Jangan ada skakmat diantara kita

“Skakmat,…” ujar salah seorang peserta lomba The Best Contact Center Indonesia 2016 berkata dengan semangat. Dia adalah Angga Pranata salah satu kontestan PT Angkasa Pura II (Persero) dan pecatur ulung.

“Harus mengenal bidik catur, sebagai pecatur harus memiliki tiga langkah ke depan dan terus menganalisa permainan” ujar Angga ketika ditanya tips bermain catur. Jangan salah kaprah, Angga bukan salah seorang master catur layaknya Utut Adianto yang mampu mengalahkan lawannya dengan mata tertutup. Dia bermaksud untuk menerapkan strategi permainan catur kedalam dunia kerjanya serta menjadikannya sebagai bahan presentasinya nanti.

“Seperti catur, bekerja itu harus ikhlas dan saling membantu di antara rekan, karena semuanya tidak bisa berjalan jika bekerja sendiri-sendiri, pokoknya jangan ada skakmat diantara kita deh” kata angga yang masih lengkap mengenakan jas dan dasi hitamnya.

Angga Pranata si pecatur ulung berpose usai bertanding di "ruang sidang"
Angga Pranata si pecatur ulung berpose usai bertanding di “ruang sidang”

Yah, mungkin bagi Angga ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memberikan persembahan terbaiknya sebagai perwakilan kantor tempat mereka bekerja. Motivasi untuk dapat jalan-jalan ke Korea, juga menjadikan salah satu alasan Angga untuk mengikuti ajang ini.

“Motivasi saya ikut ini karena mau ke Korea, asik kan jalan-jalan gratis, dibayarin orang,” kelakar Angga Pranata salah satu kontestan PT Angkasa Pura II (Persero). Ini merupakan kali pertama Angga mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh ICCA. Kebanggaan menjadi salah satu perwakilan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini tampak dari “id card” kantor yang tetap dipakainya selama ajang ini berlangsung.

Angga bukan satu-satunya peserta dari AP2, ada dua peserta lain yang ikut meramaikan di hari kedua ini, yakni Robby Saputra dan Auliya Mega Widyanti. Keduanya juga pertama kali mengikuti ajang ini, dan ini sebagai ajang pembelajaran untuk bisa bertukar kemampuan di bidang Contact Center dari masing-masing perusahaan.

 

Robby si penggila basket
Robby si penggila basket

Robby si penggila basket yang mampu menghapalkan seribu nama pemain basket ini terlihat bersemangat sekali. Dia membawa basket ke dalam “area bertanding”. Sesekali dia memantulkan basketnya ke lantai. Ia mencoba menampilkan keahliannya di depan juri. Eiits… tunggu dulu, dia tidak bermaksud untuk mengajak bertanding para juri, Robby bermaksud menuangkan passion-nya ke dalam materi presentasi yang akan dipresentasikan di depan juri.

 

Senada dengan Robby, yang mengangkat tema dari ‘hobi’ yang disukai, Dahlia yang merupakan kontestan dari PT Pertamina, juga melakukan hal sama. Dia memilih tema tentang dunia balap khususnya Formula 1. Pemilihan tema ini, juga didasari oleh kebanggaan akan Petamina yang menjadi sponsor Rio Haryanto di ajang Formula 1. Ajang balap mobil bergengsi di dunia ini, membawa nama Indonesia semakin dikenal. Dari hobi yang berkesinambungan ini, meyakinkan Dahlia hanya dalam waktu tiga hari untuk menyusun bahan presentasi dalam kategori Team Leader.

Meskipun singkat, Dahlia berharap Pertamina akan menjadi salah satu pemenang dalam ajang TBCCI 2016. “Kami sudah ikut ajang ini sejak tahun 2009, dan kami pun pernah menjadi pemenang untuk kategori agent. Dengan pengalaman yang sudah kita miliki saya berharap Pertamina dapat menang kembali, tapi yang utama bagi saya adalah do the best, hasil belakangan,” seloroh Dahlia sambil menunggu giliran presentasi.

Auliya, salah satu kontestan AP2, yang juga bertanding pada TBCCI 2016 ini, mengusung tema pesawat. Dalam presentasinya Auliya begitu yakin untuk memperkenalkan AP2 di depan para juri yang rata-rata berasal dari kalangan akademisi. Sebagai perusahaan pengelola bandar udara, pesawat sudah menjadi hal biasa, suatu yang biasa bagi Aul, yang baru lima hari “mengecap” status sebagai pengantin baru ini yakin akan menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi ini.

Kategori Best of The Best

Pada TBCCI 2016, ada perbedaan yang ditampilkan yakni kategori Best of The Best, dimana peserta yang menang pada TBCCI 2015 atau tahun sebelumnya, ikut berlomba dalam kategori Best of The Best. Salah satu pemenang yang turut dalam kategori ini adalah Mariam Constantina Hakim yang merupakan kontestan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Merri, sapaan akrabnya merupakan pemenang keempat pada ajang TBCCI 2015. Meskipun sudah pernah menang di ajang tahun sebelumnya, tidak membuat Merri berbangga hati akan pencapaiannya di tahun lalu. Tapi ini menjadi ‘cambuk’ untuknya agar dapat memberikan penampilan terbaik di TBCCI 2016.

Kali ini, Merri tidak mengambil tema khusus, dia hanya menekankan bahwa bekerja itu sangat menyenangkan dan bekerja itu harus selalu happy, team leader itu bukan suatu jabatan tertinggi melainkan suatu amanah yang harus bisa kita laksanakan dengan baik. Menjadi yang pertama, targetnya tahun ini. Persiapan Merri untuk ajang ini, sekitar 3 bulan, dibarengi dengan kesibukannya bekerja. Dan selalu latihan di luar jam kerja, tetap improvisasi ditekankan asal tidak lari dari konteks.

