Orang Handal, Lahir di Tengah Badai Hiruk Pikuk

Sejenak, mari kita rasakan gelombang kehidupan di muka bumi ini. Sangat terasa, aktivitas hidup para penduduk semakin iruk pikuk, sehingga kerap menyebabkan waktu berjalan terasa cepat. Tak jarang orang merasa bahwa, 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk kegiatan mereka. Itulah ambisi manusia, yang beradu pacu dengan waktu. Rasanya, apapun yang didapat hampir tak cukup. Pada akhirnya, terciptalah sebuah kondisi dimana manusia ingin memenuhi ambisinya, dengan sumber daya yang terbatas.

Berbicara mengenai kebutuhan dan sumber daya, maka kita akan bicara soal hukum ekonomi, yakni permintaan dan ketersediaannya. Bila permintaan tinggi namun ketersediaan rendah, terjadilah kemahalan harga barang. Sebaliknya, ketersediaan barang melimpah namun permintaannya jarang, akan terjadi apa yang diistilahkan overlikuiditas atau kelebihan pasokan. Suka atau tidak, kedua hal tersebut akan menyebabkan inflasi atau penyusutan nilai uang. Hanya berbeda prosesnya saja, namun bila terjadi kedua kondisi itu, maka dipastikan inflasi akan melanda.

Disinilah peran Bank Indonesia, yakni mengambil kebijakan yang mampu mengendalikan inflasi di negara tercinta ini. Dan kebijakan yang telah ditempuh Bank Indonesia pun, harus dipahami masyarakat. Salah satu pasukan terdepan Bank Indonesia dalam memberikan pemahaman kebijakannya ke masyarakat, adalah contact center Bank Indonesia. Contact center yang dimaksud, tak lain dan tak bukan adalah Bank Indonesia Call and Interaction (BICARA 131).

Foto bersama tim juri TBCCI 2015 kategori korporat , Deepak Selvaratnam dan Sidney Yuen.

Foto bersama tim juri TBCCI 2015 kategori korporat , Deepak Selvaratnam dan Sidney Yuen.

“Nah, memang semua peserta presentasi korporat yang saya lihat dari tadi, memiliki keunikan. Karena memang produk mereka tampak unik, sehingga call center tinggal menjelaskan keunikan produk kepada pelanggan. Tapi ini, Bank Indonesia, lebih unik lagi. Yang dijelaskan kepada masyarakat adalah kebijakan!” ujar Deepak Selvaratnam, salah satu dari dua juri The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015 untuk kategori presentasi korporat, pada 30 April 2015.

Adapun hari ini (5 Mei 2015) merupakan hari pertama para peserta TBCCI 2015 untuk unjuk gigi sendiri-sendiri di kategori presentasi individu. Yang turun berkompetisi ialah mereka yang di level trainer, Team Leader (TL) Inbound, Manager Inbound, Supervisor (Spv), dan Quality Assurance (QA).

Masih berlokasi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, presentasi individu dimulai dari hari ini hingga 7 Mei 2015. Dari keseluruhan peserta, ajang TBCCI 2015 tak semuanya bisa lolos ke tahap presentasi individu. Banyak peserta yang gugur pasca tes tulis yang diselenggarakan di tahap I kompetisi TBCCI 2015 yakni 27 April 2015 lalu. Sehingga mereka yang melaju ke presentasi individu, adalah peserta yang telah terpilih diantara yang lainnya.

Manusia Handal

Kembali ke keunikan contact center, Deepak mengungkapkan, karena yang dijelaskan adalah kebijakan, yang pada hakikatnya adalah edukasi kepada publik, maka tim contact center Bank Indonesia atau BICARA 131, haruslah orang-orang yang lebih sigap dan peka. Dan di dalam kondisi hiruk pikuk aktivitas hidup penduduk bumi yang sangat cepat, yang efek negatifnya memunculkan manusia-manusia ambisius, namun perlu diingat pula bahwa tak sedikit hal-hal positif yang lahir dari kondisi tak menyenangkan. Apa penjelasannya?

