Para Pengambil Kesempatan

Juri Sang Penilai

Matahari belumlah sempurna menampakkan jati dirinya, sebagai bukti hari sudah berganti. Team juri dari perwakilan Bank kami sudah tampak hadir di gedung Bank Permata Tower III, Bintaro. Ya… mereka adalah perwakilan juri-juri pada perhelatan Lomba The Best Contact Center Indonesia 2015. Dengan penuh semangat mereka bergegas menuju Balai Kartini yang beralamat di Jln Jenderal Gatot Subroto sebagai juri pada seleksi tahap dua.

Hadir tepat waktu adalah kewajiban, dan mereka adalah sebagai bagian dari juri vote lock. Juri vote lock merupakan bagian dari juri independent, berasal dari praktisi Contact Center yang ditunjuk untuk mewakili perusahaan masing-masing. Juri vote lock juga dituntut objective dalam melakukan penjurian para peserta.

Pihak ICCA mensyaratkan untuk juri vote lock memiliki jabatan minimal supervisor dan telah bekerja diperusahaan tersebut minimal 1 tahun. Pada lomba kali ini, pengurus ICCA juga berperan sebagai juri independent. Selain itu, ICCA juga mengundang Akademisi dari perguruan tinggi atau Universitas sebagai juri independen lainnya. Diambil dari update terakhir ICCA, bahwa beberapa universitas yang sering mengirimkan akademisi untuk menjadi juri diantaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Binus, Trisakti, Atmajaya, Dharma Persada, BSI, UBK, YAI, UKI, UNJ dan beberapa universitas di Jakarta. Semua juri yang bertugas merupakan perwakilan universitas yang diundang panitia dan dikonfirmasikan secara resmi. Untuk juri akademisi persyaratannya adalah Dosen dengan lulusan S1 untuk kategori Individual dan S3 untuk kategori Korporat.
Juri akademisi memiliki background disiplin ilmu yang beragam seperti dosen komunikasi, psikologi, ilmu komputer, management dan teknik industri.
Kehadiran beberapa akademisi sebagai juri menjadi warna tersendiri, yang akan memberikan penilaian dari segi teori, seperti ilmu komunikai, teknik presentasi dan proses bisnis. Hal ini dapat mengimbangi penilaian dari juri praktisi. Perbandingan antara juri akademisi dengan juri praktisi berimbang 50% – 50%.

Pada penjurian hari pertama, tanggal 5 Mei 2015 dilombakan beberapa kategori yang meliputi Manager, Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer dan Quality Assurance. Kategori Manager terdiri dari Manager Customer Service 100. Kategori Supervisor, dengan seat 100 diikuti 17 peserta. Kategori Team Leader Inbound seat 150 diikuti sebanyak 18 peserta, dan untuk Team Leader Inbound seat 31-150 diikuti sebanyak 27 peserta. Selain itu juga dilombakan untuk kategori Trainer dan Quality Assuarance.

Pada lomba kali ini akademisi/dosen yang menjadi juri pada kategori Supervisor dengan seat 100 berasal dari Bina Sarana Informatika diwakili oleh Nita Merlina, M.Kom. Universitas Indonesia mengirimkan Dian W dan Dr.Farid Hamid, M.Si. Sedangkan Universitas Mercubuana diwakili oleh Ira Purwitasari S.Sos,M,Ikom.

Pada kategori Team Leader I/B< 30 dari akademisi atau dosen sebagai juri : H. Ahmad Ishaq, M.Kom dan Ida Zuniarti, SE,MM dari Bina Sarana Informatika. Dr Henni Gusfa, M,Si, Bapak Nuraton dan Bapak Rahmadya Putra Nugraha, M.Si dari Universitas Mercubuana. Tentunya masih banyak lagi para akademisi atau dosen yang ikut penjurian
beberapa kategori lain dalam lomba kali ini.
Juri sang penilai

Fasilitas Layar TV 50 Inchi

Pada lomba kali ini, panitia tidak lagi menyediakan layar proyektor untuk presentasi para peserta, melainkan menggunakan layar televisi ukuran 50 inchi di masing-masing ruangan serta pointer untuk membantu peserta dalam membawakan presentasinya.
Andi Anugerah selaku Pimpinan ICCA menjelaskan, televisi layar lebar yang digantung keatas sengaja digunakan untuk memudahkan interaksi peserta saat presentasi. Lebih lanjut Andi menambahkan, dibandingkan dengan menggunakan layar proyektor,dimana posisi proyektor yang berada dibelakang peserta akan mungkin dapat menghalangi pandangan juri ke layar ketika peserta sedang presentasi. Tentu hal ini menjadi pengalaman luar biasa dan berharga bagi peserta yang sebelumnya terbiasa menggunakan layar proyektor dibanding menggunakan layar televisi lebar untuk media presentasinya.

