Totalitas Tanpa Batas

(BCA) Awan berkeliaran nakal di langit Jakarta, rona jingga dari baliknya menantang pencari nafkah untuk berangkat lebih pagi dari rumah untuk menyambung hidup anggota keluarga. Asap-asap dari ribuan kendaraan bermotor memaksa untuk sedikit menahan nafas demi umur yang lebih panjang. Perjuangan hidup tidaklah mudah, hal ini mengingatkan kami akan pertempuran para calon jawara di ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015. Menyusuri hari demi hari, perjuangan presentasi individu bagi peserta kategori Agent English, Agent Inbound, Agent Premium, Agent Social Media dan Back Office. Yaahh… tanggal 6 Mei 2015 merupakan panggung TBCCI 2015 bagi mereka. Perhelatan ini cukup menyedot perhatian banyak pelaku contact center, baik peserta yang dikirim perusahannya, pendukung yang datang langsung ke balai kartini maupun pendukung yang berada di kantornya masing-masing.

Gegap gempita para pendukung patriot TBCCI 2015 terdengar hingga ke seantero kota Jakarta, memacu perjalanan kami untuk lebih cepat tiba di Balai Kartini yang berlokasi di jalan Gatot Subroto kavling 37, Jakarta Selatan. Lokasi yang memang sudah dipilih hampir setiap tahun untuk mengadakan ajang TBCCI 2015 oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) terlihat sepi dari luar. “Apa mungkin kami datang terlalu pagi?” Tanyaku dalam hati ketika mobil yang kami tumpangi memasuki gerbang balai kartini. Waktu memang baru menunjukan pukul 06.30 WIB tapi kami sudah tidak sabar ingin menyaksikan satu persatu orang yang berdatangan ke lomba ini. Pintu kaca gedung megah ini langsung dibukakan oleh seorang security lobby setelah mengucapkan selamat pagi dan melemparkan sebuah senyum semangat, tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan tersebut.

Warna Warni Hari Kedua TBCCI 2015

Astagaahhhh… benar saja, begitu kami menginjakkan kaki di lantai pertama gedung mewah ini sorak sorai para pendukung peserta TBCCI 2015 tak terkendali bagai banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Belum lagi atribut yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari. Para pendukung yang datang dari semua perusahaan ini tidak ingin kalah “cetar” dengan jagoan yang selalu mereka sebut-sebut namanya. “Platinum…. Platinum…. Platinum….” teriakan mereka kompak. Para pendukung “norak” (baca: ajaib) sengaja dikirim oleh perusahaan-perusahaan yang mengirimkan wakil peserta lomba di ajang TBCCI 2015. Tidak dipungkiri lagi suntikan semangat dari para pendukung ini membuat peserta lomba yakin dengan apa yang akan dipresentasikan hari ini. “kerjaan ajah saya tinggalin mba, demi mendukung teman saya” celetuk salah satu suporter yang memegang balon tepuk ditengah kerumunan pendukung lainnya.

 

 

Limited Edition T-Shirt
Limited Edition T-Shirt

Berbeda dengan hari pertama, para panitia lomba TBCCI 2015 yang kali ini mengenakan kaos abu-abu lengan panjang terlihat sibuk mempersiapkan ”perintilan” lomba di meja registrasi. Meja berbalut kain hijau yang sudah digunakan sejak hari pertama menyimpan nama-nama berbeda di hari ini, begitu juga papan pengumuman jadwal presentasi. Namun kali meja registrasi dipindahkan lebih dekat dengan ruang presentasi yang masih berada ruang Rafflesia Grand Ballroom guna memudahkan jalannya lomba. Meski ini hari kedua lomba presentasi individu, namun para panitia sama sekali tidak terlihat lelah. Senyum berjabat senyum terus mengembang dengan para suporter, juri dan para peserta lomba presentasi individu yang melakukan registrasi ulang sebelum nama mereka dipanggil. Tidak salah panitia yang dipilih memang kumpulan orang-orang ramah, sigap dan apik untuk mengurus administrasi lomba TBCCI 2015. Tidak hanya mengurus registrasi ulang, di meja yang diatur berjejer para panitia juga menjual souvenir berupa kaos berlengan panjang dengan 2 pilihan warna yaitu abu-abu dan putih. Kaos yang bertuliskan The Best Contact Center Indonesia 2015 sudah disiapkan dengan bermacam ukuran mulai dari S sampai XL bisa didapatkan para suporter atau peserta hanya dengan membayar Rp 85.000,- saja.

Setelah mengecek nama, membubuhkan tanda tangan, para peserta mulai melakukan persiapan diri. Ada yang langsung make up, entah itu yang bawa make up sendiri, didandani temannya, bahkan ada yang “buka salon” di pojok-pojok ruangan. Ada yang menyiapkan template dan alat peraga, ada yang menyiapkan busana, bahkan ada yang sarapan dulu. Ditengah kesibukan para peserta menyiapkan diri kami menjumpai salah satu peserta yang sudah rapi datang sebelum jam 6 pagi, Selvi, begitu dia biasa disapa teman-temannya. Dengan ramah Selvi menceritakan kisah perjalanannya pagi ini menuju Balai Kartini,

