Garda Terdepan, Prajurit Contact Center

Macau, Macau, Macau! Thailand, Thailand, Thailand! Siapa yang tidak mau ke Macau atau Thailand, gratis pula? Dua destinasi ini menjadi hadiah bagi pemenang di kompetisi ICCA yang diperuntukkan bagi contact center indonesia. Contact center? ICCA? Apa itu? Penasaran? Keep reading guys : )

Apa itu contact center?

Prajurit Contact Center dari PT Bank Mandiri Tbk

Peserta ICCA dari PT Bank Mandiri Tbk

Tahukah anda bahwa penolong pertama ketika kartu atm tertelan atau hilang, atau ketika anda mengalami penipuan, contact center adalah pihak pertama yang anda hubungi untuk melakukan pengamanan kartu dan dana anda. Tahukah anda bahwa contact center siap melayani pemesanan tiket kereta atau pesawat ketika anda membutuhkan tetapi tidak bisa mengunjungi agen travel terdekat? Tahukah anda seberapa bayak produk yang harus dikuasai oleh staff contact center contohnya PT Pertamina yang melayani 18 fungsi pelayanan baik untuk layanan customer perusahaan, karyawan, anak perusahaan ataupun customer pribadi? Contact center adalah malaikat penolong yang siap melayani anda kapanpun dan di manapun, dikarenakan contact center adalah garda terdepan suatu perusahaan.

Dengan kemajuan era teknologi dan telekomunikasi saat ini contact center tidak hanya bisa diakses melalui telepon, namun juga bisa diakses melalui email, website, twitter, facebook, whatsapp dan path. Karena saat ini adalah era keterbukaan informasi publik maka masyarakat ingin mengetahui informasi yang dibutuhkan secara cepat, tepat dan akurat. Untuk itu setiap perusahaan dituntut dapat menyediakan staff contact center yang berkualitas. Melalui ajang kompetisi ICCA diharapkan dapat menemukan staff contact center terbaik dari yang terbaik.

Contact Center dari PT PLN 123

Contact Center dari PT PLN 123

Anda belum pernah mendengar tentang?

Kompetisi ICCA merupakan ajang kompetisi tahunan yang digelar untuk mencari insan contact center terbaik di Indonesia. Kompetisi ini bukan kompetisi biasa-biasa saja, dalam kompetisi ini akan dibuktikan kualitas dari staff contact center dari masing-masing perusahaan. Informasi yang kami dapatkan dari Ibu Yayuk selaku panitia registrasi, tahun ini kompetisi ICCA diikuti oleh 547 peserta dari bebagai perusahaan. Dan dalam kompetisi ini hadiah yang ditawarkan bagi sang juara adalaaaaah.. ke luar negeri… Jika di tahun sebelumnya juara utama mendapatkan hadiah ke negeri Gingseng Korea Selatan maka tahun ini hadiah bagi sang juara tak kalah hebatnya yaitu branchmark ke Macau. Luar biasa bukan? Kapan lagi jalan-jalan dibayarin.

Kenapa diadakan ajang perlombaan ICCA? Ini untuk memotivasi perusahaan-perusahaan yang memiliki contact center agar terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Melalui ajang perlombaan ICCA ini dilatih dan diuji kemampuan para peserta sesuai dengan kategori masing-masing. Adapun kategori dalam ajang kompetisi ini mulai dari kategori inbound call, outbond call, telemarketing, coorporate, supervisor, manager, desk control dan lain-lain. Khusus untuk tes tertulis coorporate dilaksanaan di tempat yang berbeda yaitu di Crown Plaza. Selain itu, ada perbedaan sistem kompetisi antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya tes tertulis dan presentasi dilaksanakan dalam satu waktu yang sama. Sedangkan tahun ini, tes tertulis untuk semua kategori dilakukan dalam satu hari saja. Jadi bagi peserta yang tidak lulus tes tertulis maka tidak bisa melanjutkan ketahap selanjutnya, yaitu presentasi individu.

