Gokilnya TBCCI 2016

Riuh terdengar di lantai 7 gedung Kalbis Institute, para peserta The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 mulai memenuhi pelataran lantai 7, dan beberapa peserta mulai masuk ke “ruang sidang” memulai presentasi individu.

Tahun 2016, merupakan tahun ke 10 diselenggarakannya lomba ini. Antusiasme para peserta terlihat dengan terdaftarnya 394 peserta dari berbagai perusahaan besar yang ada di Indonesia. Berbagai perusahaan besar terdaftar sebagai peserta lomba TBCCI 2016, yang terdiri dari badan pemerintah maupun swasta.

Ketua panitia ICCA (Indonesia Contact Center Assosiation) Andi Anugrah menuturkan, peserta lomba yang tiap tahunnya selalu bertambah menjadi bukti antuasiasme perusahaan-perusahaan terhadap perlombaan ini. Dengan adanya ajang ini, Andi berharap para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kreatifitas mereka. “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti ajang lomba tahun ini “ kata Andi.

Kehebohan tampak dari kontestan PT Telekomunikasi Indonesia, salah seorang peserta bernama Ihwal Periyasa sungguh tampak heboh, beberapa saat sebelum presentasi hingga keluar “ruang sidang” kehebohan masih tampak dari pria berkacamata ini. Bahkan kehebohannya makin menjadi-jadi saat dia mengeluarkan suara teriakan melengking usai keluar ruang sidang yang mengagetkan peserta yang lain. Kehebohan tersebut diakuinya sebagai pembawaannya yang memang rame, dan heboh. Dengan ikatan kain tenun yang melekat dikepalanya, pria gokil ini membawa balon berwarna merah serta berteriak-teriak dan jelas saja hal ini menarik perhatian para peserta lain. “Saya memang seperti ini mba, orangnya suka rame,” cerita Ihwal sambil tertawa lebar.

Dia memang begitu bersemangat mengikuti ajang ini. “Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang ini, dan saya sangat senang, bersemangat untuk mengikutinya,” pungkasnya.

Dalam presentasinya, Ihwal mengambil tema tentang Agent Social Media, Bolang. Alasan dipilihnya tema ini, karena sesuai dengan kepribadiannya yang suka petualang, traveling dan juga laut. Ihwal merasa yakin akan penampilannya di “ruang sidang”. Pria gokil yang mewakili PT Telekomunikasi Indonesia ini mengakui bahwa dirinya sempat grogi di dalam ruang sidang. “Penampilan yang tadi masih terdapat kekurangan,tapi saya tetap yakin dapat memenangkan lomba dan ini  merupakan kebanggaan dapat mewakili PT Telekomunikasi Indonesia dan dapat bertanding melawan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya,” Ihwal tersenyum lebar dan kembali bersorak-sorak.

Kehebohan Ihwal, didukung pula oleh “Tim Hore” Telkom Indonesia, yang terus memberikan support kepada para kontestan menggunakan balon berbentuk pensil berwarna merah. Kehebohan mereka sesuai balon merah yang dipegangnya “meriah euy”. Heboh dan kompak, seperti itulah tampak pandangan mata saat menyaksikan kontestan dan tim hore Telkom Indonesia.

Tim Hore PT Telkom Indonesia
Tim Hore PT Telkom Indonesia

Ada yang menarik dari salah seorang peserta individu kali ini. Lucky Nurhalim, salah seorang peserta dari PT Angkasa Pura II (Persero) menggunakan iket sunda. Jejaka asal bandung ini menggenggam erat instrumen kesayangannya. Pencinta alat musik angklung ini, dalam presentasinya akan memainkan sebuah lagu Sunda yang berjudul Manuk Dadali dan Pileuleuyan.

Kecintaan terhadap alat musik tradisional Sunda ini, menjadi salah satu alasan Lucky mengangkat tema tersebut. “Dengan mengangkat tema angklung ini, saya berharap dapat mempromosikan budaya tradisional Indonesia,” ujar pria 27 tahun yang pada 13 Agustus mendatang akan mengakhiri masa lajang.

Lucky dan angklung kesayangannya
Lucky dan angklung kesayangannya

Lucky yang gemar memainkan angklung sedari kecil mengatakan bahwa dirinya optimis dan berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang ini serta membawa nama AP2 menjadi salah satu pemenangnya.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh ICCA, saya berharap saya dan ‘selingkuhan’ saya (angklung) dapat memenangkan ajang bergengsi ini,” Lucky tertawa lebar sambil mengelus angklung kesayangannya. (AP2)

The Best Contact Center 2016, Bukan Sekadar Ajang Bakat

20160801_091043 

Jakarta, 1 Agustus 2016. Suasana riuh di ruangan lantai 7 Gedung Kalbis Institute Pulomas Jakarta Timur. Peserta mulai meneriakkan yel-yel masing-masing perusahaan. Mencoba saling menyemangati satu sama lain. Satu per satu masuk ke ruang presentasi.

