Hangat dan Semarak, The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld di Tengah Kemeriahan The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center Indonesia 2015

Balai Kartini di Pagi Hari.
Hari kedua, kompetisi sesi presentasi Contact Center Indonesia 2015, Rabu, 6 Mei 2015, makin memanas. Terlihat jelas dari antusiasme peserta yang telah datang dengan persiapan maksimal. Area ballroom Raflesia, Balai Kartini Jakarta kian riuh dengan kehadiran peserta kompetisi beserta supporter-nya masing-masing. Kehadiran para supporter ini selain memberikan dukungan moril bagi peserta, juga menambah semarak suasana kompetisi.

Parade Kostum.
Para peserta berlomba-lomba tampil maksimal. Tak cukup mempersiapkan materi presentasi, beberapa peserta juga mengenakan kostum unik untuk menunjang penampilan saat menyajikan materi. Di hari kedua sesi presentasi individual terlihat peserta yang mengenakan kostum-kostum yang menarik perhatian. Mulai dari kostum ala Tarzan, tokoh di film Maleficent, superhero, wayang orang, dalang, sampai pakaiaan khas beberapa daerah di Indonesia. Ada juga yang tetap berpenampilan formal dengan mengenakan setelan jas. Peserta berkostum unik ada yang terlihat agak kerepotan dengan kostum yang dikenakan, namun tetap menikmati penampilan yang berhasil mereka suguhkan.

Bukan tanpa alasan para peserta mengenakan kostum unik ini. Karena salah satu penilaian pada sesi presentasi kali ini adalah kesesuaian antara kostum yang digunakan dengan materi presentasi yang dibawakan. “Untuk presentasi kali ini, semua peserta memang disarankan menggunakan pakaian tematik sesuai materi presentasinya dan akan menjadi salah satu kriteria penilaian,” jelas Susan Amelia, salah satu perwakilan AstraWorld untuk kategori Back Office. Saat tampil untuk presentasi, Susan mengenakan baju adat Minangkabau, sehingga teman-temannya memanggilnya dengan sapaan Uni Susan.

Rekan Susan dari AstraWorld, Nietzsche Farenny yang akrab dipanggil Renny, mengenakan kostum penjual es krim untuk menunjang presentasinya. “Hari ini kami harus tampil all out supaya bisa menarik perhatian juri. Salah satu caranya dengan dandanan unik seperti ini,” terang Renny yang mewakili AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015AstraWorld di kategori Agent Inbound.

Astrini Yuditya, peserta kategori Agent English berhasil menarik perhatian juri. Ditemui usai melakukan presentasi, Astri panggilan akrab Astrini, menuturkan salah satu juri sempat berkomentar kalo kostumnya lucu.

“You are so cute”, kata Astrini menirukan ucapan salah satu juri. Astri tampil menggemaskan menyerupai tampilan anak kecil dengan rambut dikuncir dua, mengenakan celana overall, dan mengalungkan botol minum plastik yang sering digunakan pelajar taman kanak-kanak.

Riuhnya Para Supporter.
Jika para peserta bertarung di materi presentasi dan keunikan kostum yang digunakan. Supporter dari masing-masing perusahaan pun tak mau kalah. Sejak pagi suasana ruang tunggu di depan Ballroom Rafflesia riuh dengan para supporter. Beragam atribut mereka bawa dan gunakan untuk menyemangati para peserta yang berkompetisi. Balon tepuk aneka warna, bendera warna-warni, turut menyemarakan dan meramaikan suasana kompetisi.

Suasana makin semarak saat tiap suporter yang mendukung juga tidak mau kalah satu sama lain dalam memberikan dukungan. Tepuk tangan, yel-yel, dan sorak sorai seolah terus berkaitan tak ada habisnya. Saat peserta kompetisi akan memasuki atau keluar dari ruang presentasi, yel-yel dan sorak-sorak penyemangat mengiringi langkah para peserta.

It’s Show Time
Hari kedua sesi presentasi, atau hari ketiga seleksi individu, diikuti sekitar 179 peserta yang telah berhasil melalui seleksi awal berupa tes tertulis. Hari ini mereka berkesempatan menunjukkan kepiawaian mereka, meyakinkan para juri bahwa mereka layak menjadi yang terbaik dibidang contact center. Mereka berlomba menjadi yang terbaik untuk kategori Agent Inbound, Agent English, Agent Premium, Agent Social Media, dan Back Office.

