Jantung Perusahaan

Pernahkan pembaca menonton film Harry Potter? Apakah pembaca puas dengan film tersebut? Jika merasa puas, tentu pembaca akan menceritakan film tersebut kepada keluarga dan sahabat, bisa dengan bercerita secara langsung, maupun melalui telepon. Tentu pembaca seolah-olah sedang mempromosikan film tersebut kepada keluarga dan sahabat. Seperti itulah gambaran sebagai telesales.

Pria berkacamata bulat, dengan jubah hitam dan tongkat ini sekilas seperti tokoh yang diceritakan sebelumnya. Namanya adalah Dony Krisna Purnama, seorang telesales dari PT. Bank Central Asia, Tbk. Telesales memang bisa dikatakan seperti jantung perusahaan, karena melalui penjualan via telepon profit perusahaan dapat terdongkrak dengan lebih cepat. Dony menjelaskan mengapa dia bergabung dengan dunia contact center. Alasannya adalah tiga “full”, yaitu full of challenge, full of discipline, dan full of speed.

Karir Dony di dunia contact center sudah memasuki tahun ke lima. Awalnya sebagai agent contact center kemudian sebagai telesales. Sebagai seorang telesales, Dony menghadapi tantangan-tantangan antara lain The Barrier Wall, The Atmosphere, dan Penolakan. The Barrier Wall maksudnya adalah tembok penghalang yang ditujukan kepada dirinya sendiri. Perasaan-perasaan seperti rasa tidak bisa, rasa takut, dan perasaan bahwa usahanya sudah mentok sangat membatasi dirinya untuk maju. Tantangan kedua adalah The Atmosphere, atmosfer pekerjaan yang serba cepat dan padat
ini membuat Dony harus segera mengejar target-target perusahaan. Tantangan ketiga adalah Penolakan, yang mana ini merupakan tantangan terbesar bagi Dony. Sudah banyak penolakan yang dia alami ketika dia menawarkan produk BCA salah satunya berupa kartu Flazz.

Dony menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan ide dan kreativitas dengan three revolution. Revolusi pertama yang dilakukan pria yang sedang menempuh pendidikan di Institut Sains dan Teknologi Jakarta ini adalah revolusi mental. Revolusi mental ini Dony atasi dengan membuat daily potter, yaitu catatan untuk mencatat hal-hal baik yang dia alami. Fungsi revolusi mental ini adalah agar dirinya selalu tepat waktu, taat peraturan, dan berpikir positif. Revolusi kedua adalah dengan brain revolution yang berfungsi untuk merefresh pikirannya agar pekerjaannya
selalu fokus. Cara ini dia tempuh dengan memainkan short games. Dony percaya, dengan bermain game durasi pendek akan dapat membuat otaknya merasa segar kembali. Revolusi ketiga adalah time revolution. Dony menyusun flight bar yang berguna untuk mengetahui jam terbang nasabah-nasabahnya. Nasabah yang merupakan seorang pebisnis tidak akan dihubungi oleh Dony antara pukul 08.00-10.00. Selain itu dia juga menyusun key code untuk memberikan nomor kode nasabah, mana nasabah yang mudah dipersuasi, mana nasabah yang sulit dipersuasi. Untuk nasabah yang sulit dipersuasi, Dony mempunyai strategi jitu dengan mendengarkan, memuji langkah-langkah yang dilakukan nasabah tersebut, kemudian merayu nasabah tersebut dengan produk BCA.

Sebagai telesales yang padat pekerjaan, Dony tidak lupa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri. Dony terus belajar untuk memperluas wawasannya, salah satunya adalah belajar secara online melalui banyak media sosial. Dony juga rutin olahraga dengan bersepeda. Selain itu dia juga terus mengasah kemampuan suaranya dengan mengikuti voice talent dengan menjadi voice over untuk film Harry Potter yang ditayangkan oleh sebuah televisi komunitas.

Beberapa penghargaan juga pernah Dony raih antara lain sebagai Best Quality Service pada bulan Januari 2015 dan Best Telesales pada bulan Februari 2015. Menurut Dony, yang paling membanggakan adalah sebagai pemenang untuk ajang The Best Contact Center Indonesia 2014 dan berhak mengikuti benchmarking ke Singapura-Malaysia. Pencapaian kerjanya pun membanggakan, Service Quality dengan target 86% berhasil dicapai Dony 92%. Attendance yang ditargetkan 98% dicapai Dony sebanyak 100%. Successful Contact Rate yang ditargetkan 85% dicapai Dony sebesar 93% pada bulan Januari dan meningkat menjadi 95% pada bulan Februari.

