Si Cantik dan Pak Penghulu Terbang Ke Macau

We love Tuesday morning … cahaya mentari menyongsong hari yang cerah 5 Mei 2015, dengan terik indahnya mengiringi kami melaju ke arah Balai Kartini yaitu gedung yang menjadi salah satu kebanggaan kami di Jakarta. Well … Kami sang pemberi semangat juang untuk para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 melaju dengan kecepatan rendah ditemani the best song di salah satu siaran radio Ibu Kota yang mengalun bersama putaran stirnya Pak sopir kantor kami. Lihatlah teman.. begitu bersemangatnya kita dalam unjuk gigi memperlihatkan bahwa Indosat Mega Media yang tercinta ini mempunyai begitu banyak insan yang hebat dan berprestasi. Di ajang The Best Contact Center Indonesia 2015 inilah saatnya kami beraksi memberikan segudang penghargaan yang akan kami raih nanti. Sedikit flash back yaa temans .. bahwa sang pemburu dan penulis berita yang super kecee ini hehe.. sempat mengharumkan nama perusahaan kami dengan diraihnya penghargaan Gold pada The Best Writing Contest 2014 lalu. Bagaimana dengan tahun ini?? Dengan tekad dan persiapan yang matang kita siapp jadi pemenang. Aamiin..

Pagi semakin beranjak siang kami tiba pukul 11.00 WIB disambut oleh angin segar dan anggunnya Gedung Balai Kartini seakan menyapa “Selamat berjuang kawan” menambah semangat kami untuk memberikan genggaman erat bagi para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015. Dukungan, semangat, do’a dan rasa cinta seluas samudra menyertaimu wahai para pejuang Indosat Mega Media kami berbisik … Dari setiap anak tangga yang kami lewati menuju lantai tertinggi Balai Kartini begitu lekat dengan aroma saling menyemangati teamnya masing – masing. Pepatah bilang “posisi menentukan prestasi” nahh.. itu yang kami lakukan bersama teman – teman team penyemangat lainnya untuk mencari tempat duduk yang bisa menjangkau seluruh peserta The Best Contact Center Indonesia 2015. Tentu saja tempat yang bisa memberikan banyak inspirasi bagi kami para pujangga yang sibuk memburu berita untuk kami tampilkan sebagai peserta Writing Contest TBCCI 2015.

Riuh Ramai Dukungan Sporter

Lihat deh … dengan berbekal balon tepuk kami membuat suasana semakin riuh dan meriah. Saat seperti inilah yang paling menegangkan bagi para peserta The Best Contact Center 2015 yang telah hadir pagi ini. Hal yang paling penting sebelum memulai lomba adalah kami dapat mengabadikan moment yang paling ditunggu – tunggu dengan berfoto bersama peserta The Best Contact Center 2015 dari perusahaan kami Indosat Mega Media dengan membawa property yang kami bawa alias balon tepuk “kita mah gitu orangnya” seru teman – teman semua hehe …

IMG-20150505-WA0016IMG-20150505-WA0013Balai Kartini pukul 12.00 tepat di sudut ruangan para panitia dengan sigap mepersiapkan pendaftaran ulang bagi para peserta yang datang sesuai dengan jam yang telah dijadwalkan. Bagaikan titik awan dengan berat jenis yang sudah cukup untuk bisa menurunkan butiran air hujan ke Bumi, presentasi ini pun adalah puncak dari kegiatan penghargaan The Best Contact Center 2015 berlangsung. Dengan pembobotan 80% setelah writing test, presentasi ini sangatlah menentukan bagi para peserta The Best Contact Center 2015 dalam menjadi insan terbaik dalam dunia Contact Center di Indonesia. Informasi yang kami dapatkan bahwa penghargaan yang akan didapatkan pada tahun 2015 ini adalah Macau atau Hongkong sebagai peraih Platinum, Thailand untuk peraih Gold dan Silver juga Singapore bagi peraih Bronze. Baiklah para peserta yang kami banggakan … langkah presentasi ini adalah step pertama untuk bisa menentukan mimpi kalian, sukses yaa …

Hai – hai siapa Dia…?

Pepatah yang sering kita dengar saat perkenalan adalah “Tak kenal maka tak sayang” kami sebagai para penulis tidaklah memaksa pembaca semua untuk bisa memberikan rasa sayangnya loh hehe … tapi kalau kenal peserta yang super ini pasti tidak akan rugi berkenalan dengannya. Kali ini peserta yang akan tampil memperkenalkan perusahaan kami tercinta Indosat Mega Media di panggung The Bect Contact Center Indonesia 2015 adalah dua orang senior kami yang sangat kece dan tiada duanya. Yaaa.. hari ini 5 Mei 2015 adalah jadwal presentasi untuk kategori Manager dan Trainer yang dengan bangga diwakili oleh Mba Astrid Nerinda Pratiwi untuk kategori Trainer dan Mas Pamuji yang kita kenal sebagai Pak Juragan untuk kategori Manager.