Tepat pukul 09.00, kompetisi dimulai. Panitia yang bertugas di Ballroom Raflesia mulai memanggil nama-nama peserta yang harus memasuki ruang presentasi. Suara panggilan dari panitia seakan-akan berlomba-lomba dengan riuhnya suara peserta dan supporter di ruang tunggu Ballroom Rafflesia.

Para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 mulai memasuki arena kompetisi, yang tersebar di tiga tempat. Ballroom Rafflesia, Ruang Cempaka dan Ruang Anggrek. Suasana sedikit berbeda terjadi di ruang Anggrek dan Cempaka yang juga menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Kedua tempat yang berada di lantai 2 dan 3 Balai Kartini memang tak semeriah Ballroom Rafflesia. Peserta dan supporter tidak sebanyak di Ballroom Rafflesia.

Para peserta diberi waktu terbatas untuk menyajikan materi mereka di hadapan para juri. Hanya 15 menit untuk kategori agent. Waktu tersebut sudah mencakup presentasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan undian. Setiap peserta diharuskan menjawab pertanyaan undian yang diambil sendiri oleh setiap peserta dari dalam fishbowl.

Keluar dari ruang presentasi, berbagai ekspresi terpancar. Ada wajah yang masih menyisakan ketegangan, ada pula yang keluar dengan wajah lega dihiasi senyum optimis. Umumnya merasa lega usai presentasi.

“Lega rasanya, dan Alhamdulillah lancar presentasinya. Meskipun ada juri yang tampak dingin dan cuek saat saya presentasi,” ungkap Rani Apriantini, salah satu peserta kategori Agent Inbound Seat > 150.

Peserta yang keluar dari ruang presentasi mendapat sambutan meriah dari para pendukungnya. Suasana makin siang makin meriah Tak hanya peserta yang akan berlomba, para pendukung yang datang menyemangati pun juga ikut merasakan ketegangan yang sama. Raditya, salah satu pendukung tim AstraWorld, mengaku ikut tegang menunggu wakil-wakil AstraWorld keluar ruangan presentasi.

“Sebagai pendukung pastinya kami merasa ikut tegang. Apalagi ini pertama kalinya AstraWorld ikut The Best Contact Center Indonesia dan harus melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah berpengalaman. Namun kami yakin setiap dari mereka yang terpilih adalah yang terbaik. Kami tentunya berharap AstraWorld bisa memperoleh hasil maksimal di ajang The Best Contact Center Indonesia tahun ini,” kata Raditya

Keakraban Panitia dan Peserta.
Menjelang istirahat makan siang, kejadian tak biasa terjadi antara panitia dan peserta The Best Contact Center Indonesia 2015. Andi Anugrah, Direktur Telexindo yang menjadi penanggung jawab acara, tiba-tiba mengajak menyanyi para peserta yang menunggu di depan Ballroom Rafflesia. Berperan sebagai dirigen, Pak Andi begitu beliau biasa dipanggil, memberikan aba-aba kepada peserta untuk menghilangkan kejenuhan dengan menyanyikan lagu-lagu yang saat ini sedang hits.

AstraWorld - The Best Contact Center Indonesia 2015

Tak hanya mengajak menyanyi, menjelang akhir acara di hari kedua sesi presentasi, Andi Anugrah juga berbincang-bincang dengan salah satu supporter yang datang untuk mendukung kekasihnya. Dengan nada bercanda, Andi Anugrah pun menanyakan hubungan antara sang supporter dengan kekasihnya.

“Jadi kapan pacarnya dilamar?” tanya Andi Anugrah
“Sudah dilamar, Pak. Akhir Mei nanti akan dilangsungkan resepsinya,” jawab sang supporter.

Peserta dan supporter yang berada di Ballromm Rafflesia pun tidak dapat menahan tawa. Beberapa diantaranya bahkan bertepuk tangan menyaksikan adegan tersebut.

Tak berapa lama usai percakapan Andi Anugrah dengan sang supporter, kekasih yang ditunggu-tunggu keluar dari ruangan. Senyum tersungging di bibir sang supporter dan kekasihnya. Saksi mata yang berada di ruang tunggu Ballroom Rafflesia kembali bertepuk tangan menyaksikan adegan ini. Kali ini tepuk tangannya lebih meriah.

Balai Kartini Menjelang Senja.
Menjelang pukul 16.00 WIB sesi presentasi hari kedua usai sudah. Masih ada hari esok yang akan menjadi hari ketiga sesi presentasi sekaligus penutup seleksi individual The Best Contact Center Indonesia 2015.