Selain pencapaian kerja tersebut, ada lagi yang membanggakan Dony yaitu penjualan kartu melalui telesales. Penjualan kartu BCA yang ditargetkan 700 buah berhasil dia jual sebanyak 980 buah dalam empat bulan. Penjualan Flazz yang ditargetkan 400 buah berhasil dia jual sebanyak 790 buah dalam empat bulan. Terakhir, Dony menyebut dirinya seperti Harry Potter, yang merupakan kependekan dari happy, carry on, potential, dan interaction. (MZ)

Menjadi Agent yang Selalu Fit

Bekerja seharian tidak membuat agent yang satu ini menjadi malas-malasan di tempat duduk dan bekerja dengan cara yang begitu-begitu saja, namun sebagai agent dia harus selalu fit, semangat, dan sehat.

Presentasi yang dibawakan oleh Hario Rahadi ini memang temanya sport sekali. Namun tidak lupa di awal presentasi dia meminta para dewan juri untuk tersenyum selama lima detik. Maksudnya agar semuanya tetap semangat dan fit dalam menilai presentasi Hario. Hario merupakan seorang agent inbound dari PT Holcim Indonesia. Dia menjelaskan mengapa bergabung dengan dunia contact center. Alasan pertama adalah dia sangat menyukai berinteraksi dengan orang lain. Kedua, dia ingin mempraktekkan ilmu yang dia dapat semasa kuliah dulu, yaitu marketing. Alasan ketiga adalah dia ingin menjadi agent yang bertalenta. Sedangkan yang terakhir adalah dia ingin mengembangkan karir di dunia contact center melalui Holcim.

Pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1989 ini mengaku menghadapi beberapa tantangan yang tidak mudah dia hadapi. Menarik, karena dalam presentasinya dia menampilkan beberapa gambar superhero yang berbadan gemuk. Dia menyebutnya sebagai FAT yang merupakan kependekan dari frequently change shift, multimedia challenge and coverage, dan high risk taken. Pertama seringnya pergantian shift yang membuat para agent harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang sering berubah. Kedua, berbagai macam pertanyaan, keluhan, dan kritik tidak hanya disampaikan melalui telepon, namun juga melalui email, fax, SMS, dan aplikasi chatting yang harus direspon dalam satu jam. Kemudian yang ketiga, sebagai garda terdepan perusahaan, para agent menghadapi resiko ketika berhadapan dengan pelanggan.

Namun pria lulusan marketing communication dari STIKOM ini sigap dengan menyiapkan ide dan kreativitasnya. Ide tersebut dia beri nama GYM yang merupakan kependekan dari get balance life for work, priority, dan admin check and double check. Untuk menghadapi perubahan shift, Hario selalu menjaga dirinya tetap fit dan semangat dengan rutin melakukan olahraga dan bersenang-senang ketika jatahnya libur. Kedua, untuk menghadapi banyaknya pesan masuk, Hario memprioritaskan isi pesan. Jika isi pesan sangat penting, maka dia akan mendahulukan pesan tersebut. Sedangkan untuk yang ketiga, Hario melakukan pengecekan ulang agar tidak ada informasi yang salah, terlewatkan, maupun hal-hal lain yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan.

Melalui ide-ide tersebut, hasil yang diperoleh Hario antara lain adalah dia menjadi agent yang FIT (focus, intelegent, and trusted). Sedangkan tahapan yang dilalui untuk menjadi agent yang FIT, antara lain dengan think fit, get fit, dan stay fit.

Sebagai agent Holcim, Hario juga melaksanakan beberapa proyek besar perusahaan. Proyek tersebut antara lain tergabung dalam tim pembuatan website Solusi Rumah, tergabung dalam tim untuk quality assurance atau quality inspection, dan tergabung dalam tim audit payment transaction assurance.

Beberapa penghargaan pun telah Hario raih antara lain sebagai Best Agent untuk bulan Maret, September, dan Desember 2014. Sedangkan target perusahaan untuk availability time mencapai 89%, answered call mencapai 95%, dan service level agreement mencapai 98%.

