Harapan Di Atas Keberhasilan TBCCI 2017

Pagi ini, tepatnya Senin 24 Juli 2017 jam 8.35 WIB, kami menghadiri perhelatan besar Insan Contact Center dari seluruh Indonesia di Kalbis Institute Jakarta. Di hari ini para peserta yang hadir harus mempersiapkan penampilan untuk presentasi dihadapan para juri yang akan memberikan penilaian pantas atau tidaknya mereka menjadi juara.

Meskipun masih pagi hari, ruangan lantai 7 Kalbis Institute sudah dipenuhi oleh peserta yang akan mengikuti tahap selanjutnya dari rangkaian acara The Best Contact Center Indonesia 2017. Kondisi yang sudah ramai riuh, apalagi pada hari ini kami juga dipercaya perusahaan untuk mengikuti satu kategori lainnya yaitu Korporat. Mendapat kepercayaan yang besar ini, membuat semangat terasa semakin meledak-ledak dan tidak mau kompromi untuk melenggang dengan santai. Karena bayangan ingin naik ke atas podium di malam penghargaan dan dinobatkan sebagai juara Platinum, membuat para peserta menjadi semakin mantab dalam persiapan materi dan penampilan untuk presentasi. Apalagi persiapan untuk pelaksanaan acara ini, secara detail dan terperinci telah disosialisaikan oleh Bapak Andi Anugrah (beserta tim Telexindo tentunya) sejak ± 7 bulan yang lalu. Rasanya selama itulah, hampir tiap calon peserta melakukan persiapan mental maupun pengetahuan untuk kesuksesannya dalam ajang penghargaan ini. Mulai menyiapkan pengetahuan untuk menjawab tes tertulis, menyusun materi presentasi, sampai mengatur teknis penyajian presentasi agar terlihat baik dan menarik. Untuk lebih menambah keseruan pada kegiatan di Kalbis Institute ini, banyak perusahaan ternama yang turut andil menjadi sponsor.

Sudah sesuai dengan kerja kerasnya apabila Insan Contact Center Indonesia mendapatkan penghargaan atas dedikasinya selama ini, tentu bukan tanpa alasan penghargaan tersebut diberikan, namun karena kontribusi terus menerus dan berkesinambunganlah yang dapat membuat mereka memberikan penampilan terbaik pada hari ini. Selain penghargaan ajang ini juga dijadikan sebagai standarisasi kegiatan Contact Center di seluruh Indonesia, dalam fungsinya sebagai garda terdepan bagi masing-masing perusahaan.

Kami mendapatkan kesempatan untuk dapat berbincang hangat dengan Tim dari Telexindo yaitu Ibu Anita mengenai kategori dan persiapan apa saja yang telah dilakukan di ajang akbar ini. Menurut Ibu Anita, ajang The Best Contact Center Indonesia ini diikuti oleh lebih dari 560 peserta dari 46 perusahan untuk berbagai kategori. Tidak kurang Anita Rizqiana Panitia TBCCI 2017dari 150 juri dikerahkan dalam 9 ruangan selama 4 hari. Masih menurut Ibu Anita pada tahun ini jumlah peserta lebih besar dari tahun sebelumnya. Ini menunjukan bahwa sudah mulai tumbuhnya kesadaran bagi masing-masing perusahaan akan betapa pentingnya peranan Contact Center dalam melayani pelanggan bagi setiap perusahaan tersebut. Persiapan yang dilakukanpun tidak main-main, sudah sejak bulan januari 2017 untuk pendaftaran bagi para peserta telah dibuka dan dilakukan penutupan pada bulan mei 2017.  Tentu kesempatan emas ini tidak akan disia-siakan bagi Insan Contact Center Indonesia.

Antusias peserta telah kami buktikan dengan mewawancarai salah satu anggota dari PT. Telkom yaitu Mbak Anna. Untuk Tahun ini mbak Anna mengikuti kategori sebagai Agent Sosial Media bersama dua timnya yang lain. Tampak wajah semangat dan bergairah untuk dapat berpartisipasi dan memenangkan lomba ini. Saat kami tanyakan apa motivasinyaAnna Peserta Dari PT. Telkom mengikuti lomba ini, ternyata Mbak Anna adalah seorang yang pemalu, harapannya dengan mengikuti lomba ini dia dapat tampil lebih percaya diri dalam menghadapi pelanggan, sungguh luar biasa. Hadiah yang akan dimenangkan juga sangat fantastis, EROPA ! siapa yang akan keberatan jika kinerjanya akan diberikan apresiasi sehebat ini.

Ayo semangat Agent Contact Center Indonesia! Bangun harapan untuk mecapai keberhasilan, mari kita tunjukan kepada Indonesia dan Dunia kalau kita berharga. Masih terbuka peluang untuk menjadi juara dan nantikan berita baik dari kami selama 3 hari kedepan.

Sindhu Sangka dan Nuzuar Idham dari PT. Perusahaan Gas Negara (Persero), tbk melaporkan dari Kalbis Institute.