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015

Baca perjalanan kami di hari hari sebelumnya:

Lain Babak, Lain Cerita

Balai Kartini, Jakarta 6 Mei 2015 – Terik matahari mengantarkan senyum penuh gairah dan semangat para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 (TBCCI 2015). Masih di acara yang sama, ajang prestasi TBCCI 2015 yang diselenggarakan oleh ICCA–Indonesia Contact Center Association–ini masih berlanjut. Ujian presentasi dalam pemilihan calon juara TBCCI memang berlangsung selama tiga hari sejak dimulai pada Selasa, 5 Mei 2015 kemarin. Jika pada hari sebelumnya adalah jadwal presentasi untuk kelompok supervisor, team leader, quality assurance dan trainer, kali ini merupakan waktu unjuk diri bagi kelompok peserta yang lain. Pada tahap kedua di hari ke dua ini, para peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang dengan bangga dipercaya untuk mewakili perusahaan masing-masing. Adapun untuk nama-nama perusahaan yang ikut serta mengirimkan orang terpilihnya adalah perusahaan besar di Indonesia. Babak berikutnya masih dengan jenis ujian yang sama, yakni presentasi diri. Lantas apa yang berbeda? Perbedaannya adalah kelompok peserta yang hadir. Kategori Agent Inbound, Agent Premium, orang-orang yang berjibaku di bagian Back Office, dan Agent Social Media.

Rofiq Indra Suksmana, peserta dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Rofiq Indra Suksmana, perwakilan peserta Back Office dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk
Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk. sebagai peserta Agent Inbound
Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent social media
Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent Social Media

Jumlah peserta dengan kategori berbeda ini memang tidak sama dengan tahap sebelumnya. Memang tidak lebih sedikit, justru lebih banyak dari sebelumnya. Sejak pagi para peserta mengisi daftar kehadiran untuk memastikan bahwa namanya betul-betul terdaftar atau dengan kata lain, tidak gugur saat ujian, dan mendapatkan jadwal presentasi berikut ruang ujiannya. Agent dari berbagai perusahaan itu juga mengangkat ragam tema seperti yang lainnya. Jenisnya sungguh tak kalah menarik. Tak kalah menariknya adalah jenis tema yang dipilih lebih berani dan kreatif. Sejak pagi sudah tampak peserta yang sudah berpakaian lengkap sesuai dengan tema. Apa sajakah? Ada yang berpakaian dan berpenampilan a la tokoh film Tarzan, pengusaha muda, pramugari, wanita Jepang dengan kimononya, sampai seperti salah satu tokoh film Matrix. Tema yang diangkat para peserta juga menunjukkan kreativitas yang berbeda-beda, mulai dari tema adat budaya seperti tokoh dalam kebudayaan Sunda sebagai Nyi Iteung, tema petualangan dengan berpakaian layaknya seorang petualang, budaya Jepang, film Matrix, perawat, dan lain-lain.

Salah satu peserta yang mengangkat tema unik adalah Fenni Fabrina, agent inbound yang mewakili PT. Holcim Indonesia, Tbk. Saat ditanya mengenai waktu persiapannya, ia hanya menjawab singkat, “Sebentar. Nggak sampai satu bulan.” Ia memilih tema mistis untuk dibawa saat presentasi. Penampilannya turut mendukung tema yang diangkat, terlihat jelas dari pakaian serba hitam legam berbentuk jubah panjang. Fenni memperkuat temanya dengan membawa tongkat hitam bak tokoh jahat dunia hitam yang sering muncul di film khayalan. Tak hanya tongkat sihir, perempuan berjilbab itu juga melengkapi penampilannya dengan mengenakan tutup kepala bertanduk seperti gambaran tokoh iblis. Totalitas!

Masih berwarna hitam-hitam, adalah Hanif Ardiawan, seorang agent social media dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk., dengan mengambil tema futuristic, pria bertubuh tinggi ini berpenampilan menyerupai salah satu tokoh Matrix untuk dibawa dalam presentasinya. Ungkapan rasa lega tampak jelas saat ia selesai melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Berkali-kali ia menyeka keringatnya selepas keluar dari ruang presentasi sambil bercerita singkat terkait persiapannya yang juga tidak lebih dari satu bulan.