Menurut Supervisor BICARA 131 Yusi Rahima dalam penjelasan presentasinya, contact center pada intinya adalah orang-orang handal yang memiliki kemampuan mendengarkan dengan keselarasan hati. Sabar dan tenang saja tidak cukup bagi para personil BICARA 131, karena mereka juga harus teliti dan memiliki kemampuan analisis yang bagus. Jika tidak, penjelasan kebijakan Bank Indonesia kepada publik yang menanyakan langsung ke mereka akan bias bahkan salah.

Tentu saja, mereka harus terus diasah kemampuan verbal dan analitiknya, sehingga mereka bisa tetap fokus di tengah hingar bingar kehidupan yang dengan sedetik dapat membuyarkan konsentrasi. “Namun life have to be balance. Hidup harus seimbang. Maka kami memiliki aktivitas tersendiri yang sifatnya refreshment, penyegaran. Karena memang semua harus seimbang, tidak kaku namun tidak juga lemah,” kata Yusi di depan para dewan juri.

Tim BICARA 131, "Work and life balance!"

Tim BICARA 131, “Work and life balance!”

Mendengarkan penjelasan Yusi Rahima, dewan juri Sidney Yuen menjadi penasaran dan mengikuti jejak Deepak Selvaratnam, yakni bertanya tentang keunikan tugas BICARA 131. “Lalu apa yang Anda lihat dalam 12 bulan ke belakang? Adakah perubahan pandangan masyarakat terhadap Bank Indonesia? Adakah awareness mereka bertambah, atau tidak?” tanya Sidney Yuen.

Menjawab hal itu, BICARA 131 yang menurunkan langsung Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs, memberikan respon dengan penjelasan komprehensif. “Perlu diketahui bahwa salah satu indikator Bank Indonesia untuk mengetahui respon kebijakan kami, selain adanya survey langsung dari BICARA 131 kepada para penelepon, adalah follower Twitter. Ya, setiap saat follower Twitter kami bertambah. Interaksi mereka langsung. Mereka merespon tweet kami seputar kebijakan Bank Indonesia,” ungkap Peter Jacobs.

Peter Jacobs (kiri) dan dua juri TBCCI 2015.

Peter Jacobs (kiri) dan dua juri TBCCI 2015.

Sehingga tampak bahwa di tengah aktivitas yang hiruk pikuk, yang membuat orang seperti tak ada waktu untuk hal-hal kecil, namun ternyata mereka memberikan respon atas kebijakan Bank Indonesia lewat tweet. Artinya, lanjut Peter, Bank Indonesia yakin bahwa BICARA 131 yang bekerja dengan standar ISO 9001:2008 telah berhasil menyentuh aktivitas masyarakat melalui edukasi yang caranya efektif.

Deepak Selvaratnam kemudian menyadari bahwa Bank Indonesia dalam mengkomunikasikan kebijakannya ke publik, dilakukan melalui banyak saluran, yang tentunya saluran utama komunikasi ke publik tersebut adalah BICARA 131, “Coba Anda terangkan ke kami, ada apa saja saluran-saluran tersebut? Tentunya selain BICARA 131 dan Twitter Bank Indonesia?”

Dijelaskan Peter Jacobs bahwa BICARA 131 selain mengartikan sebuah kepanjangan (Bank Indonesia Call and Interaction), juga merupakan sebuah kata yang diambil dari Bahasa Indonesia yang berarti berbincang, berkomunikasi, dan berhubungan. Makna ‘bicara’ pada hakikatnya, ialah menyampaikan sesuatu kepada orang lain sehingga orang lain tersebut bisa paham. Bila orang yang menyampaikan maksudnya itu ternyata tidak lihai, maka akan terjadi kesalahpahaman.

“Dan berbicara, tidak hanya dengan lisan. Kita bisa berbicara dengan tulisan dan gambar, sehingga BICARA 131 juga memiliki tim jurnalis. Ini yang mungkin tak dimiliki contact center perusahaan lainnya. Kita mengkomunikasikan ke publik atas apapun kegiatan kita yang patut diketahui publik lewat tulisan, yakni di media sosial dan blog BICARA 131 dan lewat tayangan video di laman Youtube,” ungkap Peter Jacobs.