Kalau berbicara tentang profile dari kedua peserta yang kami banggakan ini tentu tidak akan ada habisnya. Langsung aja yah kita perkenalkan profile kedua peserta yang mewakili Indosat Mega Media.

editPeserta yang pertama tampil pukul 09.45 WIB adalah Mba Astried Nerinda Pratiwi yang mengikuti kategori Trainer. Mba Astried yang kami kenal adalah seorang Ibu Muda yang kreatif, supel dan selalu berfikir positif. Ide kreatif dan cemerlang banyak sekali tampil dari hasil karya – karyanya. Dengan semua ide kreatifitas itu memjadikan beliau adalah seorang trainer yang handal dan berpengalaman dibidangnya. Kategori trainer ini memang baru di ikuti ditahun ini, namun why not?… kami yakin kalau Mba Trainer cantikk ini dapat memenangkan juara di kategori tersebut. Ganbatee Mba Acid…

Persentasi untuk kagori trainer telah usai, kami semua menyambutnya dengan senyuman tepat di depan pintu munuju ruang tunggu para pendukung teamnya masing – masing. Menurut keterangan Mba Astrid yang sempat kami wawancarai bahwa “perbedaannya dengan tahun lalu dalam segi teknis adalah pada penggunaan microphone, dimana tahun ini tidak digunakan dengan alasan untuk mejaga kualitas presentasi masing – masing peserta karena ruangan peserta saling berdekatan. Disamping itu, team Dewan Juri yang menilai lebih banyak berasal dari bidang akademik seperti Dosen dari perguruan tinggi dan selebihnya dari call center itu sendiri. Jumlah Dewan Juri di tahun ini pun dibatasi dengan maksimal 10 orang saja.”

Selepas presentasi dan berbincang singkat tentang ketegangan saat presentasi, para peserta dapat mengisi harapan, pesan dan kesan untuk The Best Contact Center Indonesia 2015 sebagai acuan dalam meningkatkan acara tersebut agar lebih baik lagi.

Oh iyaaa… hampir saja tertinggal memperkenalkan peserta kedua yaitu Mas Pamudji yang terkenal dengan panggilan Pak Juragan. Selain terkenal dengan panggilan Pak Juragan, Beliau juga dikenal dengan panggilan Pak Penghulu. Tapi bukan sembarang penghulu, melainkan penghulu Sapi karena beliau pernah bercerita dengan bangganya telah berhasil mengawinkan sapi miliknya hehehehe…. Pak Juragan ini adalah seorang yang masih sangat kental dengan kota kelahiranya yaitu Kebumen. Cukup dengan mendengarkan beliau persentasi siapa saja akan mengenali aksen bahasanya khas Kebumen hehe.. Beliau adalah sosok yang simple, pribadi yang pembawaanya sangat tenang dan berdedikasi dalam pekerjaannya sebagai Manager Contact Center. Quote yang selalu beliau sampaikan adalah “Semakin sulit perjuanganya maka semakin besar kemenangannya

IMG-20150505-WA0044Persentasi untuk kategori Manager yang diwakili oleh Mas Pamuji dimulai pukul 14.20 WIB berlangsung 30 menit. Semua telah dipersiapkan dengan sangat matang, sehingga kami yakin beliau akan mendapatkan nilai terbaik dalam persentasinya. Go … Mas Pam go …

Dag…Dig…Dug…Dhueeerr One Step Closer Go to Macau

Peserta dan Pendukung Bank Mandiri Persero, Tbk
Peserta dan Pendukung Bank Mandiri Persero, Tbk

Pukul 07.30 wib Balai Kartini sudah mulai dipenuhi peserta Indonesia Contact Centre Association. Dilengkapi dengan dress code warna warni, serta para pendukung masing-masing yang tak kalah heboh, ikut meramaikan kontes ini. Dan yang paling penting sudah mempersiapkan materi yang akan dibawakan untuk presentasi. Untuk informasi juga para peserta diperbolehkan membawa peralatan pendukung untuk menambah kepercayaan diri saat presentasi. Dari semua kategori yang ada hari ini hanya ada 5 kategori yang dijadwalkan, diantaranya kategori Team Leader inbound, Quality Assurance, Supervisor, Trainer, dan Manager. Untuk kategori tim Leader inbound, Quality Assurance, Supervisor dan Trainer diediakan untuk presentasi di ruangan Raflesia dan untuk kategori Manager berada diruangan Cempaka dan Anggrek di Lt.2.
Setiap kategori diberikan waktu yang berbeda untuk presentasi, dimana kategori Team Leader dan QA (Quality Assurance) diberi waktu 20 menit, supervisor diberi waktu 25 menit, trainer diberi waktu 30 menit dan kategori manager diberi waktu 30 menit. Dalam waktu yang diberikan di bagi menjadi dua sesi yaitu sesi presentasi dan Tanya jawab.
Raut wajah yang memperlihatkan bahwa detak jantung berdegup begitu kencang, kegelisahan, kegusaran terpancar jelas dari setiap peserta. Suatu kebanggaan pastinya menjadi perwakilan dari perusahaan diajang bergengsi The Best Contact Center Indonesia. Bagi peserta yang telah lulus di tahapan tes tulis tanggal 27 april 2015, hari ini berhak melaju ke tahapan selanjutnya yaitu tahapan presentasi.
Nah penasarankan gimana aja sii kegiatan hari ini berlangsung?
Yuuk ikut kami untuk menelusuri rangkaian tahapan presentasi hari ini,, check it out..
Kesibukan pertama terlihat di meja registrasi, beberapa peserta sedang mengantri untuk melakukan registrasi ulang, acara presentasi akan dimulai pukul 08.00. Peserta pertama yang kami temui adalah Ibu Ike Yulinda sebagai perwakilan kategori Supervisor PT Bank Mandiri Persero, tbk. yang baru saja keluar dari ruang pesentasi.