Pejuang Contact Center BCA
Pejuang Contact Center BCA

“Rumah aku kan di Bintaro, rencananya jam 05.30 WIB aku mau ke kantor aku dulu yang di Serpong. Ternyata mobil yang disiapin dari kantorku itu baru berangkat dari Serpong jam 6an. Belom lagi mobilnya itu ke kantor yang di Slipi dulu buat jemput teman aku juga, baru ke Balai Kartini. Kan muter-muter?!? Pusing pala Barbie akhirnya aku naik taksi ajah langsung ke Balai Kartini cuuzzz….” tutur Selvi. Pemilik nama lengkap Selvi Khairuman ini terlihat santai meski dijadwalkan akan presentasi pagi ini juga karena memang ini sudah kali ketiga wanita cantik ini mengikuti ajang TBCCI. Ketika ditanya soal konsep wanita ini menjelaskan “elegan donk kakak, aku kan kategorinya agent premium” jawab wanita yang mengenakan seragam customer service warna kuning dari Bank Central Asia. Sambil membenarkan rambutnya yang ditata layaknya customer service profesional Selvi masih melanjutkan ceritanya ”Pas aku mau bayar kan aku cuma bawa uang cepe’ (baca: seratus ribu rupiah) bapaknya tu gak ada kembalian, padahal argonya cuma Rp 49.100,- yaudah aku kasih semua ajah… Itung-itung perjuangan kak hehe…”. Selvi yang kesehariannya bekerja sebagai customer service premium di contact center HaloBCA tidak gentar sedikit pun meski melihat lawan-lawannya yang juga tidak kalah siap, “Yang penting jadilah pemenang disetiap tahapan, hasil akhir serahkan sama yang di Atas” prinsip Selvi.

Entah apa yang ada di benak para peserta hari ini, sulit menebak perasaan yang disembunyikan di balik raut wajah yang tergambar dengan mimik muka senyum, tegang, gembira, panik dan santai. Kostum-kostum yang mereka kenakan pun semakin anti mainstream, ada yang mengenakan kostum kebaya, ibu peri, super hero, malefacient, badut, bahkan ada yang mengenakan kostum sri kandi. Alat peraga pun tidak kalah penting, ada yang membawa gitar, i-tree, knowledge board, cokelat dan lain-lain. Tidak kalah dengan para peserta para suporter hari ini pun lebih “brutal” dari hari pertama, mulai dari mengenakan baju seragam, membawa balon tepuk, wig warna-warni, bahkan sampai meneriakkan yel-yel yang tak henti-henti.

Menjelang siang para juri, peserta dan suporter diberi kesempatan 60 menit untuk menikmati makan siang mereka. Ada yang bawa makan siang dari rumah, delivery service, ada yang disiapkan dari perusahaannya bahkan ada juga yang “melipir” ke kantin balai kartini. Peserta yang menikmati makan siang di balai kartini dihibur oleh Pak Andi selaku ketua pelaksana ajang TBCCI 2015, beliau mengajak para peserta dan suporter bercanda dan bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan suasana lomba. Pemilik nama lengkap Andi Anugrah ini terlihat akrab ketika bernyanyi bersama dengan para suporter dari salah satu perusahaan. “Ayo siapa lagi yang mau menyumbangkan lagu, lagunya boleh apa saja…” Pak Andi menawarkan, yang disambut baik oleh salah satu peserta dari Bank Central Asia, David Pandapotan yang baru saja menyelesaikan presentasinya. David menyanyikan lagu berjudul Cintaku yang dipopulerkan oleh Chrisye memang memilik suara yang tidak biasa. Bagaimana tidak, pria ini merupakan salah satu anggota Voice Of Halo (VOH) yang sudah sering menjuarai kompetisi bahkan pernah menjadi artis INBOX, salah satu acara musik di stasiun tv swasta.

 

Ada Artis INBOX di Balai Kartini
Ada Artis INBOX di Balai Kartini

Setelah memberi jatah makan siang untuk cacing yang sudah mulai memberontak, kami melanjutkan penelusuran ke setiap sudut ruangan. Meski matahari semakin terik, baik para peserta dan suporter semakin membanjiri Balai Kartini. Perhatian kami pun tertuju kepada salah seorang peserta yang berada di depan meja registrasi juri, terlihat peserta tersebut sedang berdoa bersama atasannya dan rekan-rekan kerjanya. Peserta yang mengenakan kostum badut tersebut terlihat sangat lucu, kami pun sempat harus menunggu untuk bisa mewawancarainya karena kerumunan para pendukung yang mengajaknya berfoto-foto. Much Chairun Muchid atau yang biasa disapa dengan Chairun, mengenakan baju badut perpaduan warna kuning dan hijau, layaknya seorang badut berperut buncit, lengkap dengan rambut warna hijau dan sandal keropi yang sepadan.