Terakhir untuk mempromosikan dirinya, Hario menyebut dirinya sebagai pribadi yang harder and faster (dalam bekerja), better (dalam memberikan solusi), stronger (dalam kepribadian dan dalam bekerja), serta brighter (senyumnya). Karena menjadi sehat bukan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, namun untuk diri sendiri. (MZ)

Workshop Contact Center Analysis

CCA-baru

Persiapkan diri Anda untuk mengikuti Workshop Contact Center Analysis (CCA), 29 Februari 2016. Daftarkan segera, Buy 3 Get 1 Free! Informasi dan pendaftaran info@icca.co.id / yayu@telexindo.com, atau hubungi (021) 83795599.

Derap Langkah, AstraWorld di Panggung Aksi Contact Center Indonesia

Kompetisi Presentasi : The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Peserta Bersiap Menuju Panggung Aksi

PROLOGUE

Hari kedua dimulai pagi ini.
Setelah melewati fase test tulis di awal sesi
Mereka yang telah lolos, sebagian telah siap di sini.
Siap beraksi.

Datang dengan semangat sama, atau bahkan kian membara.
Berbalut busana aneka rupa.
Tak sabar menunjukkan aksi selanjutnya.
Segera.

 


 

 

07.30

Selasa, 5 Mei 2015, Gedung Balai Kartini lagi-lagi diisi oleh peserta – peserta kompetisi The Best Contact Center 2015. Hari ini, para utusan terbaik dari berbagai perusahaan ini akan saling mengkompetisikan ide – ide mereka di panggung utama. Ajang presentasi yang akan dibawakan di depan deretan dewan juri. Untuk kategori yang akan dilombakan hari ini adalah kategori manager, supervisor, team leader, trainer, dan quality assurance.

Tim AstraWorld, peserta di ajang ICCA kali ini, pada hari ini mengirimkan sepuluh peserta yang masing-masing akan berkompetisi mulai dari jam delapan pagi hingga dua siang. Ketika ditemui sebelum mulai presentasi, Ani (kategori Quality Assurance) dan Arnesto (Kategori Team Leader Inbound), mengaku merasakan ketegangan yang tidak kalah dengan ketika akan sidang kelulusan akhir.

“Terutama sih karena ini yang pertama kalinya buat kita,” ujar Ani ketika ditanya alasan yang membuat dirinya merasa tegang. Hal ini pun disetujui oleh Arnesto dan ditambahkan, “Namun kami sudah memaksimalkan usaha sebisanya, semua yang kita miliki akan kami keluarkan hari ini dengan harapan kita akan bisa presentasi dengan lancar, baik, dan tentunya bisa jadi pemenang.”

Tak hanya terukir di ekspresi keduanya, persiapan yang dilakukan memang tidak bisa dipandang ringan. Presentasi yang hari ini akan dibawakan, sudah dipersiapkan sejak satu bulan yang lalu. Sementara latihan untuk presentasi dilakukan secara intensif terutama selama seminggu terakhir.

AstraWorld - Aniyah, Peserta Kategori QADalam kesempatan ini, Ani dipercaya untuk membawakan presentasi tentang bagaimana AstraWorld menjaga kualitas agent call center dalam tim. “Jadi nanti yang akan disampaikan ke juri, adalah bagaimana selama ini kita sebagai quality assurance memposisikan diri sebagai sahabat untuk agent, supaya penyampaian feedback, coaching, dan penyampaian info bisa lebih lancar dan mudah dipahami oleh para agent,” tuturnya.

Memang, dari penuturannya, di AstraWorld, tim agent call center diperlakukan berbeda sesuai dengan kepribadian masing-masing. Tim quality assurance bertugas memantau kinerja tak hanya dari angka belaka. Tapi juga lebih memperhatikan pada sikap dan perilaku masing-masing agent selama delapan jam kerja, hobi, sampai dengan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungannya. “Yang terutama juga adalah senyum dan sapa setiap kali kita bertemu, di dalam kantor maupun di luar,” ujar Ani menutup perbincangan.

 

08.00

Menjelang pukul delapan pagi, panitia mulai mengambil peranannya. Mengarahkan tiap peserta yang teregistrasi menuju ruang tunggu di depan lokasi presentasi. Seperti kompetisi sebelumnya, ruangan presentasi pun dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu ruang Raflesia, ruang Cempaka, dan ruang Anggrek. Pada Ruang Anggrek dilombakan kategori Manager Inbound >100 seat, di ruang Cempaka dilombakan kategori Manager Inbound <100 seat, dan di ruang Raflesia dilombakan kategori Team Leader, Quality Assurance, Trainer, dan Supervisor.