Gambar Ibu Ike Yulinda setelah keluar dari ruangan presentasi
Gambar Ibu Ike Yulinda setelah keluar dari ruangan presentasi

Berjalan ke sudut balai kartini, tepatnya di lantai 1 ruang raflesia kami bertemu dengan salah satu perwakilan dari perusahaan kami yaitu PT. Bank Mandiri, Persero Tbk. Melihat wajahnya yang masih gugup dengan mata berkaca-kaca, kami menyapanya dan sedikit mengajaknya mengobrol. Mba Febrina, begitu kami biasa menyapanya. Mewakili kategori TL inbound dari Bank Mandiri, tentu ada sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Masih dengan nafas yang cukup ngos-ngosan, beliau menceritakan apa yang dialami di dalam ruangan kontes ICCA.
“Hufth, luar biasa rasanya udah maju. Rasanya plong, deg-degan, campur aduk semua di dalam”, ujarnya. Ketika baru keluar dari ruangan presentasi, mba Febrina lengkap mengenakan celemek warna-warni dan juga membawa alat pengocok adonan kue. Hehehe.. tentu kita yang melihatnya berfikir, unik sekali bukan? Tema Rainbow Cake dibawakan oleh mba Febrina saat beliau presentasi. Kenapa beliau mengambil tema Rainbow cake? Mari kita sedikit ulas tentang alasannya kenapa harus Rainbow cake?
“Rainbow cake itu kue yang enak, warnanya menarik. Dan aku mengambil tema ini karena ada korelasi antara hobi aku memasak dengan kerjaan. Jadi kerja itu ya harus warna warni, menyenangkan dilihat, dan nyaman dijalani”, jelasnya.

Gambar mba febrina lengkap dengan celemek dan alat pembuat kue
Gambar mba febrina lengkap dengan celemek dan alat pembuat kue

Peserta lain yang berhasil kami ajak bicara adalah peserta dari Garuda Indonesia. Sonia Utami Putri (23 tahun) mewakili Garuda Indonesia untuk category Team Inbound Leader. Berangkat dari Bandung sampai di Jakarta jam 07:00 pagi, langsung melakukan registrasi. Kantor Call Center ini bertempat di Bandung (Jln Malabar no 37). Presentasi dimulai jam 09:40-10:00 dengan jumlah slide adalah tiga belas. Setiap peserta memiliki cara untuk mempresentasikan materi yang akan ia bawakan. Sonia misalnya, dia menggunakan tiga bahasa dilengkapi dengan berbagai gerakan khas Safety Flight yang nanti akan ditampilkan di depan dewan juri.
“ Menang – Kalah jangan difikirkan yang penting Optimal”, mottonya.

Peserta Garuda Indonesia, Sonia (Kiri) Pilot dan Pramugari
Peserta Garuda Indonesia, Sonia (Kiri) Pilot dan Pramugari

Melirik ke kanan dan ke kiri layaknya audio stereo, kami melihat sekelompok peserta yang kompak mengenakan seragam kerja PT Kereta Api Persero. Keseruan yang berbeda sudah terlihat dari jauh, kami menghampiri dan berkempatan untuk berbincang dengan Bapak Syukron Ma’mun (29 tahun). Beliau mewakili PT KAI untuk kategori QA (Quality Assurance) dengan jam presentasi 08:00 – 08:20. Persiapan yg dilakukan Oleh Bapak Syukron adalah persiapan mental serta fisik. Tim KAI sampai di Balai kartini jam 06:00 pagi, dengan presentasi berisi dua belas slide dan pak Syukron pun sampaikan jurinya di dalam ruangan ada 10 orang dan setiap peserta hanya mendapatkan satu pertanyaan fish bowl . Saat presentasi berlangsung pak Syukron melihat wajah Juri yang sangat antusias dan itu membuat semangatnya menjadi naik, bukan sebaliknya.
“walaupun peserta yang lain terlihat baik, semoga saya selangkah lebih baik didepannya (Amin)”, ujarnya.