 

Kreatifitas Tanpa Batas
Kreatifitas Tanpa Batas

Pria asal Semarang yang mewakili Perusahaan Telkom ini sangatlah unik. Ketika ditanya mengapa menggunakan kostum badut, pria kelahiran 08 Des 1991 ini menjawab bahwa karakter yang melekat pada badut merupakan representasi dirinya sehari-hari lucu, unik, dan menggemaskan serta disukai banyak orang. Chairun mewakili perusahaannya dan bergabung di kategori agent inbound >100, langsung diterbangkan oleh perusahaannya dari Semarang sejak tanggal 26 April 2015, menginap sampai dengan hari ini di camp yang terletak di kota Bogor. Kami sempat menyinggung hasil tes tulis yang didapatkan oleh Chairun, ternyata pria jenaka ini berhasil berada di peringkat 3, hebatnya lagi persiapan yang Chairun lakukan terbilang cukup untuk menjadi bekal menghadapi ajang TBCCI ini yaitu selama sebulan penuh selalu berlatih presentasi dan juara tes tulis. Dan ketika disinggung siapa pesaing terberat di kategorinya, Chairun menjawab, “untuk pesaing terberat masih dari bendera biru”. Sebelum pamit, Chairun menggengam tangan kami untuk bersalaman dan menitip doa pada kami, terlihat ketegangan yang dia alami, sampai – sampai telapak tangannya terasa begitu dingin ditangan kami. Do the best Chairun, good luck guys…

Tinggal 1 hari lagi lomba presentasi diadakan, besok tidak akan kalah seru dari hari ini, masih ada categori customer service walk in, work force management, IT support dan lainnya. Hari ini cukup bersemangat, seperti namanya Balai Kartini, di dalam gedung sangat terasa aroma perjuangan, layaknya Ibu Kartini yang berjuang untuk bangsa dan negara, mereka berjuang untuk perusahaan mereka masing-masing, semoga hasil terbaik bisa diperoleh oleh para peserta yang sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran mereka. Tetap semangat! ^_^

One… Two… Threemusketeer Actions…

trimasketir
                              Three musketeer IM2

HORE… HORE… Hari ini sudah masuk perlombaan hari ke dua, tidak terasa ya hari H makin dekat. Hari dimana akan diumumkan the best contact center dari masing – masing kategori. Ihh jadi tambah dag dig dug karena persaingannya terlihat amat sangat ketatttt.

Hari ini yang akan mengikuti presentasi perwakilan dari Indosat Mega Media ada 3 peserta loh. 2 peserta untuk kategori Back Office dan 1 peserta untuk kategori Agent Inbound. 2 peserta untuk kategori Back Office diwakili oleh Yusuf Hassanat dan Gading Citrasari, sedangkan untuk peserta dengan kategori Agent Inbound adalah Astya Azshara.

CERITA AWAL PERSIAPAN 3 PESERTA

Cerita sedikit tentang kesiapan 3 peserta boleh kan? Boleh dong? Iya boleh lah hehe.. hehe… Kesiapan dimulai sejak 4 bulan lalu. Sengaja kami siapkan waktu jauh – jauh hari agar lomba tahun ini terlaksana dengan lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua peserta begitu antusias sekaligus dag, dig, duaaaaar haha. Kenapa dag, dig dug? Jelasnya karena tahun ini target juara Platinum yang menjadi dambaan kami para peserta. Semua calon peserta dilatih oleh trainer yang sudah tidak di ragukan lagi kemampuannya untuk membantu para peserta menggapai tujuan mengikuti The Best Contact Center Indonesia 2015 ini. Selain itu, para peserta yang kami miliki juga merupakan orang – orang terpilih karena semangatnya, sesuai dengan motto yaitu PANTANG PULANG SEBELUM MENANG!!!. Sebenarnya sihhh.. bukan hanya menang juara yang kami inginkan, namun menang pengalaman, seperti petikan “Kemenangan bukanlah prioritas utama dalam suatu perlombaan, tapi juga dapat menjadi pengalaman dan motivasi diri.” Chairul Tanjung (Page: 261)

TAHAP SELEKSI CALON PESERTA

Tahap pertama adalah dilakukannya seleksi untuk semua Agent Customer Care yang berada di Indosat Mega Media. Pertama-tama calon peserta diharuskan mempresentasikan tentang kepribadian diri masing – masing dengan template yang sudah disediakan.

Tahap selanjutnya adalah penyaringan calon peserta yang layak dan dianggap mampu, siap, percaya diri dan berkomitmen memegang tujuan bahwa Indosat Mega Media tahun ini harus MENANG!!!.

Setelah terpilih beberapa calon peserta, kemudian mereka diberikan pelatihan. Pelatihannya pun dilakukan setiap hari dan terkadang di hari Minggu juga diadakan pelatihan lhoo, tidak jarang juga waktu istirahat dimanfaatkan calon peserta untuk berlatih public speaking. Woww kerenn kann peserta – pesertanya. Mereka diberikan pelatihan berupa teknik presentasi, teknik membuat slide show agar terlihat menarik dan berlatih ice breaking. Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana berpakaian yang rapih agar terlihat enak dipandang. Kami semua antusias sekali mengikutinya, kapan lagi kan bisa dapat tambahan ilmu gratis hehe.. hehe…

Kurang lebih 4 bulan calon peserta secara rutin dan berkala mengikuti seluruh pelatihan. Tak jarang para peserta sampai pulang malam mengikuti pelatihan. Dari berpanas – panasan sampai berhujan – hujanan sudah dilakukan. Semua dilakukan demi memberikan suatu yang terbaik bagi Indosat Mega Media tercintah ^^. Kami do’a kan yahh para pejuang TBCCI 2015 yang terbaik untuk kalian, tetap semangat dan tidak menyerah.

WRITTING TEST TBCCI 2015

Tanggal 27 April 2015, adalah hari yang sangat menegangkan, karena hari itu diadakan Writing Test The Best Contact Center Indonesia 2015. Writing Test merupakan test awal yang menjadi pintu untuk melangkah ke babak selanjutnya. Indosat Mega Media mengirimkan total 9 kandidat peserta.