Suasana kali ini terlihat lebih santai sejak pagi sampai dengan sore hari, terbukti dengan adanya sorak sorai dari kawan-kawan tim yang turut hadir untuk memberikan dukungan. Dari kejauhan pun terdengar suara riuh para pendukung yang berseru memberikan semangat pada rekannya yang akan maupun selesai presentasi. Pendukung paling ramai adalah tim dari PT Pertamina (Persero). Tak hanya berseru, mereka juga membuat bunyi-bunyian menggunakan balon-balon berwarna merah yang saling diadukan hingga menimbulkan suara riuh yang menggema di ruangan Balai Kartini. Setiap kali ada rekan tim yang keluar dari ruang ujian, sontak mereka langsung bersorak dengan tak henti-hentinya memukulkan balon satu dengan balon lainnya hingga membuat suasana kian ramai untuk terus membakar semangat satu sama lain. Tim pendukung dari PT. Pertamina (Persero) ini tak hanya ramai karena suara-suaranya, melainkan juga mereka menunjukkan kekompakkan dengan berpenampilan berbeda dari yang lain. Jika sebagian besar tim pendukung lain memakai pakaian identitas perusahaan, tim dari Pertamina ini juga mengenakan seragam Pertamina, namun yang membuatnya lebih berbeda dari yang lain adalah tampilan dengan menambahkan rambut palsu berwarna-warni lengkap dengan styrofoam bertuliskan ‘Pertamina’.

Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)
Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)

Meskipun banyak pendukung yang berusaha menyemangati, tak lantas menghilangkan kegugupan para peserta presentasi. Dengan usaha untuk mengurangi dan menghilangkan rasa gugup karena akan memasuki ruang presentasi, mereka juga tetap harus menjaga ‘keutuhan’ tema yang akan mereka tunjukkan. Materi presentasi juga tetap harus mampu mereka sajikan dengan sempurna di hadapan para juri yang sudah berpengalaman. Tak sedikit yang bolak-balik ke kamar kecil, entah betul karena ingin buang air kecil atau untuk menghilangkan rasa gugup yang tak kunjung hilang.

Tidak hanya karena dewan juri yang berkualitas dan menguasai betul bidang layanan informasi pelanggan yang membuat nyali para peserta naik turun, jumlah dewan juri yang menguji pun mempengaruhi. Menurut pengakuan para peserta, dalam setiap ruang ujiannya, dewan juri yang memberikan penilaian berjumlah kurang lebih sepuluh dewan juri. Raut wajah para juri juga berperan utama dalam menggoyang mental, kemantapan dan keyakinan para peserta.

Saat keluar dari ruang presentasi, ada peserta yang menunjukkan ekspresi lega, senang, dan lepas. Mereka sangat bahagia karena mampu menjalani ujian presentasi dengan lancar dan tanpa hambatan. Selama berlangsungnya presentasi, peserta mampu menyajikan dengan baik tanpa kendala yang berarti. Para juri ada yang terlihat kagum dan memberikan penghargaan langsung seperti memberikan senyuman sembari bertepuk tangan, bahkan pelukan dari para juri usai presentasi ditutup oleh peserta. Bentuk penghargaan yang mungkin tampak sederhana, namun siapa sangka hadiah kecil tersebut mampu membangkitkan semangat dan keyakinan diri bagi para peserta. Alhasil, para peserta keluar dari ruang ujian dengan tangis haru bercampur senyum bahagia.

Walaupun terdapat kendala pada saat presentasi, ada juga peserta yang tetap percaya diri dan bersemangat, bahkan terlihat santai. Hal ini dikarenakan mereka merasa sudah cukup berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang prestasi TBCCI 2015 ini. Berbicara tentang kendala pada saat presentasi, rupanya tak sedikit peserta yang mengalami hal serupa. Akibatnya, ada beberapa peserta yang tiba-tiba terdiam, lemas dan menunjukkan wajah sedih, tidak yakin, dan bahkan menangis. Pasrah

Menurut keterangan yang disampaikan oleh beberapa peserta yang enggan disebutkan namanya, hambatan pada saat presentasi muncul akibat gangguan teknis terkait sarana dan prasarana di ruang ujian presentasi. Contohnya, ada peserta yang harus menghentikan presentasi karena slide powerpoint tidak bergerak atau berjalan sebagaimana mestinya. Ada juga yang menyayangkan terjadinya kendala presentasi yang lain seperti musik dan video yang tidak terdengar atau tidak muncul. Hal-hal tersebut membuat para peserta patah semangat dan sangat tidak yakin akan lolos.