Bapak Syukron Perwakilan QA PT. KAI
Bapak Syukron Perwakilan QA PT. KAI

Yuk mari kita naik ke lantai dua dan mengintip persiapan peserta lain.

Eskalator menuju Lt 2
Eskalator menuju Lt 2

Ada juga perwakilan dari Call Center Bea Cukai, ini kali pertama mereka mengikuti ajang ICCA. Call center bea cukai baru berdiri oktober 2014, sehingga karyawannya pun masih tergolong sedikit.

Perwakilan call center Bea cukai dengan Motto " Connecting With Heart "
Perwakilan call center Bea cukai dengan Motto ” Connecting With Heart “

Naik ke lantai dua, kami bertemu dengan seorang wanita cantik yang melontarkan senyuman manis kepada kami, yaitu Ibu Romauli Febiyanti. Ka uli, sapaan akrab kami kepada beliau. Ka uli merupakan perwakilan dari PT. Bank Mandiri Persero, Tbk. mewakili dalam kategori Manager. Tentu saja ada sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Dihadapan sekitar delapan sampai sepuluh orang juri yang notabene memang berposisi sebagai Departement Head tentu saja membuat ka uli dag dig dug. “Waktu dipanggil untuk presentasi lumayan deg – degan sih, walaupun aku sebenernya udah kenal beberapa jurinya. Cuma pas udah di atas so far so good lah ya. Dinikmatin aja nerveous nya” ujarnya. Ketika kami menanyakan tentang pertanyaan yang beliau peroleh dari juri, beliau mulai memaparkan.
“Sebutkan dan jelaskan apa yang menjadi skala prioritas yang dilakukan dalam peningkatan kualitas?” “Strenght and three ing”, jelasnya. Apa itu three ing? Three ing adalah training, learning dan sharing. Menurutnya, ketiga hal inilah yang paling utama dalam peningkatan kualitas. Selain dengan jawaban cerdasnya, ka uli juga sempat menampilkan nyanyian kepada juri disela-sela presentasinya, dan menjelaskan sedikit keseleo main gitarnya tadi saat tampil.

Gambar Ka Uli dengan instrument gitarnya
Gambar Ka Uli dengan instrument gitarnya

Banyak hal yang menggelitik dan membuat kami tersenyum melihat eskpresi semua peserta baik yang belum presentasi maupun yang sudah presentasi, tentunya yang belum presentasi masih ada kegelisahan yang terasa karena ada beban yang belum terselesaikan dan akan terluapkan setelah presentasi dilaksanakan. Dengan teriakan euforia baik oleh peserta atau pun rekan kerja yang berkempatan datang ke Balai Sarbini di hari ini.
Tentunya semua yang telah presentasi ada perasaan lega bercampur harapan yang besar untuk menjadi pemenang dan terbang ke Macau tentunya. Departement Head Banking Contact center Bank Mandiri Ibu Evi Riawati yang dipercaya menjadi juri dihari ini terlihat cukup bingung menentukan para peserta yang berpeluang besar untuk jadi pemenang. Pemenang The Best Contact Center Indonesia akan diumumkan dibulan Juni mendatang. Semangat menjadi juara sudah mulai terpancar dalam diri setiap peserta ketika keluar dari ruangan presentasi.

Set Time….Rolling…..and Action !!!!!

(BCA) Semangat melayani, hari ini sinar mentari lebih hangat dari biasanya, jalanan ibu kota pun lebih lancar dibandingkan hari ketika kami meliput tes tertulis TBCCI 2015 bahkan yang biasanya kami hanya bisa melihat antrian kendaraan dari spion mobil, kali ini kami bisa melihat atap-atap gedung pencakar langit di pinggir-pinggir jalan protokol Jakarta. Tas berisi 2 laptop dan kamera pun setia menemani perjalanan kami menuju Balai Kartini yang terletak di jalan Gatot Subroto Kav 37, Jakarta.

“Ada acara apa ya mas, koq tumben rame banget?” Tanya sopir mobil yang mulai memasuki gerbang gedung nan megah itu, dan kami pun menjawab dengan singkat pertanyaan tersebut “iya, ada lomba pak”.

Menapaki pintu masuk Balai kartini kami pun mulai excited karena di pikiran kami terlintas pejuang-pejuang tangguh yang sedang mengenakan pakaian aneh (baca:unik), kumpulan orang-orang optimis, akan beradu taktik, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang sejati. Karena hari ini adalah hari pertama sesi lomba presentasi TBCCI 2015.

