Semangat Penilai Sang Jawara

Reportase team PermataTel

Management Manusia

Dari sederet nama pakar manajemen tingkat dunia, nama Peter F. Drucker tidak pernah terlewat disebut, sebagai orang yang pernah menjadi murid John Mynard Keynes di Cambridge University, Peter F. Drucker membalikkan pendapat umum tentang manajemen. Baginya, manajemen bukan hanya mengatur komoditas, melainkan ilmu tentang manusia dan kinerjanya. Menurutnya manajemen adalah kerja dan fungsi yang memungkinkan orang untuk memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya sehingga akhirnya orang tersebut dapat berprestasi. Melalui manajemen, orang,atau lebih tepatnya karyawan, dapat merealisasikan visi dan misi institusi tempat ia berkarya, memperlancar kerja menjadi produktif, serta mengelola dampak dan tanggungjawab sosial. Dengan demikian menjadi jelas bahwa dimata Peter F. Drucker faktor manusia dan perilakunya merupakan titik tolak bagi perusahaan atau lembaga untuk berprestasi. Inilah inti manajemen yang dikembangkan dan diperkaya oleh para pakar manajemen hingga saat ini. Sebuah manajemen yang tidak hanya mengelola keterampilan melainkan juga dalam mengelola manusia.
 
Demikian juga prinsip manajemen yang diaplikasikan dalam ajang bergengsi seluruh penyelenggara contact center se-Indonesia yang dikenal dengan “The Best Contact Center Indonesia 2015”, dimana insan yang bergerak dibidang Contact Center se-Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya. Hingga pada akhirnya orang tersebut dapat berprestasi yang memberikan kebanggaan bagi dirinya maupun institusi yang diwakilinya. Terlebih lagi, mampu memberikan citra positif bagi perusahaan yang dibawa dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2015 ini. Disinilah seluruh peserta bersaing untuk meningkatkan kompetensi diri secara lebih maksimal, dimana seluruh insan praktisi contact center beradu visi, misi, ilmu, dan pengalaman selama bertahun-tahun. Pantaslah jika disebut sebagai ajang pembuktian kemampuan yang layak uji dan pantas disebut sebagai The Best Contact Center Indonesia 2015.

Beberapa perusahan maju, memiliki prinsip : Jika ingin melihat baik tidaknya kinerja suatu perusahaan maka lihatlah Call Center nya. Tidaklah berlebihan, karena Call Center atau Contact Center sebagai gerbang dan ujung tombak dalam memberikan pelayanan yang prima terhadap nasabah. Dengan kata lain, Call Center menjembatani hubungan positif antara perusahaan dengan nasabahnya, sekaligus sebagai pembangun citra positif perusahaan di mata public.

Semangat Para Juri

Wouw…!!! sudah masuk hari kedua kompetisi presentasi The Best Contact Center Indonesia 2015. Panitia maupun juri rupanya tak mau kalah semangat dengan para peserta. Di lokasi tempat berlangsungnya lomba, mereka masih menunjukkan semangat 45.
Tepat pukul 8:00 pagi tim peliput dan Juri dari PermataTel tiba di Balai Kartini di jalan Gatot Subroto, Jakarta. Memasuki ruang lomba, situasi di meja registrasi sudah cukup lengang. Hal ini dikarenakan peserta dan juri setelah melakukan registrasi, langsung menuju ruang masing-masing. Peserta menuju ruang tunggu untuk menunggu giliran presentasi.

Agenda hari kedua lomba tanggal 6 Mei 2015, presentasi dari kategori Agent English 100 dengan jumlah peserta 13 orang, Agent Inbound seat 150 dengan jumlah peserta 22 orang, dan Agent Inbound seat 31-150 dengan jumlah peserta 32 orang. Berikutnya kategori Agent Premium dan Agent Social Media masing-masing dengan jumlah peserta 20 dan 22 orang. Ada juga kategori Back Office yang diperlombakan dengan seat > 30, 31-100 dan seat > 150 dengan total peserta 47 orang. Bicara soal jumlah peserta yang sedemikian banyak, selain dibutuhkan semangat, tentulah butuh stamina yang prima, terutama bagi team juri. Pengalaman menjadi juri di ajang ini disampaikan oleh Oesman Suryata, selaku Head of Call Center Bank Permata. Menurut Mas Oe (sapaan sehari-harinya), yang sudah bertahun-tahun menjadi juri mengatakan “salah satu tantangan terberat yang akan dialami para juri adalah rasa kantuk, apalagi proses penjurian hanya satu arah saja, yaitu hanya mendengarkan dan melihat para peserta mempresentasikan makalahnya. Para juri tidak diperbolehkan bertanya kepada peserta, jadi hanya menilai saja, dalam waktu yang lumayan lama”.