Setelah ujian presentasi selesai, para peserta sedikit demi sedikit meninggalkan Balai Kartini dengan perasaan yang bercampur aduk. Akhirnya ujian berhasil dilalui walau ada kendala yang memang harus dihadapi. Bagaimanapun hasilnya, usaha terbaik telah dilakukan oleh para peserta. Kini para pejuang contact center ini tinggal menunggu hasil penilaian juri.

UNJUK DIRI DALAM PRESENTASI ICCA 2015

IPK_6532

Daniel.Panin, Jakarta 5 Mei 2015 – Pagelaran hari ke-2 ajang The Best Contact Center Indonesia – ICCA yang berlangsung di Balai Kartini mempertemukan para peserta yang telah lolos test tertulis pada tanggal 27 April 2015 silam. Para kontestan presentasi sudah mulai terlihat berdatangan ke Balai Kartini sejak pukul 07.00 baik perorangan maupun berkelompok. Sesuai jadwal, kegiatan lomba inipun dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB di lantai dasar dan lantai dua gedung pertemuan ini.

Berbeda pada kegiatan test tertulis hari pertama yang dilakukan 27 April silam telah diadakan di lantai dua, hari ini lebih banyak kegiatan lomba dilakukan di lantai dasar (ruang raflesia) yang dibagi penjadi 9 ruangan yang dipisahkan oleh papan akrilik. Penggunaan ruang lantai dua (cempaka dan anggrek) diperuntukkan bagi kontestan lomba kategori Manager.

Hari ini peserta lomba presentasi dikuti oleh lebih dari 100 kontestan, yang terbagi menjadi beberapa segmen yaitu kelas Team Leader, Supervisor, Trainer, Quality Assurance dan Manager. Segmen tadi juga dibagi lagi menjadi kelas kapasitas di bawah 30 seats, antara 30 sampai 100 seats, dan lebih dari 100 seats. Tidak hanya itu, deretan nama juri-juri beken dari berbagai perusahaan juga terpampang pada papan pengumuman di depan ruangan. setiap ruangan dari seluruh ruang yang disediakan menempatkan 9 sampai 10 juri yang siap ditarik perhatiannya oleh jagoan presentasi.

Dilihat dari kesiapannya, persiapan panitia kali ini terlihat lebih baik dibanding saat test tertulis yang lalu. Sepuluh buah meja registrasi sudah dipersiapkan untuk antisipasi luapan peserta seperti hari pertama. Team panitia juga sudah siaga di pos masing-masing, 30 menit sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Registrasi ulang peserta berjalan dengan lancar, tidak tampak adanya penumpukan antrian peserta. Di meja registrasi tampak sibuk peserta mendaftarkan diri dan mengambil kartu tanda pengenal peserta dengan tali berwarna orange, tidak ketinggalan para dewan juri juga melakukan registrasi untuk mendapatkan tanda pengenal dengan tali pita biru. Setelahnya, peserta dipersilakan menunggu dan mempersiapkan diri sampai panitia memanggil untuk maju presentasi.

Sepengamatan saya, 15 menit sebelum lomba dimulai, panitia melakukan briefing ke dewan juri mengenai aturan main penilaian. Dewan juri tidak diperkenankan untuk melakukan penilaian jika datang terlambat dan harus melakukan penilaian kepada seluruh peserta dalam satu kategori, dan dewan juri yg tidak menyelesaikan penilaian sampai akhir maka akan di diskualifikasi. Dewan juri tidak diperkenan untuk memberikan pertanyaan kepada peserta kecuali pertanyaan fishbowl yg sudah disediakan panitia. Dewan juri juga tidak diperkenankan menerima panggilan telpon selama peserta sedang melakukan presntasi. Para dewan juri terdiri dari praktisi contact center dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Para peserta akan membawakan presentasinya dan diberikan waktu presentasi 25 menit sesuai dengan kategori yg dipilih. Diakhir presentasi, para peserta akan diberikan satu buah pertanyaan fishbowl.

Berikut adalah detail waktu penjurian yang akan dibagi menjadi 4 sesi. Pukul 08.00-10.00 adalah waktu untuk melakukan penilaian peserta lomba, lalu jeda untuk coffe break selama 15 menit. Presentasi dilanjutkan kembali pada pukul 10.15 – 12.50 yang dilanjutkan makan siang selama 1 jam. Kegiatan utama presentasi dilanjutkan pukul 12.50-15.00. Coffee break kembali selama 15 menit untuk memberi kesempatan kepada juri untuk relax sejenak, dan kembali melanjutkan tugas penjurian pukul 15.15 – selesai.