Namun amat disayangkan, 4 peserta gugur setelah mengikuti Writing Test dan yang tersisa hanya ada 5 kandidat peserta masing – masing dari Manager, Trainer, Back Office Officer dan Agent Inbound. Sedihhh pastinya, tapi kami semua tidak patah semangat, karena kami yakin, 5 kandidat yang sudah lolos pasti bisa memenangkan perlombaan The Best Contact Center Indonesia tahun ini.

It’s Shoping Time

Sebelum acara hari H pelaksanaan presentasi dimulai, para peserta melakukan treatment agar rilex ketika menghadapi lomba berikutnya. Mereka juga diajak berbelanja kebutuhan untuk lomba seperti sepatu baru, baju baru, blazer baru, jas baru, dasi baru, pokoknya semua harus baru dong biar keliatan kece dan pede di depan Juri J, kalau kata orang bijak sih “tidak percaya diri itu kita semua yang mengendalikannya”. Nah cara mengendalikannya dengan penampilan yang baik agar dapat menarik perhatian juri ketika para peserta melakukan presentasi.

Sehari sebelum tampil, para peserta kembali melakukan persiapan. Semua peserta masih terlihat tegang dan grogi, namun semua itu tidak bisa menyembunyikan semangat yang terpancar dari jiwa masing – masing peserta. Satu persatu semua peserta melakukan presentasi dihadapan peserta lainnya, agar masing – masing dari peserta bisa memberikan masukan dan saran mulai dari cara mempresentasikan, cara menjawab pertanyaan – pertanyaan fish bowl, ketepatan waktu dalam melakukan presentasi sampai penggunaan clicker yang harus tepat dan sesuai antara slide dengan informasi yang diberikan ketika presentasi. Luar biasa, tampak perubahan yang sangat nyata terlihat. Semua peserta sudah terlihat sangat percaya diri, gaya bicara dan gimmick pun sudah sangat berbeda jika dibandingkan saat awal penyisihan peserta. Terlihat sekali di raut wajah mereka harapan dan semangat bahwa Indosat Mega Media tahun ini bisa MENANG, AMIIIIN YA Rabbal Alamin.

FINALLY, HARI YANG DITUNGGU DATANG JUGA,

Hari ini, tepatnya tanggal 6 Mei 2015 adalah hari kedua yang sudah kami tunggu, setelah sebelumnya kemarin juga diadakan lomba untuk kategori Manager dan Trainer. Hari ini adalah hari ke 3 peserta lainnya melakukan presentasi.

Kami para pendukung semua menggunakan baju orange loh. Eittss bukan karena kami pedukung JakMania yahh, tapi ini dilakukan semata – mata untuk para peserta yang hari ini akan maju mengikuti lomba. Tak lupa atribut penyemangat berupa balon tepuk, balon – balon dengan potongan huruf I Love CC IM2 dan syal bertulis IM2 pun sengaja kami bawa untuk meramaikan suasana lomba hehe… hehe…

IMG-20150506-WA0054
                         Bersama para petinggi IM2
IMG-20150506-WA0062
                                  Team Hore

Para pejuang TBCCI 2015 dengan yakin dan PeDe nya melangkah memasuki ruang tempat presentasi akan dilakukan. Yaa kami tambah percaya diri karena kami didukung oleh Bapak – Bapak Manager yang dengan sengaja telah meluangkan waktu menyaksikan hari terakhir lomba presentasi yang diikuti oleh IM2.

IMG-20150506-WA0037
                  Support dari para petinggi IM2

“Terima kasih banyak yahh Bapak – Bapak yang baik hati, ditengah – tengah kesibukan dalam menjalankan rutinitas kerja sehari – hari, ternyata dapat meluangkan waktu untuk hadir memberikan semangat dan dukungan kepada kami.” Lop u pul all (lhooo …).

Tentu saja ini semua akan jadi api yang membakar semangat kami untuk terus berjuang mengharumkan nama perusahaan, Indosat Mega Media.

Ingatlah para pejuang The Best Contact Center Indonesia 2015 IM2, yang kalian perjuangkan bukan sekedar kata MENANG atau PLATINUM. Namun lebih dari itu, yaitu menang dengan pengalaman, menang dalam menambah rasa percaya diri dan yang terpenting menang melawan keangkuhan dan kesombongan diri karena perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Dibangun bersama untuk 1 tujuan mengharumkan nama Indosat Mega Media.

Jikalau kalian belum bisa merasakan arti kata K E M E N A N G A N, ingatlah bukan berarti kalian gagal karena bagi kami kalian lah J U A R A sejati. Juara yang selalu kami banggakan karena ^WE ARE ONE^

Do The Best, Give The Best and Get The Best

Peserta TBCCI 2015 perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Peserta TBCCI 2015 perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Jakarta, 6 Mei 2015. Yeee yee yeee semangaaat. Sorak sorai para supporter dari masing masing pendukung peserta kompetisi TBCCI 2015 terdengar meriah, sesekali diselingi suara pukulan balon tepuk yang menambah heboh suasana. Hari ini adalah hari kedua tahapan presentasi ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI), sedikit berbeda dengan hari sebelumnya dikarenakan peserta yang dijadwalkan untuk presentasi lebih banyak dan beragam. Kategori yang dijadwalkan hari ini antara lain: Agent English, Agent Inbound, Agent Premium, Social Media dan Back Office. Meja registrasi yang biasanya difokuskan di sebelah pintu masuk utama, hari ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu, meja registrasi khusus dewan juri dan meja registrasi khusus peserta kompetisi. Untuk ruangan yang dipergunakan masih sama dengan hari sebelumnya, yaitu ruangan rafflesia, anggrek dan cempaka.

