Pekerjaan yang Layak Dibanggakan

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi ketika para peserta lomba The Best Contact Center Indonesia berkumpul di lantai tujuh Kalbis Institute untuk registrasi dan mempersiapkan diri tampil di hadapan juri. Salah satu event bergengsi yang diadakan oleh Indonesia Contact Center Association ini ditujukan untuk mencari perusahaan Contact Center terbaik di bidangnya. Maka tidak heran, masing-masing peserta berkutat dengan kegelisahan dan kecemasannya sendiri, ada yang terus berlatih, menarik nafas, bahkan ada yang hanya sekedar berdoa untuk mengalihkan rasa khawatirnya. Mereka berdandan cantik, merapikan pakaian, dan memakai wewangian yang sangat menarik dengan harapan dapat memberikan penampilan terbaiknya.

Tak hanya gugupnya peserta yang dapat dirasakan, namun juri pun memiliki keresahan sendiri dalam menilai. Penilaian yang objektif, standar tertentu yang digunakan, serta kejujuran mereka lah yang akan menjadi tolok ukur untuk menghasilkan pemenang dari semua rangkaian lomba yang diadakan mulai dari tanggal empat Juni dan akan berakhir pada dua puluh lima Juli nantinya. Juri yang ikut berkontribusi dalam lomba yang diadakan dalam tiga kategori ini, yakni individu, teamwork, dan talent tidaklah sembarangan, ada proses yang harus dijalani untuk dapat menjadi juri dalam kegiatan besar ini.

Demikian juga yang dialami oleh salah satu juri dalam kegiatan hari ini, Ibu Henny Setyawati. Sosok luar biasa berumur empat puluh sembilan tahun ini sudah dua kali periode menjadi juri dalam perhelatan acara besar tahunan tersebut. Bagi sebagian orang yang sudah mengenal beliau, ibu yang selalu ramah dan santun ini adalah seorang yang cukup aktif dan energik. Tidak heran bila melihat namanya terpampang di banyak kepanitiaan dan acara hebat di luar sana, sungguh seorang yang patut menjadi teladan. Baginya, The Best Contact Center Indonesia, atau yang sering disingkat TBCCI ini adalah ajang bagi para agent Contact Center untuk unjuk diri dalam menunjukkan pesona mereka ke dunia luar.

Beliau adalah sosok yang sangat tangguh dan layak menjadi gambaran wanita sesungguhnya di zaman modern ini. Selain sebagai ibu yang baik bagi puteranya, ia harus menjalani kehidupan hubungan jarak jauh dengan sang suami yang bekerja di wilayah Sumatera Utara sana. Tapi baginya, hal itu bukanlah menjadi kendala. Ibu yang juga menjadi pengurus warga, dana pensiun, dan kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya ini mengaku bahwa dengan berbagai sisi kehidupan yang ia jalani selama ini, itulah yang membuat ia menjadi semakin kuat. Ia selalu menanamkan mental untuk hidup mandiri dan disiplin yang membuat sosoknya menjadi semakin dikagumi dan powerful di mata orang lain.

Seperti pada lomba yang dilaksanakan pada hari ini, bertajuk Agent pada dunia Contact Center, juri yang sekaligus kepala kantor Layanan Informasi dan Pengaduan Direktorat Jenderal Pajak atau lebih dikenal Kring Pajak, memiliki kesan tersendiri. Beliau memaparkan bahwa dengan menjadi juri, ia cukup banyak belajar dari para peserta. Ada beberapa hal yang bisa ia perhatikan, selain untuk perbaikan proses bisnis Contact Center di bawah tanggung jawabnya, beliau menjelaskan bahwa banyak hal ia bisa terapkan untuk perbaikan ke depannya. Dimulai dari mendengarkan presentasi, paparan, mengevaluasi presentasi tersebut, beliau bisa melihat seberapa besar kualitas yang sudah dimiliki oleh instansi yang ia emban dibandingkan yang lain.

Tepuk tangan yang cukup meriah dari para supporter cukup mengagetkan kami yang sedang asyik berbincang. Para peserta yang membawa banyak pendukung membuktikan bahwa kehadiran mereka sangat membantu untuk memberikan semangat bagi yang akan berjuang membawa nama baik perusahaannya. Sebagai agent Contact Center, mereka membuktikan bahwa pekerjaan ini tak dapat diremehkan. Cara bertutur kata yang baik, perilaku yang santun, terbiasa menjalani disiplinnya waktu, membuat para peserta ini berbeda dengan kebanyakan pegawai lainnya. Walau terkesan tak kasat mata karena harus bekerja di balik telepon bermodalkan suara dan senyuman, semua peserta berhasil mengenyahkan pendapat sebagian besar orang bahwa pekerjaan ini tak berharga dan mudah dilakukan. Sebaliknya, tak semua orang dapat melakukannya tanpa dilandasi pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Hal ini dibenarkan oleh juri cantik dan bertalenta ini. Beliau menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai seorang agent bukanlah hal yang dapat dilakukan setiap orang. Semua pegawainya harus diberikan dan dibekali pelatihan yang baik sehingga mampu melayani masyarakat dengan tulus, tuntas, dan berkualitas, sesuai motto dari Kring Pajak sendiri. Hal ini juga dapat dilihat dari seberapa banyak tantangan yang harus beliau lalui ketika berhadapan dengan para agentnya, seperti bosan dengan pekerjaan, jenuh, salah paham, atau demotivasi dengan kehidupan Contact Center. Beliau menuturkan bahwa kepala kantor yang baik sudah selayaknya bisa menjadi ibu, kawan, bahkan kepala sekolah bagi pegawainya, yang tahu kapan harus menasihati dengan lembut atau memberikan teguran dengan agak keras untuk kebaikan bersama.

Kompetisi nasional yang ada di negara lain di bidang Contact Center, cukup menonjolkan keahlian yang dimiliki oleh para pesertanya, beliau menambahkan. Agent di negara-negara maju dan berkembang lainnya sangat bangga akan pekerjaannya dan menganggap bahwa bekerja sebagai seorang agent bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sebelah mata. Hal inilah yang sangat diharapkan beliau sebagai juri, bahwa pada akhirnya semua peserta lomba menjalani kehidupan Contact Center sebagai sesuatu yang pantas dinikmati dan menghargai setiap proses pekerjannya.

Matanya terpana pada sosok di seberang ruangan, senyumnya ia torehkan pada pria kecil yang sedang berdiri tegak dan berhasil menjadi juara pada lomba yang sama satu tahun yang lalu. Ya, seorang yang berkekurangan tapi mampu membuktikan bahwa ia lebih dari orang normal sebayanya. Pria itu tersenyum kembali pada sang juri, secercah harapan dan semangat mengalir pada tatapan matanya. Sorotnya seakan mampu memberikan dorongan bagi peserta lain, bahwa ketika kita memiliki kemauan dan tekad yang kuat maka keberhasilan akan mengikuti. “Young, Smart, Amazing!”, pada akhirnya sang juri berpesan pada semua peserta lomba hari itu, khususnya pada pegawai tempatnya mengabdi, Direktorat Jenderal Pajak.