ISO 9001:2008

Lebih jauh mengenai kinerja call center, Quality Assurance BICARA 131 Kristiana mengatakan sesuai standar ISO 9001:2008, Bank Indonesia memberikan fasilitas pendukung kinerja kepada BICARA 131 secara penuh.

Secara umum, sesuai ISO 9001:2008 BICARA 131 selalu melaksanakan empat hal penting sebelum meluncurkan formulasinya dalam melayani masyarakat, yakni plan (perencanaan), do (mengeksekusi), check (memeriksa), act (memperbaiki). Dengan empat hal tersebut, maka mulai dari pembuatan program untuk layanan kepada masyarakat hingga ke tahap perbaikan yang berkesinambungan, telah dilakukan oleh BICARA 131.

Pada tahapan “plan”, yang wajib dilakukan adalah memperkuat komitmen bersama untuk menjalankan target atau sasaran program. Disini, dokumentasi hasil kesepakatan wajib dilakukan. Kemudian, masih di tahap ini, aksi selanjutnya adalah menetapkan pembagian wewenang di setiap anggota tim.

Masuk ke tahapan “do” atau menerapkan rencana yang sudah disepakati, aksi yang dilakukan diantaranya adalah menggencarkan komunikasi, baik internal maupun eksternal. Komunikasi internal dimaksudkan untuk berkoordinasi sesama anggota tim saat bekerja melaksanakan ketetapan proyek pekerjaan. Tak lupa kepada pihak eksternal atau stakeholder, komunikasi juga harus gencar dilakukan karena pihak luar harus diberi pemahaman tentang apa maksud dan tujuan dari program kita kepada masyarakat. Komunikasi eksternal ini juga menjaring masukan (input) untuk dijadikan bahan peninjauan ulang di tahap selanjutnya.

Pada tahap “check” yang tak lain adalah tahapan peninjauan ulang, semua hasil yang telah diterapkan harus dipaparkan dan dibahas bersama kepada seluruh SDM (sumber daya manusia) yang terlibat. Hasil komunikasi yang selama ini dilakukan dalam tahapan “do” harus diketahui secara rinci agar bisa dipelajari apa-apa saja yang telah sesuai dan tak sesuai bagi pelanggan. Sekaligus juga membahas masukan-masukan yang diberikan stakeholder, yang mereka dapat dari layanan kita.

Terakhir, tahapan “act” adalah realisasi perbnaikan-perbaikan yang telah dilakukan. Semua proses verifikasi, komunikasi antar internal dan komunikasi eksternal kembali digencarkan dengan memaparkan formulasi baru apa yang telah diperbaiki dari kesalahan sebelumnya.

Tahapan plan-do-check-act ini adalah tahapan sirkuler, karena produk yang dihasilkan akan terus dimutakhirkan baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Sehingga BICARA 131 tak berhenti hanya sampai pada tahap “act” atau setelah mendapat masukan dan perbaikan saja.

Kristiana (kiri), Peter jacobs (tengah), dan Yusi Rahima (kanan).

Kristiana (kiri), Peter jacobs (tengah), dan Yusi Rahima (kanan).

Produk dan layanan harus terus mengikuti perkembangan jaman. Itu pulalah sebabnya BICARA 131 terus berkembang seiring dinamika kehidupan masyarakat. Tim BICARA 131 akan seoptimal mungkin memberikan layanan kebutuhan informasi kepada publik, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Posted in Artikel | Tagged , , , | Comments Off on Orang Handal, Lahir di Tengah Badai Hiruk Pikuk

Derap Langkah, AstraWorld di Panggung Aksi Contact Center Indonesia

Kompetisi Presentasi : The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Peserta Bersiap Menuju Panggung Aksi

PROLOGUE

Hari kedua dimulai pagi ini.
Setelah melewati fase test tulis di awal sesi
Mereka yang telah lolos, sebagian telah siap di sini.
Siap beraksi.

Datang dengan semangat sama, atau bahkan kian membara.
Berbalut busana aneka rupa.
Tak sabar menunjukkan aksi selanjutnya.
Segera.