Do the best, give the best and get the best
Do the best, give the best and get the best

Perwakilan dari PT Bank Mandiri Persero Tbk mengirimkan 29 peserta. Peserta yang mengikuti kompetisi hari ini adalah untuk kategori Agent Social Media, Agent Inbound, Agent Premium, Agent English dan Back Office.

Ruangan pertama yang kami tuju adalah ruangan rafflesia di lantai 1, para peserta yang mendapatkan jadwal pertama yaitu pukul 08.00 WIB sebagian sudah masuk ke ruangan. Kami sempat berbincang dengan Bpk Andi Anugrah sebagai salah satu Inisiator pembentukan ICCA yang membantu panitia untuk memanggil para peserta yang akan memasuki ruangan presentasi. Jawaban pertama yang beliau ungkapkan pada saat kami tanya mengenai kesan-kesan ajang TBCCI 2015 adalah “capek”. Dengan senyuman khasnya, beliau meneruskan, “dibandingkan TBCCI tahun lalu, TBCCI tahun ini pesertanya lebih banyak dan lebih beragam, serta pembagian jadwal kompetisi yang dipisah antara tes tulis dan tes presentasi sehingga memudahkan peserta untuk lebih fokus dalam mempersiapkan materi dan presentasi nanti”.

Salah satu Perwakilan dari PT Bank Mandiri yaitu Dwinanto sebagai agent English mengambil tema perawat, tema yang beliau ambil tentu ada kaitannya dengan pekerjaan yang dijalaninya yaitu melayani pasien seperti halnya contact center melayani customer. Begitu keluar dari ruang presentasi, dengan perasaan lega ia berbagi cerita sedikit mengenai keadaan di dalam ruangan ketika presentasi, “pertama masuk ke ruangan deg – degan pasti, bertemu dengan 7 juri yang tidak dikenal dan mengatur bagaimana caranya dalam waktu yang diberikan selama 15 menit itu saya harus selesai, tapi Alhamdulillah saya selesai dengan waktu 13 menit untuk mempresentasikan slide saya dan sudah termasuk dengan fish bowl, pertanyaan yang keluar adalah sebutkan 3 hal yang menentukan kepuasan customer? Dan jawaban yang saya berikan adalah Listening, emphaty dan give the best experience” ucapnya dengan perasaan senang.

Para pendukung dari PT. Garuda Indonesia (sisi atas) dan PT Pertamina (sisi bawah)
Para pendukung dari PT. Garuda Indonesia (sisi atas) dan PT Pertamina (sisi bawah)

Di tengah-tengah keramaian supporter hari ini, ada beberapa supporter yang unik, yaitu perwakilan dari PT. Pertamina yang super heboh dengan rambut palsu (wig warna-warni), mereka adalah Indah, Nabila, dan Ike yang khusus datang untuk memberikan semangat kepada rekan dan meramaikan ajang kompetisi TBCCI ini. Dari perwakilan PT.Pertamina sendiri yang mengikuti acara hari ini ada 7 orang. Harapan dari mereka pastinya adalah menang, tetapi menang atau kalah tidak jadi masalah namanya juga perlombaan, ujar salah satu supporter dari PT.Pertamina.

Dari PT Garuda Indonesia juga memilki suporter yang tidak kalah seru. Mereka mengenakan baju berwarna merah dan membawa bendera berwarna orange, yang nanti akan mereka gunakan untuk memberikan asupan semangat bagi rekan-rekan mereka. PT Indosat memiliki cara lain untuk mendukung rekan mereka, yaitu mengenakan kaos putih bertuliskan “Eat Sleep Online Repeat” serta membawa balon tepuk berwarna kuning, hampir sama seperti tahun sebelumnya.

Do the best, give the best, get the best.

Melihat raut wajah para peserta yang begitu sibuk menghafal naskah sebelum memasuki ruang presentasi, merefleksikan betapa mereka berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik. Baik untuk diri pribadi ataupun perusahaan. Do the best, give the best dan get the best.

Do the best. Lakukan yang terbaik.

TBCCI merupakan kompetisi terbesar di Indonesia sebagai ajang pembuktian kemampuan pejuang contact center, mencari yang terbaik dari yang terbaik. Setiap peserta yang mengikuti ajang ini sudah pasti yang terbaik dari masing-masing perusahaan dan akan melawan peserta terbaik dari perusahaan lainnya. Bukan hal yang mudah bukan??
Bisa dibayangkan setelah terpilih menjadi peserta TBCCI, apa yang akan dilakukan oleh para peserta?? Sudah pasti setiap peserta yang ikut dalam TBCCI akan menjalani proses yang panjang sampai ke titik dimana mereka akan tampil untuk presentasi di hadapan para juri. Dimulai dari mencari tema sampai membuat slide presentasi serta menjalin kata demi kata yang akan disampaikan di depan para dewan juri. Proses yang dijalani sudah pasti panjang dan melelahkan, menguras energi dan waktu. Tidak ada orang yang ingin dipandang jelek, pasti mereka akan berusaha semaksimal mungkin.