Melihat sistim penjurian pada lomba jilid ke dua hari ini, sangat berbeda dari test tertulis pertama, dimana seluruh peserta serentak masuk dalam ruangan dan menjawab soal yang telah dipersiapkan. Lomba presentasi hari ini, panitia memanggil setiap peserta secara bergantian sehingga suasana di serambi ruangan test cenderung lebih ramai. Terlihat masing-masing peserta cukup serius mempersiapkan slide presentasinya demi mendapat dan mencuri perhatian dari para dewan juri. Banyak pula yang terlihat lebih yakin akan presentasinya nanti dengan bercanda dengan teman dan kenalannya

Pada pukul 08.00, satu per satu peserta mulai memasuki bilik presentasi. Terlihat disini, panitia cukup kewalahan untuk memanggil para peserta lomba. Sampai beberapa kali pemanggilan, peserta tidak kunjung muncul. Panitia berinisiatif untuk berpencar untuk memanggil kontestan di seluruh area lantai dasar. Panitia dilengkapi handie talkie untuk memudahkan komunikasi. Terlihat bapak Andi Anugrah ikut turun tangan melakukan pemanggilan ini.

IPK_6536

IPK_6540

bp. Andi Anugrah membantu team panitia

Yang cukup menarik pada kegiatan lomba hari ini adalah banyaknya supporter masing-masing kandidat yang datang. Memang tidak sebanyak supporter sepak bola, namun antusiasme para supporter demi menjagokan gacoannya patut diacungi jempol. “Kita tetap dukung dong, walaupun ga boleh masuk..!” kata salah seorang supporter team berbaju kuning. Tepuk tangan riuh beserta teriakan “go go go” maupun yelyel yang sudah dipersiapkan sebelumnya, terdengar setiap nama kontestan jagoan mereka disebutkan. Keriuhan ini sepertinya tidak mengganggu konsentrasi peserta lain yang sedang mengikuti presentasi karena sudah diperkirakan panitia sebelumnya.

IPK_6568

Supporter yang memanas

Saya berkesempatan untuk bertanya sedikit dengan salah satu kontestan mengenai lomba presentasi kali ini. “Yah lumayan bagus lah menurut saya. Saya yakin cukup menarik perhatian juri, tadi”. Untuk persiapan sendiri, beliau juga menjelaskan dengan ringan “Persiapan sih cukup menghafalkan materi yang sudah saya persiapkan saja, melancarkan penyampaian materi juga. Itu aja sih. Ohh ya, sarapan juga hehe” seloroh salah seorang peserta presentasi dari salah satu perusahaan BUMN yang enggan disebut namanya.

Pukul 12.00, panitia mempersilakan pada seluruh peserta maupun juri break sejenak untuk makan siang. Di sela coffee break maupun makan siang, banyak peserta dan para dewan juri mendatangi booth ICCA untuk berfoto selfie ataupun berfoto bersama dengan rekan rekannya.

 

IPK_6547

foto dulu ah, mumpung sepi..

Suara keramaian sesekali terdengar dari para supporter yang datang untuk mendukunggan rekan rekan yang akan berlomba maupun yang telah selesai menyampaikan presentasinya. Kostum yang dikenakan para peserta presentasi pun tidak kalah seru dan kreatif disesuaikan dengan tema presentasinya. Ada yg berbaju daerah adat bali, ada yang memakai baju pesulap, dan yang unik dan lucu terlihat dari peserta untuk kategori the best team leader under 30 seats. Peserta di bank DBS tampil dengan kostum ala film kartun “Incredible”. Sungguh sangat mempersiapkan diri.

Saya sempat mewawancarai salah satu dewan juri kategori the best supirvisor under 30, Ibu Nina Novita, head contact center Call Panin. Menurut beliau, persaingan lomba ini sangat ketat karena semua peserta presentasi memiliki kemampuan yang rata-rata sama hebat. Kepercayaan diri peserta juga cukup tinggi hingga agak sulit memilih yg terbaik.

Tepat pukul 12.50, lomba pun dilanjutkan kembali. Satu per satu dari para peserta dipanggil oleh panitia yang bertugas untuk memasuki ruangan presentasi dan para supporter kembali riuh memberikan supportnya. Tidak hanya itu saja, banyak dari para hadirin yang ikut selfie dengan Bp.Andi Anugerah yang kebetulan hari ini duduk di luar ruangan membantu panitia acara. Baik perorangan maupun kelompok, secara bergantian ingin berfoto dengan beliau.

