCA akan menjadi great place to work tidak hanya di Indonesia saja namun juga ke level dunia. BCA yang merupakan bank swasta terbesar di Indonesia harus multi akses dan multi channel untuk menjangkau seluruh lapisan nasabah.

Maria mengawali karirnya di BCA sebagai BCA Development Program. Lulusan Sarjana Universitas Diponegoro ini langsung ditempatkan di contact center BCA sebagai team leader bagi 10 hingga 13 agent selama kurang lebih satu tahun enam bulan. Setelah itu Maria ditempatkan sebagai Desk Control dan terus mengasah skill managing people.

Wanita berusia 27 tahun ini kemudian menjelaskan tantangan-tantangan yang harus dia hadapi ketika terjun sebagai seorang Desk Control. Tantangan pertama adalah bagaimana memenuhi target service level. Jika service level tingkat dunia mencapai 80% harus diterima kurang dari 20 detik, maka BCA dapat mencapai 95%. Untuk menjawab tantangan pertama, ide dan kreativitas yang dilakukan oleh Maria adalah dengan Get Us (target focus). Layaknya seorang pahlawan yang membawa panah dan busur panah, untuk fokus mencapai target harus melalui tiga tahap yaitu get the higher target. Jika target yang ditetapkan adalah 95%, maka pasang target untuk diri sendiri di atas 95%, misalnya di titik 96%. Tahap kedua adalah get the bow and arrows, yaitu dengan memiliki banyak mata dengan cara monitoring melalui CCTV. Penguasaan denah operasional akan memudahkan proses monitoring. Tahap terakhir adalah dengan hit the bull’s eye. Jika sudah tahu targetnya apa, siapkan toolsnya, yaitu dengan mendapatkan agent yang kurang produktif kemudian menjadikan mereka agent yang lebih produktif lagi. Cara-cara yang ditempuh Maria tidak hanya melalui rekaman CCTV saja, namun juga dengan pengamatan langsung ke lapangan. Agar dapat memonitoring secara keseluruhan dibutuhkan kolaborasi dengan sesama Desk Control, Team Leader, dan Supervisor.

Tantangan kedua adalah menghadapi produktivitas yang berbanding terbalik dengan adherance to schedule. Misalnya seorang agent menerima call pukul 11.55 padahal pukul 12.00 tiba waktunya istirahat. Secara produktivitas dia naik, tapi secara adherance to schedule dia turun. Walaupun turun, tapi adherance to schedule yang dilakukan oleh agent tersebut disebut dengan adherance to schedule yang positif. Ide dan kreativitas yang Maria lakukan untuk menjawab tantangan kedua adalah dengan follow the rules, melalui pemberian reward bagi yang konsisten. Reward-nya adalah berupa penambahan hari untuk cuti. Caranya adalah dengan menjaga produktivitas dan adherance to schedule secara berimbang di atas 86%.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana memenuhi kepuasan agent. Menurut Maria, happy customer come from happy team. Selama ini di dalam operasional, Desk Control dianggap seperti polisi. Ide dan kreativitas untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan mengadakan survey kepuasan agent dan mengadakan forum dengan para agent dengan tujuan agar terjadi saling pengertian mengenai tugas antara para agent dengan Desk Control.

Program kerja yang dilakukan oleh Maria meliputi Real Time Monitoring, Service Level Analysis, dan Laporan untuk Atasan. Meskipun disibukkan dengan pekerjaan, Maria juga melakukan pengembangan diri dengan mengikuti vocal group Halo BCA dan mengikuti kompetisi kemudian masuk sebagai lima besar. Selanjutnya sebagai registered koordinator untuk COPC. Selain itu juga sebagai duta tim engagement di Halo BCA pada Forum Quality Manager.

Penghargaan-penghargaan yang pernah Maria raih antara lain sebagai winner kategori gold sebagai Best Team Leader Inbound pada ajang The Best Contact Center Indonesia tahun 2014 dan Contact Center World tahun 2014. Pada akhir presentasinya, wanita berkacamata ini mengemukakan mengapa dia harus menjadi pemenang. Dia menyebutnya dengan C3, yaitu conseptual and critical thinking, and caring. (MZ)