 


 

 

07.30

Selasa, 5 Mei 2015, Gedung Balai Kartini lagi-lagi diisi oleh peserta – peserta kompetisi The Best Contact Center 2015. Hari ini, para utusan terbaik dari berbagai perusahaan ini akan saling mengkompetisikan ide – ide mereka di panggung utama. Ajang presentasi yang akan dibawakan di depan deretan dewan juri. Untuk kategori yang akan dilombakan hari ini adalah kategori manager, supervisor, team leader, trainer, dan quality assurance.

Tim AstraWorld, peserta di ajang ICCA kali ini, pada hari ini mengirimkan sepuluh peserta yang masing-masing akan berkompetisi mulai dari jam delapan pagi hingga dua siang. Ketika ditemui sebelum mulai presentasi, Ani (kategori Quality Assurance) dan Arnesto (Kategori Team Leader Inbound), mengaku merasakan ketegangan yang tidak kalah dengan ketika akan sidang kelulusan akhir.

“Terutama sih karena ini yang pertama kalinya buat kita,” ujar Ani ketika ditanya alasan yang membuat dirinya merasa tegang. Hal ini pun disetujui oleh Arnesto dan ditambahkan, “Namun kami sudah memaksimalkan usaha sebisanya, semua yang kita miliki akan kami keluarkan hari ini dengan harapan kita akan bisa presentasi dengan lancar, baik, dan tentunya bisa jadi pemenang.”

Tak hanya terukir di ekspresi keduanya, persiapan yang dilakukan memang tidak bisa dipandang ringan. Presentasi yang hari ini akan dibawakan, sudah dipersiapkan sejak satu bulan yang lalu. Sementara latihan untuk presentasi dilakukan secara intensif terutama selama seminggu terakhir.

AstraWorld - Aniyah, Peserta Kategori QADalam kesempatan ini, Ani dipercaya untuk membawakan presentasi tentang bagaimana AstraWorld menjaga kualitas agent call center dalam tim. “Jadi nanti yang akan disampaikan ke juri, adalah bagaimana selama ini kita sebagai quality assurance memposisikan diri sebagai sahabat untuk agent, supaya penyampaian feedback, coaching, dan penyampaian info bisa lebih lancar dan mudah dipahami oleh para agent,” tuturnya.

Memang, dari penuturannya, di AstraWorld, tim agent call center diperlakukan berbeda sesuai dengan kepribadian masing-masing. Tim quality assurance bertugas memantau kinerja tak hanya dari angka belaka. Tapi juga lebih memperhatikan pada sikap dan perilaku masing-masing agent selama delapan jam kerja, hobi, sampai dengan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungannya. “Yang terutama juga adalah senyum dan sapa setiap kali kita bertemu, di dalam kantor maupun di luar,” ujar Ani menutup perbincangan.

 

08.00

Menjelang pukul delapan pagi, panitia mulai mengambil peranannya. Mengarahkan tiap peserta yang teregistrasi menuju ruang tunggu di depan lokasi presentasi. Seperti kompetisi sebelumnya, ruangan presentasi pun dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu ruang Raflesia, ruang Cempaka, dan ruang Anggrek. Pada Ruang Anggrek dilombakan kategori Manager Inbound >100 seat, di ruang Cempaka dilombakan kategori Manager Inbound <100 seat, dan di ruang Raflesia dilombakan kategori Team Leader, Quality Assurance, Trainer, dan Supervisor.

AstraWorld - Ruang RaflesiaRuangan Raflesia sendiri diisi oleh beberapa kubikel – kubikel yang nantinya akan menjadi tempat bagi masing-masing peserta untuk berunjuk kreasi. Masing – masing peserta diberikan waktu total dua puluh menit untuk presentasi sekaligus menjawab pertanyaan. Pola yang digunakan dalam memberikan pertanyaan pun tampak tak biasa, Pertanyaan tidak diberikan langsung oleh juri, melainkan peserta dipersilahkan untuk mengambil sendiri pertanyaan dari fishbowl yang tersedia.

Tiap kubikel pun sudah diisi oleh sederet tempat duduk yang diperuntukkan bagi para dewan juri. Sayangnya, ketika para peserta mulai dipersilahkan masuk ke kubikel masing – masing, tim AstraWorld tidak diperkenankan untuk meliput jalannya kompetisi. Maka bersama dengan beberapa peserta lainnya, tim writing dari AstraWorld pun menunggu di ruang tunggu di luar Ruang Raflesia.