Peserta yang ikut dalam ajang kompetisi ini merupakan gabungan dari peserta lama dan peserta baru. Peserta lama adalah mereka yang telah mengikuti ajang bergengsi ICCA di tahun sebelumnya dan kembali berpartisipasi di tahun ini, namun dengan kategori yang berbeda. Sedangkan mereka yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam kompetisi ini adalah peserta baru atau new comer. Diharapkan dengan hadirnya new comer ini dapat melahirkan generasi baru terbaik dalam dunia contact center.

 

Suasana di meja registrasi. Nampak salah satu peserta dari Bank Mandiri.

Salah satu peserta dari Bank Mandiri sedang melakukan registrasi sebelum tes.

Hari Pertama

Hari pertama, Senin 27 April 2015 para peserta mengikuti lomba tertulis untuk seleksi tahap I yang hasilnya pun akan diumumkan pada hari ini pukul 17.00 WIB. Seleksi awal adalah tes tertulis, di mana dalam tes tertulis ini setiap peserta akan diberikan pertanyaan sesuai dengan kategori yang diikuti sebanyak 50 soal. Untuk tes tertulis dilaksanakan di ruang Cempaka dan Mawar Lantai 2 Balai Kartini Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 37, Jakarta Selatan. Seleksi tes tertulis ini dibagi menjadi 4 sesi yaitu sesi pertama dari pukul 07.30  09.30 WIB kategorinya adalah Team Leader Inbound, Supervisor, Manager, WFM, Desk Control, Trainer, dan IT Support. Sesi kedua dilaksanakan dari pukul 10.00  12.00 WIB kategorinya adalah Agent Inbound, Agent Premium, Back Office, dan Quality Assurance. Sesi ketiga dari pukul 13.00  15.00 WIB kategorinya adalah Telesales, Telemarketing, Team Leader Outbond, dan Agent English. Dan sesi terakhir pukul 15.00  17.00 WIB kategorinya adalah Customer Service, Team Leader Customer Service, Manager Custome Service, dan Agent Social Media. Dari hasil tes tertulis ini akan diambil peserta terbaik untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu presentasi.

Peserta sedang belajar bersama

Peserta sedang belajar bersama

Belajar, belajar dan belajar. Para peserta terlihat bergerombol di sepanjang koridor dan tangga di lantai 2 Balai Kartini untuk berdiskusi atau sekedar mengingat kembali apa yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Ketika ditanya apa tujuan mereka belajar dengan giat, pada umumnya peserta menjawab, kemenangan bukan tujuan utama mereka, kemenangan merupakan bonus yang mereka dapat dari kerja keras, selain ke Macau tentunya. Tujuan utama mereka adalah untuk menunjukkan kualitas dan profesionalisme secara individu serta membawa nama baik perusahaan. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi sarana komunikasi dan tali silahturahmi dengan sesama insan contact center serta untuk menambah pengalaman.

Walaupun peserta berasal dari berbagai macam industri yang berbeda, namun selfie time adalah suatu hal yang sama-sama mereka lakukan untuk menikmati hari tes tertulis ini. Para peserta tidak lupa untuk mengabadikan moment ICCA ini dengan berfoto berbagai gaya dan ekspresi di photo booth ICCA. Selain untuk mengabadikan moment, hal ini dianggap bisa mengurangi ketegangan sebelum tes.

Yoseph dari PT Garuda Indonesia bersama (keponakan)

Yoseph dari PT Garuda Indonesia bersama Zahra (keponakan)

Salah satu peserta memiliki cara lain untuk menghilangkan ketegangan sebelum tes. Ia adalah Yosep, peserta yang berasal dari Bandung untuk mewakili PT Garuda Indonesia di kompetisi ICCA. Penghilang ketegangan Yoseph itu bernama Zahra. Zahra adalah balita berusia kurang dari 1 tahun yang datang untuk memberikan dukungan kepada Pamannya.