Para peserta TBCCI menampilkan usaha terbaiknya.
Para peserta TBCCI menampilkan usaha terbaiknya.

Give the best. Berikan yang terbaik.

Ajang TBCCI dimulai tanggal 27 april 2015 diawalli dengan tes tertulis dan dilanjutkan dengan presentasi bagi peserta yang lolos tes tertulis. Tentu saja pada tanggal 27 adalah awal bagi peserta untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka. Persiapan berbulan-bulan akan dibuktikan. Dan saat ini pada tanggal 6 mei 2015 adalah bukti para pejuang tangguh yang telah lolos dalam tes tertulis untuk melanjutkan perjuangan mereka ditahap selanjutnya, yaitu tahapan presentasi. Para peserta berusaha menampilkan sesuatu yang unik dan terbaik dari yang mereka mampu. Seperti yang banyak kita temui, peserta-peserta yang mengenakan kostum aneh dan nyeleneh serta unik. Umumnya mereka memiliki alasan tersendiri kenapa menggunakan kostum yang tengah mereka kenakan.

Contohnya seperti Ibu Hari Purwanti peserta kompetisi perwakilan dari PT Telkom 147 Kota Semarang. Perempuan cantik yang terlihat anggun dengan kostum srikandi ini menyampaikan alasan dibalik kostum srikandi-nya. Menurut perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai staff back office ini, srikandi adalah wanita yang tangguh dan kuat. Dan srikandi adalah pilihan tepat untuk memotivasi dirinya serta perusahaan agar dengan kuat dan tangguh dapat memepertahankan sertifikat ISO 9000:2001. Atau seperti salah satu peserta dari PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bernama Rofiq Indra Sukmana sebagai perwakilan untuk kategori back office yang mengambil tema “Tarzan Cute”, tema yang unik dan berbeda dengan yang lain. “Pengen tampil beda aja dari peserta yang lainnya, memacu mental juga ya dengan gaya seperti ini dilihat orang banyak hehehehe… harapan saya ya yang pasti menang mau itu platinum ataupun bronze ya gak apa-apa” ujarnya.

Peserta pria perwakilan dari PT. Garuda indonesia dan peserta wanita perwakilan dari  PT Telkom 147 Semarang
Peserta pria perwakilan dari PT. Garuda indonesia dan peserta wanita perwakilan dari PT Telkom 147 Semarang

Get the best. Mendapatkan yang terbaik.

Menjadi Juara dan bisa pergi ke Macau tentu menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta TBCCI, namun mengikuti ajang ini bukan hanya masalah menang dan kalah. Ini pembuktian segala kerja keras dan dedikasi mereka selama bekerja di bidang contact center. Apa yang mereka dapatkan tidak selalu berupa hadiah jika jadi pemenang. Melainkan, apa yang mereka pelajari dan perbaiki selama mengikuti kompetisi ini. Pasti banyak para peserta yang pada awalnya merasa takut atau tidak yakin pada diri sendiri bahwa mereka akan bisa melewati dan menjalani kompetisi ini dengan baik, apalagi tampil didepan umum. Tapi, seperti yang disampaikan oleh salah satu juri, yaitu Bpk Heri Kuswara dari Bina Sarana Informatika (BSI) yang hari ini berkesempatan menjadi juri kategori Back Office, bahwa selama 4 tahun berturut-turut menjadi juri dalam ajang kompetisi bergengsi ini, beliau melihat bahwa para peserta memiliki comunication skill yang semakin baik dari tahun ke tahun. Jarang ditemui ada peserta yang gugup saat sedang presentasi, memang ada beberapa peserta yang terlihat sedikit gugup ketika tiba waktunya untuk fish bowl dikarenakan pertanyaan yang diberikan tidak diduga oleh peserta. Kesiapan mereka dalam menjalani kompetisi ini adalah hasil dari kerja keras para peserta.

Bpk Heri Kuswara M.Kom selaku juri dari BSI
Bpk Heri Kuswara M.Kom selaku juri dari BSI

Para pemenang tentu akan mendapatkan yang terbaik sebagai bonus untuk kerja keras dan dedikasinya di bidang contact center. Nah, yuk mari kita bahas juga kenapa Macau terpilih menjadi tempat bagi para jawara TBCCI tahun ini. Berdasarkan ngobrol singkat dengan Bpk Andi Anugrah, Macau dipilih sebagai hadiah utama berdasarkan kesiapan dari masing-masing Negara. Indonesia Contact Center Asociation sendiri ikut dalam suatu asosiasi contact center dengan beberapa negara lain, dan untuk menentukan negara tujuan branchmark, harus ada persetujuan serta kesiapan dari negera anggota asosiasi concact center yang akan dikunjungi oleh pemenang kompetisi nanti. Dan ternyata ke Macau ga Cuma liburan lho.. tapi juga menambah pengetahuan tentang bagaimana industri contact center di negara-negara lain. Para pemenang akan bisa mengetahui kelebihan dan budaya yang diterapkan dalam dunia contact center baik di Macau ataupun negara lainnya. Diharapkan pengetahuan ini akan menambah motivasi dan meningkatkan kinerja para insan contact center di Indonesia. Budaya yang baik dapat diambil dan diterapkan di perusahaan masing-masing untuk meningkatkan kinerja, terutama di bidang contac center.