Berbeda dengan ruang Raflesia, menurut penuturan Hadi Mukhaiyar, peserta kompetisi Manager Inbound dari AstraWorld, ruang Anggrek adalah sebuah ruangan besar tanpa kubikel, dan masing-masing peserta diberikan waktu presentasi lebih lama, yakni tiga puluh menit.

 

08.20

Usai berunjuk aksi, para peserta terlihat mulai keluar dari ruang Raflesia dengan berbagai ekspresi. begitu pun dengan dua kontestan AstraWorld sebelumnya, Arnest dan Ani keluar dari ruangan berselang beberapa menit satu sama lain, dengan senyum cerah nampak jelas di wajah mereka.

Ketika dimintai pendapat, Arnest mengaku tidak terlalu deg-degan selama presentasi. “Namun yang membuat tegang itu adalah karena jurinya terlihat dingin sekali. Selama ini kan latihannya selalu bersama rekan-rekan yang selalu tersenyum ramah.”

Selesai presentasi, Arnest mendapat pertanyaan berupa bagaimana membuat kerjasama tim semakin kompak. “Salah satunya jawaban saya tadi yaitu, bila ingin tim semakin kompak kerjasama, ya harus mau turun ke bawah, rasakan apa yang mereka rasakan. Selain itu yang penting juga ajak outbond atau acara have fun di luar kantor. Misalnya nonton atau olahraga bersama.”

Memang, adalah sebuah budaya di AstraWorld, call center agent bukan hanya dilihat sebagai sekedar agent ataupun pegawai yang hanya dinilai kompetensinya saja. Namun juga dilibatkan dalam aktivitas-aktivitas agar membuat tim semakin solid.

 

09.45

AstraWorld - Triantoro, Peserta Kategori SupervisorKompetisi nampak berjalan lebih cepat dari rencana. Segera, peserta dari AstraWorld yang dijadwalkan untuk presentasi pada pukul sepuluh lewat lima belas menit pun sudah mulai dipanggil untuk memasuki ruangan, empat puluh lima menit lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan.

Sementara itu, beberapa peserta dari AstraWorld yang telah menyelesaikan presentasi pun berkumpul untuk menyemangati sekaligus berbagi kisi – kisi dengan peserta lain yang belum mulai presentasi.

Ketika ditemui kala sedang berbagi pengalamannya selama presentasi tadi, Hadi Mukhaiyar, peserta kategori Manager Inbound dari AstraWorld, memberikan beberapa tips seputar presentasi. “Yang penting adalah bahkan dari langkah pertama memasuki ruangan pun kita tetap harus menjaga motivasi kita agar tidak down. Karna kalau sudah down di awal, akan susah untuk menjaga mood fokus selama presentasi.”

Hadi sendiri ketika dimintai pendapat, mengaku tidak terlalu tegang ketika ia melakukan presentasi tadi. “Ternyata presentasi di depan managemen malah lebih menegangkan. Tapi mungkin justru karena sudah terbiasa selama latihan presentasi di depan rekan-rekan AstraWorld dan tim managemen serta pak Bambang (CEO AstraWorld, red), jadi ketika tampil tadi tidak terlalu deg-degan meski jurinya orang – orang hebat semua.”

Selain itu, menurut Hadi hal yang sulit dari presentasi tadi adalah bagaimana ia harus menjaga mood juri agar tetap tertarik pada presentasi yang ia bawakan. “Memang dari sepuluh juri tidak akan semuanya tertarik dengan materi yang kita bawakan, memang wajar seperti itu. Makanya itu bagaimana caranya sesekali kita buat penekanan-penekanan agar informasi yang kita sampaikan bisa menarik minat mereka dan para juri kembali memperhatikan apa yang kita sampaikan.”

 

11.15

AstraWorld - Yelyel Mendukung Peserta Yang Akan PresentasiPeserta terakhir dari Team AstraWorld hari ini ditutup dengan penampilan Yanuar Fajarsunarimo. Presentasi yang dijadwalkan pada pukul 13.10 agaknya juga akan maju lebih awal. Tak lupa, sebelum memasuki ruangan., kontestan lain yang telah selesai menjalani sesi dan juga rekan kerja yang sengaja datang memberikan dukungan ikut memberikan semangat dengan melakukan foto dan yel-yel. “Go go Yanuar, AstraWorld Bravo,” ujar mereka kompak. Tepuk tangan semarak tak lupa diberikan, mengiringi langkah Yanuar menuju panggung aksi.