Berbeda dengan Yoseph. Rekan kami sebagai perwakilan dari PT Bank Mandiri Tbk untuk staff Inbound Reguler dan Team Leader Inbound, memiliki cara tersendiri untuk mengatasi ketegangan sebelum tes dengan cara belajar sambil mendengarkan musik, serta mereka saling bercanda di sela-sela waktu belajar sebelum tes dimulai.

Sebelum tes itu ya deg-degan, takut, tegang deh rasanya. Mau sarapan juga kurang nafsu jadinya. Hahaha, ujar Nurlita Fitriani Ginting perwakilan PT Bank Mandiri Tbk untuk kategori telemarketing. Memang begitu terasa ketegangan yang dirasakan oleh para peserta. Tapi apa yang mereka rasakan sebelum tes akan sangat berbeda dengan perasaan setelah mereka keluar dari ruang tes tertulis. Menurut Ibu Rena Septiana perwakilan dari PT Bank Mandiri, Lega adalah hal yang pertama yang dirasakan setelah selesai tes, meskipun belum seutuhnya. Selanjutnya yang tersisa adalah perasaan galau menunggu hasil pengumuman tes tertulis. Hehehe. Berbeda dengan Ibu Rena, menurut sdr Adzenar Prawira peserta untuk kategori telemarketing dari PT Bank Mandiri, perasaan yang dirasakan sudah pasti lega, namun saat di dalam ruangan tes sedikit mengalami kendala dikarenakan suhu ruangan yang terlalu dingin dan meja yang sedikit goyang ketika peserta lain sedang mengkoreksi atau menghapus jawaban yang salah.

Suasana ruang tes tertulis

Suasana ruang tes tertulis

Akhirnya, hari pertama telah selesai dan tepat pukul 17.00 WIB akan diumumkan siapa saja peserta ICCA yang lulus ke tahap berikutnya. Macau, Thailand, atau tetap di Jakarta, menang atau kalah, sedih atau senang, yang terpenting bagi kami semua peserta sudah memberikan yang terbaik. Karena pemenang sesungguhnya adalah mereka yang mampu melawan ketidakpercayaan diri. Yakini saja bahwa kita mampu dan bisa. Fighting!

Posted in Artikel | Tagged , , | Comments Off on Garda Terdepan, Prajurit Contact Center

Goes To TBCCI 2015

Yeayyyy … hari ini adalah hari yang sudah kami tunggu – tunggu, dimana hari dimulainya lagi lomba The Best Contact Center Indonesia. Tahun ini kami yakin pasti kami akan merebut juara dari seluruh kategori yang kami ikuti. Kami yakin karena persiapan yang kami lakukan lebih dari tahun – tahun sebelumnya. Belum lagi, peserta yang kami kirimkan adalah para peserta yang berkompeten di masing – masing bidang sesuai dengan kategori yang didaftarkan untuk mengikuti lomba TBCCI.

Dimulai dari awal tahun, kami sudah rutin membekali para peserta dengan pelatihan, seperti training presentasi setiap minggu, pelatihan menjawab soal yang diberikan (fish bowl) dan training pembuatan slide presentasi yang menarik dan kreatif agar slide presentasi kami mendapat perhatian dari dewan juri. Tahun ini IM2 mengirimkan lebih banyak kategori dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 6 kategori dengan 9 peserta, yaitu; kategori Manager 1 peserta, kategori Supervisor 1 peserta, kategori Trainer 1 peserta, Quality Assurance 2 peserta, Back Office 2 peserta dan Agent Inbound 2 peserta. Wahh mudah – mudahan tahun ini memang tahun kami, para peserta perwakilan dari Indosat Mega Media siap untuk jadi juara umum dari seluruh kategori yang kami ikuti.