Supporter Pelecut Semangat
Supporter Pelecut Semangat

Serba-serbi TBCCI 2015

Wangi semangat para peserta TBCCI 2015 mulai menyeruak ketika kami memasuki gedung 3 lantai yang di depan pintunya berjaga security tegap berpakaian warna hitam dan langsung mempersilakan kami masuk. Begitu juga wangi-wangian para peserta yang berkali-kali menyemprotkan parfum demi penampilannya. Karena di lomba presentasi individual penampilan pun sangat dinilai, mulai dari kesesuaian tata busana yang mendapatkan poin 5%, kesesuaian gerakan dan ekspresi mendapatkan poin 5%, serta kepercayaan diri yang juga mendapatkan poin 5%. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi dari apa yang mereka kenakan.

Setelah serangkaian kegiatan tes tertulis yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2015 peserta yang lulus mengikuti tes tertulis akan menunjukan kemampuan mereka untuk mempresentasikan kinerja mereka dalam bidang masig-masing selama 4 bulan terakhir di perusahaannya. Lomba presentasi individu hari pertama dimulai, lomba ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 5 Mei 2015 sampai dengan tanggal 7 Mei 2015. Pembagian jadwal presentasi yang sudah ditentukan panitia  menurut kategori lomba diumumkan bersamaan dengan hasil lomba tes tertulis. Setiap peserta individu wajib mengumpulkan template sebelum batas akhir pengumpulannya pada tanggal 30 April 2015. Layaknya seorang petarung, semua peserta sudah siap dengan seluruh alat “peperangan”, seperti akan menghadapi “medan tempur” di ajang TBCCI 2015. Hari ini medan tempur menjadi milik peserta individu dengan kategori Manager, Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance.

Berbeda dengan lomba tes tertulis, lomba presentasi individu dilaksanakan di 2 lantai gedung megah Balai Kartini. Lantai G dipusatkan untuk kategori Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance dan lantai 1 dikhususkan untuk kategori Manager. Rangkaian kegiatan lomba presentasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Namun sejak pukul 06.30 WIB balai kartini sudah mulai ramai dikunjungi para peserta TBCCI 2015. Peserta tidak boleh datang terlambat karena ada beberapa persiapan yang harus peserta lakukan sebelum presentasi di depan dewan juri. Mulai dari registrasi ulang, mengecek penampilan, mempersiapkan template dan alat peraga serta menunggu di ruang tunggu.

Terlihat kelompok panitia mengenakan batik putih biru sudah mulai mempersiapkan kegiatan dari pagi di meja registrasi. Terlihat juga Pak Andi Anugrah sebagai ketua pelaksana ajang TBCCI ini duduk di depan pintu kayu besar berukiran cantik, pintu menuju ruang presentasi untuk membantu panitia memanggilkan peserta. Beberapa peserta yang baru datang langsung menghampiri meja panjang berbalut kain hijau guna melakukan pengecekan nama dan membubuhkan tanda tangan di kertas yang memuat nama mereka. Nama-nama yang sudah dikelompokan berdasarkan kategori masing-masing lomba untuk memudahkan peserta melakukan registrasi ulang. Meski demikian ada saja beberapa peserta yang kesulitan mencari namanya. Namun panitia lomba dengan sigap membantu menemukan nama peserta lomba. Ternyata tidak hanya peserta yang melakukan registrasi ulang melainkan juri pun melakukan registrasi ulang. Juri yang berasal dari akademisi dan wakil perusahaan terlihat berwibawa dan siap memberikan penilaian terhadap pejuang-pejuang perusahaan.

 

Practise makes Perfect
Practice makes Perfect

Dag…Dig…Dug…. Seeerrrrrr…………..

Peserta yang sudah melakukan registrasi ulang langsung mempersiapkan diri berdasarkan nomor urut presentasi. Bermacam-macam ekpresi yang tampak dimuka mereka, ada yang terlihat tegang, gembira, panik, ngantuk bahkan ada yang terlihat santai saja. Peserta yang namanya belum dipanggil melakukan beberapa kegiatan untuk menghilangkan ketegangan menghadapai lomba presentasi ini. Ada yang latihan presentasi di depan teman-temannya untuk memaksimalkan performance ketika presentasi di depan dewan juri, ada juga yang foto-foto, ada yang ngobrol karena bertemu dengan teman lama, ada yang masih memakai make up, catokan, ada yang nyemir sepatu, ada yang sarapan, mempersiapkan alat peraga, ada juga yang bolak-balik ke toilet.

Ruangan Menentukan Prestasi
Ruangan Menentukan Prestasi

Jadwal presentasi dipajang di depan papan pengumuman untuk memudahkan peserta mengetahui kapan gilirannya untuk perform, karena jika peserta terlambat atau lupa jadwal maka tidak ada susulan dan dinyatakan tidak hadir. Jika tidak mengikuti presentasi maka nilai presentasi dinyatakan hangus dan hanya mengandalkan nilai tes tertulis. Bobot presentasi merupakan yang terbesar yakni 80% dari total nilai, lalu ditambah juga dengan hasil tes tertulis yang bobotnya 20%, jadi bukan tidak mungkin seluruh peserta ingin “habis-habisan” melakukan presentasi agar dapat mendongkrak nilai akhir.