Panas Dingin Hari Terakhir Jambore TBCCI 2015

Panas Dingin Hari Terakhir Jambore TBCCI 2015

(BCA) Suara jangkrik yang mengantarkan ke alam bawah sadar mulai bersatu dengan mimpi. Tak terasa raja siang yang berusaha menyelinap masuk dari sela-sela tenda tidak sabar menunggu penghuninya membuka mata. Setelah menyembunyikan kelelahan pada malam yang menyimpan kedamaian, saatnya menapaki tantangan baru dengan strategi berbeda. Itulah hal yang dialami oleh para peserta jambore The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015 yang masih akan diuji kekompakan timnya di hari kedua. Tanggal 17 Mei 2015, juga merupakan hari terakhir lomba jambore TBCCI 2015 yang masih diadakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (BUPERTA). Ternyata tidak hanya para peserta yang mendirikan tenda dan menginap di BUPERTA, tetapi ada beberapa para pendukung yang juga mendirikan tenda dan menginap di luar area lomba jambore. Selain sebagai pendukung, mereka juga mengurus “perintilan-perintilan” yang diperlukan oleh para peserta lomba dari perusahaannya masing-masing.

Meski lomba jambore hari ini belum dimulai karena masih terlalu pagi, para pendukung yang diterjunkan oleh masing-masing perusahaan mulai berdatangan. Tidak lupa mereka membawa balon tepok, pengeras suara, bahkan terompet tahun baru untuk mendukung jagoannya. Begitu panitia memutar lagu “goyang dumang” untuk kegiatan senam pagi, para supporter pun berhamburan ke lapangan bergabung dengan para peserta. Dengan gerakan yang seragam tanpa malu-malu, peserta dari Bank Central Asia (BCA) ketagihan untuk bergoyang bersama “gak mau pulang, maunya digoyang” teriakan mereka kompak. Hal ini langsung disambut hangat oleh panitia dengan memutar lagu “sakitnya tu di sini” dari salah satu penyanyi dangdut yang sedang naik daun. Tak tahan dengan irama lagunya, para panitia pun akhirnya ikut bergoyang bersama dengan para peserta dan supporter. Hahaha tariikk mang…..Goyaaaang sampai besok!!!! Memang, music dangdut is the music of my country yang mampu menyatukan orang – orang.

Senam Pagi diiringi musik dangdut
Senam Pagi diiringi musik dangdut

Kejadian lucu ketika kami sedang mengamati tenda kelompok BCA 1, kelompok super team biru ini menghias bagian belakang tenda dengan  dekorasi sebuah mobil ATM (anjungan tunai mandiri). Tiba-tiba ada seorang bapak yang baru saja sampai di BUPERTA langsung memasuki kawasan tenda, melewati karpet merah dan menaiki anak tangga lalu langsung masuk ke mobil ATM itu. Para peserta super team biru saling bertatapan melihat bapak separuh baya itu. Begitu pria tersebut keluar dari mobil ATM “maaf mas, mba, saya kira ini mobil ATM beneran. Saya mau tarik tunai, soalnya kebetulan uang saya habis” ucap nasabah BCA tersebut. Kami semua tertawa menyaksikan kejadian tersebut, para peserta tim biru pun langsung meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Hari terakhir lomba jambore TBCCI 2015 diawali dengan lomba ketangkasan 2 dan kreativitas 2, pada lomba ini peserta diminta untuk memasak 12 telur rebus yang masing-masing diletakkan di dalam 12 mangkok dan 12 telur goreng yang masing-masing diletakkan di atas 12 piring. Di sisa waktu 15 menit lomba ketangkasan 2 dan kreativitas 2, para peserta harus meniup semua balon yang diberikan panitia dan menggantungnya satu-persatu dengan benang di sekitar area tenda masing-masing. Telur yang direbus harus benar-benar matang dengan sempurna dan membentuk bulat tanpa cacat sedikit pun. Begitupun telur yang digoreng harus benar-benar membentuk mata sapi dan tanpa kerak sedikit pun dipinggirnya. Jadi untuk 2 lomba yang digabungkan dalam 1 waktu ini, peserta harus benar-benar cekatan, terampil dan kreatif. Namun ternyata, ada saja kelompok yang melakukan kesalahan dengan memasukkan semua telur rebusnya dalam 1 mangkok, ada juga telurnya yang belum berhasil dikupas. Yaahh,,,, sayang sekali teman, fokus yaahh (^_^)

Resep Rahasia Memasak Telur Sempurna

Tidak tanggung-tanggung, panitia TBCCI sangat totalitas dalam lomba memasak ini, dengan menerjunkan langsung dan dinilai langsung oleh seorang chef ternama dari hotel Grand Hyatt WoowwW….. Ditemui diakhir penilaian lomba memasak chef yang memiliki nama lengkap Ibnu Chandra ini tidak sungkan-sungkan memberikan tips dan trik cara merebus dan menggoreng telur yang benar, karena untuk mendapatkan hasil masakan yang sempurna kita harus mengetahui teknik memasaknya terlebih dahulu.