Writing Test dimulai

Lomba The Best Contact Center Indonesia atau lebih dikenal dengan TBCCI diawali dengan Writing Test yang dimulai hari ini, tepatnya tanggal 27 April 2015. Writing Test ini sangatlah penting, karena mengambil peranan 20% dari total penilaian secara keseluruhan pemenang. Minggu sebelumnya, yaitu hari Jumat tanggal 24 April 2015, kami mendapatkan dukungan dari rekan – rekan di Indosat Mega Media. Seluruh karyawan Indosat Mega Media memberikan dukungannya dan mereka berharap kami dapat membawa nama baik perusahaan yaitu Indosat Mega Media. Terima kasih yaa rekan – rekan IM2. Lihat dehh foto – foto dukungan dari karyawan – karyawan dari Indosat Mega Media, seruu kann..

Pagi tadi pada sesi pertama jam 08:00, sudah ada 3 peserta perwakilan IM2 yang sudah menjalani Writing Test. Mereka yang telah berangkat yaitu Bpk. Pamudji yang ikut dalam kategori Manager, Mba Astried Nerinda Pratiwi yang ikut dalam kategori Trainer dan juga Muhammad Iqbal yang ikut dalam kategori Supervisor. Walau kami tidak mengantar para peserta Writing Test sesi pertama (karena berangkat dini hari pastinya) tapi kami yakin bahwa mereka mampu mengerjakan soal – soal yang diberikan dengan baik ^^. Aamiin..

Saat ini kami tengah mengantar enam peserta lainnya untuk mengikuti lomba Writing Test sesi ke dua. Kali ini peserta – peserta yang kami kirimkan adalah Mahirsidiastuti dan Eka Mardiani yang ikut dalam kategori Quality Assurance, Muhammad Yusuf Hasanat dan Gading Citra Sari yang ikut dalam kategori Back Office Officer dan Ade Firmansyah Putra dan Astya Azshara yang ikut dalam kategori Agent Inbound. Semoga semua peserta di sesi kedua ini juga diberikan kemudahan dan kelancaran untuk menjawab seluruh soalnya yahh. Aamiin.

Melihat semangat para peserta dari awal training sampai sekarang, kami tambah yakin bahwa kami akan mendapat predikat juara umum tahun ini. Doakan yaa para pembaca agar kami bisa mendapatkan gelar juara umum untuk semua kategori , Insya Allah 

Tepat pada pukul 9.30 WIB kami sampai di Balai Kartini. Terlihat wajah – wajah tegang yang sedang menunggu waktu ujian sesi kedua dimulai. Di ajang bergengsi ini, terlihat perwakilan dari Astra Honda Motor (AHM), Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), KAI (Kereta Api Indonesia) dan masih banyak peserta lainnya. Mereka melakukan berbagai cara untuk menghilangkan ketegangan sebelum dimulainya lomba Writing Test. Ada yang bernyanyi, ada yang melakukan foto – foto dengan seluruh anggota tim yang mereka bawa, dan ada juga yang mengulang – ulang mengerjakan soal – soal try out yang mereka miliki.

Kami para peserta IndosatM2 juga merasakan hal yang sama. Ketegangan dan perasaan yang tidak menentu, tentunya menghinggapi perasaan kami, para peserta yang akan mengikuti Writing Test. Sambil menunggu waktu ujian sesi ke dua dimulai dan untuk mengusir rasa tegang, kami melakukan foto bersama di photo booth yang telah disediakan. Tak lepas canda tawa kami lontarkan kepada sesama peserta, agar seluruh rasa tegang bisa lepas dari hati masing – masing peserta. “Ayoo teman – teman kami yakin kalian pasti bisa…Sejuta Semangat untuk kalian ayooo berjuang!!” teriak kami menyemangati mereka.

IMG-20150427-WA0004 IMG-20150427-WA0002
Akhirnya waktu untuk Writing Test sesi ke dua dimulai, sebelumnya kami melakukan doa bersama agar teman – teman yang ikut Writing Test dapat diberi kelancaran dan soal yang mudah untuk menjawab seluruh soal yang diberikan he he he… Setelah berdoa, wajah teman – teman terlihat lebih tenang dan kami pun mengantarkan semua peserta sampai di depan pintu ruang Mawar. “Every day may not be good but there is something good in every day”, bisik kami kepada seluruh peserta.