Kami sempat mewawancarai salah seorang peserta dari kategori Quality Aassurance, gadis berkerudung yang biasa di panggil Elsa ini terlihat gugup sebelum perform yang berada di ruang Rafflesia Grand Ballroom. Elsa yang ditanyai persiapan apa saja yang dilakukan sebelum lomba mengaku tidak ada persiapan khusus hanya melancarkan materi presentasi, karena ini adalah tahun keduanya mengikuti ajang TBCCI ini “meski demikian tetap aja gugup mbak” ujar Elsa. Elsa juga mengungkapkan tahun ini persaingannya lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan perusahaan lain yang mengikuti ajang ini pun lebih banyak dan lebih siap serta mengirimkan peserta yang lebih mumpuni dibidangnya untuk mewakili perusahaannya menjadi pemenang TBCCI 2015, Elsa yang merupakan wakil dari PT Bank Central Asia pernah mengikuti ajang serupa pada tahun lalu dan berhasil mendapatkan Gold Medal, ketika ditanya apa target tahun ini, wanita cantik ini menjawab “platinum harga mati, mbak”. Walaupun merasa tahun ini persaingan lebih sengit namun Elsa tetap yakin bisa mencapai hasil yang ia targetkan. Well, Kita doakan bersama ya….

Lain Elsa lain pula Eri, wanita berpostur tinggi tidak kurang dari 170 cm ini mengaku sangat gugup, maklum karena ini adalah tahun pertama Eri mengikuti ajang ini. “Melihat ruangannya jadi keingetan waktu mau sidang kuliah”, begitu Eri mendeskripsikan ruangan yang akan digunakannya untuk lomba presentasi. Untuk persiapan sendiri, Eri pun mengaku awalnya mengalami kesulitan seperti pembuatan materi dan penentuan tema, namun akhirnya banyak senior yang sudah lebih dahulu berkecimpung di TBCCI yang membantunya dengan menjadi mentor dan juga teman sharing. Dan ketika ditanya untuk harapan dan target  nya di ajang TBCCI ini, Eri berharap bisa melakukan yang terbaik, bisa buat juri ketawa, dan perihal target dia tetap optimis bisa menjadi pemenangnya.

Para peserta diberikan waktu yang dibedakan berdasarkan kategori lomba yang mereka ikuti, untuk Agent, Back Office, Telesales, Telemarketing dan Customer Service diberikan waktu 15 menit. Berbeda dengan kategori Team Leader, Desk Control dan Quality Assurance yang diberikan waktu 20 menit. Lain pula untuk kategori IT support, Work Force Management dan Supervisor diberikan waktu 25 menit. Dan kategori Trainer dan Manager diberikan waktu paling panjang yaitu 30 menit. Dengan waktu yang sudah diberikan panitia para peserta harus bisa memaksimalkan performance mereka karena diakhir presentasi pun mereka akan diberikan 1 pertanyaan yang diambil sendiri oleh peserta didalam “fish bowl”. Dan peserta harus bisa menjawab pertanyaan tersebut demi bobot yang tidak sedikit.

Tepat matahari di atas kepala, waktunya bagi para juri dan peserta untuk istirahat makan siang. Namun peserta dan suporter yang datang juga semakin banyak, riuh renda para pendukung sang jawara yang meneriakkan para jagoannya semakin tak terkendali. Ternyata mereka sengaja datang siang karena dari pagi hari harus menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu. Salah satu suporter bernama Anton malah datang dengan membawa beberapa pernak-pernik untuk mendukung perusahaannya seperti balon tepuk, terompet dan lain-lain.

Lega, meski di dalam keringat bercucuran karena AC-nya gak berasa, apa aku yang terlalu grogi yah?? Hehehe” ujar Dewi Fatimah yang baru keluar dari ruang presentasi sambil membawa alat peraga berupa “score board”. Wanita yang mengenakan baju merah dengan corak batik elegan ini terlihat sumringah dan puas dengan hasil presentasinya. Defa begitu dia biasa disapa teman-teman kerjanya. Defa terlihat sangat antusias mengikuti lomba TBCCI 2015 dengan kategori TL inbound. “Kan kalo udah selesai presentasi gini aku bisa tenang” lanjutnya lagi. Defa yang kesehariannya bekerja sebagai team leader di contact center Bank Central Asia yang berada di BSD Serpong merasa yakin dengan kemampuannya meski hanya berbekal materi dan pengalamannya selama menjadi team leader.