Chef Chandra Memberikan Instruksi kepada Peserta
Chef Chandra Memberikan Instruksi kepada Peserta

“Jadi mbak, semua telur yang akan direbus itu harus benar-benar terendam di air yang ada di dalam panci, tidak boleh ada telur yang muncul kepermukaan air karena nantinya didalam telur tersebut akan terdapat ruang udara yang menyebabkan telur tidak berbentuk bulat sempurna” cheff Ibnu menjelaskan. Cheff yang biasa disapa Ibnu ini juga menjelaskan untuk menggoreng telur mata sapi ia biasa menggunakan butter “karena kalo menggunakan minyak goreng, maka akan muncul kerak dipinggir telur tersebut” lanjutnya lagi. Ketika ditanya masakan kelompok mana yang paling bagus, pria lulusan Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) ini menuturkan untuk egg fries itu didominasi oleh kelompok 5 yang ternyata adalah PT Bea Cukai. “Kuningnya di tengah dan dipinggirnya tidak berkerak matangnya pun sempurna” tutur pria yang mengaku baru tiba di BUPERTA pukul 06.00 WIB ini.

Next Round Competition

Setelah diberi waktu untuk menyantap sarapan pagi masing-masing, para peserta kembali dikumpulkan untuk mengikuti lomba ketangkasan 3. Pada lomba menebak bumbu masakan dengan mata tertutup ini, masing-masing peserta harus meraba, mencium dan menjilat 2 macam bumbu yang diberikan panitia sampai giliran peserta ke sepuluh. Hmmpp,, Cukup susah juga bagi peserta yang jarang ke dapur. Terlihat beberapa peserta yang menjilat bumbu tersebut berkali-kali “gak tahu atau doyan mas???” hihihiii….

Makin siang, cuaca makin panas, persaingan pun semakin sengit, lomba dilanjutkan dengan menguji intelligence quotients para peserta. Kali ini para peserta diminta untuk memecahkan misteri sandi buku dengan menggunakan teknik lomba kecerdasan 1 di hari pertama. Masih saja banyak kecurangan yang terjadi di hari ini, kecurangan ini dapat dilaporkan langsung ke panitia lomba dengan membawa bukti-bukti yang otentik. Jika kecurangan tersebut terbukti, maka kelompok peserta yang melakukan kecurangan akan mendapatkan pengurangan nilai sebesar 10%. Hal ini sempat menyebabkan terjadi ketegangan antar para kelompok peserta, namun keadaan pun langsung dinetralisir oleh para panitia dan lomba pun dapat dilanjutkan kembali dengan lomba estafet air.

Serunya Lomba Estafet Air
Serunya Lomba Estafet Air

Karena waktu tidak mencukupi untuk melaksanakan lomba ketangkasan 4, maka para panitia langsung memutuskan untuk melompat ke lomba bongkar tenda. Para peserta hanya diberikan waktu 5 menit untuk melipat tenda dengan rapi. Seketika bendera merah kuning langsung dikibarkan dari kelompok BCA 2. Kelompok super team merah ini berhasil menyelesaikan tenda mereka hanya dalam waktu kurang dari 4 menit, yang langsung disusul oleh kelompok BCA 1 dari super team biru. Good job guys

Tiada Kemenangan Tanpa Perjuangan

Untuk menjadi pemenang, maka lawan pertama yang harus dikalahkan adalah diri sendiri. Tanpa mampu mengalahkan diri sendiri, maka tak kan mampu mengalahkan orang lain. Harus mmapu mengalahkan ego diri sendiri, amarah dan mengalahkan sikap pesimis terlebih dalam kompetisi yang berkaitan dengan Teamwork. Tidak ada istilah “I” namun “We”. Hanya orang – orang special yang mampu meraih kemenangan, sebab meski kemenangan itu indah namun tetap dibutuhkan perjuangan untuk meraih kemenangan tersebut. Artinya, untuk meraihnya harus berjuang dengan maksimal terlebih dahulu.