Writing Test selesai

Selepas Writing Test sesi ke dua dimulai, kami menemui para peserta yang sejak pagi tadi sudah berjuang menghadapi Writing Test sesi pertama. Tampak wajah – wajah lega menghiasi wajah mereka, walau tetap saja mereka tidak dapat menyembunyikan perasaan tegang dan deg – degan menghadapi hasilnya nanti. Oh iya, pengumuman hasil Writing Test akan dilakukan hari ini juga pada pukul 17.00 WIB. Jangankan para peserta yang mengikuti Writing Test, kami yang mengantar pun ikut deg – degan menunggu hasilnya, karena kabarnya akan ada 4 peserta yang gugur alias tidak diperbolehkan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu tahap Presentasi.

Kami pun sempat mengabadikan suasana detik – detik dimulainya Writing Test di ruang ujian, yaitu ruang Mawar. Tampak terlihat hening di dalam. Selain itu, terasa sekali para peserta yang masih tegang sebelum menghadapi Writing Test.

IMG-20150427-WA0005
Tak terasa lebih kurang 2 jam Writing Test sesi ke dua telah selesai. Sama seperti peserta sesi pertama, pada wajah para peserta Writing Test sesi kedua juga menampakkan ketegangan yang sama, karena khusus untuk kategori Quality Assurance juga akan ada 4 peserta yang gugur. Kami pun mencoba menghibur para peserta yang telah melakukan Writing Test.

“Hanya sayalah yang mampu mengubah hidup saya. Tidak seorang pun mampu melakukannya untuk saya.” terdengar ucapan salah satu peserta yang saling memberi semangat.
“Hanya jika ada semangat, maka hal – hal sulit akan terasa lebih mudah.”, balas peserta lainnya.

Tenanglah teman – teman, setiap usaha yang kalian lakukan pasti akan ada hasilnya dan tidak pernah ada kata gagal jika kalian mau berusaha. Karena ada kata bijak yang mengatakan:

“Setiap langkah yang kita jejaki adalah merupakan suatu kemenangan namun untuk mengukuhkannya sebagai piala tetap dibutuhkan tekad dan pilihan yang tepat.”

Selepas Writing Test, kami semua berkumpul untuk berbicang – bincang mengenai soal apa saja yang di kerjakan. Ada peserta yang mengatakan soalnya sangat jauh berbeda dengan soal – soal try out yang di kerjakan minggu lalu. Namun ada peserta yang mengatakan soal – soal yang tadi dikerjakan, tidak jauh berbeda dengan soal – soal try out minggu lalu.

Setelah para peserta dirasa sedikit lebih tenang, kami pun bergegas kembali ke kantor. Ingat lah teman – teman bahwa:
“Kemenangan kita yang terbesar bukan karena tidak pernah gagal. Namun kemenangan karena kita bangkit setiap kita gagal.”

Posted in Artikel | Tagged , , | Comments Off on Goes To TBCCI 2015

HANYA UNTUK SANG JAWARA

Ada satu istilah yang mengatakan “Kompetisi meningkatkan Kompetensi”, demikian juga ajang kompetisi bergengsi seluruh penyelenggara Contact Center di Indonesia yang diselenggarakan oleh ICCA (Indonesia Contact Center Assosiation) dalam acara The Best Contact Center Indonesia 2015. Pada kesempatan kali ini acara ICCA tersebut disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti AstraWorld, NICE, AVAYA, juga TELEOPTI, Mitracomm Ekasarana, PGN, Phintraco Technology, dan Dimension Data.
Acara tahunan ini diselenggarakan oleh ICCA dan Telexindo, serta di dukung oleh APPCAL, Universitas Mercu Buana dan Akademi Bina Sarana Informatika, dengan media parter acara ini oleh i-C@ll Center.