Lomba presentasi untuk kategori individu belumlah usai, masih ada hari rabu dan kamis untuk kategori lainnya. Nantikan kelanjutan kisah perjuangan pelaku contact center untuk menjadi yang terbaik dalam ajang TBCCI 2015. Sampai jumpa besok…. ^_^

Para Pengambil Kesempatan

Juri Sang Penilai

Matahari belumlah sempurna menampakkan jati dirinya, sebagai bukti hari sudah berganti. Team juri dari perwakilan Bank kami sudah tampak hadir di gedung Bank Permata Tower III, Bintaro. Ya… mereka adalah perwakilan juri-juri pada perhelatan Lomba The Best Contact Center Indonesia 2015. Dengan penuh semangat mereka bergegas menuju Balai Kartini yang beralamat di Jln Jenderal Gatot Subroto sebagai juri pada seleksi tahap dua.

Hadir tepat waktu adalah kewajiban, dan mereka adalah sebagai bagian dari juri vote lock. Juri vote lock merupakan bagian dari juri independent, berasal dari praktisi Contact Center yang ditunjuk untuk mewakili perusahaan masing-masing. Juri vote lock juga dituntut objective dalam melakukan penjurian para peserta.

Pihak ICCA mensyaratkan untuk juri vote lock memiliki jabatan minimal supervisor dan telah bekerja diperusahaan tersebut minimal 1 tahun. Pada lomba kali ini, pengurus ICCA juga berperan sebagai juri independent. Selain itu, ICCA juga mengundang Akademisi dari perguruan tinggi atau Universitas sebagai juri independen lainnya. Diambil dari update terakhir ICCA, bahwa beberapa universitas yang sering mengirimkan akademisi untuk menjadi juri diantaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Binus, Trisakti, Atmajaya, Dharma Persada, BSI, UBK, YAI, UKI, UNJ dan beberapa universitas di Jakarta. Semua juri yang bertugas merupakan perwakilan universitas yang diundang panitia dan dikonfirmasikan secara resmi. Untuk juri akademisi persyaratannya adalah Dosen dengan lulusan S1 untuk kategori Individual dan S3 untuk kategori Korporat.
Juri akademisi memiliki background disiplin ilmu yang beragam seperti dosen komunikasi, psikologi, ilmu komputer, management dan teknik industri.
Kehadiran beberapa akademisi sebagai juri menjadi warna tersendiri, yang akan memberikan penilaian dari segi teori, seperti ilmu komunikai, teknik presentasi dan proses bisnis. Hal ini dapat mengimbangi penilaian dari juri praktisi. Perbandingan antara juri akademisi dengan juri praktisi berimbang 50% – 50%.

Pada penjurian hari pertama, tanggal 5 Mei 2015 dilombakan beberapa kategori yang meliputi Manager, Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer dan Quality Assurance. Kategori Manager terdiri dari Manager Customer Service 100. Kategori Supervisor, dengan seat 100 diikuti 17 peserta. Kategori Team Leader Inbound seat 150 diikuti sebanyak 18 peserta, dan untuk Team Leader Inbound seat 31-150 diikuti sebanyak 27 peserta. Selain itu juga dilombakan untuk kategori Trainer dan Quality Assuarance.

Pada lomba kali ini akademisi/dosen yang menjadi juri pada kategori Supervisor dengan seat 100 berasal dari Bina Sarana Informatika diwakili oleh Nita Merlina, M.Kom. Universitas Indonesia mengirimkan Dian W dan Dr.Farid Hamid, M.Si. Sedangkan Universitas Mercubuana diwakili oleh Ira Purwitasari S.Sos,M,Ikom.

Pada kategori Team Leader I/B< 30 dari akademisi atau dosen sebagai juri : H. Ahmad Ishaq, M.Kom dan Ida Zuniarti, SE,MM dari Bina Sarana Informatika. Dr Henni Gusfa, M,Si, Bapak Nuraton dan Bapak Rahmadya Putra Nugraha, M.Si dari Universitas Mercubuana. Tentunya masih banyak lagi para akademisi atau dosen yang ikut penjurian
beberapa kategori lain dalam lomba kali ini.
Juri sang penilai

Fasilitas Layar TV 50 Inchi

Pada lomba kali ini, panitia tidak lagi menyediakan layar proyektor untuk presentasi para peserta, melainkan menggunakan layar televisi ukuran 50 inchi di masing-masing ruangan serta pointer untuk membantu peserta dalam membawakan presentasinya.
Andi Anugerah selaku Pimpinan ICCA menjelaskan, televisi layar lebar yang digantung keatas sengaja digunakan untuk memudahkan interaksi peserta saat presentasi. Lebih lanjut Andi menambahkan, dibandingkan dengan menggunakan layar proyektor,dimana posisi proyektor yang berada dibelakang peserta akan mungkin dapat menghalangi pandangan juri ke layar ketika peserta sedang presentasi. Tentu hal ini menjadi pengalaman luar biasa dan berharga bagi peserta yang sebelumnya terbiasa menggunakan layar proyektor dibanding menggunakan layar televisi lebar untuk media presentasinya.