Para Peserta Jambore pun tak sabar dengan hati yang berdebar – debar menanti pengumuman pemenang dari panitia TBCCI 2015. Jreeeeeeng… Tak berapa lama sayup –sayup terdengar suara Pak Andi Anugrah mengumumkan pemenang untuk masing – masing kategori. Berikut daftar pemenangnya :

Kategori SMART TEAM :

Juara 1 : Kring Pajak

Juara 2 : Bea Cukai

Juara 3 : BCA 1

Juara 4 : Mandiri 1

Kategori KREATIFITAS :

Juara 1 : AstraWorld 1

Juara 2 : Bank Indonesia

Juara 3 : Mandiri 1

Juara 4 : BCA 2

Kategori KETANGKASAN :

Juara 1 : Kring Pajak

Juara 2 : Assa Rent

Juara 3 : Telkom

Juara 4 : BCA 2

Tentunya dari beberapa kategori ini, sama seperti tahun sebelumnya akan diambil Grand Champion yang berhak mendapatkan hadiah Jalan – jalan ke Singapura dan Malaysia bagi 12 orang dalam team tersebut. Siapa yang tahun ini menyabet gelar tersebut ?????

Selamat kami ucapkan kepada Kring Pajak yang menyabet gelar Grand Champion untuk Jambore TBCCI 2015…. Selamat ya Saaayyyy…..

Kring Pajak as Grand Champion Jambore 2015
Kring Pajak as Grand Champion Jambore 2015

Lalu, Perusahaan manakah yang akan menyabet Gelar Grand Champion dalam TBCCI 2015 ? Tentunya semua itu akan terjawab di Gala Dinner The Best Contact Center 2015 yang akan di selenggarakan di Balai Kartini Convention Center pada 4 Juni 2015 mendatang. ^_^

Sampai Jumpa di Jambore Tahun Depan ^_^
Sampai Jumpa di Jambore Tahun Depan ^_^
Together : Yes We Can Achieve More !!

Together : Yes We Can Achieve More !!

(BCA) Aroma rumput dibasahi embun pagi menyambut kedatangan kami di wilayah Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (BUPERTA). Wilayah yang memiliki luas 210 ha ini masih terlihat hijau dengan banyak pohon di kiri kanan jalan, terasa nyaman untuk menghilangkan kejenuhan setelah seminggu bekerja di depan komputer. Keluar dari tol jagorawi km 13, menjauhkan diri dari penatnya ibu kota Jakarta demi menyaksikan kegiatan lomba jambore di ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015.

Rame sekali” batinku dalam hati, ternyata ada kegiatan jambore relawan Jokowi yang diadakan di hari yang sama. Namun begitu sampai di lokasi lomba jambore ternyata jauh lebih ramai lagi. Lomba yang dimulai pada tanggal 16 Mei 2015 diawali dengan registrasi ulang pada pukul 07:00 WIB. Terlihat peserta yang mulai berdatangan langsung melapor ke posko kelompok panitia yang mengenakan baju putih lengan panjang. Hal itu juga yang kami lakukan guna mendapatkan topi yang bertuliskan The Best Contact Center Indonesia 2015

Tak Ada yang Tidak Bisa Dilakukan Jika Bersama
Kerja sama tim (teamwork) telah banyak dibicarakan sekaligus diimplementasikan oleh berbagai jenis umat manusia yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Di Indonesia sendiri, banyak peristiwa bersejarah yang apabila kita cermati lebih detil, telah mengedepankan unsur kerja sama tim sebagai faktor penting yang mendukung tercapainya sebuah tujuan bersama.
Ambil saja salah satu contohnya, momentum Sumpah Pemuda yang berlangsung pada tahun 1928. Kala itu, utusan pemuda-pemudi yang mewakili segenap elemen pembentuk bangsa Indonesia sepakat untuk saling bahu membahu dan menyatu sebagai satu kesatuan utuh yang kokoh. Contoh lainnya adalah perjuangan “arek-arek Suroboyo” tatkala bertempur sengit melawan pasukan Belanda pada tanggal 10 November puluhan tahun lalu. Agak surut kebelakang, Proklamasi Republik Indonesia pun tentunya tidak akan berlangsung tanpa adanya kerja sama yang kokoh diantara para perumusnya. Sejatinya, hampir semua peristiwa yang berdampak strategis di negeri nusantara ini dilahirkan oleh sebuah kekuatan bertajuk kerja sama.