Antusiasme Sang Jawara
Antusiasme para peserta sangat terasa pada hari pertama dimulainya perlombaan kompetisi para praktisi Contact Center yang diselenggarakan hari ini, Senin 27 April 2015 di lantai 2 Balai Kartini Jalan Gatot Subroto Jakarta. Bertempat di ruang Mawar dan Cempaka, sejak pagi peserta sudah berkumpul mengikuti tahapan awal perlombaan kompetisi The Best Contact Center Indonesia 2015. Diawali dengan test tertulis yang diikuti sekitar 547 peserta dari berbagai kategori, yang dibagi dalam pilihan individual maupun corporate.

Kompetisi test tertulis ini merupakan seleksi awal peserta individual yang diselengarakan hanya 1 hari saja dengan sistem gugur. Metode penilaian yang digunakan adalah nilai tes tertulis dan diambil peringkat tertinggi saja yang lolos ke Tahap 2.
Pengumuman peserta dengan nilai tertinggi diumumkan langsung pada hari yang sama atau paling lambat H+1 pada keesokan harinya. Tidak ada batasan jumlah peserta untuk test tertulis pada tahap 1 ini, namun jumlah peserta yang lolos ke tahap 2 ditentukan maksimal 6 peserta.

Penyambutan Sang Jawara
Kedatangan para peserta lomba diawali dengan registrasi di meja depan ruangan yang akan dipergunakan untuk test. Panitia menyambut dengan ramah sambil mempersilakan peserta mengisi daftar hadir.

Konsentrasi peserta test tertulis sangat diutamakan sehingga seluruh peserta diminta untuk menitipkan barang bawaan pribadi berupa tas dan handphone kepada panitia di tempat yang sudah disediakan. Jadi peserta memasuki ruangan hanya membawa alat tulis dan kesiapan knowledge serta kesiapan mental saja.
Barang Pribadi dititipkan ke Panitia

Ruangan test tertulis cukup representatif. Denah tempat duduk peserta sudah ditentukan oleh panitia dan dapat dilihat dengan mudah tidak jauh dari meja registrasi. Suasana ini akan mengingatkan sebagian peserta saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Pembagian ruangan lomba test tertulis dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan peserta mengikuti lomba. Situasi di ruangan test tertulis sangat hening untuk memudahkan peserta membangun konsentrasi sehingga dapat menyelesaikan soal-soal test dengan sebaik-baiknya.

Dengan apik panitia membagi 4 ruangan dengan istilah ”meja”. Masing-masing meja terdapat informasi waktu, kategori dan ruang.
Bermula dari Meja 1 diruang Mawar, dari jam 07:30 – 09:30 untuk katagori Team Leader Inbound (TL). Selanjutnya pada jam 10:00 – 12:00 untuk kategori Agent Inbound, dilanjutkan pada jam 13:00 – 15:00 untuk kategori Telesales, dan yang terakhir pada jam 15:00 – 17:00 untuk kategori Customer Service (CS).
Pada meja 2 masih diruang Mawar, di interval jam yang sama secara berturut-turut diawali dari kategori Supervisor, dilanjutkan Agent Inbound dan Agent Premium. Selanjutnya kategori Telemarketing dan yang terakhir kategori Team Leader Customer Service (TL CS).
Pada meja 3 berlangsung kategori Manager, dan Work Force Management (WFM), Back Office (BO), Team Leader Outbond dan yang terakhir kategori Manager Customer Service.
Pada meja 4, dilombakan kategori Desk Control, Trainer dan IT Support, dilanjutkan dengan Quality Assurance (QA), disusul Agent English dan yang terakhir kategori Agent Sosial Media.

Pertarungan Sang Jawara
Dari 50 soal yang diujikan bagi sebagian peserta yang sebelumnya telah mengikuti try out di Balai Kartini dan Graha Seti pada tanggal 16 – 17 April 2015, mungkin tidaklah terlalu sulit. Apalagi test tertulis tersebut sudah dibagi per kategori sesuai dengan bidang kerja peserta sebagai praktisi contact center di perusahaan masing-masing.