AstraWorld - Ruang RaflesiaRuangan Raflesia sendiri diisi oleh beberapa kubikel – kubikel yang nantinya akan menjadi tempat bagi masing-masing peserta untuk berunjuk kreasi. Masing – masing peserta diberikan waktu total dua puluh menit untuk presentasi sekaligus menjawab pertanyaan. Pola yang digunakan dalam memberikan pertanyaan pun tampak tak biasa, Pertanyaan tidak diberikan langsung oleh juri, melainkan peserta dipersilahkan untuk mengambil sendiri pertanyaan dari fishbowl yang tersedia.

Tiap kubikel pun sudah diisi oleh sederet tempat duduk yang diperuntukkan bagi para dewan juri. Sayangnya, ketika para peserta mulai dipersilahkan masuk ke kubikel masing – masing, tim AstraWorld tidak diperkenankan untuk meliput jalannya kompetisi. Maka bersama dengan beberapa peserta lainnya, tim writing dari AstraWorld pun menunggu di ruang tunggu di luar Ruang Raflesia.

Berbeda dengan ruang Raflesia, menurut penuturan Hadi Mukhaiyar, peserta kompetisi Manager Inbound dari AstraWorld, ruang Anggrek adalah sebuah ruangan besar tanpa kubikel, dan masing-masing peserta diberikan waktu presentasi lebih lama, yakni tiga puluh menit.

 

08.20

Usai berunjuk aksi, para peserta terlihat mulai keluar dari ruang Raflesia dengan berbagai ekspresi. begitu pun dengan dua kontestan AstraWorld sebelumnya, Arnest dan Ani keluar dari ruangan berselang beberapa menit satu sama lain, dengan senyum cerah nampak jelas di wajah mereka.

Ketika dimintai pendapat, Arnest mengaku tidak terlalu deg-degan selama presentasi. “Namun yang membuat tegang itu adalah karena jurinya terlihat dingin sekali. Selama ini kan latihannya selalu bersama rekan-rekan yang selalu tersenyum ramah.”

Selesai presentasi, Arnest mendapat pertanyaan berupa bagaimana membuat kerjasama tim semakin kompak. “Salah satunya jawaban saya tadi yaitu, bila ingin tim semakin kompak kerjasama, ya harus mau turun ke bawah, rasakan apa yang mereka rasakan. Selain itu yang penting juga ajak outbond atau acara have fun di luar kantor. Misalnya nonton atau olahraga bersama.”

Memang, adalah sebuah budaya di AstraWorld, call center agent bukan hanya dilihat sebagai sekedar agent ataupun pegawai yang hanya dinilai kompetensinya saja. Namun juga dilibatkan dalam aktivitas-aktivitas agar membuat tim semakin solid.

 

09.45

AstraWorld - Triantoro, Peserta Kategori SupervisorKompetisi nampak berjalan lebih cepat dari rencana. Segera, peserta dari AstraWorld yang dijadwalkan untuk presentasi pada pukul sepuluh lewat lima belas menit pun sudah mulai dipanggil untuk memasuki ruangan, empat puluh lima menit lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan.

Sementara itu, beberapa peserta dari AstraWorld yang telah menyelesaikan presentasi pun berkumpul untuk menyemangati sekaligus berbagi kisi – kisi dengan peserta lain yang belum mulai presentasi.

Ketika ditemui kala sedang berbagi pengalamannya selama presentasi tadi, Hadi Mukhaiyar, peserta kategori Manager Inbound dari AstraWorld, memberikan beberapa tips seputar presentasi. “Yang penting adalah bahkan dari langkah pertama memasuki ruangan pun kita tetap harus menjaga motivasi kita agar tidak down. Karna kalau sudah down di awal, akan susah untuk menjaga mood fokus selama presentasi.”

Hadi sendiri ketika dimintai pendapat, mengaku tidak terlalu tegang ketika ia melakukan presentasi tadi. “Ternyata presentasi di depan managemen malah lebih menegangkan. Tapi mungkin justru karena sudah terbiasa selama latihan presentasi di depan rekan-rekan AstraWorld dan tim managemen serta pak Bambang (CEO AstraWorld, red), jadi ketika tampil tadi tidak terlalu deg-degan meski jurinya orang – orang hebat semua.”