Begitu halnya dengan aktifitas Team Engagement yang menjadi salah satu kategori yang dilombakan dalam The Best Contact Center Indonesia 2015. Jambore ICCA (Begitu team engagement ala para pejuang contact center biasa menyebutnya), Jambore ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh para pelaku contact center. Jambore yang berlangsung hanya dua hari saja sejak tanggal 16 Mei 2015 – 17 Mei 2015 menjadi ajang untuk berkumpul dan membangun kebersamaan antar perusahaan yang bergerak di bidang contact center, seperti : BCA, Telkom, Bea Cukai, Assa Rent, Indosat, Mandiri, Pajak, Panin, Kereta Api, dan Bank Indonesia.

Team Engagement BCA
Team Engagement BCA

Adapun beberapa kegiatan yang dilombakan dalam jamboree ICCA di hari pertama ini adalah para peserta jambore di beri tantangan untuk mendirikan tenda yang kokoh, kuat, pasak tidak boleh melawati batas garis, dan tentunya harus cepat pula dalam mendirikan tenda tersebut. Tidak hanya mendirikan tenda saja, peserta jambore pun diminta untuk menghias area di sekitar tenda dengan peralatan perang yang sudah dipersiapkan sejak lama oleh masing-masing peserta. Para peserta bahu membahu untuk mempercantik tenda karena mereka hanya diberi waktu maksimal sampai pukul 15:00 WIB.

Team Engagement ala BCA
Team Engagement ala BCA

Dalam kegiatan membangun dan menghias tenda tentunya dibutuhkan teamwork yang baik antar peserta. Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika dibandingkan dengan si D, E atau F. Seperti itulah maksud dan tujuan diadakan acara ini, agar semua peserta dan siapapun yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai. “Coming together is a beginning, staying together isprogress, and working together is success” Henry Ford

Dunia Kreatifitas Ala Peserta Jambore

Taraaaa…….!!!!!
Tenda semua peserta jamboree sudah berdiri kokoh dan tentunya ada hiasan – hiasan indah yang mempercantik tenda itu. Tak sabar, para kuli tinta BCA berjalan menyusuri tenda –tenda peserta. Satu persatu tenda para peserta kami susuri, seperti tenda Kereta Api Indoensia yang tahun ini mengambil tema Carnival Station, Mandiri yang tahun ini menurukan dua team dengan mengambil tema tenda, Kampung Betawi dan Jungle, ada pula tenda dari Bank Indonesia yang menyediakan spot foto untuk menyalurkan kenarsisan, Bank Panin dengan nuansa bunga sakura, Bea Cukai sebagai pendatang baru dengan mengambil tema Back To Nature, dan masih banyak peserta lainnya.
Nah kali ini kami akan mengulik tentang gapura ala BCA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini BCA menurunkan dua team untuk mengikuti Jambore TBCCI 2015, Super Team Biru dan Super Team Merah.
Super Team Biru memiliki konsep “Mobil ATM”, Konsep ini tentunya terinspirasi dari BCA yang tidak pernah berhenti berinovasi salah satunya dengan meluncurkan mobil ATM. Di area depan, sebelum menuju mobil ATM, kita akan disambut dengan gambar headset yang begitu besar dengan tulisan “Welcome” yang menggantung di tengah – tengah headset. Tak hanya itu saja, ada karpet merah yang sengaja di pasang di atas rumput – rumput yang tidak bergoyang ( sudah seperti ala –ala penerimaan award kalau berjalan di atas karpet merah). Kalau mau ambil uang, tidak perlu jauh – jauh keluar dari BUPERTA  (Bumi Perkemahan dan Graha Wisata), cukup mampir saja ke tenda nomor 3, di mobil ATM kami….
Yuuukk… Lanjut lagi kita menyusuri ke tenda nomor 8 punya Super Team Merah BCA,
Saat memasuki tenda tersebut, kami merasa seperti sedang berada di Cafe. Yaa…. Kali ini Super Team Merah mengambil tema Food Truck. Dimana ada minibus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga lebih menyerupai Kafe yang diiringi engan alunan musik jazz dan musik – musik top 40. Tidak hanya itu saja, dalam FoodTruck ala BCA, kami menyiapkan makanan – makanan dan minuman yang bisa dipesan, seperti Chicken Platinum, Jamburger, Ayam rICCA –rICCA, Es Teller BCA, Halo Milshake, dan masih banyak menu –menu unik lainnya. Jadi jangan lupa mampir ke Food Truck BCA ya.