Para Pengambil Kesempatan

Masih ditempat dan gedung yang sama, di Balai Kartini, beberapa panitia sudah siap menyambut team juri dan peserta. Panitia mengarahkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Setelah registrasi para team juri berpisah ke ruang masing-masing untuk mengikuti briefing sesuai katagori penjurian.

Di sisi lain, setelah registrasi sebagian dari peserta ada yang duduk-duduk menunggu sambil membaca makalah atau bahan presentasi. Di salah satu sudut ruangan ada team peserta yang berkumpul, mereka berdoa bersama dilanjutkan dengan teriakan yel-yel pemberi semangat.

Rata-rata peserta pada hari pertama presentasi ini sudah berpengalaman mengikuti kompetisi ICCA. Andrian, salah satu peserta kategori Supervisor dari Bank DKI mengatakan bahwa tahun lalu sudah pernah ikut dan mendapatkan predikat Bronze, sehingga optimis dengan target tahun ini minimal mendapatkan predikat Gold. Berpenampilan all out ala Abang Jakarte, kali ini Iyang, sapaan akrabnya, akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk memukau juri saat presentasi.

Ike, dari Bank Mandiri melaju dengan kategori Supervisor. Saat dijumpai setelah keluar dari ruang presentasi Ike mengaku merasa cukup lega telah melewati 1 tahapan kompetisi. Saat ditanya kesannya, Ike mengatakan sebelumnya sudah pernah mengikuti kompetisi presentasi ICCA sehingga cukup punya gambaran dan pengalaman menghadapi presentasi ini.

Lain lagi dengan Rini, peserta dari Bank Mandiri untuk kategori Team Leader mengaku merasa gugup walaupun tahun sebelumnya sudah pernah mengikuti presentasi untuk kategori agent. Saat ditemui team reportase dari PermataTel, Rini masih menyempatkan membaca materi presentasi yang akan dibawakan dan sedikit latihan monolog. Saat sudah masuk ke kubikal ruang presentasi, pintu ditutup rapat., hanya terdengar suara peserta yang membawakan materi dengan antusias dan berapi-api.

Para peserta terlihat berpakaian dengan sangat rapi dan formal. Peserta pria mengenakan jas dan dasi, sementara yang perempuan berbalut busana blazer resmi, bahkan ada yang mengenakan kebaya formal, karena mereka tahu bahwa salah satu kriteria penilaian presentasi adalah kesesuaian busana dengan materi. Ada juga peserta yang berpenampilan beda, karena penampilan peserta sepertinya mencerminkan materi yang akan dibawakan. Sebagian peserta memilih mengenakan kostum tematik, seperti dari DBS menggunakan kostum incredible lengkap dengan barbel dari bahan karton. Peserta dari perusahaan lain memakai kostum dalang lengkap dengan wayang. Wow…Jadi penasaran presentasinya seperti apa ya?!

Peserta dari KAI tampak mengenakan kostum masinis, mudah-mudahan keretanya tidak ikut dibawa ya… just joke !
Ada juga peserta yang berbusana casual dengan atribut perusahaan masing-masing,seperti Bank Mandiri, lengkap dengan jeans, sepatu kets dan kemeja berlogo perusahaan.

Pada lomba tahun ini mereka akan berjuang dengan segenap ilmu, pengalaman dan kreatifitas untuk mendapatkan nilai terbaik. Salah satu peserta bahkan sampai menginap di Five Hotel (belakang Kartika Chandra) untuk persiapan presentasinya. Pada Lomba inilah akan terbayar kerja keras mereka, keuletan dan niat baik mereka.
busana 1

busana 2

Apapun busana yang mereka kenakan, apapun persiapan yang mereka lakukan…. yang pasti tercatat di hati kami adalah :

Merekalah para pengambil kesempatan yang bijak.
Mereka berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada dengan segera.
Mereka yakin kesempatan itu tidak datang dua kali… dan inilah tempatnya.
Mereka dapat tunjukkan sejauh mana mereka berkembang di bisnis Contact Center Indonesia.

Merekalah para Pengambil Kesempatan.
Mereka tetap yakin, walaupun telah mengetahui bahwasanya dalam setiap kompetisi hukum alam itu nyata adanya …. selalu ada yang akan menjadi winner ataupun looser.
Namun mereka adalah pribadi-pribadi yang dewasa dan tangguh dalam menyikapi kemenangan ataupun kekalahan.

Menang atau kalah bukanlah masalah, karena yang terpenting adalah semangat untuk memacu diri dalam menata paradigma dalam berpikir lebih positif. Mereka syukuri keberadaan mereka disini, diajang lomba The Best Contact Center Indonesia 2015.

Ada Petuah bijak yang menggambarkan keberadaan para peserta :
”Jika Salah, Perbaiki,
Jika gagal, coba lagi,
Jika Menyerah,maka semua telah usai”

Bravo Peserta dan Juri TBCCI 2015…lanjutkan terus perjuanganmu..!

Salam PermataTel