Untuk hasil pemenang dari lomba presentasi ini akan diumumkan pada Gala Dinner pada akhir rentetan perlombaan ini. Terlihat jelas ekspresi dari masing-masing peserta yang sangat ingin mengetahui siapa pemenang lomba presentasi ICCA 2015 ini, namun sampai saat berita ini disampaikan, tidak ada informasi apapun mengenai perolehan point atau nilai lomba ini. Semua kontestan pasti berharap kemenangan, namun hanya terpilih 4 orang pemenang dari setiap kategori yang berhak mendapatkan tiket ke Macau, Hong Kong. Kita tentu berharap yang terbaiklah yang mendapatkan kesempatan emas ini. Diluar itu, seluruh peserta pada lomba kali ini berhak menyandang gelar pemenang. Maju terus contact center Indonesia.

Present dag dig dug Duuueeeeerrrrrrr….

Dan… Lomba individual pun dimulai.

Ya lomba indivudual dibuka per hari ini selasa 5 Mei 2015, gegap gempita suporter mulai terasa di pelataran lobby balai kartini padahal waktu masih menunjukkan pukul 07.40 pagi, kami para peliput dari Contact Center Bank DKI hanya bisa senyum senyum sendiri melihat supporter dari berbagai perusahaan membawa atribute khusus untuk mendukung rekan mereka yang akan tampil hari ini ditambah beberapa peserta yang memakai kostum yang luar biasa anti mainstream. Barangkali kita sering melihat peserta menggunakan kostum kebesaran perusahaan, pakaian jas resmi atau kemeja dipadu padan dengan dasi saja, namun yang kami lihat tadi ada peserta yang menggunakan kostum ala ala superhero dengan padanan kostum berwarna hijau, bagi penikmat komik superhero pasti mengetahui peserta ini menggunakan kostum yang terinspirasi dari dunia komik marvel atau dc komik, kebetulan kami tim peliput bukan penikmat komik jadi tidak mengetahu peserta menggunakan komik superhero apa.

Kategori Lomba individu hari ini diisi oleh level Trainer seat <100, trainer seat >100, Manager inbound seat >100, Manager inbound <100 seat, Manager inbound seat  Supervisor seat >100, supervisor seat <100, Team Leader inbound seat <30, team leader inbound seat 31-150, team leader >150 dan quality assurance seat <100, quality assurance seat >100. Total peserta yang mengikuti lomba individu hari ini kurang lebih sebanyak 161 orang yang mana masing masing kategori juga di batasi oleh waktunya oleh panitia saat presentasi berlangsung, seperti level Manager dan Trainer selama 30 menit, level supervisor selama 25 menit, team leader dan quality assurance selama 20 menit.

Lomba sendiri dimulai sejak pukul 08.00 pagi, khusus panitia dan juri pastinya datang lebih awal untuk mempersiapkan dan memantapkan lomba lebih baik lagi. Acara masih berlangsung di Balai Kartini tepatnya di jalan Jenderal Gatot Subroto kavling 37 Jakarta selatan. Sedikit berbeda dibandingkan tempat test tertulis 27 April kemarin, karena untuk lomba individu sendiri sebagian berlangsung di lt dasar tepatnya di ruangan Raflesia, sebagian lagi di ruangan cempaka dan anggrek. Dan jika tim peliput melihat kedalam ruangan lomba memang impressi nya berbeda dibandingkan tahun kemarin, lay out menggunakan sekat model seperti both di PRJ, kemudian tidak menggunakan proyektor namun menggunakan layar LCD 60 inch, kalau tidak salah ya karena tadi menggunakan pengukuran asumsi. Kemudian posisi juri dan peserta menjadi lebih dekat dikarenakan ruangannya terkesan seperti di perkecil sehingga posisi meja juri dan peserta jaraknya semakin rapat. Hmm menurut kami ini tantangan baru juga bagi peserta karena ruangan tahun ini lebih sempit dan kecil sehingga pandangan peserta ke juri dalam hal eye contact semakin dekat dan semakin intim,, ciee cieee,,, 🙂