Tips untuk lomba ini, tetap menjadi diri sendiri kalau menjadi orang lain, tidak bisa mengeksplor yang kita punya, menikmati apa yang kita kerjakan, kalau kita tidak menikmati apa yang kita kerjakan, maka tidak akan tercapai apa yang kita mau.

Selain Merri, Dwi Cahyani dari Infomedia yang merupakan pemenang dalam ajang TBCCI 2015, dalam kategori agent sebagai juara 3. Tahun ini, ia mencoba kembali di kategori team leader. Tema yang ia ambil yakni From Local Go Global. Sebagai pemenang di tahun lalu, tips dan trik Dwi adalah, harus percaya diri dan yakin dengan apa yang dipresentasikan secara benar, jujur. (AP2)

Gokilnya TBCCI 2016

Riuh terdengar di lantai 7 gedung Kalbis Institute, para peserta The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 mulai memenuhi pelataran lantai 7, dan beberapa peserta mulai masuk ke “ruang sidang” memulai presentasi individu.

Tahun 2016, merupakan tahun ke 10 diselenggarakannya lomba ini. Antusiasme para peserta terlihat dengan terdaftarnya 394 peserta dari berbagai perusahaan besar yang ada di Indonesia. Berbagai perusahaan besar terdaftar sebagai peserta lomba TBCCI 2016, yang terdiri dari badan pemerintah maupun swasta.

Ketua panitia ICCA (Indonesia Contact Center Assosiation) Andi Anugrah menuturkan, peserta lomba yang tiap tahunnya selalu bertambah menjadi bukti antuasiasme perusahaan-perusahaan terhadap perlombaan ini. Dengan adanya ajang ini, Andi berharap para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kreatifitas mereka. “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti ajang lomba tahun ini “ kata Andi.

Kehebohan tampak dari kontestan PT Telekomunikasi Indonesia, salah seorang peserta bernama Ihwal Periyasa sungguh tampak heboh, beberapa saat sebelum presentasi hingga keluar “ruang sidang” kehebohan masih tampak dari pria berkacamata ini. Bahkan kehebohannya makin menjadi-jadi saat dia mengeluarkan suara teriakan melengking usai keluar ruang sidang yang mengagetkan peserta yang lain. Kehebohan tersebut diakuinya sebagai pembawaannya yang memang rame, dan heboh. Dengan ikatan kain tenun yang melekat dikepalanya, pria gokil ini membawa balon berwarna merah serta berteriak-teriak dan jelas saja hal ini menarik perhatian para peserta lain. “Saya memang seperti ini mba, orangnya suka rame,” cerita Ihwal sambil tertawa lebar.

Dia memang begitu bersemangat mengikuti ajang ini. “Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang ini, dan saya sangat senang, bersemangat untuk mengikutinya,” pungkasnya.

Dalam presentasinya, Ihwal mengambil tema tentang Agent Social Media, Bolang. Alasan dipilihnya tema ini, karena sesuai dengan kepribadiannya yang suka petualang, traveling dan juga laut. Ihwal merasa yakin akan penampilannya di “ruang sidang”. Pria gokil yang mewakili PT Telekomunikasi Indonesia ini mengakui bahwa dirinya sempat grogi di dalam ruang sidang. “Penampilan yang tadi masih terdapat kekurangan,tapi saya tetap yakin dapat memenangkan lomba dan ini  merupakan kebanggaan dapat mewakili PT Telekomunikasi Indonesia dan dapat bertanding melawan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya,” Ihwal tersenyum lebar dan kembali bersorak-sorak.

Kehebohan Ihwal, didukung pula oleh “Tim Hore” Telkom Indonesia, yang terus memberikan support kepada para kontestan menggunakan balon berbentuk pensil berwarna merah. Kehebohan mereka sesuai balon merah yang dipegangnya “meriah euy”. Heboh dan kompak, seperti itulah tampak pandangan mata saat menyaksikan kontestan dan tim hore Telkom Indonesia.

Tim Hore PT Telkom Indonesia
Tim Hore PT Telkom Indonesia

Ada yang menarik dari salah seorang peserta individu kali ini. Lucky Nurhalim, salah seorang peserta dari PT Angkasa Pura II (Persero) menggunakan iket sunda. Jejaka asal bandung ini menggenggam erat instrumen kesayangannya. Pencinta alat musik angklung ini, dalam presentasinya akan memainkan sebuah lagu Sunda yang berjudul Manuk Dadali dan Pileuleuyan.

Kecintaan terhadap alat musik tradisional Sunda ini, menjadi salah satu alasan Lucky mengangkat tema tersebut. “Dengan mengangkat tema angklung ini, saya berharap dapat mempromosikan budaya tradisional Indonesia,” ujar pria 27 tahun yang pada 13 Agustus mendatang akan mengakhiri masa lajang.

Lucky dan angklung kesayangannya
Lucky dan angklung kesayangannya

Lucky yang gemar memainkan angklung sedari kecil mengatakan bahwa dirinya optimis dan berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang ini serta membawa nama AP2 menjadi salah satu pemenangnya.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh ICCA, saya berharap saya dan ‘selingkuhan’ saya (angklung) dapat memenangkan ajang bergengsi ini,” Lucky tertawa lebar sambil mengelus angklung kesayangannya. (AP2)