Selain itu, menurut Hadi hal yang sulit dari presentasi tadi adalah bagaimana ia harus menjaga mood juri agar tetap tertarik pada presentasi yang ia bawakan. “Memang dari sepuluh juri tidak akan semuanya tertarik dengan materi yang kita bawakan, memang wajar seperti itu. Makanya itu bagaimana caranya sesekali kita buat penekanan-penekanan agar informasi yang kita sampaikan bisa menarik minat mereka dan para juri kembali memperhatikan apa yang kita sampaikan.”

 

11.15

AstraWorld - Yelyel Mendukung Peserta Yang Akan PresentasiPeserta terakhir dari Team AstraWorld hari ini ditutup dengan penampilan Yanuar Fajarsunarimo. Presentasi yang dijadwalkan pada pukul 13.10 agaknya juga akan maju lebih awal. Tak lupa, sebelum memasuki ruangan., kontestan lain yang telah selesai menjalani sesi dan juga rekan kerja yang sengaja datang memberikan dukungan ikut memberikan semangat dengan melakukan foto dan yel-yel. “Go go Yanuar, AstraWorld Bravo,” ujar mereka kompak. Tepuk tangan semarak tak lupa diberikan, mengiringi langkah Yanuar menuju panggung aksi.

 

12.10

Ditemui usai menjalani sesi presentasi, Yanuar terlihat lebih santai meski masih ada rona ketegangan disana. “Pengalaman sebagai seorang trainer sangat membantu saya,” ujarnya terlihat optimis. Lewat penuturannya Yanuar mengungkapkan cukup sulit menjaga perhatian juri terus tertuju selama presentasi. “Sama seperti yang disampaikan rekan sebelumnya, para juri sepertinya memang di-setting agak dingin untuk membuat peserta jadi down. Dan saya harus melakukan beberapa improvisasi untuk bisa menarik perhatian.”

Namun tak dipungkiri, rona kepuasan terpancar jelas dalam ekspresi Yanuar. Lega bercampur optimis akan hasil yang akan dicapai berkat persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Yakin menang? Tentu saja,” tutupnya.

Bersamaan dengan selesainya presentasi dari Yanuar, tim AstraWorld pun sudah menyelesaikan rangkaian lomba hari ini, dan bersama-sama kembali menuju kantor AstraWorld untuk melanjutkan aktivitas.

 

12.50

Sementara itu di Balai Kartini kompetisi masih berlangsung. Setelah jeda makan siang selama kurang lebih satu jam, kompetisi pun kembali dilanjutkan. Panitia mulai memanggil kembali nama-nama yang akan melakukan sesi presentasi di paruh kedua siang ini.

AstraWorld - Panitia Bersiap Memanggil Peserta

Suasana dari para kontestan terlihat sama seperti yang sebelumnya, segar dan masih semangat. Dukungan yang diterima juga seolah tak mau kalah. Terdengar jelas dari sorak sorai dan tepuk tangan antusias mengiringi tiap peserta sebelum memasuki ruangan.

 

14.45

Menjelang akhir acara pada hari ini, kelompok peserta terakhir tampak keluar ruangan lebih awal dari yang telah dijadwalkan.

AstraWorld - Para Peserta dan Tim Pendukung Menunggu di Depan Ruang Raflesia

Berdasar keterangan yang didapat dari team panitia, majunya acara ternyata disebabkan oleh karena adanya beberapa peserta yang tidak hadir. Menurut Pak Andi, “Ternyata average presentasi peserta lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Dan juri nggak mau nunggu sesuai jadwal, jadi peserta yang sudah siap langsung dipersilahkan untuk masuk.”

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, mengingat beberapa peserta dari AstraWorld sendiri yang diberi waktu presentasi 20 menit hanya menggunakan 16 hingga 18 menit. Oleh karena percepatan waktu ini, para panitia memprediksi acara akan selesai satu jam lebih cepat dari pada yang dijadwalkan.

 


 

EPILOGUE

Berbeda dengan tes tulis yang diadakan sebelumnya. Pengumuman pemenang pada sesi presentasi kali ini masih jadi misteri. Menunggu hingga malam penghargaan yang akan dilangsungkan pada Juni tanggal 2 nanti. Kami mohon dukungan dan doa restu Anda selalu.

 

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Photo Team