Para Pengambil Kesempatan

Masih ditempat dan gedung yang sama, di Balai Kartini, beberapa panitia sudah siap menyambut team juri dan peserta. Panitia mengarahkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Setelah registrasi para team juri berpisah ke ruang masing-masing untuk mengikuti briefing sesuai katagori penjurian.

Di sisi lain, setelah registrasi sebagian dari peserta ada yang duduk-duduk menunggu sambil membaca makalah atau bahan presentasi. Di salah satu sudut ruangan ada team peserta yang berkumpul, mereka berdoa bersama dilanjutkan dengan teriakan yel-yel pemberi semangat.

Rata-rata peserta pada hari pertama presentasi ini sudah berpengalaman mengikuti kompetisi ICCA. Andrian, salah satu peserta kategori Supervisor dari Bank DKI mengatakan bahwa tahun lalu sudah pernah ikut dan mendapatkan predikat Bronze, sehingga optimis dengan target tahun ini minimal mendapatkan predikat Gold. Berpenampilan all out ala Abang Jakarte, kali ini Iyang, sapaan akrabnya, akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk memukau juri saat presentasi.

Ike, dari Bank Mandiri melaju dengan kategori Supervisor. Saat dijumpai setelah keluar dari ruang presentasi Ike mengaku merasa cukup lega telah melewati 1 tahapan kompetisi. Saat ditanya kesannya, Ike mengatakan sebelumnya sudah pernah mengikuti kompetisi presentasi ICCA sehingga cukup punya gambaran dan pengalaman menghadapi presentasi ini.

Lain lagi dengan Rini, peserta dari Bank Mandiri untuk kategori Team Leader mengaku merasa gugup walaupun tahun sebelumnya sudah pernah mengikuti presentasi untuk kategori agent. Saat ditemui team reportase dari PermataTel, Rini masih menyempatkan membaca materi presentasi yang akan dibawakan dan sedikit latihan monolog. Saat sudah masuk ke kubikal ruang presentasi, pintu ditutup rapat., hanya terdengar suara peserta yang membawakan materi dengan antusias dan berapi-api.

Para peserta terlihat berpakaian dengan sangat rapi dan formal. Peserta pria mengenakan jas dan dasi, sementara yang perempuan berbalut busana blazer resmi, bahkan ada yang mengenakan kebaya formal, karena mereka tahu bahwa salah satu kriteria penilaian presentasi adalah kesesuaian busana dengan materi. Ada juga peserta yang berpenampilan beda, karena penampilan peserta sepertinya mencerminkan materi yang akan dibawakan. Sebagian peserta memilih mengenakan kostum tematik, seperti dari DBS menggunakan kostum incredible lengkap dengan barbel dari bahan karton. Peserta dari perusahaan lain memakai kostum dalang lengkap dengan wayang. Wow…Jadi penasaran presentasinya seperti apa ya?!

Peserta dari KAI tampak mengenakan kostum masinis, mudah-mudahan keretanya tidak ikut dibawa ya… just joke !
Ada juga peserta yang berbusana casual dengan atribut perusahaan masing-masing,seperti Bank Mandiri, lengkap dengan jeans, sepatu kets dan kemeja berlogo perusahaan.

Pada lomba tahun ini mereka akan berjuang dengan segenap ilmu, pengalaman dan kreatifitas untuk mendapatkan nilai terbaik. Salah satu peserta bahkan sampai menginap di Five Hotel (belakang Kartika Chandra) untuk persiapan presentasinya. Pada Lomba inilah akan terbayar kerja keras mereka, keuletan dan niat baik mereka.
busana 1

busana 2

Apapun busana yang mereka kenakan, apapun persiapan yang mereka lakukan…. yang pasti tercatat di hati kami adalah :

Merekalah para pengambil kesempatan yang bijak.
Mereka berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada dengan segera.
Mereka yakin kesempatan itu tidak datang dua kali… dan inilah tempatnya.
Mereka dapat tunjukkan sejauh mana mereka berkembang di bisnis Contact Center Indonesia.

Merekalah para Pengambil Kesempatan.
Mereka tetap yakin, walaupun telah mengetahui bahwasanya dalam setiap kompetisi hukum alam itu nyata adanya …. selalu ada yang akan menjadi winner ataupun looser.
Namun mereka adalah pribadi-pribadi yang dewasa dan tangguh dalam menyikapi kemenangan ataupun kekalahan.

Menang atau kalah bukanlah masalah, karena yang terpenting adalah semangat untuk memacu diri dalam menata paradigma dalam berpikir lebih positif. Mereka syukuri keberadaan mereka disini, diajang lomba The Best Contact Center Indonesia 2015.

Ada Petuah bijak yang menggambarkan keberadaan para peserta :
”Jika Salah, Perbaiki,
Jika gagal, coba lagi,
Jika Menyerah,maka semua telah usai”

Bravo Peserta dan Juri TBCCI 2015…lanjutkan terus perjuanganmu..!

Salam PermataTel