Tukang Mie Ayam Sampai Bill Gates: Kekuatan Pagi Itu.. Maha Dahsyat

Sering melintas di Jalan Raya TB Simatupang? Terutama lintasan jalan yang menuju ke arah Pasar Minggu, dari arah Cilandak. Di situ, setiap pagi ada tukang jualan mie ayam, yang bisa dibilang tidaklah sangat ramai pembeli, pun tidak sedikit pelanggannya. Betul sekali, dia tidak miskin pelanggan tapi tidak pula membludak oleh yang ingin beli. Yang pasti, rasa mie ayam yang disuguhkan Bapak Penjual, memang mantap.

Para peserta dari BICARA 131
Para peserta dari BICARA 131

Tapi eits..! Mohon maaf, BICARA 131 tidak memusatkan perhatian pada lokasi tepatnya si penjual mie ayam tersebut. Juga tidak memaparkan rasa mie ayam itu secara lebih terperinci. Karena tulisan ini bukan ajang jualan mie ayam ala BICARA 131. Bila penasaran dengan mie ayam tersebut, baiknya tanyakan orang-orang di sekitar situ yang tentu sudah mengenalnya. Yang ingin BICARA 131 ungkap, adalah prinsip si Bapak Penjual mie ayam, yakni kenapa harus pagi-pagi buta dia berjualan, “Tapi ternyata pagi-pagi begini pembeli sudah banyak ya Pak?”

“Ya, karena ini adalah jaminan dari Dia. Siapa yang ragu dengan jaminan dari Yang Maha Kaya?” ungkap di Bapak Penjual sambil meracik mie ayam.

“Saya bingung Pak, jaminan apa?”

“Hehe, saya cerita saja ya, sambil saya melayani pembeli.”

“Silakan Pak, jangan direpotkan oleh pertanyaan saya. Cuma saya penasaran jadinya. Saya cuma iseng saja, karena biasanya tukang mie ayam buka siang.”

“Jadi begini, anu Dik, saya itu, bla, bla, bla …….”

Si Bapak Penjual pun bercerita cukup panjang tentang bangun pagi. Dan singkat cerita, pada intinya apa yang dia ceritakan memang telah dibuktikan oleh banyak orang sukses tingkat atas dunia, seperti Bill Gates, Raja Fahd bin Abdul Aziz, hingga yang paling dekat dengan rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo. Menurutnya, awal pagi adalah saat dimana sumber kekuatan terbuka luas. Si Bapak Penjual menerangkan melalui tilik ajar Islam, karena kebetulan dia muslim.

“Karena duapertiga malam menjelang matahari terbit, Allah turun menyapa mahlukNya dengan caraNya yang Maha Hebat. Saya selalu bangun di duapertiga malam. Sebelum bekerja, terus terang saja, kadang saya shalat malam dan berdoa meminta kepadaNya, kadang tidak. Tergantung situasi dan kondisi diri ini. Kalau tidak capek, saya melakukan itu. Tapi kalau capek, saya tidak. Tapi yang pasti, menurut saya berdasarkan apa yang saya alami, Allah senang disambut oleh mahlukNya. Mereka yang berkorban untuk berupaya terjaga dari tidur nyamannya ketika Dia datang di duapertiga malam, mungkin menurut saya, dianggap Allah sebagai upaya menyambutNya. Itulah sebabnya mereka yang bangun lebih awal bersama denganNya hingga matahari terbit, kerap mendapat kekuatan tersendiri.”

Namun apa kekuatan yang dimaksud? Apakah kekuatan finansial? Bila memang finansial, seharusnya tukang mie ayam itu kaya raya. Bila kekuatan fisik, seharusnya dia tak perlu jadi tukang mie ayam, tapi jadi saja pasukan khusus yang perkasa di segala medan. Nah lalu apa kekuatan yang dimaksud si Bapak Penjual?

“Kekuatan yang saya rasakan, yang sangat dahsyat adalah saya dan anak buah saya di sini, belum pernah jatuh sakit. Anda lihat sendiri, kami tidak pernah tutup, tidak pernah mengecewakan pelanggan yang sengaja datang ke sini pagi-pagi dan berharap kami buka. Kekuatan kedua, seperti yang Anda lihat, dalam sehari, 15 mangkok adalah niscaya. Padahal banyak tukang mie ayam lain yang berharap sehari 5 mangkok saja sudah senang. Kenapa kok ada saja pembeli mie ayam di pagi hari? Saya tidak tahu, karena itu datang dari Allah, saya tidak mengaturnya. Dan kekuatan-kekuatan lainnya yang saya simpulkan adalah berkat kekuatan pagi,” papar sang penjual.

Percaya atau tidak, apa yang dia ucapkan juga merupakan prinsip hidup Bill Gates, Raja Fahd, Jokowi dan orang sukses lainnya. Bahwa siapapun yang bisa meraih kekuatan pagi, niscaya banyak manfaatnya. Bank Indonesia pun sama, tidak akan menyia-nyiakan kekuatan pagi.

