Menjadi Leader yang Kekinian

Peran sebagai pemegang proyek sekaligus menjadi leader bagi sebuah tim memang sangat menantang. Bayangkan saja, dua pekerjaan besar yang berkesinambungan harus dilakukan secara bersamaan. Proyek akan berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal jika tim yang dipegang oleh seorang leader juga solid. Lalu bagaimana menjalankan keduanya dengan efektif?

Pertama adalah dengan mendelegasikan tugas. Mendelegasikan tugas dilakukan sesuai dengan kemampuan dan job description masing-masing anggota tim. Tidak berhenti dengan mendelegasikan saja, seorang leader juga harus senantiasa melakukan pengecekan terhadap setiap proses yang dilakukan anggota tim.

Kedua, berikan penghargaan kepada anggota tim. Sekecil apapun pencapaian yang dicapai oleh anggota tim, berikan penghargaan, minimal dengan memberikan pujian bahwa mereka telah melakukan hal yang baik dan memberikan dampak positif bagi tim. Buat anggota tim merasa apa yang mereka kerjakan memberikan kontribusi positif bagi tim.

Ketiga, atur waktu dengan baik. Mengatur waktu dengan baik sangat penting bagi seorang leader agar dapat membagi waktunya secara efektif. Leader harus bisa membagi waktunya antara tugas yang berbeda-beda dengan anggota timnya.

Keempat, belajar adil atau menyeimbangkan satu urusan dengan urusan lainnya. Adil dan seimbang di sini maksudnya adalah mengetahui kapan harus bekerja secara ketat maupun bekerja dengan santai, kapan harus tegas dan kapan harus santai. Hal ini perlu dilakukan agar menjadi leader yang menyenangkan dan tidak monoton bagi anggota timnya.

Kelima, beri kesempatan pada anggota tim untuk memberikan saran. Leader bukanlah seorang diktator, maka sesekali berilah kesempatan bagi anggota tim untuk memberikan saran pada kesempatan tertentu. Bisa jadi, saran yang dikemukakan oleh anggota tim adalah saran yang baik yang tidak pernah dipikirkan oleh leader sebelumnya.

Keenam, menjadi leader yang rendah hati. Tidak selamanya apa yang menjadi keputusan dan apa yang dilakukan leader selalu benar. Jika kesalahan datang dari tim, maka sudah sewajarnya untuk melakukan evaluasi bersama. Namun jika kesalahan datang dari leader maka permintaan maaf sebaiknya disampaikan oleh leader. Hal ini bukan menjadikan leader menjadi rendah, namun justru sebaliknya, memberikan keberanian bagi anggota tim untuk melakukan hal yang sama jika melakukan kesalahan. Bukankah memberikan contoh lebih baik daripada hanya sekedar teori belaka?

Source: http://customerthink.com/how-to-be-an-effective-leader-when-managing-a-project/