Dunia contact center seperti yang kebanyakan orang ketahui, identik dengan komplain atau keluhan pelanggan. Kejenuhan dan kebosanan  menjadi salah satu image sebuah contact center. Tapi di balik itu semua nyatanya banyak sosok-sosok yang bertalenta dan berprestasi. Tidak hanya multi-tasking dalam bekerja namun juga multi talent dalam keseharian.

Melalui ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 yang diselenggarakan Indonesia Contact Center Association (ICCA) diharapkan bisa menjadi wadah untuk bakat-bakat mereka yang dapat membawa nama Indonesia ke tingkat Asia dan kancah internasional nantinya.

Pada ajang ini materi yang dilombakan mencakup seluruh best practice contact center dari berbagai perusahaan BUMN dan Swasta ternama, sebut saja Bank BCA, Bank Mandiri, Angkasa Pura II, JNE, Panin Bank, Indosat Ooredoo, Telekomunikasi Indonesia dan masih banyak lainnya. 

Antusiasme tidak datang hanya dari peserta, namun ditambah dengan hadirnya ‘tim hore’ yang bertugas menyemangati rekan-rekan meraka yang sedang tampil. Mereka tidak hanya bertepuk tangan atau meneriakkan yel-yel, namun ada yang membawa ‘pompom’ warna warni memberi keceriaan tersendiri di ruangan bertema putih ini. Dari wajah-wajah mereka tampak ketegangan namun juga semangat yang menggelora. Terlihat ada yang masih komat kamit berdo’a atau menghafal materi presentasi. Ada juga yang lalu lalang membawa kamera menggantung di leher, lantas membidikkan lensanya untuk mendapatkan objek yang menarik untuk di ambil. Mereka adalah peserta khusus untuk kategori multimedia. Kategori ini termasuk salah satu kategori yang diminati banyak peserta karena tergolong baru dan unik untuk sebuah ajang kompetisi best practice contact center.

Pada tahun 2016 ini pesertanya lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2015 kemarin. Menurut informasi dari ketua penyelenggara Andi Anugerah peningakatannya cukup besar. “Untuk tahun ini peserta lebih banyak, ada 384 peserta dari seleksi 500 orang lebih dari tes tulis 31 Mei 2016. Karena Tahun ini ada kategori baru untuk peserta yang pernah ikut dan menang ini di berikan kategori best of the best, yang menang tahun kemarin di perlombakan lagi dan jambore diganti teamwork, sehingga ada 41 kategori” ujarnya. Ajang ini cukup memberikan dampak positif untuk pekerja contact center, selain unjuk bakat kebolehan mereka namun juga membangun networking antar peserta. Ini seperti harapan dari yang utarakan oleh Andi Anugerah “Semoga dengan acara ini bisa memotivasi, bersaing dengan sehat, menjalin persahabatan, ketemu sesama karyawan contact center, merasakan suka dukanya dan mungkin semua  orang cari menang tapi lebih penting dari itu networking, itu yang saya harapkan”.

Pada hari ini kategori yang di perlombakan ada Kategori Trainer, IT Support, Desk Control, Best of The Best IT & Best of The Best Desk Control, Quality Assurance, Best of The Best Trainer, Best of The Best Manager, Best of The Best Manager Customer Service dan Agent Social Media. Sedikit berbincang dengan salah satu peserta dari Kategori Desk Control, dia memprenstasikan tentang controlling dalam sebuah dunia contact center, khususnya untuk operation system keseharian dalam contact center. “Disini saya mempresentasikan peran seorang desk control yang bertugas secara langsung mengontrol jalannya operasional contact center, memonitoring jumlah calls dan memaintance sekaligus memanage penggunaan aux (rehat) dari para contact center officer yang nantinya itu berakibat ke presentasi pencapaian calls yang tertangani” ungkap M. Thayib perwakilan dari BCA.

Poin-poin penilaian dari penjurian pun beragam sesuai dengan kategori masing-masing.  poin-poin penilain tersebut dibagi menjadi beberapa kriteria seperti: penampilan, materi presentasi, kemampuan presentasi dan pertanyaan fishbowl yang kesemuanya memiliki bobot masing-masing. Setiap ruangan presentasi harus dihadiri minimal 10 orang dewan juri.

Tiba-tiba terdengar sayup-sayup dari pengeras suara. Sudah saatnya istirahat untuk sesi pertama hari ini. Semoga semangat di hari pertama ini akan terus berkobar hingga hari akhir acara ini. Sebuah kemenangan biarlah itu menjadi bonus. Toh sebuah hasil tidak akan berkhianat pada usahanya bukan?