Di tengah kerumunan suporter yang semakin membanjiri Gd. Balai Kartini, kami tim peliput melihat pemandangan yang cukup membuat kami terkagum. Ada di satu titik yang bernama POJOKAN, salah satu peserta dari Bank DKI bernama Andrian untuk level Supervisor sedang sibuk latihan dengan serius layaknya tampil di hadapan dewan juri. Dengan begitu kita memandang bahwa, begitu antusiasnya peserta tersebut untuk ajang TBBCI 2015 ini. Kami pun tak ragu untuk berbincang dengannya sekedar menanyakan apa yang dia rasakan. “Untuk hari ini adalah kali kedua saya mengikuti lomba TBBCI ini dan memang setiap tahun selalu ada yang berbeda, terutama dalam hal antusiasme dari diri saya pribadi”, tutur Andrian dari Bank DKI. Woow,, pernyataan yang cukup menarik untuk ajang TBBCI 2015 ini.. “Materi yang saya bawakan pun pastinya akan berbeda begitupun saya akan lebih variatif dalam slide power point-nya, agar lebih hidup dan tentunya mendapat nilai tertinggi dengan harapan bisa menjadi yang terbaik dan berangkat menuju maccao untuk bertemu dengan Andi Law”, tambah Andrian dengan tawa ceria..

Berbeda hal dengan salah satu peserta level supervisor dari Bank Mandiri ini yang di ketahui bernama Ahmad Zamzam dan baru pertama kali mengikuti ajang TBCCI, “Ini adalah tahun pertama saya mengikuti ajang ini. Saya sangat terkesan dan terkejut melihat antusias peserta dan suporter yang hadi. Crowded sih, tapi seru banget, jadi kebawa emosional agar tampil maksimal di panggung nanti”, tutur Ahmad dengan senyumnya. “bicara grogi, ya jelas sangat grogi namun untuk mengatasi rasa grogi saya sih, yaaa nothing to loose aja lah, hehehehe”, tambah Ahmad.. Hhmmmm.. dengan banyaknya pendatang baru dan tentunya banyak muka-muka lama, ternyata Benar-benar mengagumkan yah acara TBCCI 2015 ini,, Good luck yaahh buat semua peserta…

Makin siang makin banyak supporter peserta lomba individu yang hadir, di pojok pojok ruangan kami melihat ada beberapa peserta yang masih serius berlatih dengan semangat, ada yang serius berdiskusi tentang soal soal fish ball, ada yang merapihkan dandanan kostum atau touch up face dan sebagainya, ada juga yang sudah move on alias sudah gak usah latihan lagi dengan cara mereka  ber foto ria di booth atau poster raksasa ICCA TBCCI 2015, temu kangen dengan rekan dari perusahaan lain atau bahkan ada yang cukup mengisi waktu luang sebelum dipanggil panitia dengan cara istrahat secukupnya dengan memejamkan mata sambil duduk di sekitaran ruangan lomba. Memang idealnya sih menurut kami tim peliput, hari “H” adalah waktunya peserta bersenang-senang, tidak perlu lagi serius untuk latihan atau berdiskusi. Cukup dengan mengobrol dengan obrolan ringan dengan rekannya, mendengarkan musik, selfie sana sini atau bahkan cukup dengan duduk santai sambil melihat serunya peserta dan supporter yang semakin menit semakin ramai. Tapi dengan melihat keseriusan setiap peserta, yaa tidak bisa di pungkiri, ajang ini sangat berarti bagi mereka bahkan bagi suporternya.

Dari keseluruhan yang kami lihat, tentunya yang paling repot adalah Panitia yang bertugas. Mereka sangat terlihat sibuk memperhatikan dan mengawasi agar suasana lomba tetap berjalan dengan baik. “Hari ini kerumunan pun terlihat, berbeda dengan saat tes tertulis beberapa hari lalu. Para peserta hadir dengan membawa suporter masing-masing dan itulah yang membuat suasana semakin ramai dan crowded. Harapan kami tentunya, agar acara ini berjalan lancar, tidak ada ada kebisingan yang berlebih dari tiap suporter dan tentunya tetap menjaga agar rangkaian acara ini berjalan dengan kondusif secara keseluruhan”, tutur Ilham dari salah satu panitia. Hhhuuuft, ga kebayang yah kerja kerasnya panitia menyiapkan seluruh acara ini. Semoga selalu sehat dan di beri kesehatan ya panitia…. Eechheemm.. *Sok Care gitu…

Semangat terus buat seluruh panitia..

Semangat terus buat semua peserta..

And Our Quote, “Jangan lupa BBB yah… ups bukannya “Bukan Bintang Biasa Tapi BERDOA BERIKHTIAR DAN BERTAWAKAL” Insya Allah hasil yang terbaik yang akan di dapat…”

Dan untuk yang menang nanti, jangan lupa oleh-olehnya yahh… kita tunggu loch….