Bagai arena pertarungan, suasana peserta yang menunggu giliran test tertulis diluar ruangan tak kalah serius. Saat acara belum dimulai, peserta sudah menunjukkan keseriusannya untuk mengikuti test tulis berikutnya. Hera, salah seorang peserta test tertulis yang jauh-jauh datang dari Batam, saat diwawancari oleh Team PermataTel menegaskan perusahaannya baru pertama kali mengirimkan peserta untuk ajang kompetisi ICCA. Walaupun mengaku sedikit grogi, namun Hera mengatakan cukup optimis bisa menyelesaikan test dengan sebaik-baiknya.

Peserta lain yang menunggu gelombang berikutnya sebagian memanfaatkan waktu dengan berdiskusi dengan rekan-rekannya perihal soal-soal yang kemungkinan akan keluar. Ada pula yang membaca ulang soal-soal try out yang sebelumnya pernah diikuti. Sebagian lagi tampak duduk-duduk memainkan gadget untuk menghilangkan ketegangan.
Belajar sebelum test

Selesai test tertulis gelombang pertama yang berakhir pada jam 09.30 tampak keriuhan peserta kategori pertama, yaitu Supervisor (SPV), Team Leader Inbound, Manager, serta WFM, Trainer, IT Support yang telah menyelesaikan perlombaan test tertulis. Mereka saling memperbincangkan soal-soal test yang baru saja diselesaikan. Tampak wajah-wajah lega karena baru melewati satu tahapan perlombaan. Ike, salah satu peserta dari Jakarta yang sempat diwawancarai menyatakan tingkat kesulitan soal-soal test tertulis kali ini cukup tinggi, walaupun bentuk soal berupa pilihan ganda namun ada beberapa soal hitungan yang membutuhkan konsentrasi lebih untuk menjawabnya. Suhu ruangan yang terlalu dingin menambah ketegangan saat menyelesaikan soal-soal yang diujikan, sampai tangan peserta begitu keluar dari ruangan test seperti membeku, tetapi walau demikian otak tetap lancar saat mengerjakan test dan ajang narsis tetap eksis, diluar ruangan kompetisi dengan foto-foto selfie atau wefie didepan spanduk ICCA.

Bahkan salah seorang peserta bernama Andrian dari Jakarta saat ditemui di luar gedung tampak kelaparan setelah mengikuti test tertulis. Setelah menghabiskan 1 mangkok mie ayam, baru keluar komentarnya bahwa soal-soal yang dihadapi benar-benar diluar perkiraan dan berbeda dengan saat try out. Banyak soal-soal berupa pernyataan yang dirasa menjebak, ditambah waktu yang terbatas saat pengerjaan membuat peserta harus berpikir keras untuk menjawab satu soal yang rumit.
Meskipun demikian kesan optimis tetap ada, bahkan menurut Andrian, tahun depan tetap akan mengikuti ajang kompetisi bergengsi ini, karena merupakan ajang pembuktian eksistensi diri serta citra positif perusahaan yang diwakilinya.

Hanya Untuk Sang Jawara
Usaha yang keras dan gigih dari setiap peserta untuk menjadi sang Jawara pasti akan bermanfaat. Bukan kalah atau menang yang menjadi tujuan, tapi usaha yang dilakukan dengan segenap kekuatan yang menjadi solusinya.
Kekuatan bukan hanya sebatas otot semata atau semangat saja, tapi juga pikiran, ilmu, dan kerja keras.

Pendek kata, kreativitas akal dan upaya fisik, itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan untuk menjadi sang jawara yang sesungguhnya.

Jika kita berserah, seharusnya kita tak kenal menyerah.
Dari sebuah harapan, kita belajar berjuang.
Dari sebuah perjuangan, kita belajar berkorban.
Dari sebuah pengorbanan, kita belajar ketulusan.

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutanlah yang membuat kita sulit.
Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah, dan jangan menyerah untuk mencoba.

Bravo peserta TBCCI 2015…lanjutkan terus perjuanganmu para Sang Jawara!

Salam PermataTel

Posted in Artikel | Tagged , | Comments Off on HANYA UNTUK SANG JAWARA