Food Truck BCA
Food Truck BCA

Sportifitas dalam Perlombaan

Dengan perut para peserta yang sudah terisi, lomba pun dilanjutkan dengan menguji kreativitas peserta jambore. Lomba menempelkan bendera merah putih di benang yang dilingkarkan di sekitar tenda dilakukan hanya dalam waktu 15 menit. Bendera yang terbuat dari kertas tersebut harus mencapai 100 lembar agar mencapai nilai maksimal. Terlihat para juri mulai sibuk melakukan penilaian, mengamati apakah bendera benar-benar berwarna merah putih dan menghitung jumlah bendera yang berhasil ditempelkan peserta mencapai angka berapa.

Beranjak dari uji kreativitas pertama, peserta jambore diberi sedikit kesempatan sedikit untuk menyiapkan tenaga di uji kecerdasan. Karena di uji asah otak ini, tidak hanya kecepatan otak untuk memecahkan misteri sandi kotak yang diperhitungkan melainkan kekuatan fisik juga diadu. Peserta diberikan selembar kertas karton yang didalamnya sudah ada kotak-kotak yang diberi nomor untuk menempelkan jawaban-jawaban soal yang diberikan panitia. Dua orang peserta menunggu di posko jawaban yang diberi jarak sekitar 100 meter dari posko soal. Posko jawaban diawasi langsung oleh seorang panitia agar tidak terjadi kecurangan dalam  lomba, karena di posko ini tidak boleh berisi lebih dari tiga orang peserta. Namun masih saja ditemukan beberapa kecurangan saat perlombaan ini.

Kerja Kelompok ??
Kerja Kelompok ??

 

Belajar kelompok ?
Belajar kelompok ?
Kerja kelompok ?
Kerja kelompok ?
Kerja Bakti
Kerja Bakti

Peserta jambore yang berada di posko soal akan bergantian membawa pertanyaan yang berupa sandi kotak yang harus diartikan sambil berlari menuju posko jawaban. Pertanyaan yang terdiri dari 60 soal masing-masing terdiri dari 2 suku kata, jika kedua-duanya terjawab dengan benar maka nilai akan dihitung 2 point, namun jika salah satunya salah maka akan mendapat 1 point dan jika dua-duanya salah atau tidak terjawab maka nilainya 0 point. Ternyata ada beberapa kata yang dibuat salah oleh para panitia sehingga hal ini mengecoh para peserta yang kurang teliti. Namun para peserta bank central asia (BCA) yang mengetahui hal ini tidak tinggal diam, merasa mereka sudah menjawab dengan benar mereka pun langsung mengajukan revisi. “Kita juga harus teliti melihat soalnya, kalo nggak kita akan disalahkan dan point kita berkurang” ujar Bimo salah satu peserta jambore dari BCA.

 

Matahari mulai bersahabat, teriknya mulai bisa kami kendalikan, meski masih sumringah namun ronanya mulai mengarah ke barat. Panitia mulai memanggil para peserta jambore agar segera berkumpul, pertanda uji ketangkasan akan segera dimulai. Kali ini para peserta harus mengatur strategi agar bisa membuat neraca keseimbangan sebanyak-banyaknya yang terbuat dari lidi yang diikat dengan karet dan disisi kiri kanannya digantungi kelereng yang dimasukkan didalam plastik. Lomba kali ini terdiri dari tiga posko, posko pertama bertugas membuat neraca keseimbangan yang dipastikan bisa berdiri di sebuah tongkat. Setelah neraca berhasil dibuat, maka langsung dibawa ke posko kedua guna ditempeli dengan bendera merah putih diatasnya. Kemudian langsung dibawa ke posko ketiga yang juga sudah diawasi oleh seorang panitia. Panitia tersebut akan menghitung berapa neraca yang berhasil dikumpulkan oleh setiap kelompok peserta. Lomba ketiga yang laksanakan hanya dalam 20 menit ini berhasil diselesaikan setiap kelompok peserta sebelum mereka diberi kesempatan untuk membersihkan diri dan makan malam, Selepas itu, para peserta dipersilahkan untuk istirahat dan bermimpi dengan indah untuk menyambut esok hari dengan perlombaan yang jauh lebih menantang… Selamat beristirahat dan bermimpi para pejuang jambore…!!!!

Sebuah impian

Yang menjadi kenyataan

Selalu melahirkan

Impian impian selanjutnya

Oleh Mario Teguh