 

12.10

Ditemui usai menjalani sesi presentasi, Yanuar terlihat lebih santai meski masih ada rona ketegangan disana. “Pengalaman sebagai seorang trainer sangat membantu saya,” ujarnya terlihat optimis. Lewat penuturannya Yanuar mengungkapkan cukup sulit menjaga perhatian juri terus tertuju selama presentasi. “Sama seperti yang disampaikan rekan sebelumnya, para juri sepertinya memang di-setting agak dingin untuk membuat peserta jadi down. Dan saya harus melakukan beberapa improvisasi untuk bisa menarik perhatian.”

Namun tak dipungkiri, rona kepuasan terpancar jelas dalam ekspresi Yanuar. Lega bercampur optimis akan hasil yang akan dicapai berkat persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Yakin menang? Tentu saja,” tutupnya.

Bersamaan dengan selesainya presentasi dari Yanuar, tim AstraWorld pun sudah menyelesaikan rangkaian lomba hari ini, dan bersama-sama kembali menuju kantor AstraWorld untuk melanjutkan aktivitas.

 

12.50

Sementara itu di Balai Kartini kompetisi masih berlangsung. Setelah jeda makan siang selama kurang lebih satu jam, kompetisi pun kembali dilanjutkan. Panitia mulai memanggil kembali nama-nama yang akan melakukan sesi presentasi di paruh kedua siang ini.

AstraWorld - Panitia Bersiap Memanggil Peserta

Suasana dari para kontestan terlihat sama seperti yang sebelumnya, segar dan masih semangat. Dukungan yang diterima juga seolah tak mau kalah. Terdengar jelas dari sorak sorai dan tepuk tangan antusias mengiringi tiap peserta sebelum memasuki ruangan.

 

14.45

Menjelang akhir acara pada hari ini, kelompok peserta terakhir tampak keluar ruangan lebih awal dari yang telah dijadwalkan.

AstraWorld - Para Peserta dan Tim Pendukung Menunggu di Depan Ruang Raflesia

Berdasar keterangan yang didapat dari team panitia, majunya acara ternyata disebabkan oleh karena adanya beberapa peserta yang tidak hadir. Menurut Pak Andi, “Ternyata average presentasi peserta lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Dan juri nggak mau nunggu sesuai jadwal, jadi peserta yang sudah siap langsung dipersilahkan untuk masuk.”

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, mengingat beberapa peserta dari AstraWorld sendiri yang diberi waktu presentasi 20 menit hanya menggunakan 16 hingga 18 menit. Oleh karena percepatan waktu ini, para panitia memprediksi acara akan selesai satu jam lebih cepat dari pada yang dijadwalkan.

 


 

EPILOGUE

Berbeda dengan tes tulis yang diadakan sebelumnya. Pengumuman pemenang pada sesi presentasi kali ini masih jadi misteri. Menunggu hingga malam penghargaan yang akan dilangsungkan pada Juni tanggal 2 nanti. Kami mohon dukungan dan doa restu Anda selalu.

 

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Photo Team

Posted in Artikel | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Derap Langkah, AstraWorld di Panggung Aksi Contact Center Indonesia

Pengumpulan Template/Materi Persentasi TBCCI 2015

Pengumpulan template/materi persentasi bisa dikumpulkan di Graha Seti , Jl KH Abdullah Syafei Kav A/19-20 Graha Seti Kebon Baru, Tebet Jakarta Selatan 12830 DKI Jakarta

Dengan format template sebagai berikut

NAMA_KATEGORI_SEAT_PERUSAHAAN
Contoh : AHMAD WAHYUDIN_AGENT INBOUND_<30_TELEXINDO

Terakhir Pengumpulan pada tanggal 30 April 2015

Terima Kasih .

Posted in Pengumuman | Comments Off on Pengumpulan Template/Materi Persentasi TBCCI 2015