Pada ajang kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015, tentang kekuatan pagi ini salah satu peserta dari Bank Indonesia Call and Interaction (BICARA) 131 Irfan Rahman menjelaskan kepada para dewan juri. Perlu diketahui, para peserta mempresentasikan paparannya masing-masing sesuai dengan pertanyaan yang didapatnya dari fishbowl yakni kumpulan pertanyaan di dalam sebuah wadah kaca. Irfan Rahman mendapat fishbowl yang menanyakan kepadanya tentang apa manfaat datang pagi ke kantor.

Indri Kaniasari (kiri) dan Irfan Rahman (kanan)
Indri Kaniasari (kiri) dan Irfan Rahman (kanan)

Menurut Irfan, selain untuk tanggung jawab diri terhadap pekerjaan, juga menjaga prestasi yang disuguhkan oleh Bank Indonesia, yaitu insentif kehadiran. “Kami di tim BICARA 131 sangat senang dengan adanya insentif kehadiran bagi mereka yang datang lebih awal. Ini adalah wujud menghargai bentuk upaya seseorang. Insentif ini juga ibarat rejeki khusus,” ungkapnya sumringah.

Demi Pelanggan

Ulasan di atas adalah sekelumit manfaat yang didapat dari ajang kompetisi TBCCI 2015. Ini adalah tulisan ketiga yang kami ‘racik’ dari banyak hal-hal menarik dan bermanfaat yang terjadi dari ajang ini. Pada hari kedua ajang presentasi individu TBCCI 2015, masih seperti kemarin para peserta memaparkan segala hal yang berkaitan dengan job description mereka, di perusahaan masing-masing. Namun bila kemarin pesertanya adalah mereka yang di level Trainer, Team Leader (TL) Inbound, Manager Inbound, Supervisor (Spv), dan Quality Assurance (QA), hari ini pesertanya adalah Agent Inbound, Agent Premium, Agent English, Agent Social Media, dan Back Office.

Mereka mempresentasikan di hadapan dewan juri dengan cara-cara unik. Salah satu yang menarik perhatian di Balai Kartini, Jakarta Selatan, tempat ajang TBCCI 2015 dihelat, adalah munculnya sesosok pemuda berjubah dan bertopeng. Tampak seperti ksatria malam alias The Dark Knight, pahlawan fiktif yang terkenal di Amerika Serikat. Alih-alih ksatria malam, tapi dia muncul di pagi hari, kala sang surya menyebarkan hangat ke tubuh. Sang pahlawan kepagian itu hadir di Ballroom Rafflesia Balai Kartini, tentunya dengan penjelasan tersendiri.

Sulhadi, sang pahlawan kepagian..
Sulhadi, sang pahlawan kepagian..

Dia adalah Sulhadi, salah satu peserta Kategori Inbound seat > 150 dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Menurutnya, topeng yang dibawanya dan dikenakan di hadapan dewan juri, adalah pengibaratan dari bagaimana mengesampingkan sejenak hal negatif dari dalam diri. Karena namanya manusia, tentu tak luput dari masalah dan setiap orang berbeda cara menangani masalahnya masing-masing. Sulhadi memaksudkan, topeng adalah filtrasi pengaruh buruk yang datang dari permasalahan yang menimpa dirinya. Dia tak ingin, orang yang dia layani bisa melihat masalah pada dirinya. Itulah makna topeng tersebut. Karena tuntutan di dunia call center adalah bagaimana bisa mengesampingkan masalah pribadi untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik ke pelanggan.

Dan tak cukup sampai di situ, topeng yang dipilihnya pun bukan topeng yang menakutkan. Karena meskipun bertabir topeng, namun orang tidak melihatnya sebagai pengalihan atau upaya menutup-nutupi diri. “Bukan menjadi orang lain, tapi mampu meletakkan masalah dan hadir menjadi pribadi yang ceria, yang baik, sesuai kebutuhan pelanggan. Orang pun melihatnya sebagai sosok menyenangkan,” ungkap Sulhadi. Sehingga meski dalam tekanan masalah internal, namun dia tetap bisa menambah kawan di luar sana. Inspirasi topeng, lanjut Sulhadi, hadir dari kondisi di mana orang biasanya memiliki konotasi yang buruk terhadap topeng. Tapi menurut pria yang baru pertama kali ini mengikuti ajang TBCCI ini, topeng dijadikan sebagai sesuatu yang bermanfaat dalam memberikan pelayanan ke palanggan.

Siap melompat lebih tinggi, mendapat kawan lebih banyak.
Siap melompat lebih tinggi, mendapat kawan lebih banyak.

Lain dengan Sulhadi, ada Indri Kaniasari dari BICARA 131. Indri Kaniasari sebagai peserta Kategori Inbound seat < 30, memiliki tema menyelesaikan permasalahan dengan bercermin dari permainan rubik. “Penemu permainan rubik Ernő Rubik mengatakan bahwa hakikat rubik adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah dalam situasi yang rumit,” ungkap Indri Kaniasari. Secara riil, medan tugas contact center akan menjadi rumit bila ditangani dengan tidak sabar, tidak terstruktur, dan tidak terlatih. “Bila Anda lihat, orang-orang yang mampu menyusun kembali rubik yang terpencar dengan waktu yang cepat adalah mereka yang sabar dan terlatih dengan terstruktur. Inilah yang saya lakukan di BICARA 131, memberikan yang terbaik demi pelanggan,” ucap Indri Kaniasari menutup kisah BICARA 131 hari ini. Selanjutnya, tunggu cerita BICARA 131 berikutnya dalam ajang bergengsi TBCCI 2015.