Pada hari kedua ini, juri dari team PermataTel untuk kategori Agent Inbound seat 31-150 adalah Wulansari yang sering dipanggil Bundo. Wanita keibuan ini merupakan salah seorang Supervisor Inbound Banking di PermataTel. Selanjutnya ada Sarah Yuliana atau Mbak Sarah, seorang Trainer di Permatatel yang dikenal supel dan ramah. Masih dikategori yang sama ada Derahmat Setianto atau Mamato, merupakan Supervisor di unit Inbound Credit Card. Pria jangkung ini dikenal sebagai penyuka olah raga futsal dan sepak bola.
Untuk kategori Agent Social Media, yang merupakan bagian dari team juri dari PermataTel adalah Putu Widdi Lindiany yang akrab disapa Mbak Lindy, seorang Supervisor di unit Call Center Operation yang murah senyum.
Terakhir Juri dari PermataTel yang hari ini menjadi bagian dari juri kategori Agent English seat < 100 adalah Sahat Hermawan Naibaho atau Bang Sahat. Pria berkacamata ini merupakan staff di Unit Operational Assurance. Dikenal suka melempar Joke, Bang Sahat yang juga salah satu team konseling di PermataTel ini memiliki banyak pengalaman di dunia kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga sering dijadikan tempat curhat bagi juniornya.

foto juri

Semangat para Juri di ajang lomba kali ini patutlah ditiru dan diacungkan dua jempol. Simak komentar Bang Sahat yang sempat diwawancarai, beliau mengatakan “ Benar-benar exciting terlibat sebagai juri di ajang seperti ini, peserta sangat creative dan bertalenta. Sangat menyenangkan karena peserta banyak mengeluarkan ide-ide yang fresh. Especially untuk Agent English, nggak nyangka banyak anak daerah yang talented.”
Bang Sahat juga bersedia jika tahun depan diminta lagi menjadi juri. Menurutnya, latar belakang juri yang berbeda-beda memberinya kesempatan untuk bertukar pendapat dan sharing informasi.

Begitu juga Bundo, yang mengungkapkan “ dari awal aku senang banget karena sudah diberi kesempatan menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia 2015. Rasa penasaran pada tiap penampilan yang membuat aku nggak jadi ngantuk. Apalagi jika ada penampilan yang unik, seperti hari ini, salah seorang peserta dengan pakaian dalang, lengkap dengan wayang dan kendi, prolognya juga ngedalang. Wouw…tema yang dipresentasikannya pun sesuai, lho…!’

wayang

Ada juga komentar dari Mamato “Selama menjadi juri suasana di tempat penjurian tenang tapi mengasyikkan. Cara peserta menyampaikan presentasi penuh ide dan creative. Ada yang sambil bernyanyi, ada juga yang semangatnya berkobar-kobar. Bahkan ada lho, yang menyertakan pantun. Pokoknya, semua peserta baik kostum dan cara meyampaikannya keren-keren dan nggak ngebosenin, deh…!”.
Mamato juga bersedia jika tahun depan dipilih kembali menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia.
Lindy yang dihubungi secara terpisah menyampaikan kesannya “ banyak pengalaman dan excited !”. Menurutnya banyak hal yang bisa diimplementasikan dalam pekerjaan sekembalinya menjadi juri. Berbagai tantangan dalam pekerjaan diurai dengan apik oleh peserta presentasi, contohnya seperti : bagaimana menghadapi Gen Y yang identik dengan gadget padahal di Call Center tidak diperkenankan membawa HP.
Lindy menambahkan, ada peserta dari Garuda Indonesia yang menurutnya unik dan mencuri perhatiannya. Gadis yang menyebut dirinya Uthe the explorer, mengaku merasa ada kesamaan antara dirinya dengan Dora. Mengenakan kostum Dora lengkap dengan rambut poni dan ransel, menurut Lindy, Uthe menjelaskan bahwa sebagai advisor penerbangan dirinya harus selalu update informasi dan mampu mengarahkan pelanggan.
Lalu apa hubungannya dengan Dora ? “Dora suka berpetualang dan Uthe suka traveling”, cerita Lindy sambil tersenyum. Walaupun tidak secara langsung bepergian namun bagi Uthe sebagai advisor penerbangan membuatnya serasa menjelajah dunia.
Lindy menutup wawancara dengan kesediaannya menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia tahun depan.

Agar semangat tetap terjaga…. ingatlah petuah orang tua :
”Bangunlah ketika yang lain sedang tertidur.
Berjalanlah ketika yang lain sudah bangun.
Berlarilah ketika yang lain sedang berjalan.
Terbanglah ketika yang lain sedang berlari.
Dan…..ketika yang lain terbang, maka kita telah Sukses”

Bravo Peserta dan Juri TBCCI 2015…lanjutkan terus perjuanganmu..!

Salam PermataTel